The Absolute System

The Absolute System
Zimos Memohon!


__ADS_3

"Huaaak..." pak tua itu langsung memuntahkan darah segar yang sangat banyak dari mulut dan hidungnya dengan posisi tubuh setengah terlungkup dan nafas yang sudah diujung tenggorokkan.


Rasa sakit itu sungguh menyiksa Zimos hingga ia merasa lebih baik mati.


Lalu, "Cling.." paru-parunya kembali utuh tanpa luka sedikitpun.


"Shh.. Shhh.. Pak tua, bukankah aku sudah katakan kondisinya kepadamu? Apakah penjelasanku tidak cukup jelas untuk otakmu yang kecil itu?" ucap Leon sambil tersenyum kecil.


"Bajingan, bagaimana mungkin ada kekuatan yang seperti itu di dunia ini?" teriak Zimos dengan menatap tajam ke arah Leon.


"Bagaimana mungkin? Hei pak tua, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin bagiku..! Bahkan aku bisa menghancurkan seluruh dunia ini jika aku mau..! Tapi, jika aku melakukan itu, nanti aku tinggal di mana?" jawab Leon.


"Omong kosong..! Baru memiliki kekuatan seperti itu saja kau sudah merasa sombong? Apakah kau pikir kau bisa melawan seluruh dunia dengan mudah?" tanya Zimos dengan wajah yang kesal.


"Oh percayalah, orang-orang seperti kalian itu hanya seperti semut tidak berdaya bagiku..!" jawab Leon.

__ADS_1


"Cih, bualan seperti itu aku sudah sangat sering mendengarnya..! Kalau kau memang mampu, coba saja kau hancurkan sebuah kerajaan yang tidak berada jauh dari sini..! Kerajaan itu bernama Terzia dengan kekuatan pasukan yang..." belum sempat Zimos menyelesaikan ucapannya, Leon langsung mengangkat dan mengarahkan tangannya ke arah kerajaan Terzia seperti yang disebutkan.


"Fire ball..!" dan seketika itu juga langit berubah menjadi merah dengan ribuan meteor yang menghujani kerajaan tersebut.


"Boom.. Boom.. Boom.." suara ledakan yang sangat dahsyat langsung terdengar di telinga Zimos.


"Ti-tidak mungkin..! Itu pasti hanya sihir ilusi..!" Zimos masih membantah apa yang baru saja dia dengar.


"Hoo, kalau begitu, lihatlah sendiri..!" Leon membuka gerbang teleportasi yang menuju kerajaan Terzia.


Lalu, dilemparkannya tubuh Zimos ke dalam gerbang tersebut.


"Sudah puas?" Leon menarik tubuh Zimos ke dalam gerbang teleportasi dan kembali ke asosiasi.


"Kalau begitu, saatnya melanjutkan siksaan untukmu..!" Leon kemudian menggunakan sihir pengendali pikiran kepada Zimos.

__ADS_1


"Mind control..!" lalu Leon mengendalikan aliran energi di tubuh Zimos dan membuatnya menggunakan sebuah sihir.


"Boom.." kini, giliran kedua ginjalnya yang meledak.


Setiap kali ada organ dalam tubuh Zimos yang akan meledak, Leon melepaskan kendali pikirannya agar Zimos merasakan sakit yang semakin berkali-kali lipat.


"Boom.." suara ledakan dari kedua kaki Zimos yang kemudian pulih kembali.


"Boom.." suara ledakan dari pankreas Zimos yang kemudian pulih kembali.


"Boom.." suara ledakan dari ******** Zimos yang kemudian pulih kembali.


Bahkan Zimos mencoba bunuh diri setelah Leon melepaskan sihir pengendali pikirannya dengan menebaskan sebuah belati yang selalu dibawanya ke titik vital yang ada di lehernya.


Tapi, itu juga sia-sia karena efek sihir penyembuhan yang diberikan Leon kepadanya membuat semua luka fatal yang dideritanya akan segera sembuh dan pulih seperti semula.

__ADS_1


Hingga akhirnya Zimos memohon untuk segera mengakhiri hidupnya karena sudah tidak sanggup menderita seperti ini lagi.


"Hahaha, lihatlah dirimu..! Pak tua sialan yang angkuh kini memohon untuk mengakhiri hidupnya yang menyedihkan" Leon langsung melesat ke arah Zimos lalu mencekiknya dengan mengangkat tubuhnya ke udara.


__ADS_2