The Absolute System

The Absolute System
Leon Terbunuh!


__ADS_3


“Sesuai perintah Anda” ucap orang suruhan Zimos.


“Oh, satu hal lagi..! Bawa ini bersamamu untuk mempermudah melacak residu kekuatan sihir yang menyerang mereka berdua” Zimos melemparkan sebuah alat sihir berukuran kecil.


Alat tersebut dapat melacak residu energi sihir yang masih menempel pada seseorang.


Lalu, dengan bantuan dari beberapa pesuruh asosiasi, dia pun pergi ke hutan kematian menggunakan sihir teleportasi yang sama dengan Leon.


 


 


Di sisi Leon..

__ADS_1


“Daripada menghabiskan waktu dengan mendatangi satu persatu tim lawan, lebih baik aku menyuruh para monster yang melakukannya” Leon pun kembali menggunakan kekuatan dari gelar raja para monster.


Dalam jarak 10 kilometer, dia melihat ada 3 tim yang sedang bersembunyi dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang.


“Hehe, ucapkan halo dariku” ucap Leon saat memerintahkan beberapa monster dengan level 8 dan 7 untuk menyerang ketiga tim tersebut.


Tak butuh waktu lama, mereka semua sudah dikirim kembali ke akademi Jalec dan kini tim yang tersisa hanya 10 saja.


“Menyuruh para monster untuk menyerang tim lain benar-benar efisien dan menghemat waktuku..! Kalau begini, aku tidak perlu repot-repot lagi” ucap Leon sembari duduk di sebuah ranting pohon besar.


** Re: Telah terdeteksi sebuah energi sihir dari orang dengan niat membunuh yang bukan salah satu dari peserta turnamen.


“Siapa lagi kalau bukan akademi Jalec pelakunya? Karena, ketiga tim yang baru saja aku kalahkan, tidak akan punya cukup kemampuan untuk mengirimkan orang secepat ini” Leon menduga orang itu adalah kiriman dari akademi Jalec karena dia ingat dengan sihir teleportasi yang dilakukan oleh mereka sebelumnya.


“Terlebih lagi, Zimos si ketua asosiasi itu sepertinya sangat mendukung akademi Jalec sampai-sampai bisa merubah turnamen seenaknya..!” sambung Leon.

__ADS_1


“Hehe, kalau begitu, aku akan melihat seberapa hebat orang kiriman ini” Leon melompat ke bawah dan berdiri ditengah-tengah lahan yang cukup luas dan dikelilingi oleh pepohonan besar.


Tak lama kemudian, orang suruhan tersebut sudah tiba di dekat Leon dan dia memantaunya dari atas pepohonan mengira Leon tidak akan bisa menemukannya saat dia menyerang nanti.


Leon sudah menyadari keberadaan orang itu, tapi dia memilih untuk menyembunyikan aura kekuatannya dan berpura-pura tidak tahu agar menjadi lebih seru.


“Hmm, apa benar bocah sampah seperti ini yang telah melakukannya? Aku rasa tuan Titus terlalu ketakutan sampai-sampai mengira ada tim lain yang lebih kuat..! Mungkin saja itu benar-benar monster yang melakukannya..! Karena, bagaimana mungkin bocah dengan tingkat kekuatan yang bahkan tidak bisa aku rasakan itu bisa menjadi tersangkanya?” gumam orang itu keheranan.


Tapi, terlepas dari pendapatnya tadi, dia harus tetap melaksanakan tugasnya sebagai pembunuh bayaran.


“Ya sudahlah, lagi pula alat ini menunjukkan residu sihir yang menyerang mereka berdua kepada bocah itu” dia pun bersiap untuk menyerang Leon dengan merapalkan mantera dengan suara yang sangat pelan.


“Di dalam kesunyian, lenyapkan semua jiwa musuhku, Sonic blade..!” sebuah pisau angin pun melesat cepat ke arah Leon, lalu..


“Craaatt... Arrrhhhhh” pisau angin tersebut mengenai Leon hingga membelah tubuhnya menjadi 2, lalu tubuh Leon terjatuh di tanah seperti bangkai binatang yang baru selesai di jagal.

__ADS_1


“Haduh, aku jadi merasa kasihan padanya, tapi, misi tetaplah misi..!” baru saja orang itu mau beranjak dari tempatnya berada sekarang, tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara seseorang dari arah belakangnya.


“Ehem, om Moris sudah selesai potong-potongnya?” ternyata Leon dari tadi sudah berada di belakang orang tersebut.


__ADS_2