
Setelah menyesali serangannya tadi, Leon pun kembali ke ibukota dan menemui Wang Xie di markas militer kerajaan Zhang.
Tapi, dia tidak bisa menemukannya di sana karena Wang Xie sedang berada di pos pengawas 10 kilometer ke selatan dari ibukota kerajaan Zhang.
Leon pun langsung menyusulnya dengan sihir deteksi.
Di sisi Lain…
Tian Hao mengikuti pasukan yang sedang berpatroli ke dalam hutan tak jauh dari pos penjagaan untuk membunuh Wang Xie karena dia tahu hari ini adalah jadwalnya untuk mengawasi pos ini.
Dia menghajar begitu banyak tentara hingga babak belur untuk memancing Wang Xie muncul di hadapannya.
Tian Hao tahu adanya perbedaan kekuatan antara dirinya dan Wang Xie, maka dari itu, dia membawa 1 orang bersamanya dengan tingkat kekuatan ahli spiritual tahap 6 untuk membantunya disaat terdesak.
Dan, pembantaian pun dimulai.
Di sisi Wang Xie..
Hari ini adalah jadwalnya untuk melakukan pengawasan kepada pasukan yang sedang berpatroli di daerah pos ini.
“Hmm, kekuatan pasukan yang berjaga di sini masih sangat kecil, apakah aku harus merekrut Xu Liao dan Bao Xing untuk menambah keku...” tiba-tiba Wang Xie dikejutkan oleh sebuah suara letusan.
“Syuuut… Boom..”
“Ah itu, suar untuk meminta bantuan..! Apa yang terjadi?” ucap Wang Xie sembari bergegas menuju arah suar tersebut.
Saat dia tiba, Wang Xie melihat Tian Hao yang sedang memukuli semua pasukannya, dan 6 dari 20 pasukan patroli sudah mati di tangannya.
Tanpa pikir panjang, dia pun langsung melesat maju dan menghentikan perbuatan Tian Hao.
“Boom..” bunyi pukulan yang beradu antara tinju Wang Xie dan Tian Hao.
“Hah, akhirnya kau muncul juga..! Sekarang menyerahlah dan serahkan posisi komandan perang kepadaku..! Atau aku akan membantai seluruh pasukan mu lalu aku akan menyebarkan isu bahwa kau telah membelot dan bergabung dengan kerajaan Liu yun, dengan bantuan ayahku itu bukanlah hal yang sulit..!” ancam Tian Hao.
“Tian Hao, kau memang berbakat, tapi kau tidak ada kualifikasi untuk menggantikanku..! Terlebih dengan sifatmu yang licik seperti itu” ujar Wang Xie karena memang perbedaan tingkat kekuatan dan pengalaman perang mereka sangatlah jauh.
“Akhirnya Komandan sudah datang..!”
“Hajar si kurang ajar itu..!”
Semua orang pun bersorak-sorai ketika melihat kehadiran Wang Xie di depan mereka.
“Berisik..! Jika bukan karena orang tuamu, kau tidak akan bisa menjabat seperti sekarang ini..!” ucap Tian Hao dengan penuh kebencian.
Tapi, perkataannya tidaklah salah.
Karena, Ayah dari Wang Xie adalah seorang komandan perang sebelumnya dan juga seorang sahabat baik dari kaisar Zhang.
Hingga ayah Wang Xie meminta satu hal terakhir kepada kaisar Zhang tepat satu hari sebelum desa tempat mereka tinggal diserang oleh pasukan dari kerajaan Liu Yun dan akhirnya tewas terbunuh.
Yaitu, menjadikan Wang Xie seorang komandan perang untuk menggantikan posisinya dengan 3 tes yang dibuat olehnya.
Tes pertama adalah ujian bertahan hidup dengan tinggal di hutan selama 3 bulan tanpa bantuan persediaan makanan atau persenjataan.
Tes kedua adalah kebijaksanaan, Wang Xie akan diminta untuk memilih apakah harus mengeksekusi para tahanan perang atau melepaskan mereka, dan Wang Xie memilih untuk melepaskan mereka karena para tahanan itu memiliki istri dan anak yang masih sangat kecil.
