
Di dalam retakan dimensi itu, Leon melihat kondisi yang sama persis ketika dia pertama kali akan tiba di dunianya setelah tewas karena ditabrak oleh truk.
Dia berpikir apakah dirinya sudah mati karena dibawa kembali ke dalam dimensi ini.
Tapi, tidak ada yang membunuhnya saat pertarungan melawan Zimos tadi, terlebih umurnya yang belum menyentuh 20 tahun membuatnya sedikit cemas.
Karena, seperti yang dikatakan oleh Sistem jika dia mati sebelum umur 20 tahun, dunia selanjutnya yang akan dia tempati akan lebih kacau dan sulit daripada dunia sebelumnya.
“Sistem.. Sistem.. Sistem..!” berkali-kali Leon mencoba untuk memanggil Sistem tapi tetap tidak ada jawaban hingga akhirnya dia tiba di ujung cahaya putih terang yang menyilaukan.
Dia pun membuka matanya dan melihat dirinya sedang terjatuh dari langit dan akan segera menghantam air sungai yang sedang mengalir deras.
Dia berteriak sekeras mungkin karena adrenalin yang dirasakannya saat terjatuh tanpa bisa berbuat apa-apa.
Mencoba untuk menggunakan sihir tapi tak ada satupun yang keluar darinya, hingga akhirnya “Byuuurrrrr...” Leon menghantam air sungai dan hampir tenggelam jika dia tidak segera memegang sebuah akar pohon yang kebetulan membentang hingga ke dalam sungai.
Dengan susah payah dia menyelamatkan diri dari arus sungai yang sangat deras dan ternyata mengarah ke air terjun.
Hingga akhirnya dia pun sampai di pinggir sungai dan beristirahat sejenak dengan merebahkan tubuhnya terlentang.
Sambil terengah-engah, Leon mencoba sekali lagi untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan memanggil Sistem.
Tapi, tetap saja tidak ada jawaban dari Sistem, dan dia pun akhirnya memutuskan untuk mencari informasi di sekitarnya, apakah dia masih berada di dunia yang sama atau sudah berpindah dunia karena terhisap oleh retakan dimensi tadi.
“Apa yang terjadi? Aku masih bisa merasakan keberadaan mana di sekitarku tapi tidak bisa memanggil Sistem” dengan rasa kebingungan yang luar biasa, Leon pun beranjak pergi dan berjalan menyusuri sungai dari pinggiran hingga terlihat sebuah kota kecil dari kejauhan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit.
Tapi, ada satu hal yang masih belum Leon coba, dan dia pun berhenti sejenak lalu, “Status..!”.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Umur: 14 tahun
Tingkat Kekuatan: Unknown
Kemampuan Spiritual: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);
Kemampuan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);
Status Mana: 0 / 2.350.000
Poin: 14.987
Harta: 0 Koin emas, 0 Koin perak, 0 Koin perunggu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Tidak salah lagi..!” Leon terkejut setelah melihat beberapa perubahan pada statusnya, dan dia pun semakin yakin bahwa dia sudah berpindah dunia dan menjadi lebih muda.
Namun, masih dia tidak tahu apa yang terjadi sampai-sampai dia berpindah dunia seperti ini dan tidak tahu apa yang akan terjadi pada dunianya yang sebelumnya.
Dia berpikir karena masih ada status mana, berarti setidaknya dia bisa menggunakan kemampuannya jika memulihkan mana miliknya.
Leon pun mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap mana disekitarnya.
4 jam terlewati…
12 jam terlewati…
2 hari terlewati…
2 minggu terlewati…
Leon membuka matanya lalu “Status..!” ucapnya.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Leon
Umur: 14 tahun
Tingkat Kekuatan: Unknown
Kemampuan Spiritual: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);
Kemampuan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);
Status Mana: 700.000/ 2.350.000
Poin: 14.987
Harta: 0 Koin emas, 0 Koin perak, 0 Koin perunggu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Hmm, ternyata aku jadi miskin setelah masuk ke dunia ini” ucap Leon sambil menghela nafas panjang.
Karena dirasa mana yang terkumpul sudah cukup banyak, dia pun mencoba untuk membuat pil penyembuhan 100 persen seperti di dunia sebelumnya, setidaknya dia masih bisa bertahan hidup dengan mengonsumsi pil penyembuhan ini selama dia masih tidak bisa menghubungi Sistem.
