
Keesokan harinya…
Wang Xie dan Leon berangkat menuju akademi beladiri di kerajaan Zhang.
“Wang Xie, kemari sebentar..!” ucap Leon yang sudah tidak memanggilnya dengan sebutan paman lagi.
“Memory read..!” Leon meletakkan telapak tangan kanannya di dahi Wang Xie untuk membaca ingatannya.
Di sana dia melihat sebuah peperangan yang sangat mengerikan antara 8 kerajaan yang kemudian didominasi oleh kerajaan Liu Yun dengan kekejamannya.
Beberapa wilayah sudah berhasil direbut oleh mereka, dan sudah berjuta orang mati dalam pertempuran itu.
Korbannya termasuk keluarga Wang Xie, Ayah, Ibu, saudara, bahkan istri dan kedua anak perempuan Wang Xie pun ikut menjadi korban saat kerajaan Liu Yun menyerang desa tempat mereka tinggal.
Sejak saat itu, Wang Xie bertekad untuk menjadi ksatria yang kuat agar bisa membalaskan dendam mereka yang telah terbunuh.
Kini, hanya tinggal 3 kerajaan yang tersisa dan masih di dominasi oleh kerajaan Liu Yun.
Melihat ingatan yang menyedihkan seperti itu, tanpa sadar Leon telah meneteskan air matanya.
“Wang Xie, apakah sampai sekarang dendam yang ada di dadamu itu masih sama seperti dulu?” tanya Leon sambil mengusap kedua matanya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan mereka..!” jawab Wang Xie dengan nada kesal lalu mengepalkan kedua tangannya dengan keras.
“Bagus..! Dengan begitu, aku tidak akan ragu untuk membuatmu menjadi lebih kuat” ucap Leon kemudian kembali berjalan dan disusul oleh Wang Xie yang berjalan cepat untuk menunjukkan jalan menuju akademi beladiri kerajaan Zhang.
** Re: Dengan kemampuan Anda\, kenapa tidak hidupkan kembali saja keluarganya?
“Hehe, rasa benci dan dendam itu terkadang bagus untuk memotivasi seseorang..! Jadi, aku tidak akan menghidupkan kembali mereka untuk saat ini” jawab Leon.
“Aku akan membuat Wang Xie menjadi lebih kuat agar dia bisa berguna untukku di masa depan” sambung Leon.
Sesampainya di akademi, Wang Xie memperkenalkan Leon sebagai murid barunya dan akan menjadi murid inti sebelum masuk ke dalam militer.
“Hah? Guru, apakah Anda tidak salah? Bagaimana mungkin murid baru bisa langsung menjadi murid inti?” tanya salah seorang murid yang bernama Xu Liao yang merupakan salah satu murid inti di akademi beladiri tersebut.
“Di sini yang mengatur aku atau kau?” bentak Wang Xie dan Xu Liao pun terdiam.
“Baiklah, karena tidak ada lagi pertanyaan, mulai sekarang kalian akan berlatih bersama” ucap Wang Xie lalu menyuruh semua murid untuk berbaris dan memulai latihan beladiri mereka.
“Akademi? Ini lebih terlihat seperti dojo bagiku jika dibandingkan dengan akademi sihir di kerajaan Lainard” gumam Leon karena memang akademi beladiri di sini benar-benar jauh berbeda dari akademi yang dipikirkan oleh Leon.
Dengan murid beladiri yang hanya berjumlah tidak lebih dari 150 orang dan 10 orang murid inti, pantas saja jika Leon menyebut akademi ini layaknya sebuah dojo.
6 jam berlalu dan pelatihan pun sudah selesai, Wang Xie berpamitan dengan Leon untuk melanjutkan tugasnya sebagai komandan perang dan kembali ke markas militer, sedangkan beberapa murid tetap tinggal di akademi untuk melakukan latih tanding.
Wang Xie sebenarnya ingin mengajak Leon langsung bergabung dengan militer kerajaan, tapi dia merasa tidak memiliki hak untuk itu.
“Murid baru, apa kau ingin ikut latih tanding?” ajak Xu Liao yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakai Leon.
“Hmm, tidak, aku hanya ingin melihat kalian berlatih saja” jawab Leon sambil tersenyum.
