
“Syut.. Syut..” Leon melompat di antara pepohonan dengan kecepatan yang luar biasa.
Tapi, sudah hampir 2 jam dia melaju dan semakin dia masuk ke dalam hutan, semakin dia tak merasakan aura dari hewan buas seperti tadi yang dia hadapi.
Karena merasa ada yang aneh, dia pun berhenti sejenak lalu “Emperor’s Eyes..!”.
Kedua matanya kini berubah menjadi warna merah kemudian Leon melepaskan energi sihir untuk memindai keberadaan makhluk hidup di dalam radius 10 kilometer.
“Hmm, ini aneh..! Kenapa sudah sejauh itu masih belum ada satu tanda kehidupan pun?” gumam Leon.
Lalu dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju posisi terdalam hutan tersebut sambil tetap menggunakan Emperor’s Eyes.
Hingga akhirnya, “Prok.. Prok.. Prok..” derap langkah kaki yang terdengar seperti lebih dari 30 orang pun menghentikan langkah Leon.
“Unit yang sudah kelelahan, aku akan memberikan kalian waktu 10 menit untuk istirahat..! Sisanya, berjaga di sekitar barisan..!” ucap seorang yang sepertinya adalah komandan dari pasukan tersebut.
Jumlah mereka ada lebih dari 50 orang dengan rata-rata kekuatan di tingkat menengah tahap kelima, dan untuk komandan mereka sendiri berada di tingkat ahli spiritual tahap kedua.
Kemudian, terlihat salah satu dari prajurit memberikan sebuah kantong yang berisi 5 buah cincin ruang kepada komandan mereka.
“Panglima, kelima cincin ruang ini sudah hampir terisi penuh, tapi kita masih belum mendapatkan apa yang diperintahkan oleh kaisar Zhang, sementara pasukan sudah terlalu lelah untuk terus maju” ucap prajurit tersebut.
“Aku tahu itu..!” jawab komandan perang yang bernama Wang Xie tersebut sambil mengambil salah satu cincin ruang.
“Aku pun ingin pulang hidup-hidup dari hutan ini, tapi, sudah lebih dari 3 hari kita tersesat dan tak tahu arah jalan pulang..! Lagipula, perintah dari kaisar Zhang itu mutlak, kita tidak akan bisa pulang sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan..!” ucap Wang Xie dengan tatapan yang lesu.
“Jadi, tersesat atau tidak, kita hanya tinggal menunggu ajal saja” sambung prajurit yang memberikan cincin ruang kepada Wang Xie.
Leon mengernyitkan alisnya sambil bergumam, “Kaisar Zhang? Berarti mereka bukan pasukan dari kerajaan Liu Yun? Apa yang mereka incar hingga berani masuk ke wilayah kerajaan ini?”.
Lalu, Leon memutuskan untuk menghampiri pasukan tersebut untuk menggali informasi lebih banyak lagi karena memang itu adalah tujuan utamanya, terlebih, dia saat ini tidak berpihak kepada kerajaan manapun jika bukan untuk mendapatkan uang.
“Sepertinya kalian sedang kesulitan” teriak Leon sambil melompat turun dari pohon tempat dia menguping tadi.
Karena terkejut, seluruh pasukan itu pun langsung menarik pedang mereka dari sarungnya dan menaikkan kewaspadaan mereka meski sedang dalam kondisi lelah yang amat sangat.
“Bocah, siapa kau? Apa kau prajurit dari kerajaan Liu Yun?” ucap Wang Xie sambil menghunuskan pedangnya kepada Leon.
Wang Xie berpikir sejenak tentang bocah yang tiba-tiba muncul di hadapannya itu.
Jika memang dia adalah salah satu prajurit dari kerajaan Liu Yun, itu sangat berani mengingat hutan ini penuh dengan binatang buas dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda.
Dia yang bersama 150 pasukan lebih pun harus kewalahan melawan binatang buas di hutan ini, sedangkan bocah itu hanya sendirian dan seperti tidak terjadi apapun kepadanya.
