
Setibanya di akademi, Leon dan yang lainnya turun dari kereta kuda dan langsung berjalan menuju tengah halaman utama akademi.
Ditengahnya, raja Oxford dan juga Greta serta kepala sekolah Bernard sudah menunggu mereka untuk memberikan penghargaan.
“Wah, itu benar-benar nona Greta..!”
“Dia cantik sekali..! Tapi, aku hanya bisa bermimpi untuk menjadikannya seorang istri”
“Haha, bicara apa kau? Bahkan di dalam mimpi pun kau tidak layak untuknya..!”
Semua murid laki-laki yang menghadiri upacara pemberian penghargaan itu bergosip tentang Greta yang terlihat sangat cantik saat itu.
Dia sebenarnya hanya menantikan Leon dan tidak terlalu mempedulikan yang lainnya.
“Mari kita sambut tim impian akademi Lainard..!” ucap raja Oxford dan semua orang langsung bertepuk tangan.
Leon dan yang lainnya berjalan ke tengah halaman utama dan segera berbaris menghadap kepada Oxford.
“Yang pertama, Eric..! Sebagai ketua tim ini, kau benar-benar menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa” ucap raja Oxford seraya mengalungkan sebuah medali di leher Eric.
“Yang kedua, Erlynn..! Sebagai suporter, kau sudah melakukan tugasmu untuk melindungi rekan satu tim dan memberikan mereka kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya..!” raja Oxford juga mengalungkan medali di leher Erlynn.
“Dan yang ketiga, Leon..” semua orang terdiam saat melihat Leon mengangkat tangannya.
“Sebelum kita melanjutkan ini, ada satu hal yang ingin aku katakan..!” ucap Leon.
Meski dengan wajah kebingungan karena sudah diinterupsi, raja Oxford mempersilakan Leon untuk menyampaikannya.
“Sebenarnya, aku datang ke akademi ini bukanlah untuk menjadi murid, melainkan untuk menemui ayah kandungku yang sudah meninggalkan aku dan ibuku di kota budak..!” Leon akhirnya memutuskan segera menjalankan keinginannya untuk berkeliling dunia.
Setelah menemukan lembah tak terbatas di hutan kematian, dia tersadar bahwa dunia ini tidaklah sesederhana itu.
Masih banyak hal yang ingin dia temukan di luar sana dan membuat dirinya menjadi tidak terkalahkan.
Maka dari itu, dia memutuskan untuk tidak lagi berada di akademi Lainard setelah menyelesaikan turnamen Earlgrim.
“Tapi, meskipun pada awalnya aku sangat membenci ayahku yang meninggalkan kami untuk bertahan hidup di kota terkutuk itu, kini aku sadar karena di dunia ini tidak mungkin seseorang dengan kasta tinggi akan hidup bersama orang yang berkasta rendah..!” sambung Leon.
Semua orang tidak mengerti apa yang diucapkannya hingga, “Ayah, aku senang akhirnya bisa melihatmu lagi meskipun kau tidak ingin melihatku..! Tapi, aku harus segera meninggalkan akademi dan menjadi lebih kuat untuk bisa melindungi ibu tanpamu..!” ucap Leon sambil melirik ke arah Bernard yang terlihat sangat terkejut namun tidak ada yang menyadari hal itu.
“Anak ini ternyata anakku dan Eliza?” gumam Bernard saat melihat ke arah Leon dengan tatapan yang sangat merasa bersalah tapi juga ada perasaan bangga terhadapnya karena sudah tumbuh menjadi anak yang sangat kuat.
“Mulai hari ini, aku menyatakan pengunduran diriku dari akademi Lainard” ucap Leon, lalu dia berjalan perlahan meninggalkan halaman utama menuju asramanya.
__ADS_1
“Leon, apa kau serius?” tanya Frel dan Jaffar serentak tapi Leon hanya memberikan senyuman kepada mereka.