Padahal Leon hanya ingin observasi seberapa besar potensi para murid untuk menjadi pasukan militer kerajaan ini.
Karena, dia diberi tahu oleh Wang Xie bahwa akademi beladiri hanyalah tahap pertama bagi orang-orang yang ingin bergabung menjadi tentara kerajaan.
“Cih, apa kau takut? Ternyata murid inti yang melalui jalur belakang benar-benar beda ya? Sama sekali tidak bernyali..!” cibir Xu Liao dan kemudian menertawai Leon bersama murid inti lainnya.
“Haha, ternyata pecundang seperti kalian bisa berbicara besar juga, ya?” jawab Leon yang sengaja memancing emosi mereka.
“Kau..! Haha, baiklah, kalau begitu kau akan menjadi lawan latih tanding ku yang pertama..!” ucap Xu Liao mengajukan diri untuk melawan Leon.
“Terserah kau saja” Leon berjalan santai ke tengah arena latih tanding.
“Haaaaaa, bersiaplah..!” Xu Liao langsung membuat kuda-kuda dan maju menyerang Leon.
“Woah, sepertinya kak Xu benar-benar ingin memberi anak baru itu pelajaran”
“Haha, kalau sudah begini, aku jadi kasihan dengan anak baru itu”
“Siapa namanya tadi? Leon? Haha, benar-benar nama yang aneh..!”
Semua teman Xu Liao benar-benar meremehkan Leon.
“Syut.. Syut..” langkah Xu Liao menjadi sangat cepat dan tidak butuh waktu lama, kini dia sudah berada tepat di hadapan Leon yang masih terlihat sangat santai.
__ADS_1
“Matilah..! Dragon punch..!” teriak Xu Liao saat melayangkan pukulan tangan kanannya yang dipenuhi dengan Qi ke wajah Leon.
Lalu, Leon menyentuh kepalan tinju Xu Liao dengan jari telunjuknya dan mengarahkannya ke samping sehingga tubuh Xu Liao kehilangan keseimbangan dan dia pun terjatuh dengan keras menghantam lantai seolah-olah sedang dibanting.
“Ahaaakk...” Xu Liao memuntahkan darah segar dari mulutnya seraya tubuhnya terpental jauh ke belakang Leon.
Seketika itu juga, suasana di sekitar arena pelatihan menjadi hening tanpa ada satupun yang berani berkomentar.
Mereka benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa, Xu Liao dijatuhkan dengan mudah padahal dia adalah salah satu murid inti dengan tingkat kekuatan tertinggi ketiga setelah Bao Xing dan Yang Zhe.
“Hmm, sudah selesai?” ucap Leon tanpa memutar tubuhnya ke arah Xu Liao.
“Cih, jangan senang dulu hanya karena bisa membantingku.. ahaakkk..” bantah Xu Liao meskipun dia tahu kondisi tubuhnya kini sudah berantakan.
Terlebih, dia sama sekali tidak merasakan energi Qi dari jari Leon saat menyentuh tinjunya tadi dan dia bisa dibanting layaknya secarik kertas.
“Kekuatan fisik yang mengerikan, aku harus lebih berhati-hati..! Kalau begitu...” gumam Xu Liao, lalu dia pun membuka kedua kakinya dan membentuk sebuah kuda-kuda.
“Kemampuan garis darah, Dragon’s rage..!” lalu, secara perlahan tubuh Xu Liao terlihat menjadi lebih kekar dari sebelumnya.
Energi Qi yang dipancarkan pun terasa semakin kuat dan semakin kuat sampai-sampai mengeluarkan uap panas di sekujur tubuhnya.
“Gawat..! Kalian semua cepat berlindung..!”
“Kak Xu benar-benar akan mengamuk..!”
“Hei kau anak baru, lebih baik kau cepat pergi dari situ, kau bisa mati..!”
Para murid yang lain berteriak ketakutan saat melihat Xu Liao sudah menyelesaikan jurusnya tapi Leon tetap tidak peduli dengan itu dan terus saja berdiri tenang di hadapan Xu Liao yang sedang mengamuk.
“Bersiaplah untuk mati..!” dan Xu Liao pun kini bergerak 10 kali lebih cepat dari sebelumnya.