“Sepertinya kau bukan bocah biasa, katakan, siapa kau sebenarnya..!” teriak Wang Xie sekali lagi.
“Haha, apakah aku terlihat seperti seorang prajurit untukmu? Lagipula, jika aku ingin menyerang, kalian tidak akan punya kesempatan untuk bereaksi” jawab Leon sambil tersenyum tipis.
Wang Xie merasakan aura yang tidak biasa dari Leon, dia pun memutuskan tidak bertindak gegabah dan memerintahkan seluruh pasukannya untuk menurunkan senjata mereka.
“Kalau kau bukan dari kerajaan Liu Yun, lalu, apakah kau dari kerajaan Wei?” tanya Wang Xie kembali.
“Hmm, tidak..! Sepertinya lebih tepat dibilang kalau aku bukan dari kerajaan manapun karena aku baru saja tiba di dunia ini” jawab Leon sambil tersenyum kembali.
Tapi, Wang Xie menganggap ucapan Leon hanya bualan belaka dan dia hanya ingin mengolok-oloknya.
“Bocah, jangan bercanda..! Aku tanyakan sekali lagi, siapa kau sebenarnya?” teriak Wang Xie, lalu dia melambaikan tangan memberikan isyarat kepada pasukannya untuk bersiap.
“Hmm, namaku Leon, dan aku adalah dewa” jawab Leon sambil tersenyum tipis.
“Sudah aku katakan jangan bercanda..! Kalau begitu, kau akan kuanggap mata-mata musuh entah dari kerajaan mana pun itu..! Pasukan..!” Wang Xie memerintahkan pasukannya untuk maju dan membunuh Leon.
“Hmm, ternyata susah ya berbicara baik-baik dengan orang bodoh..! Sekarang, berlututlah dihadapanku..!” ucap Leon yang kemudian aura pembunuh dari tubuh Leon pun terasa begitu menekan mereka sampai kesulitan bernafas.
“Bruk.. Bruk.. Bruk.. Bruk..” seluruh pasukan itu termasuk Wang Xie pun kini sudah dalam posisi berlutut seperti yang diperintahkan oleh Leon.
“A-apa ini?”
“Kenapa tubuhku tidak mau bergerak?”
“S-siapa bocah ini sebenarnya?”
Wang Xie dan semua pasukannya berpikiran yang sama.
“Sudah aku katakan, bukan? Jika aku ingin membunuh, kalian semua tidak akan punya kesempatan untuk bereaksi..!” lalu Leon melepaskan belenggu aura pembunuh dari mereka semua.
“Prang.. Prang.. Haaah.. Haahhhh..” mereka semua terlihat seperti baru saja melakukan olahraga ekstrim bahkan untuk menggenggam senjata mereka sendiri saja sudah tidak bisa.
“Aku baru pertama kali melihat kekuatan yang bisa menundukkan lawan seperti itu, jangan bilang kalau kau sebenarnya berada di tingkatan Immortal?” tanya Wang Xie yang semakin penasaran.
Leon hanya menjawab pertanyaan tersebut dengan senyuman saja, lalu dia berjalan mendekat ke arah Wang Xie.
“Jadi, apakah kalian sudah bisa aku ajak bicara?” Leon berpikir, tujuannya mencari binatang buas untuk dijadikan bahan makanan bisa dilakukannya nanti, sekarang ini, mencari informasi tentang dunia ini sebanyak-banyaknya adalah tujuan utamanya.
Wang Xie pun akhirnya menganggukkan kepalanya dan tidak berani membantah ucapan Leon.
“Bagus, kalau begitu, informasi apa yang bisa kau katakan kepadaku tentang apa yang sedang terjadi di dunia ini dan juga kerajaan-kerajaan yang tadi kau sebutkan?” tanya Leon.
Wang Xie pun menceritakan sejarah terbaginya 3 kerajaan yang menguasai benua ini, dan dia juga menceritakan bahwa ketiga kerajaan tersebut sedang dalam masa peperangan.
