
5 tahun dunia dalam keadaan berperang, kerajaan kecil menyerang dan merampok stok sumber daya dari kerajaan besar dengan menggunakan senjata sihir buatan Zimos yang secara diam-diam memproduksi secara massal dengan harga yang cukup mahal, yaitu 3000 rim per barangnya.
Tapi, kondisi itu sama sekali tidak mengganggu Leon.
Dia kini sudah 5 tahun berada di lembah tak terbatas untuk berlatih bersama para monster dan meningkatkan kekuatannya setelah menyempurnakan atribut time miliknya.
"Karena di dunia ini tidak ada yang namanya dewa, maka, aku yang akan menjadi dewa di dunia ini dan semua orang harus tunduk kepadaku..!" ucap Leon yang kini sudah berumur 18 tahun saat keluar dari danau.
"Status..!"
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Kasta: Budak
Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);
Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);
__ADS_1
Status Mana: 2.500.000 / 2.500.000
Poin: 10.787
Rim: 4.875
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Hmm, aku tahu atribut yang akan aku dapatkan selanjutnya adalah secara acak, tapi kenapa malah atribut yang tidak aku butuhkan?" ucap Leon sambil mengeringkan tubuhnya yang basah dan kini sudah sangat berotot.
"Hmm, kalau ketampanan sih aku mengerti, tapi penetrasi dan negosiasi?" ucap Leon sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
** Re: Atribut penetrasi akan membuat pukulan fisik Anda bisa menembus pertahanan fisik maupun sihir lawan.
** Re: Sedangkan atribut negosiasi, ya gunakan saja untuk bernegosiasi apapun itu terserah Anda.
"Hmm, kalau begitu, Roth kemarilah..!" ucap Leon memanggil monster yang menjaga danau tersebut.
"Paduka Leon..!" ucap Roth sambil merundukkan kepalanya ketika tiba di hadapan Leon.
__ADS_1
"Buk.." tanpa peringatan lagi, Leon memukul tubuh Roth dengan tangan kanannya sepelan mungkin dan tanpa menggunakan kekuatan sihir apapun.
"Wush.. Boom.." tubuh Roth yang sangat besar itu pun terpental jauh hingga menghantam dinding lembah dan tak sadarkan diri.
"Wow..! Aku tidak tahu akan sekuat itu, Greater heal..!" Leon menyembuhkan Roth dan mengembalikan kesadarannya.
"Hehe, maaf" ucap Leon sambil tersenyum ketika Roth kembali ke hadapannya.
"Ti-tidak paduka Leon, aku yang seharusnya meminta maaf karena tidak memenuhi ekspektasi Anda sebagai penjaga danau ini" jawab Roth sambil berkeringat dingin.
"Kau sudah melakukannya dengan sangat baik, Roth..! Hanya saja, jika ada orang lain yang bisa sampai ke sini, aku akan memenggal kepala kalian semua..!" ucap Leon sambil menggunakan aura dari mata raja para monster.
"Siap, paduka Leon, raja dari semua monster..!" ucap Roth, dan seketika itu juga tekanan dari aura yang keluar dari tubuh Leon membuat semua monster yang berada dalam radius 10 kilometer tertunduk lalu bersujud.
"Bagus, kalau begitu aku percayakan danau ini kepada kalian semua" Leon tersenyum lalu menghentikan aura tersebut dan semua monster pun kini bisa bernafas lega.
"Terserah, Gate..!" Leon tidak peduli dengan tempat yang akan menjadi tujuan gerbang teleportasi saat ini, dia hanya akan menjalankan niatnya untuk menjadi dewa di dunia ini entah mulai dari manapun itu.
Karena baginya saat ini, semua tempat tidak akan ada bedanya jika mengingat kekuatannya yang sudah semakin jauh meningkat dibandingkan dengan seluruh manusia di dunia ini.
__ADS_1