The Absolute System

The Absolute System
5 Petarung terbaik kerajaan Adelfa!


__ADS_3

** Re: Memangnya Anda tahu dari mana ada bukit di sebelah sana? Anda saja baru tiba di benua ini.


"Haha, entahlah..! Tapi, kalaupun tidak ada, hanya tinggal kubuat saja bukitnya, 'kan?" jawab Leon dengan santai.


Dia pun kembali berjalan mengelilingi kota seperti tidak terjadi apapun dan segera setelah itu, dia pun langsung pergi ke lokasi yang dikatakannya tadi.


Di sisi aula kerajaan elf Adelfa..


Seorang elf duduk di sebuah singgasana dan terlihat seperti sedang melamun, hingga tiba-tiba..


"Tuan, Beresford..!" para tentara yang tadi berhadapan dengan Leon, masuk dengan membawa bayi elf Aelfar lalu berlutut di hadapannya.


"Kalian..! Apakah tidak tahu peraturan kerajaan ini? Dan, anak siapa yang kalian bawa?" tanya Beresford sang raja di kerajaan ini sambil menunjuk ke arah anak bayi di sebelah kanan tentara.


"Ampuni kami tuan, tapi kami datang dengan membawa kabar penting dan ini juga ada hubungannya dengan bayi ini" ucap salah satu tentara yang masih tertunduk.


"Katakanlah..!" ucap Beresford dengan ekspresi yang tiba-tiba berubah serius.


"Pertama, bayi ini bernama Aelfar, dia adalah ras elf bangsawan yang sepertinya terkena sihir pengubah wujud" ucap tentara yang menggendong tubuh bayi Aelfar.


"Apa? Siapa yang berani menggunakan sihir terhadap bangsa elf?" Beresford berdiri dan dengan hati yang sangat gusar, dia mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Dia adalah seorang dari ras manusia dan berani menyatakan perang terhadap kerajaan Adelfa Anda, tuan" ucap tentara tersebut dengan tubuh yang gemetaran.


"Kurang ajar..! Padahal hanya seorang ras manusia, tapi berani menantang ras elf..!" karena kesal mendengar ucapan tentaranya, Beresford melepaskan energi sihirnya yang sangat besar sampai-sampai tanah pun bergetar.


"Dan kalian, mengapa bisa sampai kalah dari ras rendahan itu? Apakah kalian masih pantas menjadi bagian dari ras elf, hah?" bentak Beresford.


"A-ampuni kami yang mulia" dengan berkeringat dingin, para tentara itu pun bersujud secara serentak.


"Orang itu memang punya kekuatan yang tidak biasa, berbeda dengan manusia yang selama ini kita ketahui" tiba-tiba, masuk seorang elf wanita yang bertubuh molek dan wajah yang cantik untuk ukuran bangsa elf.


"Apa maksudmu, Reefa? Mana mungkin seorang manusia bisa punya kekuatan yang bisa membuat ketujuh tentara kerajaan tunduk sekaligus..! Dia pasti melakukan sebuah trik licik..!" Beresford masih membantah pernyataan elf wanita itu.


Reefa adalah penjaga khusus untuk raja Beresford yang saat itu kebetulan sedang berkeliling kota untuk mencari sebuah informasi tentang isu yang beredar bahwa ada seorang pembunuh bayaran yang dikirimkan oleh kerajaan manusia untuk melenyapkan raja Beresford.


"Aku juga berpikir seperti itu sebelumnya, tapi, aku bisa pastikan bahwa itu adalah kekuatan darinya tanpa ada trik palsu..!" jawab wanita elf yang bernama Reefa itu.


"Aku pun penasaran dengan kekuatan penuh yang dia miliki..! JIka memang dia berbahaya, aku sebagai pelindung raja harus segera membereskannya" sambung Reefa.


"Jadi, maksudmu kau akan menerima tantangan perang darinya tanpa kau ketahui itu bukan sebuah jebakan?" tanya Beresford yang masih tidak ingin meladeni tantangan dari Leon.

__ADS_1


"Mmm, jika aku membawa keempat teman-temanku, aku yakin dia tidak akan bisa sesombong sebelumnya" jawab Reefa dengan senyuman yang penuh dengan percaya diri.


Reefa dan keempat elf lainnya terkenal dengan kekejaman dan kekuatan mereka yang sudah mencapai level 7.


Level kekuatan seperti itu adalah yang tertinggi di seluruh kerajaan elf yang di pimpin oleh Beresford ini.


Beresford pun menganggukkan kepalanya menyetujui rencana Reefa yang akan datang membereskan pengacau di kerajaannya ini.


