The Absolute System

The Absolute System
Kekhawatiran Arthas!


__ADS_3

Di sisi Noel..


“Wush..” Noel dan Arthas telah tiba di lembah tak terbatas dan segera berkumpul dengan para monster lainnya yang sedang mengungsi.


Meskipun hanya memiliki setengah kekuatan dari Leon, semua monster yang ada di sekitarnya tetap merasa tertekan oleh aura raja para monster dan tanpa diperintah, mereka semua berlutut di hadapan Noel.


“Panjang umur sang raja..!” teriak semua monster yang ada di sana dengan nada yang sangat senang seperti menyambut sang penyelamat bagi mereka.


Noel melihat ke sekelilingnya, meskipun dia adalah bagian dari Leon, tapi entah kenapa Noel merasa sangat asing di tempat ini.


“A-apa aku benar-benar sekuat itu? Bahkan monster yang terlihat sangat berbahaya ini sampai tunduk di hadapanku” gumam Noel sambil melihat tubuh besar Roth yang sedang berlutut di hadapannya.


Noel memang bagian dari Leon, tapi ingatan dan pengalaman yang dia miliki adalah individu tersendiri.


Dengan kata lain, Noel adalah orang lain yang memiliki kekuatan seperti Leon kecuali dia tidak memiliki Sistem yang membantunya seperti Leon.


“Kau, namamu Arthas, kan?” ucap Noel sambil berjalan mendekati Arthas.


“Benar tu..” belum selesai Arthas menjawab, sebuah kejutan dari Noel pun menghantamnya.


“Bzzzzz… Boom..” sihir dengan elemen api yang sangat panas hingga mampu membuat sebuah ledakan besar dan membuat gempa bumi di sekitarnya.


“Bzzz.. Bzzzz.. Bzzzz..” suara sengatan listrik terdengar dari tubuh Arthas yang terkena serangan Noel.


Beruntung, dia masih mengenakan cincin artefak pemberian Leon sebelumnya, sehingga serangan Noel barusan hanya seperti dihembus dengan kipas angin, tidak memberikan luka apapun kepadanya.


Tapi, agar tidak menimbulkan kecurigaan, Arthas berpura-pura terpental ke belakang sesaat setelah serangan itu mengenai tubuhnya dan dengan sengaja menghantamkan tubuhnya ke sebuah batu besar di sana.


“Tu-tuan, kenapa?” tanya Arthas dengan tatapan yang penuh kewaspadaan.


“Wow, haha, maaf.. maaf.. Aku tidak menyangka ternyata akan sebesar itu, padahal aku baru menggunakan 5 persen kekuatanku” ucap Noel sambil mengusap-usap belakang kepalanya dengan senyuman konyolnya.


“Tolong lebih berhati-hati dengan kekuatan Anda” ucap Arthas sambil berdiri lalu berjalan perlahan ke arah Noel.


Noel hanya tertawa dan mengiyakan perkataan Arthas, lalu mereka berdua berdiri di hadapan barisan para monster.


“Ehem, aku sudah dengar permasalahan yang terjadi saat ini, apakah ada yang tahu kapan orang-orang dari guild petualang itu akan menyerang kembali?” tanya Noel.

__ADS_1


“Tuan, aku telah mengirim Jan Cook si monster burung tak terlihat untuk memata-matai para pembantai itu, dan beberapa lokasi yang menjadi markas dari guild mereka pun sudah kami ketahui, tapi..” Roth berhenti sejenak lalu menoleh ke arah teman-teman monsternya yang lain.


“Mmm, aku mengerti..! Kalian tidak berani menyerang karena mereka masih memiliki senjata sihir itu, kan?” tanya Noel.


Kemudian, Noel berjalan perlahan ke arah Roth lalu tersenyum sambil berkata “Sekarang waktunya pembalasan..!”.


Noel pun menyuruh Roth untuk memberitahukan semua informasi lokasi guild petualang tadi dan bersiap untuk melakukan penyerangan.


Lalu, dengan informasi yang lengkap dari Roth, Noel segera membuka portal teleportasi menuju ibukota kerajaan Rodo, tempat di mana guild petualang yang pertama akan dimusnahkan olehnya.


Saat para monster ingin ikut bersamanya, Noel malah memerintahkan mereka untuk berdiam diri di lembah tak terbatas ini.


Meskipun kekuatan itu bukan miliknya, Noel sebenarnya ingin menguji batas yang dimilikinya saat ini.


Saat ini, Noel benar-benar tidak seperti Shadow Clone biasa yang hanya bisa menerima perintah tanpa memiliki emosi sedikitpun, dia benar-benar sebuah individu yang memiliki perasaan dan emosinya sendiri.


“Wushh...” lalu, pergilah Noel dari lembah tak terbatas menuju ibu kota kerajaan Rodo.


Arthas sebenarnya sangat khawatir dengan sifat sembrono yang dimiliki oleh Noel, karena mungkin saja dia akan cepat merasa congkak dengan kekuatan yang ada pada dirinya saat ini.


Meskipun hanya setengah dari kekuatan Leon, itu sudah cukup untuk menghapus benua ini dari peta dan dari dunia.


Berkat artefak yang diberikan Leon juga, dia tidak bisa dideteksi oleh sihir pendeteksi yang digunakan oleh Noel atau orang lain.


