The Absolute System

The Absolute System
Senjata Sihir Pemusnah Eksistensi!


__ADS_3

3 hari kemudian..


Di sisi kerajaan elf lainnya..


Berita bahwa pemerintahan kerajaan Adelfa yang sebelumnya telah jatuh dan berhasil dikuasai oleh orang dari ras manusia, membuat seluruh kerajaan elf yang ada di benua darah campuran merasa berang dan memperketat kewaspadaan mereka.


Keenam kerajaan elf yang tersisa pun langsung mengadakan rapat darurat dengan menggunakan sihir bangsa elf, yaitu Ether.


“Braaak..” suara meja yang dipukul dengan keras pun terdengar sebagai pembuka rapat para raja elf.


“Kurang ajar..! Sudah lebih dari 300 tahun belum pernah ada yang berani menentang bangsa elf seperti ini..!” ucap raja Aredel dari kerajaan elf Airiel.


“Mmm, baru kali ini aku mendengar hal seperti ini” sahut raja Aldaron dari kerajaan elf Luthien.


“Tapi, bagaimana mungkin ras manusia bisa menghimpun pasukan sekuat dan sebanyak itu sampai-sampai kerajaan yang dipimpin Beresford bisa jatuh ke tangan mereka?” sambung raja Amandil dari kerajaan elf Arwen.


“Ya, meskipun aku tahu kalau kerajaan Adelfa itu adalah yang paling lemah di antara kerajaan elf lainnya, tapi, meskipun seluruh ras manusia di benua ini bersatu, tidak akan mungkin bisa sampai menundukkan Beresford..!” sambung raja Anarion dari kerajaan elf Mirime


“Umm, tapi, dari kabar yang aku dengar, manusia yang mengambil alih kerajaan Adelfa itu hanya seorang diri” ucap raja Annon dari kerajaan elf Idril.


“Hahaha, kau jangan bercanda..! Jika seluruh kekuatan ras manusia di benua ini saja digabungkan tidak bisa mengalahkan bahkan untuk kerajaan terlemah elf, bagaimana mungkin bisa hanya seorang diri sampai mengambil alih?” bantah raja Aranel dari kerajaan elf Galadriel.


“Ya, kau jangan bercanda disaat serius seperti ini, Annon..!” bentak raja Anarion.


“Hei, aku hanya menyampaikan apa yang aku dengar dari mata-mata kepercayaanku yang kebetulan sedang berada di kerajaan Adelfa saat kejadian itu berlangsung” jawab raja Annon.


“Omong kosong..!” bentak raja Aldaron, Aredel, Anarion, dan Aranel secara serentak.


Mereka berempat sangat kesal karena menganggap berita yang disampaikan oleh raja Annon sangat tidak masuk akal, dan akhirnya raja Annon pun dibungkam agar tidak mengatakan hal-hal yang menurut mereka tidak masuk akal.


30 menit berlalu..


“Jadi, apa kau yakin dengan rencana ini?” tanya raja Aredel kepada raja Aldaron.


“Hoho, tentu saja aku yakin..! Bagaimanapun juga, lawan kita hanyalah manusia..! Lagipula, memangnya kau pikir bisa sekuat apa si Beresford konyol itu?” jawab raja Aldaron dengan berbalik bertanya.


“Hahahaha, aku rasa kau ada benarnya..! Kalau begitu, apakah ada yang keberatan dengan rencana ini?” jawab raja Aredel lalu bertanya kepada raja-raja yang lainnya.


“Aku sih yes..!” jawab raja Anarion dan disambung oleh raja-raja lain yang mengatakan hal yang sama.


“Baiklah, kalau begitu, satu minggu lagi rencana ini akan segera dilakukan..! Bersiaplah kalian semua..!” ucap raja Aredel sekaligus mengakhiri rapat para raja elf tersebut.


Di sisi benua asal Leon..


Berita bahwa kerajaan elf yang sudah ditundukkan oleh hanya satu orang dari ras manusia pun tersebar hingga ke seluruh penjuru negeri dan tentu saja hingga ke telinga Zimos.


“Kekuatan yang besar seperti itu, sudah pasti berasal dari bocah budak itu..!” gumam Zimos yang mengepalkan genggamannya dengan keras hingga gelas yang ada di tangannya pun pecah dan melukainya.


“Zzeepp..” tapi, seketika itu juga tangannya pulih kembali berkat kutukan yang diberikan oleh Leon sebelumnya.


Benua darah campuran di mata orang-orang dari benua asal Leon, adalah sebuah benua terkutuk untuk ras selain elf.


Karena, sekuat apapun mereka, energi sihir makhluk yang masuk ke benua itu akan disedot habis dan hanya akan menjadi makhluk tidak berdaya layaknya ulat yang tidak bisa melawan ketika akan diinjak.


Dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, Zimos berkata “Ternyata kau ada di sana, tunggu saja pembalasanku..! Akan kubuat kau menderita untuk apa yang telah kau lakukan padaku”.


Lalu, dia kembali menatap dan tersenyum licik ke arah senjata ciptaannya yang baru saja selesai ditingkatkan olehnya.


Di sisi Leon..


“Haa.. Hatchiii..! Sepertinya ada yang sedang membicarakanku” ucap Leon sambil mengusap-usap hidungnya.


“Sistem, aku sangat penasaran” ucap Leon.


** Re: Tentang apa?


“Seperti apa wujud dari dewa yang diyakini oleh orang-orang di benua ini?” tanya Leon sambil duduk kembali di singgasananya tanpa ada seorang pun selain dirinya di dalam ruangan itu.


** Re: Pada dasarnya, orang-orang di benua ini menyembah kekuatan.


“Maksudmu?” tanya Leon sambil memicingkan matanya yang kanan.


** Re: Mereka hanya menganggap makhluk yang kekuatannya tidak masuk akal mereka sebagai dewa.


“Hoo, berarti sekarang ini aku sudah dianggap seperti dewa?” tanya Leon dengan senyum tipisnya.


Lalu Leon berdiri dari singgasana dan berjalan ke arah jendela.


** Re: Belum!


Leon hanya tersenyum mendengar jawaban dari Sistem, dia pun paham mana mungkin hanya karena berhasil menundukkan satu kerajaan saja bisa menjadi dewa.


Terlebih lagi, sebelumnya sudah dikatakan oleh Sistem bahwa masih banyak kekuatan yang belum diketahui olehnya atau pun Leon.


“Sial..! Rencana menguasai benua ini benar-benar membuat jantungku berdegup kencang..! Aku sudah tidak sabar untuk perang selanjutnya” ucap Leon sambil mengepalkan tangan kanannya.


Tak lama kemudian, Leon merasakan energi sihir yang besar sedang berdiri tepat di belakangnya.

__ADS_1


“Arthas kah?” ucap Leon tanpa melihat ke belakang.


“Tuan, aku merasakan energi bekas pertempuran di area ini lalu aku segera datang dengan sihir pencari, apakah Anda baik-baik saja?” tanya Arthas sambil berlutut dan berkeringat dingin.


“Hmm, apakah kau pikir pertempuran kecil seperti ini bisa membuat goresan di tubuhku?” Leon malah berbalik tanya.


“Ti-tidak.. Tu-tuan, ampuni aku” Arthas langsung merasakan tekanan hawa pembunuh yang sangat kuat dari tubuh Leon meskipun tuannya itu tidak melakukan apa-apa.


Karena tidak kuat, Arthas pun ingin berpamitan kepada Leon sampai-sampai melupakan niatnya untuk menyampaikan informasi dari luar benua darah campuran.


“Hei, kenapa terburu-buru? Pasti ada sesuatu yang membuatmu susah payah datang ke sini, kan?” ucap Leon menahan Arthas yang ingin segera pergi.


Namun, Arthas tidak bisa berbicara apapun karena masih merasa tertekan dengan aura pembunuhnya Leon tadi yang ternyata adalah aura dari gelar raja para monster.


“Hmm? Kenapa kau diam saja?” tanya Leon yang akhirnya membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah Arthas.


“Bruaak..” akhirnya Arthas tidak sanggup lagi untuk menahan tekanan tersebut dan tubuhnya pun terhempas ke lantai.


** Re: Arthas tidak bisa merespon karena tekanan yang sangat besar dari aura raja para monster!


“Kenapa seperti itu? Bukankah sewaktu di lembah dia tidak ada masalah berada di dekatku?” tanya Leon kebingungan.


** Re: Itu karena sihir dengan kekuatan level 8 yang menyelimuti benua darah campuran.


“Kekuatan apa?” tanya Leon kembali sambil berjalan menghampiri Arthas.


** Re: Semua makhluk selain dari ras elf itu sendiri, akan kehilangan kekuatan sihir mereka ketika memasuki benua ini.


Leon tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sistem karena dia sendiri bukanlah dari bangsa elf, tapi, kekuatannya sama sekali tidak terpengaruh oleh sihir tersebut.


Karena merasa Arthas sangat membutuhkan pertolongan, Leon pun segera menciptakan sebuah artefak untuknya.


“Conceal..! Creation..!” ucap Leon dan dengan segera aura berwarna hitam menyelimuti tubuhnya.


“Wush..” angin yang berhembus kencang ketika pembuatan artefak tersebut telah selesai.


Sebuah benda berbentuk cincin yang dapat menangkal segala jenis sihir hingga level 10 pun diberikan kepada Arthas.


