The Werewolf

The Werewolf
02. Kembali Bertemu


__ADS_3

Berbulan bulan setelah pertemuan Arumi dengan lelaki misterius itu, sampai sekarang mereka tak pernah bertemu lagi walaupun makanan dan kayu bakar masih tetap berdatangan ke rumahnya.


Tapi sekarang sudah hampir satu bulan Arumi tak mendapatkan kiriman lagi, ada sedikit kegelisahan di hatinya, tapi dia menepisnya dengan menganggap mungkin laki laki itu sibuk atau memang sudah tak niat datang lagi kerumahnya.


Saat sedang melayani pembeli di toko tanpa sengaja Arumi mendengar pecakapan pelanggannya.


"ku dengar serigala putih yang di tangkap anak kepala desa satu bulan lalu akan di jual ke wali kota" ucap ibu berambut ikal.


"serigala putih yang sangat besar itu? yang besarnya hampir dua kali lipat dari serigala biasa? bukankah serigala putih sangat langka di sini?" tanya ibu yang berbadan gemuk.


"iya benar, tapi sebelum di jual kudengar akan di pamerkan ke warga di alun alun siang ini" jawab ibu satunya.


Arumi yang mendengar penuturan ibu ibu tadi langsung teringat dengan serigala putih yang pernah di tolongnya beberapa bulan lalu, hatinya gelisah saat berpikiran kalau itu adalah serigala yang sama.


Arumi meminta izin ke pamannya untuk pulang lebih awal, dia beralasan kurang enak badan.


Setelah di izinkan Arumi langsung bergegas ke arah alun alun.


Sampai sana Arumi agak terkejut karena banyak sekali warga yang antusias ingin melihat serigala putih yang langka juga memiliki ukuran luar biasa besar itu, bahkan banyak juga yang berdesak desakan ingin berdiri paling depan.


Setelah hampir 30 menit menunggu, akhirnya nampak beberapa orang bertubuh besar membawa keranjang besi besar yang di tutupi kain hitam, Arumi semakin penasaran karena tak kunjung melihat serigala yang akan di pamerkan itu.


"selamat siang para warga sekalian, kalian sudah pasti tau kalau bulan lalu putraku dan kawannya berhasil melumpuhkan seekor serigala, dan hari ini akan ku tunjukkan kepada kalian, serigala langka yang memiliki ukuran luar biasa, anggaplah ini sebuah keberuntungan untuk kalian" teriak kepala desa lantang, sangat jelas kalau dia begitu bangga memamerkan hasil kerja keras anaknya itu.


Dua orang yang tadi membawa keranjang menyibakkan kain penutup yang sejak tadi membuat orang penasaran dengan isinya, pandangan semua orang langsung tertuju pada seekor serigala besar berwarna putih yang terlihat diam tak bergerak, ada yang melongo, melotot bahkan berteriak.


"kepala desa ! apa serigala itu mati?" tanya seseorang.


"ahh tentu saja tidak, aku hanya membiusnya karena dari semalam dia berontak terus" terangnya.


Di balik riuhnya warga yang tengah merasa takjub dengan pemandangan di depan, tampak seorang gadis melotot kaget karena benar benar mengenal serigala putih yang terkurung di keranjang besi itu.


"itu benar benar serigala yang pernah aku tolong" gumamnya.


Sore harinya saat seluruh warga telah pergi, kepala desa menyuruh bawahannya memasukkan serigala tadi ke kereta kudanya, tanpa orang orang itu sadari ada seorang gadis yang menyusup ke dalam kereta.


"apa yang aku lakukan? kenapa aku senekat ini demi menyelamatkan serigala ini?" pikir Arumi.


Saat dia tengah larut dalam kebodohannya Arumi mendengar geraman dari dalam kandang, Arumi tersentak kaget setelah membuka kain penutup mendapati wajah serigala besar di hadapannya.


"aaaaaa" pekiknya kaget dan langsung menutup mulutnya.


"serigala bodoh, kenapa kau mengagetkanku" gerutu Arumi.


"apa apaan gadis ini, beraninya dia mengataiku serigala bodoh" batin sang serigala.


Walau ada sedikit kekesalan di hati Arumi karena kaget, tapi gadis itu menangkap binar harapan di mata sang serigala (tapi sebenarnya serigala itu sedang kesal karena di anggap bodoh).


