
"Baiklah, karena aku sudah tahu semuanya, kira-kira apa yang harus aku lakukan padamu?" Leon membungkuk dan menatap Reefa tepat di matanya.
Karena terkejut dengan wajah Leon yang muncul tiba-tiba di depannya, Reefa melompat ke belakang dan mencoba untuk kabur.
"Bersujudlah..!" ucap Leon dengan santai namun bernada dingin.
"Brukk.." tubuh Reefa seketika itu juga jatuh ke tanah dalam posisi bersujud.
"A-apa yang terjadi? Tubuhku.." Reefa berusaha untuk mengambil kembali kendali atas tubuhnya.
Leon berjalan pelan kepadanya dengan senyuman jahat.
"Oh aku lupa menjelaskannya kepadamu" Leon berhenti lalu kembali berjongkok di hadapan Reefa sambil mengarahkan wajah wanita itu kepadanya.
"Aku yang telah menghidupkanmu kembali..! Jadi, kau sudah tidak punya hak lagi atas kendali tubuhmu..! Mind control..!" Leon pun menggunakan sihir pengendali pikiran kepada Reefa.
"Haha, aku sangat ingin tahu bagaimana reaksi seluruh kerajaan elf ketika kau membunuh raja mereka..!" ucap Leon sambil tertawa terbahak-bahak.
Lalu, sebuah portal teleportasi menuju kerajaan Adelfa pun terbuka dan Leon segera melemparkan tubuh Reefa ke dalamnya.
Segera setelah itu, Leon mengubah bentuk wajahnya dan tubuhnya menjadi Arghos dan menyusul Reefa ke dalam portal teleportasinya.
"Zzeepp..." mereka berdua pun tiba di pintu gerbang istana kerajaan Adelfa.
Semua tentara yang sedang berjaga pun langsung mengerumuni mereka berdua karena mengira itu adalah serangan musuh.
Saat wajah Reefa dan Arghos muncul, para tentara pun menurunkan senjata karena mereka tahu siapa yang keluar dari portal tersebut.
Tapi, para tentara sedikit keheranan, sejak kapan Reefa ataupun Arghos bisa membuat sihir teleportasi tingkat tinggi seperti itu.
Leon pun sadar akan kecurigaan mereka, dan dia pun segera beraksi untuk meyakinkan mereka semua.
Berkat kemampuan bernegosiasinya, Leon pun berhasil mengelabui para tentara bodoh itu dan kini mereka sedang dalam perjalanan menuju singgasana raja Beresford.
"Ckrek.. ngeeeeek.." terdengar suara pintu gerbang ruangan singgasana raja terbuka.
"Hoo, ternyata kalian sudah kembali..! Berarti, dengan ini aku asumsikan bahwa kalian sudah membunuh manusia tidak tahu malu itu, 'kan?" tanya raja Beresford dengan wajah kegirangan.
"Tentu saja, meskipun dia memiliki kekuatan yang lumayan untuk ukuran ras manusia, tidak mungkin dia bisa mengalahkan kita sebagai ras terbaik" ucap Reefa yang tentu saja pikirannya sedang berada di dalam kendali Leon.
"Hahaha, bagus..! Kalian memang benar-benar bisa diandal.." belum sempat raja Beresford selesai berbicara, sebuah belati yang berisi energi sihir pun menancap tepat di jantungnya.
Belati itu ditancapkan langsung oleh Reefa yang masih berada dalam kendali Leon.
Dengan tambahan kekuatan dari Leon, bahkan para tentara yang sedang berjaga pun tidak bisa bereaksi dengan tindakan tersebut.
"Ahakk... Reefa, kau?" ucap raja Beresford sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tubuhnya pun terjatuh ke lantai setelah Reefa menarik belati tersebut.
Setelah itu, Leon pun melepaskan kendalinya dan melihat Reefa yang kebingungan karena dikepung oleh para tentara.
"Reefa, apa yang kau lakukan?" teriak Leon yang masih dalam wujud Arghos lalu kembali tersenyum licik.
"Tidak..! Ini.. bukan aku.." ucap Reefa sambil menjatuhkan belati tersebut ke lantai lalu menutup mulutnya karena tidak percaya Leon akan membuatnya membunuh raja Beresford.
__ADS_1
"Kau..! Ini semua adalah perbuatannya..! Aku sedang dikendalikan olehnya..!" teriak Reefa sambil menunjuk ke arah Leon yang masih dalam wujud Arghos.