Sampai mana miliknya terkuras hingga tersisa sedikit, akhirnya pembuatan pil penyembuhan 100 persen pun selesai.
Dia berhasil membuat 30 butir pil penyembuhan dan 4 butir pil keabadian.
Dengan cepat dia menelan 1 butir pil penyembuhan untuk memulihkan stamina dan mana miliknya hingga benar-benar fit.
“Huwaaaahh.. Akhirnya kekuatanku kembali, tapi, karena ini dunia yang berbeda, apakah aku tetap bisa menggunakan kekuatanku dari dunia sebelumnya” Leon yang penasaran pun segera mencoba menggunakan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
Dia terbang menjauh dari kota kecil di depannya, dan masuk ke sisi terdalam hutan untuk mencobanya.
“Boom.. Boom.. Boom.. Boom..” seluruh area di dalam radius 30 kilometer merasakan getaran yang sangat besar akibat percobaan kekuatan yang dilakukan oleh Leon.
Tentu saja itu memancing rasa penasaran semua orang yang merasakannya, ada aura kekuatan yang sangat besar yang bahkan lebih kuat dari yang mereka bisa bayangkan, sampai-sampai untuk menebak kekuatan apa itu saja membuat mereka berkeringat dingin.
Leon sudah mencoba semua kekuatannya dan satu hal yang ia ketahui, yaitu Leon tidak bisa menggunakan kekuatan dari atribut penciptaan.
Hingga akhirnya..
** Re: Sistem kembali aktif, selamat datang!
Leon terkejut mendengar suara Sistem yang sudah lama tidak bisa dihubungi olehnya.
Dengan kegirangan, Leon langsung saja bertanya kepada Sistem, “Oi Sistem, kemana saja kau? Aku seperti orang hilang di sini..! Katakan, aku ini sudah berpindah dunia, ‘kan?”.
** Re: Benar!
“Lalu, itu artinya aku sudah mati di dunia sebelumnya?” tanya Leon yang masih memikirkan dunia lamanya karena masih ada beberapa hal yang masih belum dia selesaikan.
__ADS_1
** Re: Tidak, Anda belum mati! Hanya saja aku tidak menyangka retakan dimensi itu akan terbuka saat itu.
Sistem menjelaskan retakan dimensi itu bisa terjadi karena ledakan energi sihir murni yang dilepaskan dalam satu waktu dan dengan jumlah yang tidak masuk akal.
Karena Zimos telah melakukan hal itu dan memicu keretakan dimensi tersebut hingga akhirnya membuat Leon berpindah dunia.
“Sial, apakah aku bisa kembali?” tanya Leon penasaran.
** Re: Kemungkinannya hanya 5 persen! Aku juga telah kehilangan kontak dengan dunia sebelumnya.
Leon akhirnya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mencoba yang terbaik di dunia baru ini dan mencari cara untuk kembali ke dunia lamanya meskipun kemungkinannya hanya 5 persen saja.
Setelah itu, Sistem pun menjelaskan sedikit informasi kepada Leon bahwa dunia ini adalah dunia di mana tingkat kekuatan dan kekayaan lebih berpengaruh.
Ada 5 tingkatan kekuatan di dunia ini, yaitu:
Dasar ( 8 tahap)
Menengah ( 8 tahap)
Ahli Spiritual ( 8 tahap)
Penguasa Jiwa ( 8 tahap)
Immortal ( 2 tahap \=> tahap awal, tahap kesempurnaan)
Mendengar penjelasan tentang tingkat kekuatan, Leon pun kebingungan karena tingkatnya tidak masuk ke dalam salah satu level yang disebutkan barusan.
“Hmm, aku rasa karena kekuatanku yang berasal dari dunia lain, makanya tidak bisa dinilai di dunia ini” gumam Leon sambil menganggukkan kepalanya.
”Oh iya, Sistem tukarkan poin milikku menjadi koin emas..!” Leon masih berusaha untuk paling tidak dia tidak menjadi gelandangan di dunia asing ini.
** Re: Gagal dilakukan! Poin Anda tidak bisa digunakan untuk menukarkan uang di dunia ini!
Leon merasa dihajar tepat di wajahnya setelah mendengar penjelasan dari Sistem, lalu berulang kali dia coba untuk menukarkan poin menjadi koin emas, tapi tetap tidak bisa dan akhirnya Leon pun menyerah untuk menukarkan poinnya menjadi mata uang di dunia ini.
