
"Aku? Mana mungkin, aku hanya menyuruh mereka untuk.." Zimos belum sempat menyelesaikan ucapannya, sebuah sensasi terbakar di tangan kirinya pun segera melanda.
Saat dia melihat, Leon sudah mengarahkan tangan kanan kepadanya.
"Craaat..." darah bermuncratan ketika tangan Zimos terputus.
"K-kau.. apa yang kau laku.."
"Craaat..." kini kaki kanannya yang terputus dan Zimos pun terjatuh di tanah.
"Arrrrrgghhhh.. bajingan..! Kau akan menderita karena sudah melakukan ini kepadaku" teriak Zimos sambil menahan sakit yang luar biasa.
Karena sensasi yang dihasilkan dari terputusnya tangan dan kaki Zimos, adalah panas yang luar biasa seperti merendamkan tubuh di dalam lava yang aktif.
"Oh, memangnya kau bisa membuatku menderita lebih dari yang sudah kau lakukan kepada ibuku? Kau bahkan tidak akan melihat matahari esok hari setelah aku selesai menyiksamu.. hahahahaha" ucap Leon sambil tertawa terbahak-bahak seperti iblis.
"Tapi, aku hanya akan memberikanmu jalan pintas untuk kabur jika aku langsung membunuhmu..! Greater heal..!" Leon menggunakan sihir penyembuhan kepada Zimos dan mengembalikan tangan dan kakinya yang sudah terputus tadi.
__ADS_1
"Ah, ini.. Kekuatan sihir yang bahkan para alkemis di asosiasi ini pun tidak ada yang bisa menggunakannya" gumam Zimos terkejut saat itu.
"Hmm, kau terkejut hanya karena sihir kecil seperti ini, tapi kau berani menyombongkan diri di hadapanku? Sungguh orang dengan otak udang..!" cerca Leon.
"Cih, kau pikir hanya karena memiliki kekuatan besar seperti itu sudah menjadikanmu penguasa dunia ini?" bentak Zimos yang berusaha berdiri.
"Hmm, penguasa dunia, ya? Itu sepertinya bisa aku lakukan" ucap Leon sambil tersenyum jahat.
Tak lama kemudian, "Zzeeppp.." Leon menghilang dari pandangan Zimos tanpa bisa dirasakan hawa keberadaannya.
Lalu, "Boom.." tubuh Zimos terpental dan menghantam tembok dengan sangat keras.
"Sial, aku tidak tahu bahwa akan menghadapinya secara langsung, aku benar-benar tidak memperhitungkan ini" gumam Zimos sambil mengusap darah di mulutnya.
Karena merasa terdersak, ia pun berencana untuk menggunakan sihir dimensi kepada dirinya sendiri lalu kabur.
"Dimensia pri.." dia terhenti sebelum sempat menyelesaikan mantera sihirnya saat melihat wajah Leon tepat di hadapannya.
__ADS_1
"Mau kabur?" tanya Leon dengan suara yang berat lalu langsung mencengkeram pergelangan kedua tangan Zimos.
"Kraakk.. Kraaakk.." dan Leon meremukkannya seperti sepasang mentega batangan.
"Arrrrrgghhhh..." teriak Zimos.
"Hehe, sakit? Ini belum seberapa dari apa yang akan aku lakukan padamu..!" ucap Leon, lalu dia membawa Zimos keluar dan mengutuknya.
"Conceal..! Self Destruct..!"
"Conceal..! Greater Heal..!"
"Hehe, aku sudah mengutukmu..! Setiap kali kau menggunakan sihir, satu bagian dari tubuhmu akan meledak lalu kembali disembuhkan secara otomatis dan akan kembali meledak jika kau melakukan hal yang sama" ucap Leon lalu dia melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Zimos.
"Oh aku hampir lupa..! Khusus untukmu, setiap ledakan berikutnya akan terasa 100 kali lebih menyakitkan dari sebelumnya, hahaha" sambung Leon dengan tertawa yang terdengar seperti iblis.
Dengan tatapan kebencian, Zimos yang tidak percaya dengan bualan Leon, dia mencoba membuat formasi sihir untuk memanggil monster buas peliharaannya lalu berkata "K-kau.. aku akan pastikan kau menderi.."
__ADS_1
"Boom.." Zimos kemudian tersungkur bersamaan dengan bunyi dari paru-paru sebelah kanannya yang meledak yang terdengar sangat nyaring sampai-sampai seperti suara dentuman saat memukul sebuah meja yang terbuat dari kayu dengan sekuat tenaga.