The Absolute System

The Absolute System
Tuan Muda Patrick!


__ADS_3

Melihat Leon yang tidak juga mau memberikan apa yang dia inginkan, pria tersebut langsung melemparkan pisau di tangannya ke arah wajah Leon.


“Syut..” pisau tersebut dilempar dengan sangat cepat.


Tapi, dengan santai Leon menangkap pisau tersebut dan menjatuhkannya ke tanah.


“Eh, apa yang terjadi? Bagaimana mungkin kau bisa menangkapnya?” pria itu pun semakin berang dan melemparkan pisau lebih banyak lagi ke arah Leon namun hasilnya tetap sama saja.


Leon menangkap satu pisau yang melesat ke arahnya lalu menangkis pisau-pisau yang lain hingga menancap ke dinding dan ke tanah.


“Paman, apa kau sudah selesai? Aku benar-benar harus segera kembali sebelum dimarahi oleh pak guru” ucap Leon, lalu dia melempar kembali pisau ke arah pria tersebut.


“Crat...” tanpa bisa bereaksi, pisau yang dilempar oleh Leon langsung menancap ke perut bagian kiri pria tersebut dan membuatnya terlempar ke belakang sejauh 10 meter.


“Ti-tidak mungkin..! Bukankah kau sudah terluka parah oleh pukulan Ziko?” tanya pria tersebut dengan darah yang bercucuran di perutnya lalu dia pun memuntahkan darah segar yang akhirnya membuat dia tak sadarkan diri.


Leon pun sangat terkejut dengan kekuatan fisik yang baru saja ditingkatkan olehnya.


Leon melihat ke telapak tangannya dengan tatapan senang karena tahu bahwa poin yang dihabiskannya tidaklah sia-sia.

__ADS_1


“Oke, saatnya kembali” Leon bergegas pergi menuju pusat kota sesuai dengan instruksi Linting sebelum mereka semua berpencar.


Sesampainya di pusat kota, Leon melihat ke segala arah untuk mencari tim dari akademinya.


Dia melihat tanpa memperhatikan sekelilingnya hingga, “Bruk..” Leon menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.


“Eh, maafkan aku, aku tidak sengaja” ucap Leon sambil merunduk.


“Bocah, apa kau sedang mencari mati?” ucap teman dari yang ditabrak oleh Leon tadi, lalu dia menarik kerah baju Leon dan bersiap untuk memukulnya.


“Ah tidak, aku sedang mencari pak guru Linting” jawab Leon dengan wajah yang polos.


“Kurang ajar..!” teriak orang tersebut dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Leon.


“Maafkan perbuatan temanku ini, aku yang salah karena tidak melihat ke arah depan saat sedang berjalan, aku mohon maafkan aku” ucap laki-laki yang terlihat berumur sekitar 17 tahun dengan rambut berwarna merah.


“Tapi, anak ini yang menabrakmu terlebih dahulu, tuan muda Partick” ucap orang yang hendak memukul Leon tadi.


“Kau diam saja dan lepaskan tanganmu darinya, Baron..! Bukan seperti ini sikap yang harus ditunjukkan oleh seorang bangsawan kepada rakyat jelata seperti ini..!” ucap Patrick, lalu dia menatap Leon dengan tatapan yang penuh penghinaan.

__ADS_1


“Ah, aku pikir akhirnya ada orang yang bisa bersikap seperti orang yang berpendidikan, ternyata dia sama saja” gumam Leon lalu menghela nafas panjang.


Patrick melihat seragam yang dikenakan oleh Leon dan langsung tersenyum lebar.


“Wah, sepertinya kau ini murid dari akademi sihir?” tanya Patrick.


Leon menoleh lalu berkata, “Hehe, benar sekali, aku dari akademi sihir kerajaan Lainard untuk mengikuti turnamen” jawab Leon sambil tersenyum.


“Hoo, kalau begitu, aku akan melihat kemampuanmu di turnamen nanti, tapi, kau tidak perlu berharap banyak untuk menang..! Karena, akademi sihir Jalec kami akan memenangkan turnamen kali ini seperti sebelumnya” ucap Patrick dengan senyuman licik.


“Oh, omong-omong, kami semua adalah murid dari akademi Jalec yang sudah memenangkan..” belum sempat Patrick menyelesaikan ucapannya, Leon langsung pergi meninggalkannya.


“Tidak peduli..!” ucap Leon.


“Tidak sopan, beraninya kau bersikap kurang ajar kepada tuan muda Patrick..!” teriak laki-laki yang bernama Baron itu.


“Hahaha, tidak aku sangka kau sama sekali tidak menunjukkan rasa takut setelah mengetahui semua itu..!” ucap Patrick sambil menghalau Baron yang sudah siap menyerang Leon.


“Ini akan menjadi turnamen yang menarik, tapi, berpura-pura berani itu sama sekali tidak akan membantumu dalam turnamen nanti..!” sambung Patrick dengan tatapan yang mengintimidasi kepada Leon.

__ADS_1


Tapi, Leon tetap tidak mempedulikan ucapannya dan terus saja berjalan meninggalkan rombongan Patrick.


“Anak itu..! Lihat saja, aku yang akan menghabisinya saat turnamen dimulai..!” ucap Baron sambil mengepalkan kedua tinjunya.


__ADS_2