"tenang saja aku akan menolongmu" ucapnya "tapi kita tunggu kereta ini berjalan agak jauh, jangan sampai ada yang melihat kau lolos dari sini, kalau ada yang melihat bisa bisa kau di buru oleh orang orang" lanjut Arumi


Karena bosan menunggu tanpa sadar Arumi ketiduran, dia bangun saat serigala di hadapannya terus menggeram, Arumi mengintip dari celah kereta dan memastikan sekarang sedang tidak ada di daerah perkampungan.


Arumi bergegas membuka selot kunci di hadapannya, setelah itu menyuruh serigala keluar pelan pelan dia bergegas menutup pintu besi itu, Arumi langsung lompat dari kereta dan di ikuti sang serigala.

__ADS_1


"aaaakkhhh" Arumi meringis kesakitan saat menyadari kakinya mendarat tepat di atas batu runcing saat lompat tadi.


"tchh dasar gadis bodoh, bisa bisanya aku mendarat tepat di atas batu begini" dia mengumpat pada dirinya sendiri saat kembali mengingat kebodohannya,sore tadi dia sangat gugup waktu menyusup sampai tanpa sengaja alas kakinya terlepas.


Selesai menggerutui kebodohannya Arumi memandangi sekitarnya, bulu kuduknya berdiri saat menyadari keberadaannya di jalan setapak di tengah hutan.


"aaiisshhh kesi*lan macam apa ini? HUTAN !! sekarang aku terdampar di hutan begini?" gerutunya lagi.


Tapi mau bagaimana lagi ini semua adalah hasil dari kebodohan dan kenekatannya sendiri.


"huhh sudahlah tak ada waktu untuk mengeluh, cukup berjalan mengikuti setapak ini pasti akan ada desa di depan sana" ucapnya menyemangati diri sendiri.


Namun na'asnya setelah berjalan hampir dua jam Arumi belum juga keluar dari jalan di hutan ini, padahal kakinya sudah sangat perih karena berjalan tanpa alas kaki, tulang kakinya juga terasa hampir copot karena saking lelahnya.


Arumi memutuskan beristirahat di samping batu besar di pinggir jalan setapak, selain kakinya yang sakit perutnya juga sudah lapar karena belum makar sejak siang tadi.


"ayah ibu nasib putrimu ini menyedihkan sekali, udah nekat nyelametin serigala, terdampar di hutan, kaki lecet, di tambah lagi sekarang aku kelaparan" ucap Arumi.


"haihhh haruskah aku bermalam di sini dengan perut kosong" gerutunya lagi.


Saat sudah lelah mengomel tak jelas dia menyenderkan tubuhnya ke batu besar di belakangnya, dia memejamkan mata sambil menghembuskan nafas berat.


Belum sempat kedamaian singgah di hatinya, dia di kejutkan dengan datangnya sesosok mahluk besar berbulu putih di depan matanya.


"aaaaaaa ibuuuuuuu" teriaknya sambil menutup mata.


"ggrrrrrr" geram mahluk tadi.


Arumi perlahan membuka mata saat mengenal suara di hadapannya, nampak seekor serigala putih besar di hadapannya, di mulutnya terlihat ada ranting pohon dan dedaunan hijau.


Dua buah jambu berukuran lumayan besar jatuh ke pangkuan Arumi.


"aahhh jambu ! kau mencarikan buah untukku? rupanya kau tau aku kelaparan" ucapnya ceria.


"ggrr" geramnya.


"wooooo kau baik sekali, apa ini adalah imbalan karena aku menolongmu tadi? kau tau balas budi rupanya" tanya Arumi.


Tapi serigala itu malah membuang muka saat itu juga.


"sombongnya, kau tak mau menjawab pertanyaanku? awas saja kalau kau terluka atau tertangkap lagi aku takkan menolongmu" ancam gadis itu.


"gggrrrrrrrrrrrrrrr" sang serigala besar langsung menggeram sambil menatap tajam ke arah Arumi.


"kenapa? kau marah? salah sendiri ku ajak ngobrol tidak mau" ucapnya sambil melahap buah di tangannya.


Serigala tadi kembali membuang muka dan berjalan sedikit menjauh, dia merebahkan tubuhnya tak terlalu jauh dari Arumi, dia menggulung tubuh dan menutup matanya.


"dasar gadis menyebalkan" batin sang serigala.


Arumi memandangi serigala itu dengan tatapan takjub, bagaimanapun juga serigala itu seperti memiliki pemikiran layaknya manusia, dia selalu paham ucapannya dan mengerti balas budi karena telah di tolong Arumi.


