The Absolute System

The Absolute System
Penyerangan Kota Budak!


__ADS_3

Sementara itu, Leon dan Greta akhirnya memasuki Desa dan menginap selama satu malam di sana.


Mereka berjalan mencari penginapan dan akhirnya menemukannya di tengah desa.


"Harga satu kamarnya adalah 15 rim per malam" ucap pemilik penginapan.


"Apakah itu sudah termasuk makan?" tanya Leon.


"Belum, jika ingin makan, pesanlah di restoran yang ada di depan penginapan ini karena aku hanya menyediakan kamar saja" jawab pemilik penginapan.


"Baiklah, kami akan mengambil 2 kamar yang bersebelahan untuk malam ini" ucap Leon sambil menyerahkan 30 rim kepada pemilik penginapan.


Setelah melakukan pembayaran, mereka langsung beristirahat di kamar masing-masing.


Tapi, Leon yang mananya masih belum pulih, memutuskan untuk kembali bermeditasi hingga semuanya kembali normal.


Di sisi lain..


"Ingat, target utama adalah wanita yang bernama Eliza..! Selain dari itu, bunuh saja sesuai perintah tuan Zimos..!" ucap ketua pasukan yang diperintah oleh Zimos sambil melompat di antara pepohonan hutan terlarang.


"Siap..!" jawab seluruh pasukan di belakangnya.


Mereka sudah hampir tiba di kota budak dan bersiap untuk melancarkan serangan di sana.


Tak lama kemudian, pasukan itu pun tiba di depan gerbang kota lalu membuat sebuah segel sihir untuk mencegah siapapun masuk ataupun kabur dari kota ini.


"Barrier..!" teriak 10 orang secara serentak, karena mereka yang memiliki sihir tersebut.


Lalu, dengan cepat sebuah pelindung menutupi kota budak dan tentu saja mengagetkan seluruh penduduk.


"A-apa itu?" tanya seorang warga yang juga ikut keluar rumah setelah mendengar suara berisik di langit kota mereka.


Setelah pelindung itu selesai menutupi seluruh kota, sebuah rangkaian ledakan pun terdengar.


"Boom.. Boom.. Boom.."

__ADS_1


"Boom.. Boom.. Boom.."


Tak butuh waktu lama, pasukan Zimos telah meratakan seperempat dari kota tersebut.


Semua orang pun panik dan berhamburan lari ke sana dan ke sini untuk mencari tempat berlindung.


Beberapa orang yang bisa bertarung dengan kekuatan sihir mereka, mencoba untuk melawan pasukan Zimos.


Tapi, semua itu sia-sia saja karena perbedaan level yang terlalu jauh.


"Siapa kalian? Kenapa menyerang kota kami?" teriak salah satu petarung kota budak yang terlihat sudah babak belur.


"Cih, hanya sekumpulan semut untuk apa mencari tahu? Lebih baik kalian menurut dan jangan coba-coba menghalangi..!" jawab salah satu pasukan Zimos.


Lalu terdengar sebuah teriakan, "Eliza, keluarlah..! Atau kau lebih suka kalau kota ini rata dengan tanah karena salahmu?" teriak ketua pasukan tersebut.


Dia mencoba untuk membuat Eliza menyerahkan dirinya tanpa perlawanan dengan berkata demikian, meskipun pada akhirnya Zimos memerintahkannya untuk menghancurkan kota ini.


Seluruh warga kota yang berkumpul pun langsung melihat ke arah Eliza yang bersembunyi dibalik kerumunan.


"Ya, kau sudah menyinggung siapa?"


"Cih, dasar jalang, seharusnya kami sudah mengusirmu sejak lama..!"


"Jika bukan karena kau dilindungi oleh pemimpin kota, kami sudah membuangmu..!"


Semua warga yang panik dan kesal pun langsung menghujat Eliza karena mereka mengira ini semua salahnya.


"Aku? Memangnya apa yang sudah kuperbuat?" Eliza yang tidak tahu apa-apa tentu saja kebingungan.


Tapi, karena warga kota yang sudah terlanjur kesal, terlebih lagi, pemimpin kota sudah tewas saat penyerangan pertama, Eliza pun langsung diseret dan dilemparkan kepada pasukan Zimos tanpa ada yang membelanya.


"Aahhh.." desah Eliza saat tubuhnya terjatuh ke tanah.


"Bawa dia..!" teriak ketua pasukan untuk menyuruh salah satu orangnya membawa Eliza.

__ADS_1


Namun tanpa diduga, sebuah ledakan energi dilepaskan dari tubuh Eliza lalu membunuh beberapa orang dari pasukan tersebut.


"A-apa yang terjadi?" Eliza kembali kebingungan dibuatnya.


Tak lama kemudian, terdengar sebuah suara yang mengatakan "Sistem pertahanan diaktifkan..!".


Lalu, tubuh Eliza seperti dipenuhi oleh energi yang tidak terbatas.


"Sial, ternyata kau tidak ingin menggunakan cara damai, ya? Kalian semua, serang wanita itu tapi jangan sampai membunuhnya..!" dan 100 orang pasukan pun maju untuk melumpuhkan Eliza.


"Sistem, mode agresif diaktifkan..!" ucap suara yang membuat Eliza bingung tadi.


"Hei apa yang terjadi dengan tubuhku?" Eliza berusaha berkomunikasi dengan suara tadi, karena sejak suara itu muncul, tubuhnya bereaksi tidak seperti yang diinginkannya.


Dengan sendirinya tubuh Eliza bergerak dan membuat sebuah formasi segel pemusnahan, lalu, "Zzeepp.. Zzeepp.. Zzeepp.." semua orang yang maju untuk menyerangnya kini tidak bisa bergerak.


"Magic termination..!" Eliza tiba-tiba menggunakan sihir level 7 dimana sihir tersebut berfungsi untuk menghancurkan nadi sihir seseorang dan membuatnya menjadi sampah.


"Boom.. Boom.." satu per satu pasukan Zimos tumbang dan beberapa dari mereka seperti kehilangan akalnya.


"Kakak..!" teriak salah satu pasukan yang ternyata adalah saudara dari korban keganasan sistem pertahanan yang ada di tubuh Eliza.


Ketua pasukan yang melihat kondisi tersebut pun menyadari ada yang tidak beres pada tubuh wanita itu lalu dia memerintahkan sisa pasukan yang lainnya untuk tidak menyerang terlebih dahulu.


Dia pun mencoba sesuatu dengan memerintahkan salah satu pasukannya menghampiri Eliza lalu menyuruh Eliza untuk menyerang orang tersebut.


"Ke-ketua, kenapa Anda melakukan ini?" ucap orang tersebut.


Sesuai dengan dugaannya, Eliza tidak bisa menyerang meskipun dia sudah berusaha untuk menggunakan kekuatannya.


Lalu, dia menyuruh orang tersebut untuk menyerang Eliza, dan tubuh Eliza pun kembali bereaksi seperti tadi.


"Jadi begitu" dia pun langsung menculik beberapa warga dan anak kecil lalu mengancam akan membunuh mereka kemudian memusnahkan seluruh kota.


"Jika kau memang peduli dengan nyawa mereka, turuti kata-kataku dan jangan melakukan apapun..!" ucap si ketua pasukan dengan ekspresi wajah liciknya.

__ADS_1


__ADS_2