“I-ini?” ucap Arthas terbata-bata saat menerima artefak dari Leon.


“Pakai saja..!” ucap Leon, dan dengan terburu-buru Arthas pun mengenakan artefak tersebut di jari manis tangan kanannya.


“Boom.. Boom..” seketika itu juga ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Arthas dan dia pun merasakan seluruh kekuatannya telah kembali.


“Sekarang, katakan ada apa kau mencariku hingga ke sini..!” ucap Leon sambil menepuk pundak Arthas.


Arthas pun menceritakan semua kejadian yang dilewatkan oleh Leon selama dia tidak ada di benua asalnya.


“Hoo, bukankah itu bagus untuk para monster? Mereka akan terlahir kembali dengan kekuatan yang lebih hebat lagi, kan?” tanya Leon menanggapi informasi dari Arthas tentang pembantaian monster secara massal oleh kerajaan-kerajaan di benua asalnya.


“Masalah adalah, mereka dibunuh dengan senjata sihir ciptaan ilmuwan gila” jawab Arthas.


“Hmm? Kenapa dengan senjata sihir itu?” tanya Leon penasaran sambil mengernyitkan dahinya.


“Senjata sihir itu mengeluarkan energi sihir yang aneh, monster apapun yang terbunuh oleh senjata itu, tidak akan terlahir kembali” jawab Arthas dengan nada yang agak pilu.


Leon tertegun mendengar informasi yang diberikan Arthas, “Kalau sampai tidak ada lagi monster, aku bukan raja para monster lagi dong?” pikirnya.


Arthas pun menceritakan bahwa sebagian besar monster yang ada di hutan kematian sudah dibantai tanpa ampun oleh sekelompok orang dari guild petualang yang membawa senjata sihir tersebut.


“Tapi, bukankah dengan begitu mereka tidak akan mendapatkan sumber kekuatan maupun material dari monster yang bisa mereka bunuh berkali-kali tanpa menghapus eksistensi para monster itu sendiri? Apakah mereka itu benar-benar bodoh?” gumam Leon penasaran dengan siapa orang-orang bodoh yang mau melakukan itu.


“Arthas, apa kau tahu siapa yang menciptakan senjata sihir itu?” tanya Leon semakin penasaran.


“Maafkan aku tuan, aku masih belum ada informasi tentang itu” jawab Arthas.


“Tapi, aku pernah mendengar kalau mereka sengaja menggunakan senjata itu dengan tujuan untuk menghentikan perkembangan kekuatan seluruh kerajaan yang mengandalkan para monster sebagai sumbernya” jawab Arthas sambil tetap berlutut.


** Re: Menurut penjelasan dari Arthas, sepertinya senjata sihir itu menggunakan metode sihir penghapus eksistensi.


“Penghapus eksistensi? Sepertinya kalau itu dibiarkan, ke depannya akan sangat merepotkanku” gumam Leon.


** Re: Apakah Anda ingin meninggalkan benua ini untuk  mencari tahu informasinya?


Leon tidak langsung menjawab pertanyaan Sistem karena dia masih ingin menjalankan rencananya di sini.


Dia berpikir sejenak dan berkali-kali melihat ke arah Arthas untuk mencarikan solusinya.


“Sistem, apakah mungkin aku membuat bayangan diriku yang memiliki kekuatan setara denganku?” tanya Leon yang terlihat seperti memiliki sebuah rencana.


** Re: Tidak! Kalau bisa pun hanya sampai sebagiannya saja dan itu akan menyegel sebagian kekuatan Anda!


“Hmm, itu seperti serpihan diriku yang kecil ya?” Leon kembali berpikir keras.


Jika tidak segera menghentikan produksi dan penggunaan senjata sihir penghapus eksistensi itu, akan mengancam keberadaan para monster. Jika dipikir kembali, tentu saja Leon menjadi sangat peduli kepada monster karena dia adalah raja mereka semua.


Akhirnya, Leon pun memutuskan untuk melakukan hal itu meski harus menyegel sebagian dari kekuatan penuhnya.

__ADS_1


“Sistem, aku akan melakukannya..!” ucap Leon dengan penuh keyakinan.


** Re: Dimengerti! Proses penggandaan akan dimulai!


“Cliiing… Cliiing...” tubuh Leon bersinar terang dan ditutupi oleh energi sihir dan seluruh ruangan pun dipenuhi dengan hempasan-hempasan energi sihir yang sangat kuat, bahkan Arthas yang sedari tadi melihatnya hanya bisa berkeringat dingin dan berharap energi di ruangan itu tidak meledak dan menghancurkan dirinya.


Tak lama kemudian, sebuah siluet bercahaya putih terang pun tercipta di sebelah tubuh Leon.