“Boom.. Boom.. Boom..”
“Boom.. Boom.. Boom..”
Ledakan demi ledakan terdengar saat Xu Liao dan Leon bertarung dan menghancurkan area di sekitarnya.
“Boom.. Boom.. Boom..”
“Dragon’s breath..!”
“Boom.. Boom.. Boom..”
Karena Leon tidak ingin menghancurkan seluruh akademi ini, dia pun mencoba untuk mengakhiri ini dan berkata “Hmm, dari tadi kau sangat berisik meneriakkan Dragon, Dragon, dan Dragon..! Tapi, apa kau sudah pernah melihat naga yang asli?” tanya Leon sambil mengarahkan tangan kanannya kepada Xu Liao.
“Berisik..! Kau yang dari tadi hanya bisa menghindar, tahu apa tentang naga?” bentak Xu Liao.
“Hehe, aku memang tahu banyak tentang naga..! Contohnya seperti ini, Legia..!” Leon memanggil Legia dalam wujud fisiknya yang sudah diperkecil.
“Roooaaarrrrrrr…...” teriakan Legia saat wujudnya mulai muncul benar-benar membuat semua ketakutan semua orang, bahkan Xu Liao sampai kaku karenanya.
“Di-di-di-di-di-di-di-di-di-dia mengeluarkan naga dari tangannya?”
Teriak semua murid secara bersamaan dengan wajah pucat mereka.
Untungnya, arena latih tanding berada di area terbuka tanpa atap sehingga tubuh besar Legia pun muat di dalamnya.
Auman Legia yang sangat keras, membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ketakutan, dan itu sampai ke telinga raja yang membuatnya memerintahkan pasukan elite kerajaan termasuk Wang Xie untuk menyelidiki asal suara yang mengarah ke akademi beladiri.
“K-kau, siapa kau sebenarnya?” tanya Xu Liao memberanikan diri untuk berbicara di hadapan seekor naga yang dianggap seperti dewa di keluarganya.
“Hehe, aku cuma seseorang yang tidak pantas untuk kalian ajak ribut” jawab Leon sambil tersenyum.
Lalu, karena dirasa sudah cukup, Leon pun memanggil kembali Legia ke dalam segel sihir di bahunya agar tidak menimbulkan keributan lebih jauh lagi.
“Dengar, musuh kalian bukanlah aku..! Jika kalian benar-benar ingin tetap hidup, latihan yang benar dan jangan menyombongkan diri di hadapan ku..!” ucap Leon kepada semua murid termasuk Xu Liao, kemudian dia keluar dari arena latih tanding dan meninggalkan akademi karena tidak ingin mendapatkan pertanyaan yang merepotkan nantinya.
Sesaat kemudian, pasukan elite kerajaan pun telah tiba dan mereka melihat arena yang sudah hancur lebur.
“Xu Liao, sudah aku katakan jangan pernah menggunakan jurus garis keturunan mu di dalam akademi..!” teriak Wang Xie sambil mengisyaratkan kepada pasukannya untuk menurunkan senjata mereka.
“A-a-aku tapi.. bukan aku...” jawab Xu Liao terbata-bata.
“Sudahlah..! Sebagai hukumannya, kau harus membantu memperbaiki kerusakan arena latih tanding ini..!” bentak Wang Xie sambil melihat-lihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Leon.
__ADS_1
“Apa kalian tahu kemana Leon pergi?” tanya Wang Xie kepada murid-muridnya tapi tidak ada satupun yang menjawab.
“Sudahlah, kenapa juga aku harus mengkhawatirkan keadaan tuan Dewa?” pikir Wang Xie sambil tertawa, lalu dia pun memerintahkan pasukannya untuk segera kembali ke istana kaisar Zhang dan melaporkan kejadian ini bukanlah hal yang mengancam keselamatan kaisar dan rakyatnya.
Di sisi Leon..
“Hmm, kekuatan bocah itu lumayan juga, tapi tidak akan cukup jika dibawa ke dalam pertempuran yang sebenarnya” gumam Leon.
** Re: Jika benar-benar ingin membantu\, lebih baik Anda lakukan dengan segera!
“Hmm, kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Leon kebingungan.