Tes yang terakhir adalah wawasan perang, Wang Xie akan diuji dalam memimpin pasukan dan membuat strategi dari mulai penyerangan hingga kembali dengan selamat.
Wang Xie berhasil melewati itu semua dan kaisar Zhang pun tidak ragu untuk memberikan posisi komandan perang kepadanya.
Tapi, yang Tian Hao tahu hanyalah karena ayahnya Wang Xie sangat dekat dengan kaisar Zhang sehingga mendapatkan posisi sebagai komandan perang sangatlah mudah.
“Kau..” Wang Xie terlihat sangat kesal dan ingin segera menghajar Tian Hao yang sudah bertindak seenaknya sendiri.
“Tian Hao, apakah kau sadar yang sudah kau lakukan ini adalah kejahatan?” tanya Wang Xie.
“Kejahatan? Bukankah seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu? Kau yang melakukan kecurangan dengan mengandalkan hubungan pertemanan ayahmu dan kaisar Zhang untuk mendapatkan jabatan itu?” bantah Tian Hao dan sengaja mengeraskan suaranya agar para pasukan yang lain bisa mendengarnya.
Tapi, bukannya mencibir Wang Xie, mereka malah menyemangatinya.
“Komandan Wang, aku tidak peduli bagaimana kau mendapatkan jabatan itu, yang aku tahu kau adalah yang terbaik..!”
“Ya, benar itu..!”
“Hajar orang tidak tahu diri itu..!”
Mereka semakin bersorak-sorai menyemangati Wang Xie, tapi, Tian Hao malah terlihat semakin emosi dan gusar.
“Seharusnya aku yang mendapatkan pujian dan sorakan itu..! Bukannya malah kau..!” wajah Tian Hao berubah menjadi semakin garang dan dia pun mencabut pedang di pinggangnya.
“Tian Hao, hasrat di hatimu bukanlah niat yang baik..! Jadi, lebih baik kau menyerah saja dan cobalah perlahan untuk menggantikanku dengan prestasimu..!” ucap Wang Xie yang masih mencoba untuk bernegosiasi dengan Tian Hao.
“Berisik..! Haaaa...” Tian Hao tampak mengalirkan energi Qi ke dalam pedangnya hingga bilah pedang tersebut berubah menjadi warna ungu.
“Matilah..!” Tian Hao melompat tinggi ke arah Wang Xie sambil menghunuskan pedangnya.
Tapi, “Plak… Boom..” sebuah tamparan pun akhirnya menghempaskan tubuh Tian Hao jatuh ke tanah dengan sangat keras hingga membuat sedikit getaran.
“Siapa?” teriak Tian Hao sambil mencoba berdiri
“Haduh, untung aku tepat waktu, serangan seperti itu bisa sangat berbahaya, tahu..! Aku yang melihatnya saja bisa memastikan kalau Wang Xie akan dalam bahaya, karena kau sudah memberi racun di bilah pedangmu..!” ucap suara bocah yang kini berdiri santai di depan Wang Xie.
“Si-siapa bocah itu? Kenapa memanggil komandan Wang hanya namanya saja?”
“Benar, dan sepertinya komandan Wang tidak memikirkannya”
Ucap para pasukan keheranan.
“Kau..! Kau bocah yang menjadi murid si bajingan itu..!” ujar Tian Hao.
“Yup, kau benar” jawab Leon sambil mengacungkan jempol.
“Bagus..! Sekalian saja aku bunuh semua muridmu..!” ucap Tian Hao yang menjadi semakin emosi seolah dia ingin meledak.
Pertama Wang Xie dan kini muridnya pun seperti meremehkannya.
Tian Hao benar-benar sangat terobsesi untuk menjadi komandan perang agar dia bisa menikahi seorang gadis bangsawan.
Tapi, karena statusnya sebagai anak dari seorang penasihat raja, dan itu masih dinilai belum begitu hebat, keluarga dari gadis bangsawan itu pun menolak hubungan mereka berdua kecuali dia bisa menjabat sebagai seseorang yang penting di kerajaan.
Salah satunya adalah dengan menjadi seorang komandan perang karena dia hanya bisa mengandalkan kekuatan dan tidak begitu bagus di bidang yang lain.