Itu sebabnya dia dan pasukannya sangat waspada ketika melihat kehadiran Leon tadi.
Kini Leon mengetahui bahwa sebelumnya, kota teratai embun dan juga hutan ini adalah wilayah milik kerajaan Zhang yang digunakan sebagai salah satu jalur perdagangan utama.
Tapi, karena kaisar Liu Yun sangat berambisi untuk menguasai seluruh benua ini, terjadilah perebutan wilayah yang mengakibatkan tercetusnya perang selama 20 tahun ini.
Dulunya, ada 8 kerajaan yang berdiri di atas benua ini, namun, kini hanya tersisa kerajaan Liu Yun, Zhang, dan Wei saja karena kelima kerajaan lainnya sudah di taklukkan oleh kerajaan Liu Yun.
“Lalu, jika memang ini sudah menjadi wilayah kerajaan Liu Yun, bukankah kalian sedang mencari mati di daerah musuh?” tanya Leon yang penasaran.
Dengan wajah yang muram, Wang Xie menjawab “Sebenarnya, kaisar Zhang sudah hampir putus asa karena kerajaannya sudah diambang kehancuran, itu sebabnya kami sebagai pasukan elit kerajaan diutus untuk membunuh binatang buas langka yang memiliki kekuatan penyembuhan, tapi...”
“Sampai sekarang, kami belum menemukan binatang buas itu dan kini kami semua sudah hampir mencapai batas” sambung Wang Xie dengan nada lirih.
“Binatang buas yang bisa menyembuhkan? Sepertinya aku pernah melawannya” Gumam Leon sambil mengingat binatang apa saja yang sudah dia dapatkan.
“Apakah binatang buas itu seekor merak es?” tanya Leon lagi.
“Benar, dan itu sangat langka..! Dengan kekuatan penyembuhan yang luar biasa, para alkemis kerajaan bisa membuat ramuan penyembuhan yang akan membuat pasukan kerajaan Zhang bisa bertahan dari serangan kerajaan Liu Yun ataupun kerajaan Wei” jawab Wang Xie.
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, Leon pun memutuskan untuk membantu kerajaan Zhang sementara waktu sampai dia tahu yang sebenarnya dari cerita tersebut.
Dia pun mengaku sebagai seorang dewa yang turun ke dunia ini untuk berlibur dari kegiatan dewa di langit.
Tapi, awalnya Wang Xie tidak percaya dengan ucapannya, tidak setelah Leon memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya.
Kemampuan itu adalah Revive, yaitu menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Leon membunuh 5 orang dari pasukan tersebut dengan membelah-belah tubuh mereka menjadi beberapa potong, dan sekali lagi tindakan Leon membuat pasukan yang lain menarik pedang dan bersiap untuk menyerangnya meski mereka tahu kalau mereka tidak akan mampu.
“Oh tenanglah..! Aku hanya ingin memperlihatkan kekuatanku agar kalian percaya kalau aku ini seorang dewa..! Greater Heal..! Revive..!” ucap Leon dan kelima tubuh tak bernyawa itu pun langsung dipenuhi oleh cahaya berwarna hijau terang dan potongan-potongan tubuh mereka segera menyatu kembali.
Kemudian..
“A-aku masih hidup?”
“Ah ini.. Aku bahkan merasa lebih hidup dari sebelumnya..!”
Kelima prajurit yang dimutilasi oleh Leon tadi kini telah hidup kembali dengan tubuh yang sudah kembali bugar seperti tidak terjadi apapun sebelumnya.
Wang Xie dan pasukannya tidak bisa berkata lain selain memanggil Leon sebagai seorang dewa yang tingkat kekuatannya jauh lebih kuat dari seorang dengan tingkat kekuatan immortal tahap kesempurnaan.
Wang Xie berpikir seperti itu karena gurunya sendiri adalah seorang praktisi beladiri dengan tingkat kekuatan immortal tahap kesempurnaan yang kini sudah mati saat bertempur melawan pasukan kerajaan Liu Yun.
