The Absolute System

The Absolute System
Bao Chen Si Bangsawan!


__ADS_3

Gadis itu masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Leon barusan, karena, bahkan dokter terhebat yang pernah dipanggil keluarganya saja tidak bisa menekan elemen es di tubuhnya.


Bagaimana bisa Leon yang hanya seorang murid akademi mengatakan bahwa dia bisa membantunya untuk menekan kekuatan sihir elemen es di tubuhnya.


“Hmm, aku tahu kau tidak percaya, tapi aku tidak punya kebiasaan untuk berbohong kepada gadis cantik sepertimu” ucap Leon karena mengerti gadis itu tidak percaya dengan ucapannya tadi.


Dia pun berdiri dan mengambil secarik kertas dan alat tulis dari cincin ruang yang ia kenakan, lalu menuliskan beberapa metode latihan yang cocok untuk gadis itu.


“Ini, lakukan metode yang aku tuliskan di sini dan ingat, jangan pernah melatih sihir elemen api itu sampai latihan di metode ini kau sempurnakan” tegas Leon sambil menyerahkan kertas yang berisi tulisan tangannya itu.


“Untuk mendukung latihanmu, minum pil ini setiap selesai latihan agar mempercepat prosesnya” tambah Leon sambil menyerahkan sebuah kantong yang berisi 10 butir pil pemulihan 100 persen kepada gadis itu.


“Dengan begitu, dalam waktu 10 hari seharusnya kedua elemen itu tidak akan menyebabkan kerusakan pada tubuhmu dan kau bisa menggunakan kedua elemen sihir itu sesuka hati” lanjut Leon sambil berjalan keluar dari ruangan latihan dan meninggalkan gadis itu.


“Kau… Siapa namamu? Namaku Lin An” ucap gadis itu sebelum Leon benar-benar pergi.


“Hehe, kau bisa memanggilku Leon si tampan tiada tara” jawab Leon sambil tersenyum lebar lalu kembali berjalan meninggalkan tempat itu.


“Leon, aku akan mengingat namamu selamanya” gumam Lin An sambil tersenyum.


Beberapa jam berlalu tanpa terasa…


Leon berjalan berkeliling akademi dan melihat betapa keadaan saat ini sangat berbeda daripada ketika pertama kali dia berpindah ke dunia ini.


Sekarang, sihir benar-benar sangat populer dan digunakan untuk semua kegiatan.


“Hehe, kalian semua harus berterima kasih padaku” gumam Leon sambil tersenyum.


Namun, Leon merasakan ada 3 orang yang sedang mengikutinya dari belakang dan mereka punya niat untuk mencelakai dirinya.


“Hehe, ingin bermain denganku?” Leon pun bergegas mengarahkan langkahnya keluar dari akademi sejauh mungkin agar dia bisa bebas bermain dengan ketiga orang yang mengikutinya ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya setelah berada cukup jauh di luar lingkungan akademi karena dihadang oleh seorang murid dari kelas yang sama dengannya, dan murid itu membawa dua orang tukang pukul di belakangnya.


Dia terlihat tidak senang dengan keberadaan Leon di akademi ini, dan seperti ingin menyingkirkannya segera.


Dengan nada kesal, murid itu berkata “Namamu tadi Leon, kan? Kau tidak pantas berada di sini!”.


“Hmm? Memangnya kau sendiri pantas?” jawab Leon dengan santainya.


“Haha, apakah aku pantas? Bahkan orang bodoh tahu bahwa aku Bao Chen sebagai calon ksatria sihir bangsawan teratas sangat pantas untuk berada di akademi ini! Biar aku katakan padamu, kau tidak layak untuk bersekolah di sini!” jawab murid itu sambil tertawa terbahak-bahak.


“Aku tidak tahu kau punya masalah apa denganku, tapi aku beritahu satu hal padamu! Kau tidak akan bisa menang melawanku bahkan jika kau membawa seluruh pasukan di kerajaan ini” ucap Leon.


“Pfffttt.. HAHAHA… Kalian dengar itu? Sungguh bualan yang tidak berotak!” bantah murid yang bernama Bao Chen itu meremehkan ucapan Leon.


Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, Bao Chen memberikan aba-aba kepada dua tukang pukulnya untuk mengepung Leon dan mengeroyoknya dari sisi kiri dan kanan.


“Hoo, jadi kau mau mencobanya?” tanya Leon sambil melihat ke arah Bao Chen dengan senyum liciknya.


