
"aaaaaa stagaaa jantungku" pekik Alara kaget.
"hufftt untung saja aku belum terlambat" ucap seseorang.
"hei, siapa anda?" tanya Alara heran.
"nona apa yang kau lakukan pada harimau ini? kenapa dia begini?" tanya pemuda di depannya.
"di tanya malah balik tanya, tak sopan" ujar Alara ketus.
"ahh maaf maaf, aku hanya khawatir, kenapa harimau ini begini? tolonglah" ucapnya memelas.
"harimau itu menyerangku, jangan salahkan aku kalau aku melumpuhkannya" ucap Alara kesal.
"ya ampun, tapi cuma di panah kenapa bisa begini?" tanyanya heran.
"heh kau ini siapa sih? datang datang main srobot saja" ucap gadis itu makin kesal.
"ahh sa saya Alan nona, harimau ini adalah teman saya, saya yakin dia tak ada maksud jahat" ucapnya.
"kau berteman dengan harimau siluman?" tanya Alara heran.
"apa? harimau siluman? bagaimana mungkin? dia ini harimau baik" bantahnya.
"kau bilang dia temanmu, tapi kau bahkan tak tau dia sudah jadi harimau siluman?" tanya Alara heran.
"sa saya tidak tau, selama ini dia selalu baik padaku" ucapnya pelan.
"hhh ya sudah kalau dia memang temanmu aku takkan membunuhnya" ucapnya mrlangkah pergi.
"heii nona tunggu dulu!" ucap Dirga.
"astaga apa lagi?" bentak Alara kesal.
"lukanya ba bagaimana?" lirihnya.
"huhhh luka begitu saja, awas!" bentak Alara lagi.
Setelah mencabut mata panahnya, Alara meminta Alan untuk mencarikan beberapa tanaman herbal, dengan kondisi hutan yang tak terjamah manusia maka bukan hal sulit mencari tanaman obat di sini.
Tangan Alara dengan cepat bergerak memilah tanaman yang di perlukannya, sekarang dengan sekali remas saja tanaman obat itu akan hancur olehnya, tak perlu lagi batu untuk sekedar menghaluskan obat tersebut.
Wajah Alara langsung berbeda ekspresi saat mengobati sesuatu, jika biasanya wajahnya ketus dan garang (meski cantik) tapi akan terlihat wajah gadis lembut dan baik saat sedang mengobati seseorang, jika ada yang melihatnya maka takkan ada yang percaya bahwa gadis itu bisa membunuh tanpa berkedip.
Setelah selesai memberi obat oles, Alara perlu kain untuk membebat luka si harimau.
"lepas bajumu" ucap Alara pada Alan.
"ehh apa? kenapa?" tanya Alan bingung.
"jangan berfikir macam macam, aku perlu kain untuk membungkus lukanya" ucapnya makin ketus.
"ahh iya iya maaf" ucap Alan.
Saat Alan melepas bajunya, bisa di lihat dengan jelas oleh Alara ada banyak bekas luka di sekujur tubuhnya, ada sedikit tanda tanya di kepalanya tapi dia tak mau bertanya.
Selesai mengobati Alara langsung berdiri dan berencana pergi, tapi langkahnya berhenti saat telinganya kembali mendengar geraman harimau dari kejauhan.
__ADS_1
"apa apaan ini, apa selain sarang ular hutan ini juga sarang siluman?" batinnya agak panik.
Seakan tau ke khawatiran Alara, Alan menjelaskan kalau di hutan ini ada 7 ekor harimau, selama 2 tahun Alan tinggal bersama harimau itu, dulu dia adalah seorang putra pedagang perhiasan, tapi saat melakukan perjalanan bersama ayahnya dia di rampok, dan entah bagaimana saat terbangun dari pingsan dia sudah ada di hutan ini.
Alan adalah pemuda tanggung yang baru berumur 13 tahun, dia merupakan putra tunggal dari juragan perhiasan di kotanya, kekayaan keluarganya tentu bukan main, dan kehidupannya berubah 2 tahun lalu saat perampok menjarah dagangan ayahnya.
Awalnya dia ketakutan saat para harimau mengelilingi tubuhnya, pikirnya harimau itu akan memangsanya saat salah satu di antaranya menjilati luka di tubuhnya, tapi siapa sangka justru harimau itu hanya membersihkan darah kering di tubuhnya, dan mereka kerap kali membawakan makanan untuknya.
"jadi selama 2 tahun kau di asuh oleh segerombol harimau?" tanya Alara tak percaya.
Menurutnya saat dia yang seorang manusia srigala di asuh oleh kakek angkatnya saja sudah terasa aneh, tapi pemuda tanggung di depannya yang merupakan manusia justru di asuh oleh harimau siluman, apalagi jumlh mereka ada 7 ekor.
Beberapa waktu setelahnya muncul 2 ekor harimau dengan mata merah sama seperti sebelumnya, Alara menelan ludahnya karena merasa para harimau itu terlihat seperti hendak menerkamnya, tapi benar seperti ucapan Alan, para harimau itu hanya mendekati Alan dan menjilati wajahnya, mirip seperti kucing atau anjing yang sedang bermanja pada majikannya.
"hahhhh pemandangan macam apa ini?" batin Alara masih tak percaya.
Selang beberapa waktu setelahnya muncul lagi 4 harimau dan kembali menjilati wajah Alan, Alara yang makin tak percaya dengan apa yang di lihatnya langsung terduduk lemas, seorang bocah di kelilingi harimau siluman layaknya di kelilingi binatang peliharaan.
"plaakkk" sebuah tamparan Alara arahkan pada pipinya sendiri.
