The Werewolf

The Werewolf
03. Kenangan


__ADS_3

"hhoooaaaaaaaamm" Arumi menguap begitu lebarnya.


"ahh tidurku nyenyak sekali, rasanya seperri tidur di atas kapas yang lembut" ucapnya seraya merenggangkan tangannya.


Matanya masih merem melek sambil mengumpulkan nyawanya (katanya kalo tidur nyawanya pada bubar jadi pas bangun perlu waktu buat ngumpulin😁), di pandanginya sekeliling "aaa iya aku lupa dari semalam berada di hutan" batinnya.


"gggrrrr"


Arumi langsung terduduk saat mendengar suara geraman yang paling di kenalnya, dan alangkah terkejutnya dia saat menyadari bahwa perasaan tidur di atas kapas yang lembut itu berasal dari bulu bulu lembut milik serigala besar.


"glek!" Arumi menelan ludah.


"aaaaaaaa maaf, a-aku tidur di tubuhmu? hah? bagaimana bisa? aku masih ingat semalam bersandar di sebuah batu, ta-tapi kenapa?" ucap Arumi bergetar.


Jelas jelas semalan dia tertidur bersenderkan batu, kenapa tiba tiba jadi serigala, atau jangan jangan semalam serigala itu berusaha menyantapnya, apapun itu yang jelas pikiran Arumi sedang terbang kemana mana.


"ggrrrrr" geram serigala membuyarkan lamunannya.


"ehh maafkan aku, pasti badanmu pegal" ucap Arumi asal.


"ggrrr" (pergi dari tubuhku bodoh). serigala itu melotot ke arah Arumi


"ahhh iya iyaa maaf" .. "apapun yang terjadi semalam maafkan aku, aku tak tau kenapa tiba tiba bisa tertidur di tubuhmu, mungkin semalam aku tanpa sadar merebahkan diriku padamu" ucapnya.


"apa serigala ini mengerti ucapanku, bagaimana kalau dia marah karena aku tertidur di tubuhnya? ahh jangan sampai aku jadi menu sarapannya pagi ini" batinnya.


"aku harus bergegas pulang" ucanya.


Arumi berdiri dan bergegas melangkah pergi, dia harus segera keluar dari jalan hutan ini. Arumi memiliki kewajiban bekerja pada pamannya.


Hanya sekitar 50 menit Arumi sudah keluar dari hutan, tinggal jalan tak terlalu jauh akan sampai di desanya, awalnya dia berniat pulang terlebih dahulu, tapi kalau di pikir lagi dia hanya akan bolak balik untuk sampai di toko, jadi dia langsung ke toko milik pamannya.


"kenapa kamu jalan telanjang kaki begitu?" tanya paman Brama.


"ohh itu tadi putus di jalan he he" jawabnya bohong.


"coba kamu cari di gudang, di sana ada beberapa alas kaki yang sudah tak laku di jual" .... "kau sudah sembuh?" tanyanya.


"ehm" jawab Arumi mengangguk.


Sorenya Arumi mendengar gosip dari mulut ibu ibu yang sedang berbelanja, mereka menggosipkan tentang hilangnya serigala yang di bawa pak kades secara tiba tiba, banyak yang menganggap kalau serigala itu adalah serigala siluman atau jadi jadian.


Arumi yang tau segala detail kejadiannya hanya bisa tertawa dalam batin, karena secara langsung Arumi lah yang telah melepaskan serigala tersebut.


Selesai menutup toko Arumi mengantar kunci ke rumah pamanya, tiba tiba saja dia teringat kenangan 2 tahun lalu.


Setelah kematian ayahnya Arumi pernah di ajak tinggal bersama oleh paman Brama, keluarganya adalah satu satunya kerabat yang tersisa.

