
“Sial, apa yang harus aku lakukan? Melapor bahwa aku gagal membunuhnya? Yang ada malah aku akan langsung kehilangan nyawa” gumam Moris sambil terengah-engah karena dia sedang dilema berat.
Sementara itu..
Satu per satu tim lain pun dikalahkan olehnya seorang diri, dan akhirnya turnamen babak pertama ini pun diakhiri dengan 4 tim tersisa termasuk tim dari akademi Lainard.
Ke empat tim tersebut pun langsung dikirim pulang ke akademi Jalec sesaat setelah tim terakhir sudah dikalahkan.
“Zzepp.. Zzepp.. Zzepp.. Zzepp..” mereka kini sudah tiba di arena pertarungan akademi Jalec dengan teriakan meriah para penonton yang memberikan selamat.
“Sial..! Berarti Moris gagal melakukan misi yang aku berikan, lihat saja, aku akan memenggal kepalanya nanti..!” gumam Zimos dengan wajah yang sangat kesal, dia masih mencurigai salah satu dari keempat tim yang lolos itu.
Linting dan yang lainnya terlihat sangat senang karena semakin yakin bahwa Leon memang benar-benar kuat dan bisa mengantarkan tim mereka untuk menjadi pemenang turnamen tahun ini.
“Yeah Leon..!” teriak Frel dan Jaffar kegirangan.
“Kau benar-benar tidak mengecewakanku..!” ucap Eric yang masih duduk di tanah.
“Leon..” ucap Erlynn dengan wajah yang memerah karena kagum kepada Leon yang berhasil selamat di babak pertama yang sangat intens ini.
__ADS_1
“Selamat bagi para peserta yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, yaitu babak satu lawan satu di arena pertarungan ini” ucap Zimos yang menahan emosi dan mencoba untuk terlihat netral.
Sesaat setelah semua peserta turun dari arena pertarungan, seketika itu juga arena yang tadinya sejajar dengan tanah, kini naik beberapa puluh meter ke atas.
Para petugas arena yang sudah melompat ke pinggir arena tersebut, membuat formasi untuk mengaktifkan pelindung di sekelilingnya agar sihir yang meleset saat bertarung nanti tidak akan melukai orang-orang yang berada di luar arena tersebut.
“Babak selanjutnya akan diadakan besok siang dengan peraturan yang akan diberitahukan besok sebelum pertarungan pertama dimulai..! Bagi seluruh tim agar mempersiapkan kondisi sebaik mungkin” ucap Zimos sesaat setelah pelindung arena telah diaktifkan.
Leon dan yang lainnya kembali ke penginapan untuk beristirahat dan mengatur strategi.
Linting sedang memikirkan kondisi muridnya saat ini, dia tidak tahu peraturan licik apa lagi yang akan digunakan oleh ketua asosiasi itu.
Tapi, bagaimanapun dia tidak bisa terus membuat Leon menunjukkan kekuatannya di depan umum agar tidak terjadi hal yang ditakutkan olehnya.
“Leon, untuk babak selanjutnya, aku ingin kau tidak ikut serta” dan tentu saja gagasan itu ditolak oleh semua murid karena, hingga saat ini Leon lah yang paling banyak berkontribusi dalam kemenangan yang telah mereka peroleh.
Bagaimana mungkin dia tidak diikut sertakan dalam babak selanjutnya, sedangkan dia masih dalam kondisi yang sangat prima.
“Pak guru, aku tidak akan meminta izin dari Anda untuk mengikuti pertandingan selanjutnya, dan ini bukanlah negosiasi..!” ucap Leon yang dengan tegas menolak gagasan Linting.
__ADS_1
“Tapi, bagaimana jika mereka semua tahu tentang kekuatan gila milikmu itu? Dunia akan menjadi sangat kacau karena memperebutkan dirimu..!” bentak Linting.
“Jika memang dunia akan kacau, biarkan saja..! Karena aku tidak akan pernah menjadi budak siapapun untuk melakukan keinginan kotor mereka..!” jawab Leon dengan tatapan yang sangat tajam.
“Tapi..” Linting masih ingin mencoba untuk tidak mengikut sertakan Leon.
“Linting, kau tidak memiliki ruang untuk berdebat denganku..!” Leon menatap ke arah Linting dengan aura membunuh yang kuat dan membuatnya tidak berani membantah ucapannya.
“Ba-baik..” lalu Leon pun menyimpan kembali aura membunuhnya.
“Benar-benar gila..! Hanya dengan menatap saja, dia bisa membuat semua orang yang ada di sini tidak bisa membantah” gumam Frel lalu dia menoleh ke arah Linting yang terduduk di lantai setelah menahan tekanan yang begitu dahsyat dari Leon.
Akhirnya, Linting dan yang lainnya pun segera beristirahat lebih awal.
Tapi tidak untuk Leon, dia berusaha untuk menciptakan sebuah obat yang bisa memberikan seseorang nyawa tambahan dan menghindari mereka dari kematian yang sia-sia.
“Sistem, apakah air yang kubawa dari danau di dasar lembah tak terbatas ini cukup untuk membuat pil abadi?” tanya Leon.
** Re: Dengan tingkat kekuatan yang Anda miliki saat ini, itu bukanlah hal yang mustahil!
__ADS_1
“Bagus, kalau begitu aku akan membuatnya sekarang juga..! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lebih baik aku berjaga-jaga untuk menyelamatkan nyawa mereka” ucap Leon sambil melihat ke arah Linting dan yang lainnya yang sudah tertidur pulas.
Dia pun memulai meditasi dan memfokuskan energi sihir miliknya ke dalam sebuah botol yang berisi air dari danau lembah tak terbatas semalaman penuh.