The Absolute System

The Absolute System
Akademi Landa VS Akademi Trojan!


__ADS_3

Pertarungan pertama pun akan segera dimulai, tim Leon segera mengambil tempat duduk untuk menyaksikan pertarungan itu.


“Pertarungan ini akan menjadi pertarungan hingga orang terakhir..! Artinya, siapapun yang menang akan menghadapi peserta selanjutnya dari akademi lawan hingga tidak ada yang tersisa” ucap Zimos sebelum pertarungan dimulai.


“Hmm, ini akan menjadi semakin menarik, semua orang akan punya kesempatan untuk melihat betapa kuatnya diriku..!” gumam Leon dengan wajah yang berseri-seri.


Zimos menganggukkan kepalanya kepada seseorang yang bertindak sebagai wasit di arena tersebut menandakan agar segera mulai, “Semua bersiap..! 3.. 2.. 1.. pertarungan dimulai..!” teriak wasit dan pertarungan pertama pun dimulai.


“Hehe, aku tidak menyangka akan melawanmu di babak kedua ini..!” ucap peserta dari akademi Trojan yang sekaligus menjadi kapten mereka.


“Hmm? Kau siapa?” tanya murid dari akademi Landa yang bernama Xion itu dengan wajah datar yang meremehkan.


“Sial, sudah bersikap keren tapi kau malah membuatku terlihat bodoh..! Kalau begitu aku akan membuatmu tidak bisa lupa, namaku Reki..!” dia segera mengambil wadah sihirnya dan merapalkan mantera.


Lalu, “Musnahkan musuhku menjadi abu, Infinite flame..!” aura berwarna merah pekat pun segera mengitari ujung wadah sihir tersebut dan melontarkan serangan beruntun ke arah Xion.


“Boom.. Boom.. Boom..” ledakan demi ledakan terjadi di atas arena dan sampai menggetarkan seluruh tempat itu.


“Bisa menggunakan serangan dengan kekuatan level 5 di umur segitu, apakah dia seorang jenius?” ucap salah satu penonton yang terkejut dengan serangan tersebut.


Tapi, yang terjadi selanjutnya malah membuat mereka lebih terkejut lagi.

__ADS_1


Saat asap hasil ledakan api tadi menghilang, Xion terlihat berdiri di tempatnya semula tanpa bergerak ataupun terluka meski dengan serangan sebesar itu.


“Ya ampun, tadinya aku pikir kau itu berbeda dengan lawanku sebelumnya..! Ternyata kau sama saja sampahnya dengan mereka..! Membosankan..!” hujat Xion sambil tersenyum kecil.


“Ti-tidak mungkin..! Itu adalah serangan terkuatku yang membuat peringkatku melesat menduduki posisi teratas di akademi” gumam Reki dengan wajah yang ketakutan dan keringat dingin yang bercucuran.


“Yo, kekuatanmu tidak mungkin hanya sebatas itu saja, ‘kan?” tanya Xion yang mengharapkan dirinya bisa terhibur meskipun sedikit.


Tapi, Reki yang ketakutan tidak memberi respon apapun dan dia hanya diam mematung di ujung arena.


“Cih, orang lemah tetaplah lemah, kau tidak pantas menjadi lawanku..!” Xion akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.


“Wush.. Gelegar..” tubuh Reki seperti dihantam dengan petir meskipun itu bukanlah sihir yang mengandung listrik.


Tubuhnya menghitam dan terlihat sesuatu keluar sesaat sihir tersebut berhenti.


Itu adalah serangan untuk menghancurkan nadi yang menjadi saluran energi sihir pada seseorang.


Tanpa nadi itu, dia akan menjadi sampah masyarakat yang sangat tidak berguna di dunia yang bergantung kepada kekuatan sihir seperti ini.


Semua yang menyaksikan kejadian itu menutup mulutnya karena mereka menilai itu sangat kejam.

__ADS_1


“Hei, tidakkah kau pikir itu terlalu berlebihan?”


“Ya, apa kau sengaja untuk membuatnya menderita dengan menjadi sampah seumur hidup?”


Semua orang yang kesal langsung saja menghujat dan memaki Xion, tapi dia tidak terlalu mendengarkan hujatan tersebut, malah itu dianggapnya seperti musik yang merdu.


“Kalian ini, apakah kalian tidak mendengarkan baik-baik peraturan yang sudah dikatakan oleh pak Zimos tadi? Sangat jelas dikatakan bahwa pertarungan tidak akan dihentikan sampai waktu habis atau lawan mengaku kalah” jawab Xion dengan santainya.


“Sekarang ini waktunya masih tersisa 4 menit lebih dan dia juga tidak mengaku kalah..! Jadi, bukan salahku jika dia jadi seperti itu..! Masih bagus aku menahan kekuatanku dan tidak membunuhnya secara instan..! Haha” jawaban Xion yang seperti itu benar-benar membuat jengkel peserta yang lainnya dan juga para penonton.


“Peraturan apa? Yang aku tahu kau itu sudah keterlaluan..!” salah satu anggota dari akademi Trojan ingin membela Reki yang sudah tidak sadarkan diri.


“Oh, jadi kau ingin melawanku dan menegakkan keadilan? Begini saja, siapapun yang tidak setuju dengan hasil pertarungan ini, boleh maju dan lawan aku sekarang..!” tantang Xion.


Namun, tidak ada yang berani menjawab tantangan tersebut dan akhirnya pertarungan pertama pun diakhiri dengan skor 1 untuk akademi Landa.


“Arrrrghhhh aku sangat kesal dengan orang itu..! Leon, beri dia pelajaran..!” ucap Jaffar sudah menunjukkan kekesalannya yang pada puncaknya.


“Tidak mau..! Kenapa tidak kau saja yang melawannya kalau kau merasa kesal? Lagi pula, ini bukan giliran tim kita” jawab Leon yang terlihat kebosanan.


“Kau ini..!” Jaffar pun akhirnya hanya bisa menahan emosinya karena dia juga tahu kalau ada tim lain yang ikut campur saat bukan gilirannya, akan secara otomatis didiskualifikasi.

__ADS_1


__ADS_2