Erlynn yang ternyata menyukainya, hatinya sangat kacau ketika mendengarkan pernyataan Leon barusan.
Semua dibuatnya tidak bisa berkata apapun karena ucapan itu benar-benar disampaikannya dengan sangat serius.
Greta yang mendengar keputusan Leon untuk meninggalkan akademi dan kerajaan Lainard pun menjadi sangat sedih.
Acara pemberian penghargaan pun dilanjutkan kembali dan akhirnya selesai tak lama kemudian.
Leon kini sudah berada di dalam kamarnya dan bersiap untuk berangkat meninggalkan kerajaan Lainard malam ini setelah dia memulihkan mananya kembali.
“Status..!” ucap Leon sebelum memulai meditasinya.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Kasta: Budak
Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (2);
Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (4);
Poin: 6.600
Rim: 4.875
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Sistem, bisakah kau mengubah tampilan manaku menjadi jumlah mana yang tersisa dan jumlah kapasitas maksimal?” pinta Leon.
** Re: Seperti ini?
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Kasta: Budak
Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (2);
Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (4);
__ADS_1
Status Mana: 43.000 / 50.000
Poin: 6.600
Rim: 4.875
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Ya, itu sudah bagus..! Dengan begitu aku bisa menghitung seberapa banyak sihir yang bisa aku gunakan” jawab Leon dan dia pun melanjutkan meditasinya kembali hingga malam pun tiba.
Dia kini sudah sepenuhnya siap untuk memulai perjalanannya mengelilingi dunia.
“Tok.. Tok..” tak lama, terdengar ketukan pintu.
Leon membukakan pintunya lalu melihat Greta dengan wajah yang memerah.
“Ah ternyata kau” ucap Leon sambil mengusap rambut Greta.
“A-apa kau sudah sangat yakin untuk pergi?” tanya Greta sambil menatap serius ke mata Leon.
“Haha, memangnya kau akan merasa kesepian?” Leon malah berbalik tanya kepada Greta sambil menggodanya.
“Kau..! Hmmp, mana mungkin aku akan seperti itu..!” jawab Greta ketus.
Leon yang tidak mengerti maunya Greta apa, dia pun hanya mengucapkan “Hehe, baguslah kalau begitu..! Karena, dari awal kau memang sudah tidak bersamaku, ‘kan”.
Leon kembali mengusap-usap kepala Greta dan kini wajah gadis itu pun menjadi sangat merah tapi matanya kini menjadi semakin berkaca-kaca menahan air matanya.
“Leon, kau bodoh..!” teriak Greta yang kemudian menepis tangan Leon lalu berlari meninggalkan Leon dan akhirnya dia pun tidak bisa menahan air matanya lagi.
“Hee? Memangnya aku melakukan apa?” gumam Leon sambil melihat tangannya yang ditepis oleh Greta tadi.
Karena dia sudah merasa tidak ada lagi yang perlu ditunggunya, Leon pun bergegas menuju pintu gerbang kerajaan dan pergi.
Namun, sebelum dia keluar dari pintu gerbang kerajaan, Eric dan rekan satu timnya yang lain sudah menunggu di sana untuk mengucapkan kata perpisahan.
“Bro, jika suatu saat kau memang ingin kembali ke sini, aku akan menyambutmu dengan meriah..!” ucap Jaffar dan Frel hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Jaffar.
“Leon, karena kau sudah membulatkan tekadmu, sebagai permintaan terakhirku, bawalah ini” ucap Erlynn sambil menyerahkan sebuah benda berbentuk gelang tangan yang dibuatnya sendiri.
“Leon, meskipun kau menyebalkan, tapi aku mengakui kekuatanmu..!” ucap Eric.
“Mmm, terima kasih semuanya..! Aku pasti akan berkunjung lagi ke sini” ucap Leon sambil mengenakan gelang tangan pemberian Erlynn di tangan kanannya.
__ADS_1
Setelah mengucapkan perpisahan, Leon beranjak pergi meninggalkan kerajaan Lainard.