
"Hmm, apa kalian pikir dengan jumlah banyak saja sudah cukup?" ucap Leon dengan sikap yang masih santai.
Namun, tanpa berbasa-basi lagi para tentara itu langsung merapal berbagai mantera sihir terkuat mereka.
Meskipun sudah tidak ada lagi raja maupun para petinggi kerajaan yang akan menggantikan posisi raja Beresford, para tentara itu tetap menjalankan protokol keamanan kerajaan tanpa arahan dari pemimpin mereka bahkan jika harus menghancurkan kerajaan sekalipun.
Energi sihir yang sudah terkumpul di area sekitar pun terasa sangat luar biasa banyak dan siap dilontarkan kepada Leon kapanpun.
"Wah, itu energi sihir yang sangat banyak..!"
"Aku rasa, meski kita sudah berusaha untuk lari sejauh mungkin pun akan percuma jika energi itu sudah meledak"
Para warga kerajaan pun hanya bisa pasrah saat melihat semua tentara kerajaan yang seolah tidak peduli jika diri mereka ikut hancur dengan ledakan dari energi sihir mereka sendiri.
Tapi, energi sebesar itu hanya seperti semut bagi Leon.
** Re: Kenapa tidak bunuh saja mereka sekaligus?
"Hehe, kalau aku bunuh sekarang tidak akan menarik" jawab Leon sambil tersenyum.
** Re: Terserah saja, lagipula Anda tidak akan mati hanya dengan sihir kacangan seperti itu.
Leon hanya tersenyum mendengar perkataan Sistem yang seperti itu.
Sesaat kemudian, sihir besar pun sudah dilontarkan kepada Leon.
"Sistem, apakah serangan ini sudah menguras mana milik mereka?" tanya Leon.
** Re: 60 persen dari mereka sudah terkuras hingga 90 persen mana, sedangkan 40 persen dari mereka sudah habis total.
"Haha, sepertinya kalau aku gunakan kemampuan yang itu akan membuat mereka benar-benar frustrasi" ucap Leon dengan senyuman liciknya.
Serangan energi sihir yang berbentuk bola raksasa itu pun kini sudah hampir mengenai Leon.
Tapi, bola sihir raksasa itu terhenti seketika saat tangan kanan Leon menyentuhnya.
"Hooaaamm.. Apakah ini sihir terbaik kalian?" ucap Leon sambil menepuk-nepuk mulutnya.
"Absorb..!" ucap Leon.
"Zzeepp...." dari tangan Leon keluar sebuah energi sihir berwarna hitam yang langsung menyelimuti bola sihir raksasa itu.
Semakin lama bola sihir raksasa itu semakin mengecil hingga akhirnya menghilang entah kemana.
"A-apa yang terjadi?" ucap salah satu komandan perang pasukan tentara kerajaan Adelfa.
Seluruh tentara kini membuka mulut mereka lebar-lebar karena terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
Mereka berpikir bahwa sihir sebesar itu tidak akan mungkin bisa dihadang bahkan oleh sepuluh orang dengan level 9 tanpa terluka sedikitpun.
Kini, barulah mereka sadari bahwa orang yang berdiri di sana bukanlah lawan yang bisa mereka hadapi.
Kemudian, karena dirasa tidak akan mungkin untuk melanjutkan pertempuran, seluruh komandan perang dari masing-masing peleton pun memerintahkan untuk mundur.
"Hei-hei, bukankah ini saatnya kalian mengakuiku sebagai dewa?" ucap Leon.
Lalu, dengan cepat Leon menggunakan aura raja para monster dan membuat semua orang yang berada di dalam radius 10 kilometer tidak dapat bergerak.
"Wush.." kini Leon sudah melayang di udara dan tampak aura yang sangat kuat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa sangat ketakutan.
"Sekarang, tunduk dan patuhlah kepada perintahku..!" lagi-lagi, tubuh semua orang kembali mengikuti perkataan Leon dan kini mereka semua bersujud kepada Leon.
Namun, meskipun mereka semua tidak bisa menggerakkan tubuhnya, Leon masih memberikan izin kepada mulut mereka untuk menjawab ucapan darinya karena pikirnya tidak akan seru jika hanya berbicara sendiri tanpa ada yang menjawabnya.
"Dengarlah..! Mulai saat ini, kerajaan ini sudah menjadi milikku dan aku akan menamakannya Leonite..! Apakah ada yang menentang?" ucap Leon dengan suara yang lantang.
__ADS_1
Namun, tidak disangka ternyata ada salah satu komandan perang yang menentang keputusan sepihak dari Leon.
Dia pun membuka mulutnya dan berteriak, "Yang benar saja..! Mana mungkin aku sudi untuk diperintah oleh seorang manusia..!".
Leon pun sedikit tertegun karena masih ada yang berani mengatakan hal itu meskipun sudah berada di dalam teror aura miliknya.
"Hoo, lalu apa yang akan kau lakukan tentang itu, Helgard?" tanya Leon dengan senyum tipisnya.
