
“Ki-kita selamat” Erlynn menghela nafas lega setelah sebelumnya dia sempat menahannya.
“Hehe, aku tahu kau tidak akan mengecewakanku” ucap Eric, lalu dia pun jatuh pingsan karena kehabisan energi sihir.
Leon pun menyudahi kegiatan minum tehnya dan segera menghampiri Eric dan Erlynn.
“Haha, kau seharusnya melihat wajah pucatmu itu..!” ucap Leon saat melihat Eric yang terbaring tidak sadarkan diri.
Leon berpikir bahwa akan sangat berbahaya bagi Eric jika terus melanjutkan turnamen ini tanpa gelang tangannya.
Selain monster yang kekuatannya tidak bisa di prediksi, kekuatan peserta dari tim lain juga bisa menjadi ancaman besar baginya.
“Melawan tim kacangan saja dia sudah babak belur seperti ini, bagaimana jika nanti bertemu dengan tim orang itu? Pasti akan sangat merepotkan jika harus bertarung dan melindunginya secara bersamaan” gumam Leon yang sedang membicarakan tim Patrick dari akademi Jalec.
Akhirnya dia memutuskan sesuatu yang sangat egois.
“Lynn, kenakan ini pada Eric” ucap Leon sambil memberikan gelang tangan miliknya.
“Tapi ini..” Erlynn ragu-ragu saat menerima gelang tersebut.
__ADS_1
“Haduh, ya sudah kalau begitu aku sendiri yang akan memakaikannya” Leon mengambil kembali gelang tangan tersebut, lalu memakaikannya ke pergelangan tangan Eric.
Leon berdiri lalu berbalik menghadap Erlynn lalu berkata, “Sebelumnya maafkan aku dengan keputusan egoisku ini”.
“Keputusan egois?” Erlynn memiringkan kepalanya dengan rasa bingung.
“Aku tahu kau masih ingin mengikuti turnamen ini..! Tapi.. kekuatan monster di hutan ini tidak bisa diprediksi dan itu sangat berbahaya” Leon mengarahkan tangan kanannya ke Erlynn.
“Leon, mau apa kau?” Erlynn mulai terlihat ketakutan sambil menggenggam tongkat sihirnya.
“Aku berjanji akan memenangkan turnamen ini dan membuat kalian meningkatkan kekuatan di gua energi murni..!” ucap Leon.
“Hehe, tenang saja, aku pasti akan menepati janjiku..! Absorb..!” lalu sebuah cahaya berwarna hitam langsung menyelimuti tubuh Erlynn dan Eric.
“Ini.. tubuhku..” Erlynn terlihat semakin melemah dan akhirnya terduduk.
Sihir yang digunakan Leon adalah sihir penyerapan energi, Absorb.
Sihir yang bisa menghisap energi jiwa dan sihir lawannya untuk dijadikan sumber energi bagi pengguna sihir itu sendiri.
__ADS_1
Tak lama kemudian, angka di gelang tangan mereka berdua pun turun drastis sampai di bawah angka 3 persen.
“Zepp.. Zepp..” mereka berdua akhirnya dikirim kembali ke akademi Jalec.
“Seharusnya seperti ini sudah aman” ucap Leon.
Dia merasa bisa lebih leluasa jika tanpa harus memikirkan untuk melindungi teman-temannya juga, lalu Leon bergegas masuk ke bagian hutan yang lebih dalam lagi.
Di sisi Eric dan Erlynn..
“Bruk..” suara tubuh Erlynn dan Eric saat menabrak lantai arena pertarungan di akademi Jalec yang menjadi tempat kembalinya semua peserta turnamen yang kalah.
Linting, Frel dan Jaffar segera menghampiri mereka berdua.
“Erlynn, apa yang terjadi?” tanya Frel.
“Ka-kami diserang oleh monster yang sangat mengerikan, tapi Leon berhasil melarikan diri agar tetap bisa melanjutkan turnamen ini, tapi..” Erlynn terhenti sejenak.
“Karena gelang milik Eric sudah hancur akibat serangan monster itu, Leon memberikan gelang miliknya kepada Eric lalu segera menyerang kami berdua untuk dikirim kembali ke sini” ucap Erlynn yang mengatakan sebenarnya.
__ADS_1
“Leon, kurang ajar kau..! Kenapa kau bertindak seenaknya seperti itu?” ucap Jaffar dengan nada kesal.