Lalu, tanpa diperintah, kini Wang Xie dan seluruh pasukannya bersujud di hadapan Leon dan memanggilnya dengan sebutan dewa.
“Haha, ini benar-benar pemandangan yang bagus..!” ucap Leon sambil tertawa lepas.
“Karena Anda seorang dewa, apakah Anda bisa membantu kerajaan Zhang keluar dari masa krisisnya?” tanya salah satu pasukan Wang Xie yang tampak sangat depresi.
Dengan raut wajah yang masam, Wang Xie langsung menghajar anggota pasukannya itu hingga babak belur.
“Lancang..! Bagaimana kau bisa dengan santai begitu berbicara dengan dewa?” teriak Wang Xie.
Leon sebenarnya merasa senang dipanggil dewa, tapi dia menganggap tindakan Wang Xie itu terlalu berlebihan.
Lalu, “Greater heal..!” dan anggota pasukan yang dihajar oleh Wang Xie tadi pun kembali pulih tanpa luka memar sedikitpun.
“Hmm, sebenarnya aku sedang ada urusan lain, tapi, sepertinya kalian benar-benar butuh bantuan..! Kalau begitu...” Leon mengarahkan tangannya ke samping, lalu “Kerajaan Zhang, Gate..!”.
“Wush..” angin kencang berhembus saat portal teleportasi itu muncul.
“A-apa itu?” teriak Wang Xie terkejut.
“Kalian ingin pulang, ‘kan? Masuklah ke dalam dan kalian akan tahu..!” ucap Leon sambil tersenyum tipis.
Awalnya Wang Xie ragu karena ini pertama kalinya dia melihatnya, terlebih dia belum mendapatkan apa yang diinginkan oleh kaisar Zhang, apa mungkin dia dan pasukannya bisa pulang begitu saja?
“Ini ambillah..!” Leon mengeluarkan seekor burung merak es dari cincin ruangnya, dan burung itu adalah binatang buas yang dicari oleh kaisar Zhang.
“INI..!” Wang Xie tidak bisa menahan teriakannya karena terkejut.
“Kami benar-benar terselamatkan, terima kasih, Dewa..!” ujar Wang Xie sambil merunduk.
Dengan wajah yang berbinar-binar, Wang Xie bergumam “Benar-benar kekuatan yang tidak bisa dipercaya..!” lalu, dia pun berjalan perlahan mendekati portal teleportasi setelah memasukkan burung merak es ke dalam cincin ruang miliknya, dan “Zeeppp..” dia menghilang.
“Aaaah..! Ke.. kemana perginya tuan Wang?” teriak seluruh pasukan dengan penuh kebingungan.
“Memangnya kemana lagi?” ucap Leon sambil mengangkat bahunya.
Lalu, satu per satu mereka pun mulai mengikuti Wang Xie dan masuk ke dalam portal teleportasi.
Di sisi kerajaan Zhang…
“Sudah hampir seminggu, apa yang dilakukan Wang Xie?” ucap kaisar Zhang yang sedang duduk di singgasana miliknya.
“Paduka kaisar, dengan Wang Xie yang absen pasukan kita tidak ada yang mengomandoi, bukankah ini sudah saatnya menunjuk komandan perang yang baru?” ucap penasehat kerajaan yang bernama Chen Hao.
“Mmm, aku rasa kau ada benarnya..! Kalau begitu, apakah sudah ada calon yang menjanjikan sebagai pengganti Wang Xie?” tanya kaisar Zhang.
“Hehe, tentu aku sudah punya kandidat yang mulia” jawab Chen Hao dengan senyuman liciknya.
“Hoo, siapa?” tanya kaisar Zhang penasaran sambil menaikkan alis sebelah kanannya.
“Dia adalah anakku, Tian Hao” jawab Chen Hao sambil menunduk.
“Memangnya kualifikasi apa yang dia punya? Ah tidak, aku tidak akan menanyakan keputusan dari penasehatku..! Panggil dia ke sini untuk diangkat menjadi pengganti Wang Xie” ucap kaisar Zhang dengan tanpa basa basi lagi.