"heii apa majikanmu yang mengajarkanmu bersikap baik begitu?" tanya Arumi.

__ADS_1


Dengan malas sang serigala membuka mata dan memandang Arumi, hanya saja dia tak menggeram seperti biasanya, mungkin dia benar benar malas menanggapi pembicaraan gadis di depannya.


"hhhh walaupun kau tak menjawab tapi aku yakin sikapmu itu memang hasil dari ajaran majikanmu, kau tau majikanmu sangat baik, hanya karena aku menolongmu waktu itu dia memberiku makanan dan kayu bakar berbulan bulan, hanya saja.." Arumi menghentikan ucapannya.


Serigala itu berdiri dan langsung berjalan mendekat ke arah Arumi, dia duduk tegak di hadapannya seolah meminta Arumi untuk melanjutkan perkataannya.


"apa kau tau kenapa satu bulan ini dia tak pernah mengirimiku makanan?" tanya Arumi.


Dan lagi lagi serigala itu hanya diam saja, tapi dia tetap dalam posisi duduk tegap.


"mungkinkah dia sudah bosan kerumahku, atau jangan jangan dia bangkrut karena keseringan memberi ayam dan ikan padaku?" tanya Arumi polos.


Seketika itu juga sang serigala memicingkan mata ke arah Arumi, seakan dia protes dengan asumsi Arumi yang menganggapnya jatuh miskin hanya karena rutin memberinya ayam dan ikan.


"dasar gadis si*lan, seenaknya saja mengataiku bangkrut" batin sang serigala.


"ehhh kenapa ekspresimu begitu? apa ucapanku salah?" kembali Arumi berekspresi polos.


"andai saja aku di bisa memakan manusia, sudah ku telan hidup hidup dari tadi gadis bodoh ini, atau kucabik cabik saja mulut dan otaknya yang bodoh itu" batin serigala lagi.


Arumi duduk tegak saat menyadari sesuatu,


serigala besar di hadapannya itu terlihat sangat gagah kalau duduk tegap begitu, selain tubuhnya yang besar bulu bulu putihnya yang nampak halus juga menambah karisma serigala tersebut.


Di tambah lagi sorot matanya di bawah sinar bulan purnama, tampak bersinar terang dan sangat indah.


Arumi tenggelam dalam rasa kekagumannya pada serigala di depannya, tapi tiba tiba sajaa.



"aaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu" serigala itu melonglong begitu kerasnya di bawah cahaya bulan.


Setelah menghabiskan beberapa waktu bersama, Arumi baru ingat kalau serigala itu hanya menggeram saat bersamanya, dan kali ini untuk pertama kalinya Arumi mendengar longlongan luar biasa dari serigala yang berukuran luar biasa tepat di depan matanya.


Arumi bersusah payah menenggak ludahnya sendiri, tenggorokannya terasa tercekat untuk sesaat.


"si*l ! baru saja aku menganggapnya serigala gagah kenapa tiba tiba dia melonglong seperti itu, menyeramkan" gumamnya.


Setelah melonglong serigala itu langsung merebahkan tubuhnya, tapi kali ini dia tidak menjauh seperti saat pertama kali, dia tidur tepat di hadapan Arumi.


"kenapa tubuhku bergetar begini? serigala ini tak mungkin melukaiku kan? dia kan baik, tadi saja dia memberi buah untukku, atau jangan jangan dia memberiku makan karena akan memakanku nanti?" batin Arumi.


Sang serigala diam tak peduli saat tau tubuh Arumi gemetar ketakutan, tapi dalam batinnya dia tertawa puas karena berhasil menakuti Arumi, setidaknya kekesalannya tadi terobati.


"t**chh baru mendengar longlonganku saja sudah gemetaran begitu, apalagai kalau aku sampai pura pura menerkamnya hahaha" batin sang serigala kegirangan.


Di balik kegembiraan sang serigala setelah berhasil mengerjai gadis di depannya, ada Arumi yang tengah membayangkan nasibnya jika dia jadi makanan serigala.


Jika itu benar benar terjadi tak akan ada yang bisa dia mintai tolong karena sekarang dia hanya berdua dengan sang serigala.


"serigala ini walau nampak gagah dan mengagumkan ternyata dia sangat menyeramkan, inikah yang di maksud ayah (cantik namun mematikan)" batin Arumi.


......bersambung.....

__ADS_1


semoga cerita ini bisa memuaskan para pembaca ya, dan terima kasih karena sudah mampir.


jangan lupa dukungannya💜


__ADS_2