"Reefa, omong kosong apa yang kau katakan? Untuk apa aku mengendalikan orang yang sangat aku cintai hanya untuk membunuh raja dan membuatmu berada dalam masalah?" jawab Leon sambil berakting sedih yang sangat meyakinkan.
Ya, dia mengetahui hubungan Reefa dan Arghos saat membaca ingatan Reefa sebelumnya.
Jadi, dia memanfaatkan alasan itu dan lagi-lagi berkat kemampuan negosiasinya, semua tentara bodoh itu pun termakan oleh ucapannya.
Padahal, jika dalam keadaan normal, sosok Arghos yang ditiru oleh Leon tidak akan mungkin bisa lolos dari tuduhan bersekongkol untuk membunuh raja.
Karena, Arghos adalah salah satu dari kelompok penjaga raja yang diketuai oleh Reefa.
Tentu saja sosok Arghos pun akan ikut terseret dan dituduh sebagai bagian dari pembunuhan berencana terhadap raja Beresford.
"Kalian benar-benar bodoh..!" teriak Reefa yang tidak habis pikir karena mereka bisa percaya dengan ucapan Leon.
Para tentara pun tidak mempedulikan ucapan Reefa, lalu, "Brukkk.." dengan cepat tubuh Reefa kini sudah menempel di lantai dan segera diikat oleh para tentara dengan menggunakan borgol sihir para elf.
"Tidak..! Ini kesalahan..! Aku tidak membunuh raja..!" teriak Reefa panik karena dia tahu sudah pasti hukuman mati akan jatuh kepadanya.
Para tentara pun mengumumkan kematian raja dan pemberontakan Reefa karena telah membunuh raja Beresford.
Leon hanya tersenyum tipis dan licik karena rencananya berjalan dengan mulus.
"Reefa oh Reefa, kalau saja kau dan ras elf tidak merasa paling superior sampai-sampai memperbudak ras lainnya, mungkin kau bisa menjadi teman perjalananku mengelilingi dunia ini" gumam Leon, lalu dia berjalan mengikuti para tentara yang membawa Reefa dan tubuh raja Beresford yang masih bersimbah darah.
Dengan kematian raja, kerajaan ini pun dilanda kekacauan karena rakyat yang tertindas merasa bahwa inilah saatnya untuk mengambil kembali kebebasan mereka.
"Hei, kau sudah dengar kabarnya?"
"Ya, dan aku pun terkejut"
"Mmm, tidak salah kau terkejut..! Karena selama ini yang kita tahu adalah ras para elf selalu mengagungkan raja mereka dan tidak akan pernah berani mencelakai apalagi sampai membunuh"
"Cih..! Makhluk superior apanya? Ternyata mereka pun sama saja dengan ras lainnya, haus kekuasaan..!"
Percakapan beberapa warga ras manusia pun terus terdengar di seluruh penjuru kerajaan.
Seolah-olah ini adalah sebuah hari yang sangat penting, mereka semua berbondong-bondong untuk melihat salah satu ras elf yang mereka benci akan dibunuh oleh rasnya sendiri.
"Haha, aku pikir kabar tentang pembunuhan raja akan dirahasiakan oleh mereka untuk menghindari masalah yang tidak perlu" gumam Leon sambil terus mengikuti para tentara hingga tiba di area eksekusi mati.
"Sepertinya aku tidak perlu repot-repot lagi untuk mengumpulkan semua orang agar mereka bisa menyaksikan kehebatanku" gumam Leon sambil tersenyum.
Dalam sekejap, area eksekusi tersebut sudah dipenuhi oleh kerumunan warga yang sangat antusias.
Semua tangan dan kaki Reefa kini sudah diikatkan kepada sebuah tiang yang di bawahnya terdapat tumpukan kayu yang sudah siap membakar habis tubuhnya.
"Reefa Merll, atas pembunuhan yang kau lakukan, kau akan dijatuhi hukuman mati dan jiwamu akan dipenjara selamanya di dalam dimensi void" ucap salah satu petinggi kerajaan Adelfa.
"Tidaaaak..! Ini semua kesalahan..! Bukan aku yang membunuh raja Beresford, tapi dia..!" teriak Reefa dengan air mata yang mengucur deras lalu menunjuk ke arah Arghos yang tentu saja itu adalah Leon.