“Zzeeppp.. Boom.. Wushhh..” ledakan kecil pun terdengar dari siluet tersebut hingga akhirnya cahaya yang menutupinya menghilang perlahan lalu terlihat sesosok yang sangat mirip dengan Leon yang asli.


** Re: Proses penggandaan selesai! Sebagian dari kekuatan Anda akan tersegel di dalam tubuh itu dan hanya bisa diambil kembali dengan sihir penggabungan jiwa. Tapi..


“Tapi?” tanya Leon sambil menaikkan sebelah alisnya.


** Re: Jika bayangan Anda yang itu mati sebelum penggabungan jiwa dilakukan, kekuatan Anda akan berpindah kepada siapapun yang berhasil membunuhnya. Dengan kata lain, mereka akan bisa melakukan apa yang bisa Anda lakukan.


“Sistem, kau ini benar-benar penuh dengan jebakan..!” ucap Leon yang termenung karena dia sama sekali tidak diberitahu soal ini sebelumnya.


Jika tahu akan seperti itu konsekuensinya, mungkin Leon tidak akan melakukannya.


“Kenapa kau tidak memberitahukan tentang hal buruk itu sebelum aku menyetujui idemu ini, Sistem?” tanya Leon kesal.


** Re: Anda tidak bertanya dan juga tidak ingin tahu apa resiko yang ada dibalik teknik penggandaan ini! Jadi, ini bukanlah kesalahanku.


“Sistem, kau ini...” Leon kehabisan kata-kata untuk menyangkalnya, karena memang dia tidak menanyakan terlebih dahulu yang membuat ini adalah kesalahannya sendiri.


“Ooh baiklah, apapun itu, aku tidak akan membiarkanmu mati, aku yang satunya..!” Leon kemudian memberikan 3 pil keabadian dan 10 pil penyembuhan 100 persen kepada bayangan dirinya.


“Kalau begitu aku akan memanggilmu, Leon kedua..!” ucap Leon yang asli.


“Hoo, kenapa tidak kau saja yang menjadi Leon kedua? Kenapa harus aku?” ucap bayangan Leon.


“Hei, kok?” Leon yang asli kebingungan dibuatnya.


** Re: Aku lupa memberitahukannya, sifat yang dihasilkan dari proses penggandaan ini akan 100 persen mirip dengan Anda yang aslinya! Jadi, ini seperti Anda sedang bercermin, hehe.


“Jangan hehe kepadaku..! Kau ini..! Ahh sudahlah, aku baru tahu ternyata aku memang se-mengesalkan ini” ucap Leon yang asli sambil menghela nafas panjang.


“Kalau begitu, aku akan memanggilmu dengan Noel sebagai kebalikan dari namaku, dengan begitu tidak akan ada Leon pertama dan kedua..!” ucap Leon karena tidak ingin repot.


“Hmm, boleh juga..! Baiklah, aku akan menggunakan Noel sebagai namaku..!” ucap bayangan Leon.


Leon pun penasaran dengan status kekuatannya saat ini, dan dia pun ingin segera mengeceknya “Status..!”.


\=\=\=STATUS\=\=\=


Nama: Leon


Kasta: Budak


Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);


Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);


Status Mana: 2.272.000 / 2.350.000


Poin: 14.987


Rim: 4.875


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lalu, "Status..!" ucap Leon ke arah Noel.


\=\=\=STATUS\=\=\=


Nama: Noel


Kasta: Bangsawan


Level Atribut: Fisik (10); Sihir (10); Penciptaan (10); Penyembuhan (10); Kegelapan (10); Peniruan (10); Pengendalian Waktu (10); Negosiasi (6);


Level Kekuatan Tubuh: Fisik (10); Anti Elemental (10); Penetrasi (10); Ketampanan (9);


Status Mana: 150.000 / 150.000


Poin: -


Rim: -


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hehe, ternyata meskipun dia tiruanku dan kastanya malah naik jadi bangsawan, tapi jumlah mana miliknya tidak lebih banyak dariku..!” ucap Leon dengan nada yang bahagia.


“Bagus, sekarang kau pergilah bersama Arthas dan cari tahu siapa pembuat senjata merepotkan seperti itu..! Dan satu pesanku, jangan mati..!” ucap Leon.


“Cih, kau pikir dengan siapa kau berbicara?” ucap Noel sambil mengarahkan tangan kanannya ke samping untuk membuat portal teleportasi.

__ADS_1


“Wushh..” Arthas dan Noel pun pergi dengan portal teleportasi menuju benua asalnya, sedangkan Leon yang asli tetap di benua darah campuran untuk melanjutkan rencananya menaklukkan benua ini.


“Baiklah, kalau begini sudah tidak ada masalah lagi” ucap Leon dengan tatapan yang penuh semangat.


__ADS_2