“Aku mengerti..!” Chen Hao berbalik dan langsung pergi untuk memanggil anaknya itu.
30 menit kemudian...
Chen Hao dan Tian Hao sudah hadir di hadapan kaisar Zhang sambil berlutut.
“Tian Hao, sebagai pengganti Wang Xie, apakah kau bersumpah untuk melindungi kerajaan Zhang dari ancaman baik di dalam maupun di luar kerajaan?” tanya kaisar Zhang saat melantik Tian Hao sebagai komandan perang yang baru.
“Aku bersumpah atas nama ayahku dan nyawaku..!” ucap Tian Hao dengan tegas.
“Bagus..! Mulai sekarang, aku akan melantik kau sebagai komandan pe..” belum selesai kaisar Zhang berbicara, tiba-tiba seorang tentara kerajaan berlari masuk sambil berteriak.
__ADS_1
“Paduka kaisar..! Paduka kaisar..! Ada sebuah benda asing besar yang muncul tepat di area pelatihan pasukan tentara kerajaan..!” teriaknya.
“Lancang..! Apa kau ingin dihukum mati?” teriak Chen Hao yang kesal karena upacara pelantikan anaknya terganggu.
“Ta-tapi, benda asing itu mengeluarkan energi Qi yang aneh, tuan..! Hamba takut itu adalah serangan musuh..!” jawab tentara itu.
“Hah? Persiapkan pasukan dan kepung benda asing itu..!” ucap kaisar Zhang.
“Pa-paduka, bagaimana pelantikan anak..”
“Itu bisa dilakukan nanti..! Sekarang, aku sendiri yang akan mengomandoi pasukan kerajaan..!” bentak kaisar Zhang yang terlihat panik.
“Baik paduka..!” ucap tentara tadi sambil berbalik badan lalu berlari keluar aula kaisar.
Kini, semua orang pun sudah mengelilingi benda asing yang tidak lain adalah portal teleportasi milik Leon.
Dengan perasaan yang sangat cemas serta suasana yang tiba-tiba menjadi tegang, kaisar Zhang dan seluruh pasukannya berharap itu bukanlah serangan musuh, karena saat ini mereka tidak akan siap bertahan.
“Zzzeeppp...”
“Eh, kenapa kalian terlihat tegang seperti itu?” ucap Wang Xie saat keluar dari portal dan kemudian diikuti seluruh pasukannya yang juga ikut keluar dari sana.
“Wushh....” portal teleportasi itu tertutup kembali.
“Ah, kaisar Zhang, aku telah kembali..!” ucap Wang Xie sambil berlutut memberi hormat kepada kaisar Zhang.
Chen Hao dan Tian Hao tampak terkejut sekaligus tidak senang karena jika Wang Xie kembali, itu artinya posisi komandan perang tidak akan bisa didapatkan oleh Tian Hao.
“Oh ternyata kau Wang Xie..! Bagaimana kau bisa keluar dari benda dengan aura aneh itu? Dan lagi, benda apa itu?” tanya kaisar Zhang penasaran.
“Itu, sebenarnya bukan aku yang membuatnya” jawab Wang Xie.
“Tapi, dewa lah yang membuat benda ini agar aku dan pasukanku bisa pulang dengan cepat dari hutan wilayah kota teratai embun” sambung Wang Xie.
“Dewa katamu? Bagaimana wujudnya? Apakah tubuhnya dipenuhi dengan cahaya terang? Apakah aura QI yang dipancarkan dari tubuhnya begitu kuat?” tanya kaisar Zhang dengan penuh antusias.
“Hmm, wujudnya berupa anak muda sekitar umur 14 tahun, dan tidak ada pancaran cahaya dari tubuhnya, tapi aura Qi yang dipancarkannya memang sangat aneh” jawab Wang Xie.
Tapi, semua orang malah menertawainya menganggap Wang Xie sedang membuat sebuah lelucon.