“K-kalian semua, sama saja..! Kalian selalu menertawakanku dan menghinaku..! Kalau begitu..” Tian Hao mengambil sebuah botol dari sakunya lalu mengeluarkan pil yang memancarkan energi Qi yang luar biasa dari dalam botol itu.
__ADS_1
“Itu..! Tian Hao, apa kau sudah gila?” teriak Wang Xie.
“Hmm, memangnya itu apa?” tanya Leon kebingungan.
“Itu adalah pil roh yang dapat meningkatkan kekuatan seseorang 10 kali lipat tapi dengan resiko dantian yang akan hancur setelah efeknya berakhir” jawab Wang Xie.
“Hoo, begitu. Wang Xie, apa kau masih peduli dengan keselamatan orang itu?” tanya Leon sekali lagi.
“Sebenarnya aku tidak peduli karena dia sudah melakukan kejahatan terhadap kerajaan ini, tapi karena dia adalah anak dari penasihat kerajaan, aku takut jika terjadi sesuatu, ayahnya akan melakukan hal yang tidak baik kepada kaisar Zhang” jawab Wang Xie dengan keringat yang bercucuran.
“Glek..” dan pil roh itu pun sudah ditelan oleh Tian Hao.
“Ahhhh, Raaaaaaarrrhhhh…. Dadaku, dadaku..! Rasanya panas sekali..!” kini Tian Hao merasa kesakitan akibat efek dari pil roh yang memaksakan aliran energi Qi yang sangat besar di dalam nadinya.
Hingga akhirnya, tubuh Tian Hao terlihat membesar dengan otot-otot yang kekar seperti binaragawan.
“Boom.. Boom.. Boom..” berkali-kali ledakan terdengar dari dalam tubuhnya dan akhirnya proses evolusi pun selesai.
“Mu Bai, keluarlah dan bunuh Wang Xie..! Biar muridnya dan semua pasukan itu aku yang bunuh” ucap Tian Hao, dan seseorang muncul dari balik pohon yang ada di belakangnya.
“Hehe, aku hampir saja tertidur..! Kalau begitu..” tiba-tiba saja orang yang bernama Mu Bai itu menghilang dan kini sudah berada tepat di hadapan Wang Xie.
“Claang..” untungnya, Wang Xie masih sempat merespons dan menangkis serangan tiba-tiba yang dilancarkan Mu Bai.
“Guhaaakk.. ahli spiritual tahap 6, aku harus lebih waspada..!” Wang Xie memuntahkan darah segar meski dia berhasil menangkis serangan barusan.
“Hoo, aku tidak menyangka kau bisa menangkis seranganku, tapi, aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa melawanku..!” ucap Mu Bai sambil berjalan ke arah Wang Xie.
“Wang Xie, kau butuh bantuan?” tanya Leon yang masih terlihat santai.
“Ti-tidak perlu, aku bisa menghadapinya..!” ucap Wang Xie, dia tidak ingin bergantung kepada Leon agar bisa terus mengembangkan kekuatannya lebih jauh lagi dengan melawan musuh yang kuat
“Haha, ya sudah kalau begitu, jangan sampai mati sebelum membalaskan dendammu..!” ucap Leon.
“Mmm” Wang Xie menganggukkan kepalanya dan kembali berdiri untuk bersiap melawan Mu Bai.
Dengan cepat, Mu Bai kembali menyerang Wang Xie tanpa ampun.
“Clang.. clang.. claaang.. Boom..” berkali-kali Wang Xie menahan serangan demi serangan tanpa ada kesempatan untuk membalas sekali pun hingga dia pun terpental dan menghantam sebuah pohon.
“Ahaakk...” dia pun kembali memuntahkan darah segar dan pandangannya kini sudah mulai buram hampir tidak sadarkan diri.
“Wang Xie..”
“Wang Xie..”
“Wang Xie..”
“Papa..”
“Ah, mungkin sudah saatnya aku menemui kalian, maafkan aku tidak bisa membalaskan dendam” gumam Wang Xie tanpa sadar mengucurkan air matanya.