__ADS_1


Brama adalah adik dari ayah Arumi (Rangga).


mereka berdua adalah anak dari golongan orang mampu tapi Rangga cenderung memilih hidup sederhana dan suka berperualang, makanya Rangga menjadi pemburu berbeda dengan Brama yang lebih suka bisnis dia memilih untuk menjadi pedagang.


Saat tinggal di rumah Brama, Arumi kerap di perlakukan tidak baik oleh bibinya (Rantih).


Jika pamannya di rumah dia akan di perlakukan layaknya keluarga, tapi saat pamannya pergi ke toko Arumi akan di jadikan pembantu oleh Rantih, bahkan terkesan seperti budak, kedua anaknya juga tak kalah mmyebalkan, mereka sering mengerjai Arumi.


Awalnya Arumi menerima semua perlakuan itu dengan sabar dan lapang dada, dia selalu teringat nasihat ayahnya untuk menjadi wanita yang sabar, sampai pada akhirnya Rantih mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan.


"kau tau alasanku menyiksamu begini? wajahmu itu sangat mirip dengan Alana dan aku sangat membenci dia, dulu kami berdua bersahabat tapi dengan teganya dia merebut Rangga dariku" bentaknya.


"tapi siapa sangka nasib ibumu tak sebaik diriku, dia mendapatkan Rangga tapi hidupnya susah, bahkan dia mati saat kau masih kecil, dan aku ? aku hidup bahagia dan makmur bersama Brama adik Rangga, itulah nasib dari seseorang yang berani mencuri kebahagiaan sahabatnya sendiri, dan kau! penderitaan yang kamu terima di sini adalah ulah ibumu" ucapnya lagi.


Saat itu tubuhnya bergetar, lidahnya kelu tak dapat menjawab ucapan bibinya, Arumi hanya menangis mendengar kata kata bibinya, ingin rasanya dia menampar mulut bibinya itu, bagaimana bisa bibinya menjadikan ibunya sebagai kambing hitam, dia menceritakan seolah dia yang jadi korban tapi justru yang terjadi kebalikannya.


Rangga dan Alana telah lama menjalin kasih, hanya saja Rantih tak pernah mau tau soal itu, dia seolah menutup mata akan kenyataan, bahkan Rantih bercerita pada Alana bahwa dia menyukai Rangga, dan karena sudah tak tahan dengan tingkah sahabatnya, akhirnya Alana mengatakan dengan lantang kalau Rangga adalah kekasihnya.


Rantih yang tidak terima perihal itu justru berkoar koar sepanjang jalan menjelek jelekan Alana, dia memgatakan Alana telah merebut kekasihnya, padahal seluruh warga pun sudah tau kalau Alana dan Rangga sudah menjalin hubungan lama dan akan segera menikah.


Semenjak kejadian itu Alana dan Rantih bermusuhan, walau sebenarnya Rantih lah yang memusuhi Alana, bahkan saat Alana dan Rangga sudah menikah Rantih masih tetap berusaha mendekati Rangga, sampai akhirnya Rantih di pinang oleh adik Rangga barulah Rantih berhenti mendekati Rangga.


Arumi menhetahui seluruh cerita itu dari alm neneknya (ibu Rangga), neneknya sering menceritakan tentang ibunya karena Alana adalah menantu kesayangannya.


Arumi menggelengkan kepala saat mengingat kenangan pahit itu, walau tak banyak memiliki kenangan dengan ibunya tapi jelas dari cerita neneknya ibunya adalah wanita yang lembut dan baik hati.


Arumi bergegas pulang saat sudah menyelesaikan tugasnya, berjalan ratusan meter ke rumah sudah jadi rutinitasnya, hanya saja hari ini terlalu lelah baginya, saat malam dia berjalan berjam jam, pagi ya juga dia jalan jauh, belum lagi di toko banyak sekali barang barang yang harus dia susun.


"heehhhh apa aku salah lihat" gumamnya.


Dia berjalan mendekati arah meja, di ciumnya aroma masakan yang sangat nikmat, ada beberapa sayur dan satu ekor ayam bakar, uapnya seolah menggoda Arumi meminta untuk segera di lahap.