“Haha, mana ada dewa yang tidak memancarkan cahaya dari tubuhnya”
“Ya, lagipula, dewa mana yang berwujud anak kecil?”
“Paling-paling dia hanya membual untuk menutupi teknik rahasia ini”
Semua orang malah mengejek Wang Xie dan menganggap ceritanya palsu.
Mereka mencurigai bahwa Wang Xie telah mempelajari sebuah teknik rahasia yang bisa digunakan dengan menggunakan Qi dari banyak orang, karena itu lebih masuk akal bagi mereka.
“Dan soal binatang buas itu..” Wang Xie melanjutkan tanpa mempedulikan omongan dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa itu.
“Sudahlah..! Yang terpenting kalian bisa kembali hidup-hidup itu sudah cu..” kaisar Zhang seketika itu juga terbelalak saat melihat Wang Xie mengeluarkan burung merak es dari cincin ruangnya.
“Bruk..” tubuh burung merak es itu kini sudah berada di hadapan kaisar Zhang dan disaksikan juga oleh para alkemis kerajaan.
“I-itu..” suara kaisar Zhang tergagap karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya.
Mayat seekor burung merak es yang bisa merubah pertahanan kerajaannya secara drastis kini sudah berada di genggamannya.
“Benar, itu adalah burung merak es, paduka kaisar..!” ucap Wang Xie sambil tetap berlutut.
Lalu, karena ingin memastikan dengan benar, kaisar Zhang pun memerintahkan kepala guild alkemis kerajaannya untuk memeriksa apakah itu benar-benar mayat burung merak es.
Setelah diperiksa dengan seksama, kepala guild alkemis pun membenarkan bahwa itu adalah burung merak es yang langka.
Lagi-lagi, semua orang pun terkejut dengan pernyataan tersebut.
Burung merak es termasuk salah satu binatang buas langka setelah burung phoenix api dan serigala berbulu emas, dan semuanya adalah binatang buas dengan tingkat kekuatan penguasa jiwa tahap kedua.
Maka dari itu, mereka semua terkejut kalau Wang Xie benar-benar bisa membunuh burung merak es dengan tingkat kekuatan yang dimilikinya saat ini.
Kini, Wang Xie adalah seorang pahlawan besar di mata semua orang dan kesempatan Tian Hao untuk menjadi seorang komandan perang semakin sirna.
“Hahaha, bagus sekali, Wang Xie..! Dengan ini kau akan aku berikan gelar pahlawan kerajaan dan aku akan memberikanmu hadiah sebagai imbalan perjuanganmu mendapatkan burung merak es..!” ucap kaisar Zhang sambil tertawa lepas.
“Katakanlah, apa permintaanmu?” tanya kaisar Zhang kepada Wang Xie.
“Paduka, aku hanya ingin yang terbaik untuk kerajaan ini..! Untuk hadiah, aku tidak inginkan hal itu, mungkin paduka bisa memberikan hadiah itu kepada pasukan ini yang ikut berjuang di sana” sebenarnya Wang Xie tidak ingin mengambil hadiah yang bukan dilakukan olehnya.
“Hmm, benar-benar sifat seorang pahlawan..!” ucap kaisar Zhang, dan seluruh pasukan yang ikut serta dalam pencarian burung merak es pun mendapatkan hadiah sebesar 5 ribu koin emas untuk masing-masing orangnya dan malam ini akan diadakan pesta pemberian gelar pahlawan kepada Wang Xie.
Di sisi Leon…
“Hmm, sebaiknya aku kembali ke kota teratai embun untuk memberikan semua binatang buas ini kepada paman Sun Yang sesuai janji” lalu dia pun melesat kembali menuju kota.
Dia berencana untuk pergi ke kerajaan Zhang untuk mencari informasi lebih jauh lagi.
Tentang keluarga Han, untuk sementara dia akan membatalkan niatnya menjadi perwakilan untuk mengikuti turnamen kekuatan di ibukota kerajaan Liu Yun.
__ADS_1