“Echo Slam..!”


“Gravity Press..!”


Keduanya melakukan serangan secara bersamaan untuk mengurung Leon dalam satu area lingkaran.


Serangan mereka menyebabkan tanah disekitar targetnya berguncang dahsyat dengan Echo Slam sekaligus mengunci pergerakan lawan agar tidak bisa kabur dengan Gravity Press, sehingga siapapun yang terperangkap dalam serangan itu sudah pasti akan patah tulang.


“Hoo, ini semakin menarik! Sihir tanpa rapalan! Akhirnya aku tidak harus merasa jijik setiap kali orang-orang menggunakan sihir” gumam Leon yang terlihat masih sangat santai menghadapi serangan tersebut.


“Hehe, begini akibatnya kalau kau berani menyinggung orang yang salah! Rasakan kekuatan sihir dari penyihir tingkat Ahli Spiritual tahap 2!” ucap Bao Chen yang sudah merasa menang.


“Ctik…” Leon menjentikkan jarinya dan kedua sihir yang menyerangnya tadi pun seketika menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


“Hoaaam, hanya segini kekuatan penyihir ahli nina bobo tahap 2? Aku jadi mengantuk setelah digoyang-goyang” kata Leon dengan nada mengejek.


“Ini… Bagaimana mungkin?” kedua tukang pukul Bao Chen terkejut melihat Leon tidak hanya tidak terluka, dia bahkan dengan sangat mudah mematahkan sihir mereka.


“Tidak mungkin! Mereka berdua itu penyihir Ahli Spiritual tahap 2, dan setahuku, murid di akademi ini termasuk diriku bahkan belum ada yang menyentuh tingkat menengah tahap 8. Apa mungkin tingkat kekuatannya berada di atas mereka berdua?” Bao Chen sedikit takut dan gentar melihat Leon baik-baik saja setelah menerima serangan seperti itu.


“Ka-kalian, kemampuan kalian tidak hanya sebatas itu, kan? Tunggu apa lagi? Cepat habisi binatang ini!” teriak Bao Chen sambil menunjuk ke arah Leon.


Tapi…


“Bukk.. Bukk.. Brukkk...” dalam sekejap Leon melumpuhkan kedua tukang pukulnya itu dengan mudah hingga mereka tak sadarkan diri setelah terkena tinju telak di wajah.


“Baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan padamu?” ucap Leon seraya berjalan mendekat ke arah Bao Chen.


“Cih, hanya karena kau mengalahkan kedua orang bodoh itu kau pikir aku akan ketakutan? Entah obat apa yang kau minum untuk meningkatkan kekuatanmu, tapi, kau tidak akan seberuntung tadi! Bersiaplah!” ancam Bao Chen lalu dia membuat kuda-kuda beladiri dan siap menyerang.


“Oh percayalah aku sudah siap kapanpun” jawab Leon sambil ngupil.


Kedua tangan Bao Chen kini sudah diselimuti sihir api, lalu “Haaaaa… Fire Fist..!” dan sebuah bola api berbentuk tinju pun melayang ke arah Leon dengan kecepatan yang sangat cepat.


Tapi, itu juga sia-sia, Leon dengan sangat mudahnya menghentikan bola api tersebut hanya dengan satu sentuhan jari telunjuk tangan kanannya.


“Hmm… Ini yang kau sebut Fire Fist? Bagaimana kalau aku menunjukkan Fire Fist yang sebenarnya?” Leon menambahkan energi sihir pada Fire Fist milik Bao Chen yang ditangkapnya.


“Syut.. Boooooom..” sebuah bola api dengan daya ledak yang sangat kuat pun menghantam tanah persis satu langkah di sebelah kanan Bao Chen hingga membuat tubuhnya dan kedua tukang pukul tadi terpental sejauh 20 meter.


“Bruk.. Brukk..” tubuh Bao Chen terhempas ke tanah dengan sangat keras.


Leon sengaja tidak mengenainya secara langsung, dia masih ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh anak bangsawan satu ini kepada dirinya dengan membuat Bao Chen dendam seperti ini.


“Si-siapa kau sebenar…” dan Bao Chen pun tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Siapa aku sebenarnya? Aku adalah mimpi burukmu!” ucap Leon, lalu dia pergi meninggalkan mereka bertiga yang sedang tidak sadarkan diri.


__ADS_2