Jadi, dia bisa segera melaporkan kepada Leon jika terjadi sesuatu yang diluar kendali.


Sesaat kemudian, Noel tiba di tengah kota kerajaan Rodo dan tentu saja membuat kegaduhan yang tidak perlu karena sihir teleportasinya.


Semua tentara kerajaan yang sedang berjaga pun langsung mengerumuni lokasi kedatangan Noel.


“Wow, wow, wow, santai saja..! Tidak usah panik begitu, perkenalkan, namaku Noel dan aku akan membunuh kalian semua, hehe” ucap Noel sambil memejamkan mata dan memberikan senyuman tipisnya.


Tentu saja mendengar ancaman seperti itu, para tentara tidak menunggu perintah dari raja untuk melumpuhkan Noel.


“Seraaang..!” teriak seseorang yang sepertinya adalah komandan mereka.


Satu grup tentara kerajaan yang berjumlah 30 orang pun maju untuk menyergap dan menghalangi jalan melarikan diri Noel.

__ADS_1


Mereka tidak mengendurkan kewaspadaan karena sihir yang digunakan oleh Noel sebelumnya paling minimal harus dilakukan oleh 2 orang dengan level kekuatan di atas 3 atau level 7 untuk bisa menggunakannya seorang diri.


Sedangkan mereka tidak melihat siapapun selain Noel yang keluar dari portal tersebut, yang berarti dia berada di level 7 atau lebih.


“Hmm, kalian ini benar-benar tidak sabaran ya? Kalau begitu, Speed up..! Magic up..! Agility up..!” dan dalam sekejap...


“Wush.. Craatt.. Craatt.. Craatt.. Craatt..”


“Oh kekuatan sihir murni, hembuskan angin kemenangan kepada ka..” belum sempat para pasukan kerajaan itu menyelesaikan rapalan mantera sihir, Noel memotong kepala semua pasukan kerajaan yang menyergapnya dengan mudah.


“Hmm, apa tidak bisa kita bicara terlebih dahulu? Oh maaf, aku lupa kalau kalian ini para bajingan yang tidak punya otak, jadi, akan percuma jika aku mengajak bicara juga” ucap Noel dengan senyuman seperti seorang psikopat yang berlumuran darah.


“Mo-monster..!” teriak komandan pasukan kerajaan itu saat melihat lensa mata Noel yang berubah menjadi warna merah.


“Monster? Oh, maksudmu mataku ini? Haha, dari awal aku juga tidak mengerti seperti apa kekuatanku, jadi, maaf saja aku tidak bisa menjelaskannya padamu..! Tapi,  tidak ada gunanya juga aku jelaskan, lebih baik aku praktekkan saja, ‘kan?” ucap Noel sambil tertawa tarbahak-bahak yang kini benar-benar mirip seperti seorang psikopat haus darah.


“Sekarang, kira-kira apa yang harus aku lakukan pada tikus-tikus ini? Hmm, tapi aku sudah mulai bosan,..” Noel berjalan perlahan mendekati para pasukan kerajaan yang tersisa.


Dan, “Craatt.. Craatt.. Craatt.. Craatt..” Noel memotong-motong tubuh seluruh pasukan yang mengepungnya hingga tidak ada lagi yang selamat.


“Gawat, haruskah aku laporkan sekarang?” pikir Arthas, tapi, jika dia laporkan sekarang, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan para kerajaan yang memegang senjata pemusnah eksistensi itu kepada para monster selanjutnya, dan akhirnya Arthas memilih untuk tetap mengawasi semua tindakan Noel.


Pembantaian yang dilakukan oleh Noel, membuat seluruh warga yang melihat lari tunggang langgang dengan rasa takut yang luar biasa.


“Conceal..! Fire ball..! Absorb life” ucap Noel, dan sebuah bola api sebesar kelereng pun bermunculan di hadapan semua orang di dalam radius 30 meter darinya.


Lagi-lagi Arthas beruntung karena artefak yang dikenakannya, dia lolos dari sihir yang digunakan oleh Noel.


Dengan satu kata dari Noel, seluruh bola api sebesar kelereng itu pun masuk ke dalam tubuh semua orang, dan “Boom.. Boom.. Boom.. Boom.. Boom..”.


Semua bagian tubuh mereka pun meledak hingga menjadi miliaran potong, dan jiwa dari orang yang sudah mati seperti terserap oleh Noel lalu meningkatkan kekuatannya beberapa persen.


"Waah, aku tidak menyangka akan sedahsyat ini..! Hehe, aku ingin tahu apa lagi yang bisa aku lakukan dengan kekuatan ini" Noel berjalan mengitari ibukota kerajaan Rodo hingga akhirnya dia tiba di istana raja.


Dengan kejadian tadi, tidak mungkin Noel akan dilepaskan begitu saja.


Raja Tokae sang penguasa kerajaan Rodo telah memerintahkan seluruh tentara kerajaan serta guild petualang sebagai pendukung militer kerajaan dan guild alkemis sebagai pasukan medis berkumpul di istana raja untuk membunuh Noel.

__ADS_1


Mereka berpikir, jika Noel adalah musuh, dia pasti akan mengincar raja yang sedang berada di istana.


__ADS_2