"Huuuu... ternyata begini ras elf yang sangat agung? Sudah jelas membunuh tapi masih saja berusaha melemparkan tuduhan ke orang lain?" teriak salah satu warga yang berasal dari ras setengah manusia setengah tupai.
__ADS_1
"Eh mungkin maksudmu elf lain?" sergah temannya yang berdiri di sebelahnya.
"Ya itu maksudku..!" jawab warga setengah manusia setengah tupai itu kembali.
Mendengar teriakan warga itu, para petinggi pun memutuskan untuk mempercepat eksekusi mati Reefa karena ingin segera menghukum mereka yang berani menghina ras elf.
"Ada ucapan terakhir?" ucap petinggi kerajaan tersebut sambil mengisyaratkan para algojo untuk bersiap memulai eksekusi matinya.
"A-aku, aku tidak tahu apa yang ingin aku..." tidak sempat Reefa menyelesaikan ucapannya, sihir api level 8 pun sudah membakar kayu yang ada di bawahnya dan segera menyelimuti tubuhnya.
"Aaaaaaaaarrrrrrrhhhhh....." teriakan Reefa terdengar sangat memilukan bagi beberapa orang.
Namun, bagi sebagian warga yang selalu ditindas oleh ras elf ini, teriakan Reefa menjadi seperti alunan musik yang menenteramkan jiwa.
"Wushh.. Wushh.." api semakin membesar karena terus menerus ditambahkan energi sihir ke dalamnya oleh para algojo untuk mempercepat proses eksekusinya.
Tidak sampai 2 menit, tubuh Reefa pun kini sudah menjadi abu.
Kemudian, salah satu petinggi kerajaan menggunakan sebuah sihir dengan kekuatan level 6 untuk mengirim jiwa Reefa ke dalam dimensi void.
"Zzeepp.." portal dimensi void pun sudah tertutup dan acara eksekusi mati pun telah selesai.
Namun, para petinggi kerajaan yang masih merasa murka oleh ucapan beberapa warga sebelumnya, memerintahkan para tentara untuk menangkap mereka dan di bawa ke area eksekusi mati.
Sontak saja, semua warga langsung berhamburan karena tidak ingin menjadi korban yang sia-sia.
"Hahaha, kalian pikir bisa dengan seenaknya berbicara tentang ras elf yang agung, ha?" teriak salah satu petinggi yang menyuruh para tentara tadi.
Leon hanya semakin tersenyum lebar melihat kelakuan ras elf yang ada di depannya ini.
Baginya, pertunjukkan ini sudah sangat meyakinkan niatnya untuk memusnahkan seluruh ras elf tanpa terkecuali.
Dengan perlahan Leon mendekati para petinggi yang berjumlah 10 elf yang sedang berdiri di dekat abu Reefa.
"Kau..! Kau salah satu anggota penjaga raja, 'kan?" tanya salah satu petinggi saat Leon menghampirinya dan Leon hanya menjawab dengan senyuman tipis.
"Karena raja Beresford telah mati, harus ada raja yang menggantikan.." kejadian berikutnya benar-benar membuat semua terdiam termasuk para elf lainnya.
"Craaaaat.... Boom.." kepala semua petinggi kerajaan pun terputus dari tubuh mereka lalu meledak di udara setelah Leon menjentikkan jarinya.
Tak ada satupun yang bisa mencerna ataupun merespon kejadian yang baru saja mereka saksikan.
"Bruk.." tubuh 10 petinggi kerajaan tergeletak di tanah.
"Haduh, aku pikir akan melakukan ini secara perlahan" Leon pun mengubah penampilannya kembali seperti semula.
Baru saat itulah semua orang sadar bahwa sosok yang ada di hadapan mereka adalah seseorang dari ras manusia yang sebelumnya sempat membuat keributan sampai-sampai menyatakan perang kepada ras elf dengan mengaku sebagai seorang dewa.
Semua warga langsung berlarian menjauh dari area eksekusi agar tidak terkena dampak dari pertarungan yang akan segera terjadi.
"Masa hidup kalian, sudah habis..!" ucap Leon sambil tersenyum lebar.
Tidak butuh waktu lama, seluruh tentara kerajaan Adelfa yang berjumlah 50 ribu orang dengan kekuatan rata-rata level 7 pun langsung berkumpul di area tersebut untuk mengepung Leon dari darat maupun udara.
__ADS_1