Perbedaan kekuatan yang sangat besar benar-benar membuat Wang Xie tidak memiliki kesempatan.
“Wang Xie..!” teriak Leon untuk menyadarkan Wang Xie.
“Benar juga, sekarang tuan dewa ada di sini dan mungkin saja aku bisa membalaskan dendam dengan bantuannya..! Aku tidak boleh menyerah sekarang..!” seketika, Wang Xie kembali tersadar dan kembali berdiri di atas kedua kakinya.
“Oi bocah Tian, apakah cuma segini lawanku? Ini sama sekali tidak menant..” belum sempat Mu bai menyelesaikan keluhannya, tiba-tiba dia merasakan energi Qi yang luar biasa dari tubuh Wang Xie.
“Di-dia.. tiba-tiba kekuatannya meningkat drastis..!” gumam Mu Bai sambil menutup wajahnya karena hembusan angin akibat ledakan energi Qi Wang Xie.
“Ti-tidak mungkin..! Tingkat ahli spiritual tahap ke 8? Apa-apaan itu?” Mu Bai sangat terkejut saat melihat kemampuan Wang Xie.
“Kemampuan garis keturunan, Qi Explosion” teriak Wang Xie yang kini seluruh tubuhnya dipenuhi oleh energi Qi yang luar biasa.
Qi Explosion, adalah kemampuan yang dapat meningkatkan kekuatan penggunanya secara pesat.
Semakin tinggi pengalaman bertarung penggunanya, semakin tinggi kekuatan yang akan ditingkatkan.
Namun, selain hanya bisa digunakan selama 5 menit, kemampuan ini memiliki efek sampingnya.
Yaitu, akan terjadi kerusakan pada nadi yang mengalirkan energi Qi ke seluruh tubuh, hingga penggunanya tidak bisa memakai Qi lagi karena dantian yang rusak.
“Bersiaplah..!” ucap Wang Xie sambil mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
Dan “Wush.. Boom.. Boom..” kedua pukulan Wang Xie yang menghantam ulu hati dan wajah Mu Bai terasa sangat kuat dan tidak ada energi yang terbuang sia-sia di sana.
Mu Bai yang tidak sempat bereaksi pun menerima serangan tersebut dengan telak hingga membuatnya terpental jauh ke belakang dan merobohkan pepohonan.
“Hadapi kematianmu..!” ucap Wang Xie yang kini sudah benar-benar terlihat keren dengan aura Qi yang membuat kedua matanya tertutupi cahaya putih.
Sementara itu, di sisi Leon..
“Hoo, ternyata kau masih menyimpan kekuatan yang hebat” ucap Leon sambil tetap meladeni Tian Hao bertarung.
“Bocah, kau benar-benar meremehkanku dengan tidak serius bertarung denganku..!” ujar Tian Hao seraya terus melancarkan pukulan bertubi-tubi yang selalu bisa dihindari oleh Leon.
Tapi, sebenarnya Tian Hao benar-benar kebingungan dibuatnya, bagaimana bisa seorang bocah menghindari semua serangan penuh darinya.
“Cih, untuk apa aku serius melawan semut?” jawab Leon yang semakin menyulut emosi Tian Hao.
“Kau.. SIALAAAAN..!” karena Tian Hao memiliki isu terhadap emosinya, dia pun dengan mudah terpancing amarahnya dan semakin memaksakan untuk meningkatkan kekuatannya dengan menenggak 2 butir pil roh lagi.
“Oi, apa kau yakin menelan pil-pil itu tanpa resep dokter?” tanya Leon dengan ekspresi wajah bercanda.
Tubuh Tian Hao pun sekarang menjadi semakin besar dan lebih terlihat seperti monster daripada seorang manusia.
Dengan aliran energi Qi yang luar biasa, Tian Hao mendapatkan kepercayaan dirinya untuk membunuh semua orang yang ada di sini.
“Hahaha, mari kita lihat bagaimana kau menghindari serangan berikutnya” dan Tian Hao pun kini menghilang dari pandangan semua orang.
“Wush.. Wush..” hembusan angin yang sangat kencang akibat laju tubuh besar Tian Hao yang sangat cepat.