** Re: Mungkin lebih baik Anda mencari pekerjaan di sini untuk menghasilkan uang.
Tingkat Immortal adalah yang paling tinggi dan tingkat Dasar adalah yang paling rendah kekuatannya di dunia ini.
Karena sudah semakin penasaran, Leon pun memutuskan untuk pergi ke kota di ujung sungai yang dia lihat sebelumnya untuk mengumpulkan informasi lebih banyak lagi serta memulai kehidupan barunya di dunia baru ini.
“Wush...” Leon pun terbang dan melesat dengan sangat cepat menuju kota tersebut.
Dalam waktu singkat, dia sudah hampir tiba di kota itu lalu Leon pun turun agar tidak ada yang melihatnya terbang, dia tidak ingin menarik perhatian karena masih minim informasi tentang dunia ini.
Saat tiba, Leon melihat tulisan “Kota Teratai Embun” di atas gerbang masuk kota.
Di sana terdapat beberapa orang yang terlihat sedang mengumpulkan uang dari setiap orang yang ingin memasuki kota tersebut.
Kota Teratai Embun adalah kota perdagangan yang memungut pajak rendah dari setiap pengunjung yang datang, dan setiap kota di dunia ini pun melakukan hal yang sama hanya saja besarnya pajak akan berbeda tergantung seberapa maju dan besarnya kota tersebut.
Karena Leon tidak memiliki uang sepeserpun saat tiba di dunia ini, dia pun menggunakan sihirnya untuk menyelinap masuk.
“Sial, repot juga jika tidak ada uang..! Kalau begitu, aku harus mencari cara untuk mendapatkan uang terlebih dahulu” pikir Leon saat berhasil masuk tanpa terdeteksi.
Dia mulai berjalan mengitari kota itu dan akhirnya berhenti setelah melihat tulisan “Butuh karyawan” di sebuah toko pandai besi.
Leon berjalan mendekati seorang pandai besi yang sedang memukul-mukul bijih besi untuk dibuat menjadi sebuah armor.
“Paman, aku dengar kau sedang mencari karyawan?” tanya Leon sambil memegang beberapa Armor yang sedang didinginkan.
Pandai besi tersebut melihat penampilan Leon dari ujung kaki hingga ujung kepala dan kemudian malah menertawakannya.
Bagaimana mungkin seorang bocah dengan tubuh yang tidak kekar bisa berpikiran untuk menjadi seorang pandai besi.
Mungkin untuk mengangkat bahannya saja sudah kesulitan, apalagi untuk menempa bahan itu menjadi sebuah senjata atau armor.
Pandai besi tersebut kemudian malah menantang Leon untuk memukul bijih besi tanpa merusak kepadatan di dalamnya sampai paling tidak bijih besi itu menjadi pipih.
“Bocah, kalau kau bisa memipihkan bijih besi ini, meski itu dengan teknik yang payah, aku akan mengupahmu..!” tantang pandai besi tersebut dengan sombongnya.
Dengan senang hati Leon menerima tantangan darinya karena itu adalah hal yang mudah.
Leon mengalirkan mana ke dalam palu yang dipegangnya, lalu dihantamkan palu tersebut ke bijih besi tadi.
“Trang.. Trang.. Trang.. Trang..” bunyi ketukan antara palu dan bijih besi yang saling berbenturan.
Leon memukul dengan ritme yang teratur dan sangat bertenaga sampai-sampai si pandai besi tadi merasa tidak percaya.
Bagaimana mungkin seorang bocah bisa memiliki keterampilan seperti ini yang bahkan seorang pandai besi dewasa dengan pengalaman bertahun-tahun saja tidak akan bisa mencapai level ini.
Tak sampai 5 menit, bijih besi tadi kini sudah menjadi pipih dan dengan bentuk yang berkualitas tinggi dari bahan yang berkualitas rendah.
Tentu saja pandai besi tadi sangat senang karena ada orang yang berbakat akan bekerja di tokonya dan membuat barang yang bisa dijual dengan harga tinggi.
“Bocah, kau diterima..! Mulai besok kau bisa bebas kapapun pun datang ke sini untuk menempa dengan bayaran 5 koin perak setiap kali kau menyelesaikan 1 barang tempaan” ucap pandai besi yang sekaligus pemilik dari toko tersebut.