Andai Alan melihat ekspresi wajahnya yangv tertutupbjubah, saat ini sudah pasti pemuda itu akan tertawa geli melihatnya, gadis songong yang baru saja membentaknya sedang syok melihatnya di kelilingi harimau.
"kau kenapa nona?" tanya Alan heran.
"ti-tidaakk" ucapnya terbata.
"perkenalkan teman temanku, yang terluka ini namanya Kai ini Kei, yang itu Do, itu De, itu Nay, itu May dan itu yang paling tua adalah ibunya nona Moa" ucap Alan bangga.
"apa? nona? bha ha ha haaaaa kau memanggilnya nona? aha ha haaa padahal usianya sudah lebih dari seratus tahun dan kau memanggilnya nona ha ha haaaaaaa, aduh perutku haha mukamu hahahaaaa" tawa Alara terpingkal, tangannya juga memukul mukul tanah saking lepasnya tawanya itu.
Alara berhenti tertawa saat harimau yang di panggil nona Moa mendekatinya, gadis itu langsung duduk tegak dan mengulurkan tangannya.
"baiklah bibi Moa dan anak anak, perkenalkan namaku Alara, aku adalah serigala tercantik di seluuuruh dunia" ucapnya sambil membuka jubah.
Wajah Alan tercengang makin menjadi jadi, dia sampai terjengkang saat melihat rambut putih gadis itu, di tambah lagi gadis itu juga memunculkan telinga serigalanya, juga di tambah sorot matanya yang berwarna biru, warna yang sangat terang dan cantik secantik permata.
"se se seee..."
"sa sa se se, tinggal bilang serigala aja susah, dasar bodoh" ucapnya berganti menjabat tangan Alan.
"kau bukan manusia nona?" tanyanya.
"aku bukan manusia sepertimu bukan juga siluman seperti mereka, seperti yang ku katakan tadi aku manusia serigala" jelasnya.
"hahhh ba bagaimana bisa?" ucapnya lemas.
"kenapa? kupikir setelah kau berteman dengan harimau harimau ini tak masalah kalau kau tau aku ini serigala" ucap Alara.
"yaahh memang bukan masalah, hanya saja aku kan baru tau kalau mereka ini adalah siluman, lalu kau tiba tiba muncul sebagai manusia srigala, rasanya aku ingin pingsan" ucapnya.
"pingsan saja sanah, akan kumakan tubuh krempengmu itu" ucap Alara menakuti.
"hah? kaa kau memakan manusia?" tanya Alan takut.
"benar graaaom" geramnya menakuti.
"aaaaaa nona Moa, tolooong" larinya langsung bersembunyi.
__ADS_1
"kyyaaaa ha ha haaa lucunya" tawanya lagi.
Saat asik tertawa harimau bernama Kai sudah bangun, efek racun jamur darah sepertinya sudah hilang, raut wajahnya seakan takut pada gadis di depannya, kepalanya terus menunduk tak berani menatap.
Alara sendiri masih asik mengerjai Alan, menakuti pemuda tanggung itu seolah menjadi kebahagiaan tersendiri buatnya, para harimau di sekelilingnya seolah tak peduli dengan teriakan Alan, dan mereka membiarkan pemuda tersebut di permainkan oleh Alara.
Entah kemana perginya gadis pendiam dan ketus itu, dan entah sejak kapan gadis itu berubah menjadi gadis menyebalkan yang suka mengerjai orang.
Setelah puas menakuti Alan gadis itu menjatuhkan tubuhnya ke tanah, nafasnya memburu karena kelelahan menakuti Alan, Alan sendiri hampir tak sanggup bernafas di buatnya, dan para harimau itu mengobaskan ekornya seolah mengipasi Alan.
"heii apa apaan itu, kalian tak adil hanya mengipasi bocah penakut itu" ucap Alara tak terima.
Seolah paham dengan ucapannya, beberapa harimau itu pindah mengipasi Alara, dan entah sejak kapan harimau yang menyerangnya beberapa waktu lalu sudah menempel padanya layaknya kucing.
"kenapa kau begitu?" tanya Alara.
"grrrrr" geramnya lirih.
"kau mau minta maaf padaku? aku sudah memaafkanmu kucing manis, aku juga minta maaf sudah melukaimu" ucapnya sambil mengelus kepala Kai.
Dan entah kenapa harimau garang itu seolah benar benar seperti kucing di dekat Alara, harimau itu terus menggesek kepalanya pada tubuh Alara seolah minta terus di elus, bahkan beberapa saudaranya juga melakukan hal yang sama dengannya.
Sementara itu Alan justru sudah tertidur pulas, pemuda itu terlihat benar benar nyaman hidup di kelilingi para siluman itu, Alara tak habis fikir bagaimana pemuda penakut seperti itu hidup bersama 7 harimau siluman selama 2 tahun lamanya.
"hhhhhhh apa yang akan ku lakukan sekarang?" gumam Alara tiba tiba.
"grrrr" geram Kai.
"aku tidak bisa menetap di sini, aku harus pergi" ucap Alara seolah mengerti bahasa Kai.
"ggrrrrr" geramnya lagi.
"sama sepertimu yang punya ibu aku juga punya seorang ayah, aku harus mencarinya" jawab Alara lagi.
"grrr" geram Kai melirih.
"entahlah, kalau aku tau aku takkan repot mencarinya" ucap Alara seolah mengerti arti geraman Kai
"grrr" geram harimau itu lagi.
"baiklah aku takkan pergi sekarang, aku akan merawat lukamu sampai sembuh" jawab Alara lagi.
Seperti kucing yang di beri makan, harimau itu langsung bermanja pada Alara, padahal mereka baru bersama selama beberapa waktu, tapi mereka seolah sudah dekat sejak lama.
....bersambung.....
jangan lupa
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
βΊοΈπππππ
__ADS_1