Gadis berbadan mungil itu makan layaknya bocah yang berhari hari tak makan, satu ekor ayam langsung habis di lahapnya.


"argh" Arumi bersendawa dengan keras ( BTW aku ngga tau gimana niruin orang sendawa, itu jangan di kira teriak yaa🤭).


Selesai makan dia bereskan sisanya dan setelah itu mandi, kakinya agak pegal jadi berniat tidur lebih awal.


Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan mandi, Arumi merebahkan tubuhnya.


"a' aww" Arumi mengerang saat punggungnya menyentuh dipan.


"kenapa punggungku sepegal ini" ucapnya.


"ahhhh ya yaa ini pasti karena malam kemarin aku menyender batu, aneh sekali padahal dipan dan batu itu sama sama keras" gerutunya.


"hmm tapi aku lupa setidaknya dipan ini aku lapisi dengan kain tebal" gumamnya lagi.

__ADS_1


Arumi kembali melannutkan rencananya untuk tidur lebih awal, tapi itu hanya rencana, nyatanya sampai tengah malam matanya masih belum terpejam.


"haiih menyebalkan, padahal perutku sudah kenyang begini, harusnya aku bisa langsung tidur lelap" gerutunya lagi.


Arumi duduk karena tak kunjung tidur, di pandangi sekeliling, rasanya sangat kosong.


Hatinya sedikit getir saat menyadari dia kini benar benar menjadi yatim piatu.


Dia teringat saat neneknya meninggal dia mengalami kesulitan tidur, matanya tak kunjung terpejam walau dia paksakan, di saat seperti itu dia akan mendatangi kamar ayahnya dan mengajaknya ngobrol semalaman.


"di sini sangat sepi ayah" lirihnya.


Air mata tak terbendung lagi olehnya, semenjak ayahnya meninggal Arumi hanya memikirkan cara bertahan hidup, jika keadaan sulit dia akan selalu mengingat nasehat ayahnya dan setelah itu akan kembali bersemangat, tp malam ini terasa berbeda karena dia merasakan perihnya sendirian.


"kreek"


Sebuah suara tiba tiba mengagetkan Arumi, walau rumahnya dekat hutan tapi tak pernah ada binatang buas yang datang ke sekitar rumahnya, jika ada hanya sebangsa ular yang terkadang masuk rumah.


"apa ada orang jahat di luar?" batinnya.


Arumi takut karna saat ini dia hanya sendirian, tak ada lagi ayah yang biasanya menenangkannya, tapi tak ada waktu untuk meratapi kemalangannya, jika ingin terus hidup maka dia harus berani menghadapi apapun.


"si-siapa di luar?" tanya Arumi bergetar.


Tapi tak ada jawaban sama sekali.


"apa tadi aku salah dengar?" gumamnya.


"grrrr"


Arumi tersentak mendengar suara geraman yang sangat dia kenal, itu adalah suara serigala hitam yang sudah dua kali di tolongnya.


"kau kah itu serigala pintar? apa yang kau lakukan di sini malam malam? kau mau menemanikuu?" cerocos Arumi.


"grr"


Terdengar geraman malas dari luar, tepatnya di sebelah kamar Arumi, Arumi memberanikan diri mengintip dari celah kamarnya, dan benar sesua dugaannya, di luar ada seekor serigala hitam bertubuh besar.


"ah sepertinya dia menjagaku malam ini" batinnya.


Arumi kembali merebahkan tubuhnya, tapi kali ini begitu tubuhnya menyentuh dipan, matanya langsung terasa berat, matanya perlahan terkatup


"rasanya seperti di jaga oleh ayah" gumamnya.


dan dep, matanya tertutup sempurna, dia langsung terlelap dengan nyenyaknya.


.....bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya yaaaa💜


kritik dan sarannya jugaa☺️


__ADS_2