Perhitungan mata uang di dunia ini adalah:
1 koin perak \= 100 koin perunggu
1 koin emas \= 100 koin perak
__ADS_1
Leon menerima tawaran itu untuk sementara ini agar paling tidak dia memiliki beberapa uang untuk makan ataupun mencari tempat tinggal.
“Oh aku hampir lupa, namaku Jason, dan kau adalah..” tanya pemilik toko pandai besi tersebut.
“Namaku Leon..!” jawab Leon sambil tersenyum lalu dia diberikan uang 5 koin perak dari Jason karena menyelesaikan 1 barang tempaan tadi.
Usai berterima kasih, Leon segera mencari restoran untuk membeli beberapa makanan, rasanya sudah lama dia tidak makan semenjak datang ke dunia ini.
Hingga tibalah ia di sebuah restoran kecil yang pengunjungnya sangat ramai.
Dia berjalan ke dalam dan mencari apakah masih ada tempat duduk untuk dia memesan makan.
Tapi, pandangan semua orang seolah-olah tertuju padanya karena aura tingkat kekuatan yang Unknown tadi.
Di sini, mereka baru pertama kali merasakan aura yang seperti ini, karena setiap tingkatan kekuatan pasti akan terasa bedanya.
Mereka tidak pernah sekalipun menemui orang dengan tingkat kekuatan yang seperti ini sebelumnya.
Tingkat kekuatan yang terasa samar-samar dan sangat lemah bahkan untuk melebihi tingkat dasar tahap pertama.
Karena merasa lebih hebat, beberapa pelanggan pun mencoba mengintimidasi Leon dengan cara menancapkan pisau belati ke meja makan sambil menatap ke arah Leon.
Tapi, Leon tidak menghiraukannya malah terus melihat ke arah lain untuk mencari tempat duduk.
“Bocah, apa kau tidak lihat kalau restoran ini sudah penuh? Lagipula, di mana kedua orang tuamu? hahaha” orang tadi pun mencoba untuk merendahkan Leon dan diikuti dengan tawa oleh seluruh pelanggan di sana.
“Mereka sudah mati” jawab Leon singkat.
Tapi, orang tadi malah semakin mengejeknya “Hoho, ternyata yatim piatu? Sedih? Apa perlu aku membelikanmu makan? Kenapa kau tidak menangis saja seperti bayi? Hahaha” dan lagi-lagi semua orang di dalam restoran itu pun ikut menertawai Leon.
Leon merasa hal itu tidaklah pantas untuk ditertawakan, dia pun berniat untuk memberi pelajaran kepada orang tersebut.
“Status..!” gumam Leon.
\=\=\=STATUS\=\=\=
Nama: Tai Lin Chung
Umur: 25 tahun
Tingkat Kekuatan: Dasar (tahap kedua)
Kemampuan Spiritual: -
Kemampuan Tubuh: -
Status Mana: 500 / 500
Poin: -
Harta: 0 Koin emas, 0 Koin perak, 20 Koin perunggu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sambil tersenyum Leon berkata, “Hmm, padahal uang saja tidak punya tapi berani menghina orang lain?”.
“Paman, berapa harga makanan termurah di restoran ini?” tanya Leon kepada seorang pelayan yang kebetulan baru selesai mengantarkan pesanan seorang pelanggan.
“Eh itu, 2 koin perak” jawab pelayan tersebut dengan suara yang bergetar karena gugup berada di tengah-tengah perselisihan seperti ini.
“Cih, hanya 2 koin perak saja aku bisa mentraktir semua orang disini..!” ucap orang tadi dengan sombongnya karena sudah tersulut emosi.
Lalu Leon tersenyum licik dan kembali membalas perlakuan orang itu dengan berkata, “Hoo, kalau begitu, kalian semua termasuk paman pelayan ini mendengarnya, ‘kan? Pesanan semua pelanggan di sini akan dibayarkan oleh paman itu” ucap Leon dengan suara yang lantang sambil menunjuk ke arah orang tadi.
Semua orang pun bersorak kegirangan karena mereka akan makan gratis hari ini.
Tapi, tidak untuk orang yang mencari masalah dengan Leon tadi, dia merasa semakin terpojok dan semakin menaruh rasa dendam kepada bocah yang baru dilihatnya hari ini.