"Bertarunglah denganku, aku akan membuktikan bahwa kau tidak pantas ditakuti..!" tantang komandan perang tersebut tanpa terkejut sedikitpun bahwa Leon mengetahui namanya.
Leon tak bisa menahan tertawanya dan akhirnya dia pun tertawa terpingkal-pingkal hingga meneteskan air mata.
"Haha, boleh saja, Helgard..!" Leon pun melepaskan teror aura darinya dan memaksa semua orang untuk melihat ke arahnya.
"Kalian semua, aku akan memberikan contoh yang nyata jika ada yang berani menentangku..!" ucap Leon, lalu dia melambaikan tangannya menyuruh komandan perang itu untuk segera menyerang.
"Sreeeek.." suara pedang yang dicabut dari sarungnya terdengar jelas.
"Banyak omong..!" dengan kecepatan yang luar biasa, Helgard melesat ke arah Leon sambil mengayunkan pedang sihir miliknya.
Tapi, belum jauh dari posisi semulanya, Helgard terlihat berhenti karena tiba-tiba Leon kini sudah berada tepat di hadapannya.
"Zzeepp..." Leon tersenyum tipis saat wajahnya berhadap-hadapan dengan Helgard.
"Hmm, Kenapa kau berhenti? Bukannya kau ingin membuktikan sesuatu kepada mereka yang sedang menontonmu?" ucap Leon yang masih tersenyum tipis.
Helgard yang terkejut masih tidak merespons apa-apa, dia hanya memberikan wajah panik dan ketakutan yang luar biasa.
Apa yang disaksikannya bukanlah sosok Leon yang berasal dari ras manusia, tapi keberadaan yang bahkan sangat jauh melebihi dewa.
"A-a-a apa sebenarnya kau ini?" dengan nada bergetar Helgard bertanya kepada Leon, perasaannya mengatakan dia pasti akan mati jika melanjutkan ini.
"Hoo, tidak sopan..! Kenapa pertanyaanmu malah apa dan bukannya siapa? Tapi, ya sudahlah akan tetap kujawab" ucap Leon sambil akan menepuk pundak Helgard.
"Boom.." hanya terkena angin dari ayunan tangan Leon saja, Helgard sampai terlempar dan menghantam dengan sangat keras ke tanah sampai-sampai menyebabkan gempa bumi.
"Ups, maaf kau terlalu lemah sih" ucap Leon dengan senyum jahatnya sambil menangkap pedang milik Helgard yang terlepas dari genggamannya, lalu melemparnya hingga menancap tepat di sebelah wajah Helgard.
"Hmm, padahal aku hanya melemparkannya seperti biasa saja, tapi baju zirahmu sampai hancur begitu, kalian ini benar-benar lemah..!" ucap Leon, lalu dia melihat ke arah seluruh tentara yang berkeringat dingin.
** Re: Selamat, Anda mendapatkan 4.200 poin tambahan! Poin sekarang menjadi 14.987 poin.
"Bagus..!" ucap Leon, lalu berbalik badan dan melihat sisa pasukan kerajaan yang ingin melawannya.
"Jadi, apa masih ada yang mau mencoba kekuatanku?" tanya Leon kemudian melepaskan teror aura miliknya dan semua makhluk di radius 10 kilometer pun akhirnya bisa bergerak kembali.
"Wushh.. Bruk.. Bruk.. Bruk.." suara gemuruh di tanah terdengar lantang ketika seluruh tentara dengan sendirinya berlutut dan bersujud di hadapan Leon.
"Hidup raja Leon..! Kami bersumpah untuk mengabdi kepada raja dan kerajaan ini dengan nyawa kami..!" ucap seluruh tentara secara serentak.
Kini, mereka sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak Leon sebagai raja baru mereka.
Dengan kekuatan sebesar itu, mana mungkin mereka berani menentangnya.
"Hahaha, itu yang ingin kudengar..!" ucap Leon dan langkah pertamanya untuk menguasai benua darah campuran pun selesai.
"Kalau begitu, Conceal..! Self Destruct..!" teriak Leon dan sambil mengarahkan tangan kanannya ke atas.
"Cling.. Cliing.. Wush.." sebuah kilatan cahaya berwarna hitam keluar dari ujung tangan Leon lalu melesat ke langit dan meledak.
Lalu, "Conceal..! Super echo..!" dan kini setiap ucapan Leon dapat didengar hingga ke seluruh kerajaan Leonite.
"Dengar, kerajaan ini akan aku jadikan tempat yang aman bagi seluruh ras..!" ucap Leon.
"Karena itu, aku telah memasang kutukan untuk siapapun yang beradi dalam kerajaan dan di luar kerajaan dalam radius 50 kilometer" sambung Leon.
"Ah, jika ingin melindungi kerajaan kenapa harus mengutuknya?"
__ADS_1
"Ya..! Kami tidak percaya dengan kutukan..!"
Seluruh warga yang masih belum tahu Leon dan kini secara mendadak menjadi raja mereka, tentu saja akan banyak yang menolaknya.
Mereka takut, Leon akan membuat hidup mereka akan jadi jauh lebih sengsara daripada raja sebelumnya.
