
Setelah tiba di pintu masuk lembah, Leon menyebarkan energi sihirnya sejauh 5 kilometer untuk mendeteksi kehidupan di sekitarnya.
Dia terkejut dengan jumlah monster yang sedang menunggu di dasar lembah tersebut, semuanya tidak ada yang kekuatannya di bawah level 9.
“Sistem, berapa persen kemungkinan aku selamat jika masuk menggunakan perlengkapan perangku?” tanya Leon.
** Re: sekitar 10 persen! Meskipun Anda bisa memotong semuanya dengan pedang Legia, tapi tidak menjamin untuk tidak mengalami luka fatal akibat serangan secara serentak dari para monster penjaga dasar lembah ini.
“Hmm, selama tidak menyentuh angka nol, itu sudah cukup..!” ucap Leon sambil tersenyum tipis.
Dia pun mengenakan baju zirah, sayap, dan pedang Legia dan bersiap untuk masuk dengan kecepatan tinggi.
Leon mengatur strategi masuk dan keluar dari lembah tersebut karena, meski Leon sangat kuat, jika dia harus berhadapan langsung dengan puluhan monster dengan kekuatan level 10 sekaligus, bahkan dewa sekalipun tidak akan bisa menolongnya.
“Shadow clone..!” tujuan Leon menggunakan sihir tersebut adalah untuk menarik perhatian para monster dan memberikannya jalan masuk yang lebih mudah.
Namun, karena tiruan dirinya hanya bertahan selama 5 menit, dia harus bergegas masuk sesaat para monster itu teralihkan.
“Roaaaarrrrr...” tanpa menunggu lama, lebih dari setengah monster yang sedang berkumpul, langsung mengejar bayangan Leon.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Leon segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju dasar lembah.
Awalnya dia berpikir ini sangat mudah dan tidak seperti yang diperingatkan oleh Sistem sebelumnya, tapi, masalah yang sebenarnya segera terlihat ketika Leon hampir mencapai dasar lembah itu.
5 ekor monster dengan kekuatan level 10 sedang berdiri kokoh di hadapannya.
Para monster tersebut mempunyai tubuh yang sangat besar dengan tinggi yang mencapai hampir 15 meter.
“Manusia hina, bagaimana kau bisa sampai ke sini?” ucap monster yang berdiri paling depan dan sepertinya dia adalah ketua dari kelompok itu.
__ADS_1
Leon merasakan aura yang sangat luar biasa dari mereka sehingga membuatnya tidak berani melakukan serangan secara sembarangan.
“Sistem, bagaimana caraku untuk memanggil Arthas?” tanya Leon, dia merasa tidak akan bisa melawan monster ini sendirian.
** Re: konsentrasikan mana yang Anda miliki ke dalam aliran darah, lalu buatlah sebuah simbol berbentuk segitiga dengan darah Anda sambil memanggil nama Arthas.
Leon segera mengikuti arahan dari Sistem dan meneriakkan nama Arthas, tapi tidak ada yang terjadi.
“Sistem, kenapa tidak ada reaksi apapun?” tanya Leon kebingungan sambil berkeringat dingin.
** Re: Ups, sepertinya ritual seperti itu tidak diperlukan..! Anda hanya perlu menyebutkan namanya setelah memusatkan mana di telapak tangan lalu arahkan ke tanah, maka Arthas akan muncul.
“Kau ini benar-benar... sudahlah..!” Leon tidak ingin berdebat dengan Sistem disaat seperti ini.
Dia pun segera mengikut arahan yang diberikan, dan Arthas pun muncul tepat disebelahnya.
“Tuan, aku akan melakukan apapun yang Anda perintahkan..!” ucap Arthas sambil berlutut.
“Kalau begitu, bantu aku untuk mengalahkan monster itu..!” ucap Leon sambil menunjuk ke arah monster tadi.
“Sesuai perintah Anda..!” Arthas menjawab sambil bangkit dari posisi berlututnya.
Baru saja dia berdiri, monster yang ada di hadapan mereka terlihat sangat ketakutan ketika melihat aura yang dikeluarkan oleh Arthas.
“Tu-tuan Arthas? A-aku tidak menyangka itu anda, bagaimana bisa Anda menjadi pelayan dari manusia rendahan ini?” tanya monster tersebut dengan keringat dingin yang bercucuran.
“Oh, ternyata kau, Roth..! Apakah aku harus menjawab pertanyaan bodohmu itu?” jawab Arthas dengan nada yang dingin.
Monster di hadapannya yang bernama Roth itu pun semakin ketakutan saat melihat tatapan Arthas yang semakin tajam.
“Ti-tidak, aku tidak berani bertanya lagi..! Maafkan kelancanganku sebelumnya, kalau begitu silakan masuk, tuan Arthas..! Kalian semua, berikan jalan untuk tuan Arthas dan manusia ini..!” Roth pun berjalan ke samping dan memberikan jalan kepada Arthas dan Leon.
__ADS_1
“Leon..! Namaku Leon, jangan panggil aku manusia ini” ucap Leon.
“Ba-baik, tuan Leon” jawab Roth dan para monster yang lain pun segera mengikutinya untuk memberikan jalan.
“Tuan, silakan” ucap Arthas sambil merunduk.
Roth yang tercengang dengan sikap Arthas yang begitu hormat kepada Leon, dia hanya bisa menyimpulkan pemikirannya sendiri.
“Siapa sebenarnya manusia ini? Bahkan tuan Arthas sang penguasa hutan kematian pun begitu tunduk di hadapannya..! Kalau begitu, aku tidak akan berani membuat si Leon ini tersinggung” gumam Roth dengan keringat yang semakin bercucuran deras.
“Hehe, terima kasih..! Kalau tahu bisa seperti ini, sejak awal aku tidak perlu repot-repot mengalihkan perhatian para monster di depan tadi” ucap Leon sambil tersenyum.
** Re: Selamat..! Gelar baru telah didapatkan: King of Monsters.
“Hah? Gelar apa lagi itu?” tanya Leon sambil terus berjalan menuju dasar lembah.
** Re: Gelar tersebut memungkinkan Anda untuk mengendalikan seluruh monster yang Anda temui dalam radius 10 kilometer, termasuk monster dengan kekuatan level 10.
“Hahaha, mantap mantap mantap..!” ujar Leon dengan senyum kebahagiaannya.
Tak lama kemudian, dia pun tiba di sebuah danau yang airnya mengandung energi murni yang begitu banyak.
Energi sihir murni yang terdapat di dalam air danau ini, tidak seperti energi murni yang digunakan Leon sebelumnya.
Energi ini terasa begitu hangat dan sangat menenangkan.
Dengan cepat Leon masuk ke dalam air untuk menyerap energi yang terdapat di dalamnya.
Leon hanya merendam diri di pinggir danau hingga sebatas lehernya.
“Baiklah, penyerapan energi dimulai..!” ucap Leon dan dia pun langsung mulai menyerap energi sihir murni.
__ADS_1