** Re: 735 kilometer di arah utara\, ada 10 ribu tentara yang sepertinya berasal dari kerajaan Wei sedang menuju ke sini.
“Ah, apa mereka ingin memulai perang?” tanya Leon terkejut.
** Re: Entahlah! Tapi\, sepertinya mereka sedang tidak di dalam mood yang baik!
“Kalau begitu, tunjukkan arahnya..!” Leon pun melesat dengan kecepatan penuh menuju arah yang ditunjukkan oleh Sistem.
** Re: 90 kilometer lagi!
** Re: 60 kilometer lagi!
** Re: 30 kilometer lagi!
** Re: 10 kilometer lagi!
Akhirnya Leon pun tiba dan menghentikan laju pasukan dari kerajaan Wei tersebut.
“Bocah, minggirlah, kau sedang cari mati?” tanya komandan pasukan tentara itu.
“Aku yang harusnya mengatakan hal itu..! Ada urusan apa kalian di kerajaan Zhang?” tanya Leon tanpa berbasa basi lagi.
“Ah, darimana kau tahu? Kau pasti mata-mata kerajaan Zhang..! Kalian, bunuh dia..!” perintah komandan perang itu kepada 10 prajurit di belakangnya.
“Boom.. Boom.. Boom..” belum sempat berjalan, tubuh mereka kini sudah menjadi miliaran potong.
“Aku tanya untuk terakhir kalinya, apa urusan kalian di kerajaan Zhang?” tanya Leon dengan ekspresi wajah yang menakutkan.
“Cih, memangnya kenapa kalau kau bisa meledakkan mereka?” komandan perang itu menolak untuk menjawab pertanyaan Leon dan malah tetap memerintahkan pasukannya yang lain untuk membunuh Leon.
“Berarti kalian adalah musuh..!” ucap Leon sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
“Haha, meskipun kau menyerah, aku tidak akan membiarkanmu hidup..!” komandan perang itu mengira Leon ingin menyerah saat mengangkat tangannya.
Tapi, “Menyerah? Coba kalian lihat ke atas..!” ucap Leon.
Sebuah lingkaran yang bergaris berwarna merah dengan ukuran raksasa sedang berputar-putar di atas mereka.
“Ka-kau, jangan-jangan, penyihir?” tanya komandan perang itu dengan wajah paniknya.
Lalu, dia memerintahkan pasukannya untuk segera membunuh Leon karena tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh bocah yang berdiri di hadapan mereka itu selanjutnya.
“Celestial Beam..!” ucap Leon dan seketika itu juga, langit menjadi sangat terang hingga menyilaukan mata.
“Wush.. Boooooom...“ sebuah sinar dengan ukuran raksasa melaju dengan kecepatan cahaya menghantam bumi dan membuat sebuah ledakan besar seperti dihantam oleh sebuah asteroid.
Ledakan itu menghancurkan seluruh pasukan kerajaan Wei dalam sekejap tanpa menyisakan abu sedikitpun, sedangkan Leon masih berdiri tenang di tempatnya berada tanpa terpengaruh sedikitpun berkat kemampuan anti elemental miliknya yang sudah mencapai level maksimal.
“Hehe, karena ini sangat jauh dari kerajaan Zhang, seharusnya tidak akan menimbulkan kehebohan..!” ucap Leon sambil tersenyum.
** Re: Sayang sekali!
“Hmm, kenapa?” tanya Leon.
** Re: Padahal jika Anda bisa lebih baik sedikit\, Anda bisa mendapatkan uang yang sangat banyak dari setiap pasukan yang Anda bunuh!
** Re: Dengan jumlah orang sebanyak itu\, setidaknya bisa mendapatkan barang berharga dan juga uang! Karena di dunia ini\, Anda tidak akan lagi mendapatkan poin setelah mengalahkan atau membunuh seseorang.
“Sistem, kenapa kau tidak mengingatkanku dari awal?” wajah Leon menjadi pucat pasi dan seperti tidak ada hasrat bahkan untuk sekedar bernafas.
__ADS_1
“Kau ini benar-benar sistem yang tidak bisa diandalkan..! Kalau sudah begini, aku akan tetap menjadi gelandangan di dunia ini, oi..!” ucap Leon memarahi Sistem.