Tapi, itu bukanlah suatu masalah bagi Leon karena dia bisa melihatnya dengan sangat jelas.
“Boom.. Boom.. Boom..” suara pukulan yang sangat keras pun terdengar dari Leon.
“Oi, apa bocah itu akan baik-baik saja?”
“Aku tidak tahu, tapi yang pasti kita akan tamat..!”
“Ibuuu, aku mau pulang”
__ADS_1
Semua pasukan yang menyaksikan pertempuran sengit itu pun hanya bisa berharap agar mereka bisa pulang hidup-hidup.
“Ti-tidak mungkin..!” gumam Tian Hao karena semua serangannya terus-menerus dihindari dan ditangkis oleh Leon.
“Bagaimana dia bisa melihat pergerakanku?” meski kebingungan, Tian Hao tetap melancarkan serangannya.
“Sudah puas? kalau begitu..” Leon mengayunkan tangan kanannya.
“Gravity..!” ucap Leon, dan seketika itu juga area di sekitarnya menjadi sangat berat untuk bergerak.
“Bruk.. Bruk.. Bruk..” semua orang termasuk Wang Xie kini sudah terbaring di tanah.
Kecuali Tian Hao, dia masih berusaha melawan zona gravitasi yang dibuat oleh Leon dalam posisi berlutut tapi tetap tidak bisa bergerak.
“K-kau, siapa kau sebenarnya?” tanya Tian Hao.
“Hmm, siapa ya? Aku Leon, seorang dewa yang kini menjadi muridnya Wang Xie..!” jawab Leon santai.
“Dewa katanya?”
“Bocah itu ternyata seorang dewa? Yang benar saja..! Kenapa aku baru tahu ada dewa seperti itu?”
“Pantas saja, aku merasakan aura yang sangat aneh darinya”
“Tapi, apa benar ada dewa anak kecil seperti itu?”
Ucap semua pasukan yang masih mencoba mengerti siapa Leon sebenarnya.
“Wang Xie, kau tidak perlu memaksakan dirimu” Leon menjentikkan jari untuk membebaskan Wang Xie dan pasukannya dari zona gravitasi.
“Aku tidak tahu apa efek buruk dari kemampuanmu itu, tapi...” Leon menjentikkan jarinya untuk kedua kalinya.
Dia menghentikan kemampuan garis keturunan Wang Xie agar tidak sampai merusak masa depannya, karena tubuh Wang Xie terlihat sudah semakin tersiksa akibat tekanan aliran Qi yang begitu memaksa di dalam nadinya.
“Dari sini, biar aku yang selesaikan” Wang Xie dan pasukan yang lain menuruti perintah Leon, mereka pun segera mundur dari zona gravitasi.
“Hmm, baiklah, kalau begitu sekarang..” Leon mengarahkan tangannya ke atas.
“Release..! Barrier..!” dia melepaskan zona gravitasi dan membuat sebuah pelindung agar tidak ada siapa atau apa pun yang bisa masuk dan keluar dari pelindung itu.
“Bocah ini.. kekuatan apa yang dimilikinya?” gumam Tian Hao sambil berdiri.
Dia kembali memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang, sementara Mu Bai masih berusaha untuk mengembalikan kondisi fisiknya setelah dihajar oleh Wang Xie.
“Siapapun dia, aku akan membunuhnya..!” Tian Hao langsung berlari kencang menuju Leon.
Tapi, semakin dia berlari, langkahnya terasa semakin berat dan semakin berat.
Hingga akhirnya dia merasakan pergerakannya terhenti tanpa bisa menggerakkan satu jari pun.
“A-apa yang terjadi?” gumam Tian Hao yang panik.
“Apapun yang akan kau lakukan, semuanya akan sia-sia saja..!” Tian Hao mendengar suara Leon, tapi dia sama sekali tidak melihat dari bocah itu.
“Craaaaatt...” darah segar terlihat menyembur saat tangan kanan Tian Hao terpotong.
Dia menjerit kesakitan, tapi tidak ada sedikit suara pun yang keluar dari mulutnya.