"Hei, aku belum selesai menjelaskan..!" bentak Leon dan semua orang pun terdiam.
"Aku menggunakan kutukan untuk siapapun yang berniat untuk menindas kerajaan ini dan yang tinggal di dalamnya..! Tubuh mereka akan meledak dan menjadi miliaran potong, hal yang sama akan terjadi kepada orang dari luar kerajaan yang menuju ke sini" jelas Leon, tapi sepertinya belum ada yang mengerti ucapannya karena wajah mereka terlihat sangat kebingungan.
** Re: Jangan terlalu bertele-tele, aku pun tidak mengerti.
"Ah sistem, kau ini..!" jawab Leon.
"Baiklah, karena kalian tidak mengerti, singkatnya adalah tidak akan ada yang bisa menindas kalian lagi..!" ucap Leon sambil mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
Warga yang mendengarnya pun hanya tertawa, mereka tidak ada yang percaya dengan kekuatan semacam itu.
Mereka berpikir hanya dewa saja yang bisa melakukannya, dan yang mereka tahu adalah dewa hanya berasal dari ras elf, sedangkan yang ada di hadapan mereka itu adalah seseorang dari ras manusia.
Tentu saja perkataan Leon tadi langsung menjadi bahan lelucon bagi mereka.
"Cih, kau jangan bercanda..! Mana mungkin kami mau dibodohi seperti itu..!" teriak salah satu warga yang kesal.
"Hmm, kalau tidak dicoba memang tidak akan ada yang percaya, ya?" Leon membuat ekspresi seolah-olah kebingungan.
"Oke, kalau begitu kenapa tidak kau coba saja dengan niatan buruk, anggap saja kau sangat membenci raja terdahulu dan kerajaan ini yang telah memperlakukanmu dengan tidak adil, dan sekarang raja Beresford sudah mati, bukankah ini adalah kesempatanmu untuk membalas kerajaan ini?" ucap Leon yang ternyata menggunakan kemampuan negosiasinya hingga akhirnya warga tersebut pun terprovokasi.
Tak butuh waktu lama, warga itu mengamuk dengan wajah yang sangat emosi.
Namun, "Boom.." tubuhnya pun seketika meledak dan menjadi miliaran potong.
Tentu saja itu membuat warga yang lainnya menjadi panik dan sangat ketakutan.
" Oi, yang benar saja..! Kau ingin melindungi atau menghabisi kami semua?" ucap salah satu warga dan dengan mudaj dia mendapatkan dukungan dari warga lainnya.
"Hmm, coba kita lihat..!" ucap Leon.
"Zzeepp.." seketika Leon sudah berada tepat di hadapan warga yang bertanya tadi.
"Aaahh.." kehadiran Leon yang begitu tiba-tiba, membuat semuanya terkejut dan akhirnya terjatuh.
"Jawabannya tergantung dari niatmu terhadap kerajaan ini dan itu termasuk seluruh orang yang tinggal di dalamnya" jawab Leon yang mencoba tersenyum ramah.
"Baiklah, jika tidak ada lagi yang bertanya, aku akan kembali ke istana dan memulai pemerintahan sebagai raja di Leonite" ucap Leon.
"Zzeepp.." dengan kedipan mata, Leon sudah kembali ke istana kerajaan dan memerintahkan seluruh tentara kembali.
"Huh, ternyata ini tidak terlalu menantang..! Terlalu mudah..!" gerutu Leon dalam hatinya.
Dia mengira, bangsa elf itu memang benar-benar kuat sampai-sampai berani menindas ras lain.
"Kalau seperti ini sih, aku bisa mati kebosanan" gerutu Leon kembali.
** Re: Jangan banyak mengeluh, lemah salah, terlalu kuat juga salah, apakah Anda ingin menurunkan tingkat kekuatan Anda?
"Hahaha, kau bercanda? Ini memang yang kuinginkan, tidak ada yang berani menentangku..! Aku akan membuat semua orang yang ada di dekatku tetap aman, tidak akan kubiarkan nasib buruk yang menimpa ibuku terjadi kepada mereka" jawab Leon.
** Re: Kalau begitu berhentilah mengeluh!
"Sistem, kau ini benar-benar tidak bisa diajak bercanda ya" ucap Leon tapi tidak dijawab juga oleh Sistem.
** Re: Sebagai informasi, aku baru ingat bahwa informasi yang aku terima adalah data lama dunia ini.
"Haha, kau mau bilang bahwa masih banyak kekuatan di luar sana yang kau tidak ketahui, dan kau mau memperingatkan aku untuk tidak besar kepala dulu, 'kan?" tanya Leon dengan nada yang sedikit senang.
** Re: Ternyata Anda pintar juga.
__ADS_1
"Ahaak.. ternyata kau masih pedas juga..! Tapi, ini adalah berita yang bagus..! Aku tidak jadi merasa bosan" ucap Leon dengan wajah yang menyeringai.
"Aha..! Aku tahu..!" akhirnya, Leon pun terpikirkan ide untuk invasi selanjutnya.