The Absolute System

The Absolute System
Manusia Tidak Akan Bisa Melakukannya!


__ADS_3

Leon melepaskan seluruh perlengkapan perangnya untuk menyimpan mana yang tersisa.


“Aku akan mencobanya, pertama posisi kaki seperti ini, lalu kedua tangan seperti ini” Leon membuat posisi seperti tokoh di dalam serial favoritnya saat di dunia sebelumnya.


“Baiklah, aku akan meminjam teknikmu, Goku..!” ucap Leon sambil tersenyum.


“Ka.. Me.. Ha.. Me..” di antara kedua telapak tangan Leon kini sudah berkumpul energi yang sangat besar dengan berbagai macam warna dari berbagai macam teknik sihir yang terkumpul.


“Rroooaaaarrrrrr....” Arthas sudah hampir selesai berevolusi dan mulai kehilangan kendali atas kesadarannya.


** Re: Apa yang sedang Anda lakukan? Cepatlah\, sudah tidak ada waktu lagi!


“Diamlah, aku sedang berkonsentrasi..! Ini akan segera berakhir..!” jawab Leon ketus sambil tetap fokus, lalu “Haaaa....!” Leon mengarahkan kedua tangannya ke arah Arthas dan melepaskan energi sihir tersebut kepadanya.


Cahaya yang dihasilkan dari pelepasan energi sihir tersebut menerangi area dalam radius 5 kilometer.


“Arrrrrgghhhhh.. sedikit lagi..!” teriak Leon menahan bentuk energi yang dilepaskannya agar tetap terjaga.


“I-ini benar-benar menguras mana milikku..!” Leon hampir kehabisan mana untuk menggunakan teknik ini.


Jika meleset, tidak hanya dia yang akan dalam bahaya, tapi dunia ini juga akan menjadi sasaran monster yang kehilangan kendali itu.


Namun, hal baiknya adalah, pelepasan energi tersebut tidaklah sia-sia karena Arthas tidak sempat untuk melarikan diri dalam kondisi seperti itu.


Dan akhirnya, “Aaarrrrrrggggghhhhhhhh..! Terkutuk kau manusi..” Arthas tidak dapat menahan energi sebesar itu, tubuhnya pun langsung melebur dalam sekejap.


“Boom..” suara ledakan terbesar dalam sejarah dunia itu pun terdengar hingga kerajaan Jalec yang jaraknya 500 kilometer dari hutan kematian.


Langit berubah menjadi sangat terang hingga menyilaukan mata yang melihatnya.


Setelah ledakan energi itu berakhir, langit pun langsung menurunkan hujan yang sangat deras.

__ADS_1


“Haaah... Haaah.. Haaah..” Leon terengah-engah karena terlalu lelah dan hampir kehabisan mana, dia pun akhirnya jatuh ke tanah dalam keadaan hampir tak sadarkan diri.


** Re: Selamat..! Anda berhasil membunuh monster terkuat di hutan kematian\, jumlah poin yang didapat sebesar 15 ribu\, teknik sihir baru telah didapatkan: Eternal flame\, Anda mendapatkan roh monster: Arthas.


“A-akhirnya selesai..!” Leon terduduk lega lalu segera menelan pil pemulihan, angka pada gelang tangannya yang tadinya sudah menunjukkan 4 persen, kini kembali menjadi 100 persen.


“Sistem, tadi kau sempat menyebutkan roh monster, apakah itu sama dengan roh api yang digunakan oleh Eric tadi?” Leon penasaran dengan teknik pemanggilan roh yang dilakukan rekan satu timnya tadi.


** Re: Benar\, Anda bisa memanggil roh monster tersebut dan memberikan perintah apapun.


“Apakah ini sama dengan segel kontrak dengan monster seperti Legia?” tanya Leon kembali.


** Re: Itu adalah dua hal yang berbeda..! Kekuatan monster yang sudah menjalin kontrak seperti Legia bisa Anda gunakan sebagai alat bertahan ataupun menyerang\, seperti: baju zirah\, sayap\, dan juga pedang Legia.


** Re: Sedangkan roh monster seperti Arthas hanya bersifat sebagai pengawal yang akan menyerang atau bertahan saat Anda perintahkan.


“Mantap..! Aku baru tahu kalau di dunia ini bisa seperti itu, kalau begitu petualanganku nanti akan menjadi lebih mudah..!” Leon tersenyum lebar kegirangan.


 


 


Di sisi tim Patrick..


 


 


“A-a-a-a-apa itu? Baron, apa yang barusan terjadi?” tubuh Patrick gemetaran setelah melihat kejadian barusan.


Baron yang tidak percaya dengan kekuatan sebesar itu, hanya diam mematung ketakutan karena dia berpikir itu disebabkan oleh monster yang menyerang tim lain.

__ADS_1


 


 


Di sisi Eric dan Erlynn..


 


 


“Eric, ledakan apa barusan?” tanya Erlynn.


“Aku tidak tahu, ledakan itu berasal dari tempat monster yang menyerang kita tadi, semoga Leon baik-baik saja” jawab Eric dengan wajah yang ketakutan.


 


 


Di sisi akademi Jalec..


 


 


“Tuan Zimos, apa yang barusan terjadi?” tanya kepala sekolah akademi Jalec.


“Aku pun tidak tahu, aku hanya bisa merasakan kekuatan yang sangat besar dan itu bukanlah sesuatu yang manusia bisa lakukan” ucap Zimos.


“Jadi, itu adalah perbuatan monster?” tanya kepala sekolah lagi.


“Kemungkinan besar seperti itu..!” jawab Zimos.

__ADS_1


“Sialan, apakah aku salah perhitungan? Seharusnya tidak ada monster dengan kekuatan sebesar itu di dalam hutan kematian” gumam kepala sekolah akademi Jalec yang bernama Titus itu.


__ADS_2