"Aku tidak menerima kegagalan..!" ucap raja Beresford dan Reefa menundukkan kepalanya sembari berjalan keluar dari aula raja.


Sementara itu, Leon yang sudah dalam perjalanannya menuju lokasi yang dikatakannya kepada para tentara kerajaan tadi.


Dia sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi yang terkuat di dunia ini dan tidak akan berbelas kasih lagi kepada siapapun yang berani mengancamnya.


Karena, terakhir kali dia membiarkan Zimos melakukan rencananya, ibunya menjadi korban.


Setengah jam kemudian, Leon pun sudah tiba di lokasi setelah berlari dengan kecepatan penuhnya.


"Haha, benar-benar lapangan kosong tanpa bukit atau apapun..! Sebenarnya ini lahan yang cocok untuk bertarung, tapi, kalau tidak ada bukitnya nanti mereka bisa tersasar" ucap Leon, lalu dia pun berencana untuk membuat bukit.


"Creation..!" teriak Leon sambil mengarahkan tangan kanannya ke depan.


Seketika itu juga tanah langsung bergetar dan dari dalamnya muncul secara perlahan sebuah gundukan yang semakin membesar dan menjulang tinggi ke atas.


"Hehe, aku tahu suatu saat sihir ini akan sangat berguna" ucap Leon sambil tersenyum kecil.


Lalu, dia berjalan mendekat ke arah bukit buatannya dan beristirahat di sana setelah membuat sebuah gubuk kecil dan perlengkapan tidur untuknya.


** Re: Anda bisa membuat bukit dengan mudah, tapi kenapa malah membuat gubuk dan bukannya sebuah rumah yang layak?


"Sistem, aku kan bukan ingin menetap di sini" jawab Leon sambil merebahkan tubuhnya di kursi panjang yang terbuat dari bambu.


** Re: Terserah Anda saja!


"Sudahlah, biarkan saja aku..! Status..!" ucap Leon.


\=\=\=STATUS\=\=\=


Nama: Leon


Kasta: Budak

__ADS_1


Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);


Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);


Status Mana: 2.472.000 / 2.500.000


Poin: 10.787


Rim: 4.875


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah melihat statusnya, Leon pun tertidur pulas seperti bayi.


Karena mana miliknya kini sudah lebih dari cukup, dia akan membiarkannya pulih dengan sendirinya tanpa harus bermeditasi.


Di sisi Reefa..


Dia sudah mengumpulkan keempat temannya yang lain dan akan berangkat menuju lokasi Leon saat ini.


Ketajaman insting dan naluri pembunuh yang tidak kenal ampun serta keberhasilan yang mencapai 100 persen dalam setiap misi, membuat mereka berlima menjadi sangat percaya diri dalam setiap langkahnya.


Setelah persiapan selesai, kelimanya langsung bergegas menuju timur kerajaan dengan sihir terbang khas bangsa elf.


"Reefa, memangnya orang ini sepadan untuk kita berlima?" tanya salah satu anggota yang bernama Arghos.


Dia adalah pengguna sihir tipe air dan penyembuhan, sihir pendukung yang sangat kuat dan juga penting salam sebuah kelompok seperti ini.


"Kau sendiri sudah mendengar kabarnya, 'kan?" Reefa balik bertanya.


"Mmmm, aku dengar kalau dia bisa menundukkan 7 tentara kerajaan dan bahkan orang-orang di sekitarnya tanpa menyentuh mereka, tapi, tetap saja aku tidak percaya bahwa manusia bisa melakukan hal itu..!" jawab Arghos.


"Apa mungkin dia menggunakan peralatan sihir yang sudah beredar luas itu?" tanya Arghos kembali.


"Hmm, mungkin saja..! Karena aku dengar peralatan sihir buatan manusia itu cukup kuat dan bisa menjatuhkan lawan yang memiliki kekuatan level 6 sampai 7 dengan sangat mudah" jawab anggota lainnya yang bernama Ishtar.


Ishtar adalah anggota dengan kemampuan sihir 4 elemen, yaitu air, api, tanah, dan angin.


Dengan penguasaan sihir 4 elemen itu pula dia dikenal sebagai salah satu penyihir terkuat dari bangsa elf.


"Cih, hanya karena menggunakan peralatan sihir saja sudah sangat sombong..! Lihat saja bagaimana aku akan menyiksanya nanti..!" ucap Arghos dengan raut wajah yang sangat kesal.

__ADS_1


Reefa yang tidak mau berasumsi apapun, dia hanya berkata "Sudahlah, kita lihat saja nanti kemampuannya secara langsung".


Mereka berlima pun menambah kecepatan agar bisa tiba di sana lebih cepat.


__ADS_2