“Oh, aku lupa memberitahumu..! Di dalam zona ini, siapapun yang berniat untuk membunuhku, pergerakannya akan dihentikan dan satu bagian tubuhnya akan terputus” ucap Leon yang ternyata sedari tadi sudah berdiri di belakang Tian Hao.
Kemudian, “Sraaaak...” Leon mengeluarkan tulang dari tangan Tian Hao yang terputus tadi.
“Krekk.. Krekk..” lalu dia membuat sebuah belati kecil dari tulang tangan Tian Hao.
“Hyung.. Hyung.. Syut.. Syutt..” Leon mengendalikan belati tulang tersebut di udara dengan sihirnya.
“Craaattt.. Craaattt..” tubuh Tian Hao berkali-kali ditembus oleh belati yang terbuat dari tulang tangannya itu.
5 lubang kini terlihat dengan jelas di tubuh Tian Hao.
Darahnya yang mengalir deras membuat Tian Hao tak sadarkan diri, lalu tak lama kemudian dia pun mati kehabisan darah.
“Release..!” Leon menghilangkan zona pelindung.
“Brukk..” Tian Hao jatuh ke tanah dan perlahan tubuh besarnya mengecil lalu kembali ke ukuran semula.
Tak seorang pun yang bisa mengeluarkan kata-kata, mereka baru pertama kalinya melihat hal luar biasa seperti ini.
Bahkan seseorang dengan kekuatan tingkat penguasa jiwa tahap keenam pun belum tentu bisa mengendalikan senjata seperti itu.
“A-apa mungkin bocah ini berada di tingkat immortal?” gumam Mu Bai yang mengucurkan keringat dengan deras. Dia terlihat kebingungan, jika melawan, sudah pasti dia akan mati.
Tapi, jika melarikan diri pun, tidak akan ada gunanya karena dengan kekuatan seperti itu, Leon akan dengan mudah mengejarnya.
Tapi, “Craaatt...” belati tulang itu pun menembus tengkorak Mu Bai bagaikan pisau yang dipanaskan untuk menusuk mentega.
“Brukk..” kini, Mu Bai sudah menyusul Tian Hao ke alam lain.
“Lu-luar biasa, mungkin saja dia benar-benar seorang dewa”
“Sungguh, aku belum pernah melihat kekuatan seperti itu sebelumnya”
Ucap para tentara yang masih terkagum dengan kemampuan Leon.
“Dia benar-benar layak untuk disebut sebagai dewa..! Ya.. Dewa perang..!” gumam Wang Xie sambil tersenyum dan menahan rasa sakit di seluruh nadinya.
Leon berbalik badan lalu berjalan perlahan, “Hmm, sepertinya tidak hanya Wang Xie, tapi kekuatan kalian juga harus aku bantu tingkatkan..!” ucap Leon.
Sebenarnya dia bisa saja langsung menghancurkan seluruh kerajaan Liu Yun seorang diri, tapi, itu akan sangat merepotkan pikirnya.
“Jika aku lakukan itu, dimana letak keseruannya?” gumam Leon.
“Oh, aku hampir lupa..! Greater Heal..! Revive..!” dengan cepat, tubuh Wang Xie dan keenam tubuh pasukan yang sudah tewas pun diselimuti oleh cahaya berwarna hijau.
Tak lama setelah cahaya itu menghilang, kondisi Wang Xie kini sudah pulih dan satu persatu dari prajurit yang gugur bangun kembali, lalu terlihat kebingungan.
“A-aku masih hidup?”
“Apa yang terjadi? Sepertinya aku tadi bermimpi kalau aku telah mati”
Keenam pasukan yang kembali hidup itu menatap aneh kepada semua pasukan yang selamat.
Akhirnya, setelah mengetahui yang terjadi mereka semua pun bersujud di hadapan Leon karena kini percaya bahwa dia benar-benar seorang dewa.
__ADS_1
“Haha, bagus..! Tapi, aku mau untuk saat ini kalian rahasiakan tentang kemampuanku, kalau tidak..” Leon melayangkan pisau tulang itu menghunus ke arah semua pasukan.
“Baik..!” jawab mereka tegas secara serentak, dan akhirnya jadwal patroli pun usai, saatnya mereka kembali ke markas militer.