Setelah mengucapkan selamat tinggal, Leon keluar dari restoran tersebut karena dia tidak ingin makan dengan suasana yang akan ribut nantinya karena orang tadi pasti akan membalasnya dengan kekerasan.
“Haduh, apa lebih baik aku makan di pinggir jalan saja?” gumam Leon sambil melihat ke arah penjual mie goreng yang berada tidak jauh dari restoran tadi.
Namun, belum sempat Leon berjalan jauh dari restoran tersebut, orang yang tadi mencari masalah ikut keluar dan menghadangnya bersama keempat temannya yang lain.
Masing-masing dari mereka adalah pendekar yang kekuatannya tidak lebih dari tingkat dasar tahap keempat.
“Tuh, ‘kan..!” gumam Leon sambil menepuk dahinya.
Mereka berlima terlihat sudah siap untuk membunuh Leon, dan meskipun begitu, tidak ada satu orang pun yang terlihat peduli dengan kejadian itu.
Karena di kota ini, kejahatan tidaklah dilarang dan itu juga menjadi penyebab pajak yang masuk ke kota teratai embun sangatlah kecil karena hanya sedikit pedagang yang mau melakukan perdagangan ke sini.
“Minggirlah sebelum aku membuat kalian semua malu” ucap Leon sambil berjalan dan tidak menghiraukan ancaman dari kelimanya.
Tidak terima dilecehkan oleh seorang bocah, mereka berlima pun langsung mengambil ancang-ancang untuk membunuhnya.
“Hiyaaaa…!” mereka langsung melompat untuk mengeroyok Leon dengan pedang tajam di tangan.
Tapi, sebelum serangan mereka sempat mengenai Leon, seseorang dari kerumunan orang yang menonton melompat masuk dan menghajar mereka semua.
“Buk.. Buk.. Buk..” dalam sekejap orang tersebut berhasil membuat kelima orang tadi tidak sadarkan diri.
Semua orang yang menonton pun langsung terbelalak karena yang mereka lihat itu adalah pendekar pedang terkuat di kota ini dan menjadi satu-satunya orang yang lolos untuk mengikuti turnamen kekuatan di kerajaan Liu Yun, dia adalah Steward Han.
“Bocah, kau baik-baik saja?” tanya Steward Han.
Leon hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi.
Sebenarnya dia hampir saja meledakkan tubuh mereka berlima kalau tidak dihalangi oleh Steward.
Melihat lawannya adalah Steward, mereka berlima langsung berlari tunggang langgang tanpa berkata apapun.
Steward Han sendiri adalah anak ketiga dari salah satu keluarga nomor 1 di kota ini, yaitu keluarga Han, dan kekuatannya kini sudah berada di level Ahli Spiritual tahap keenam, dimana itu adalah tingkat yang tertinggi untuk seorang anak muda di kota ini.
Selama hampir 30 tahun, keluarga Han menjadi poros beladiri di kota teratai embun karena mereka juga membuka pelatihan beladiri di keluarga mereka.
Dulu, sebelum keluarga Han pertama kali tinggal di kota ini, ada 4 keluarga besar yang berkuasa di sini, dan masing-masing dari mereka juga membuka pelatihan beladiri.
Namun, semenjak keluarga Han muncul dan tinggal di kota teratai embun, perlahan-lahan semua warga yang ingin belajar beladiri pun beralih kepada pelatihan yang ada di keluarga Han.
Hingga akhirnya pertempuran antar keluarga besar pun tak bisa terelakkan.
Tapi, karena perbedaan tingkat kekuatan yang begitu jauh, keluarga Han memenangkan pertempuran itu dengan mudah dan kini menjadi keluarga terbesar nomor 1 di kota teratai embun dengan sumber daya yang sangat melimpah.
Steward Han memperkenalkan dirinya kepada Leon dan berniat untuk mengajaknya berkunjung ke kediaman keluarga Han karena sebenarnya dia merasakan aura yang aneh dari diri Leon dan ingin menyelidikinya lebih jauh.
Leon pun menerima tawarannya karena dia berpikir mungkin saja bisa makan gratis di sana sebagai tamu.
__ADS_1
“Oke, bawa aku ke..” belum sempat Leon menyelesaikan ucapannya, sebarisan kereta kuda pun berhenti di hadapannya.
Steward Han mempersilakan Leon untuk masuk ke dalam kereta kuda setelahnya, dan mereka pun berangkat menuju kediaman keluarga Han.