
Kehidupan Alara di alam bebas bersama 7 ekor siluman dan seekor manusia bernama Alan membuat suasana hatinya terasa bahagia, dia bisa bebas mengekspresikan diri dan merubah penampilan di depan mereka tanpa khawatir.
Meski sudah berhari hari bersama, Alan masih saja takut saat Alara menakutinya, entah pemuda tanggung itu benar takut atau hanya mengikuti kekonyolan Alara saja, yang jelas 9 mahluk itu hidup bersama dengan rukun.
Bukan hanya Kai, sekarang saudara saudaranya juga tak kalah manja darinya, setiap hari kerjaan Alara hanya mengelus para harimau seperti mengelus anak anak kucing, sementara Moa, induk si harimau masih tetap setia pada Alam
Mungkin harimau betina itu tak mau kalau Alan sampai merasa tersisih, Setiap 2 hari para harimau akan berburu bersama sama, mereka berburu ke sebuah bukit yang tak jauh dari hutan ini.
Sudah pasti mereka takkan bisa berburu di hutan ini karena hutan ini hanya berisi berbagai spesies ular dan serangga saja, terkadang Alara berfikir kenapa para harimau itu tak pergi dari hutan kabut padahal mereka kesulitan berburu di sini.
Tapi rupanya gadis itu pandai menilai situasi, keberadaan harimau siluman seperti mereka sudah pasti akan di incar oleh orang orang yang haus dengan permata siluman, apalagi daging mereka juga terkenal bisa menambah stamina dan kekuatan jika di konsumsi.
Menurut perkiraan Alara, anak anak harimau itu berusia sekitar 150 tahun dan induk mereka Moa berusia lebih dari 300 tahun, sudah tentu permata di tubuh mereka akan sangat berharga untuk di jadikan senjata dan sebagainya.
Alara juga sempat menanyakan kenapa Alan tak pergi dari hutan ini, padahal menurutnya akan sangat di sayangkan kalau pemuda itu hidup terkurung di hutan kabut ini.
Dan dengan mudahnya pemuda itu bilang kalau para harimau itu adalah keluarganya, dia tak ingin meninggalkan para harimau yang sudah menyelamatkannya dari maut 2 tahun lalu.
"apa yang kau kerjakan selama 2 tahun bersama mereka?" tanya Alara.
"emm tidak ad.."
"astaga kau hanya bermain main?" serobot Alara.
"hehe iya" jawabnya cengengesan.
"kau tak ada niat belajar bela diri?" tanya Alara menyelidik.
"untuk apa? toh hidupku di sini aman bersama mereka" jawabnya polos.
"ya ampun ternyata kau bocah yang sangat polos yah" ucap Alara.
"a-apa maksudmu?" tanya Alan tak mengerti.
"apa kau pikir keberadaan mereka di sini suatu saat takkan di ketahui oleh seseorang? bagaimana kalau ada yang ingin memburu mereka? walau mereka kuat karena sudah berumur ratusan, jika di kroyok oleh banyak pendekar sakti bukan hal sulit untuk menghabisi mereka semua, aku saja bisa melumpuhkan Kai" ucap Alara panjang.
"ma-mana mungkin, lagian selama 2 tahun di sini tak ada siapapun yang kemari selain dirimu" jawab Dirga tak percaya.
"hahhh anak ini naif sekali, kalau aku saja bisa masuk kesini kenapa mereka tidak?" ucap Alara lagi.
"tidak tidak, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka" ucapnya panik.
"kau takkan membiarkannya tapi bagaimana caranya, memangnya kau bisa melindungi mereka?" tanya Alara lagi.
Alan langsung tertunduk mendengar ucapan Alara yang sangat menohok, memang bebar selama ini dia tak pernah berfikir jika suatu saat akan ada yang menemukan keberadaan para harimau siluman ini, jadi dia selalu merasa aman di hutan ini, tapi kata kata Alara benar benar menamparnya.
Selama beberapa waktu pemuda tersebut merenung sendirian di pinggir sungai, sementara Alara enak enakkan tidur setelah membuat pemuda itu merasa tak enak, memang sudah menjadi watak gadis itu bicara semaunya.
Saat malam menjelang Alara di kejutkan dengan adanya Alan yang duduk di sampingnya, entah sejak kapan pemuda itu memandanginya saat tidur, tau tau sudah di sana dengan wajah memasang wajah serius.
"haisss kau ini, hampir saja jantungku copot" gerutu Alara.
"tapi tidak sampai copot kan?"
"kamu ingin aku mati?"
"ahh tidak tidak, itu tidak mungkin" sanggahnya.
"kenapa kamu di sini?"
"tolong ajari aku guru" ucap Dirga bersimpuh.
__ADS_1
"hah? guru? apa kau kesambet penunggu sungai?" tanyla Alara tak mengerti.
"aku sudah merenungi kata kata anda nona, angkatlah aku jadi murid" ucapnya masih bersimpuh.
"hei heii apa yang kau lakukan? sikapmu membuatku tak enak" ucapnya.
"aku takan bergerak sampai kau menerimaku sebagai murid" ucap Alan mantap.
"ahh terserahmu lah, nanti kalau badanmu pegal juga kau akan ambruk sendiri" ucapnya seraya pergi.
Alara mendatangi sungai dan membasuh tubuhnya di sana, Kai masih setia mengekor kemanapun dia pergi, entah pelet apa yang di gunakan Alara sampai harimau itu selalu mengekor padanya.
"hei aku mau mandi, awas kalau ngintip" ancamnya pada Kai.
"grrrr" geramnya langsung balik badan, apapun yang Alara ucapkan seolah perintah mutlak baginya.
Setelah membersihkan badan dan menangkap beberapa ikan Alara melanjutkan aktifitas dengan membakar ikan, dia cukup bosan selama berhari hari makan daging rusa yang di bawakan saudara saudara Kai.
Gadis itu sangat mahir menangkap ikan, bahkan kakek Arung tak bisa menandingi kemahirannya dalam berburu dan menangkap ikan di sungai.
Kai dengan mata berbinar menunggu ikan bakar di tangan Alara, bahkan harimau itu sampi mencarikan beberapa ranting pohon agar Alara memberinya upah ikan bakar.
"berikan ini pada bocah itu" perintah Alara pada Kai.
Harimau itu sedikit kecewa saat tau ikan bakar itu bukan untuknya, padahal dia mengira ikan bakar itu adalah upahnya setelah mengumpulkan ranting pohon.
"heii apa apaan mukamu itu, berikan dulu ikan itu lalu kau kemari makan bersamaku" ucap Alara lagi.
Seumpama bocah yang baru saja mendapat mainan, harimau itu langsung girang dan segera berlari membawakan ikan bakar untuk Dirga, tak sampai 2 menit harimau itu sudah kembali ke depan Alara.
"astaga kau cepat sekali" puji Alara.
Dengan bangga harimau itu membusungkan dadanya, dia seolah memamerkan pada dunia bahwa Alara baru saja memuji kecepatannya.
Gadis itu tertidur sampai lewat tengah malam, dia terbangun saat Kai membangunkannya karena langit tiba tiba gelap menandakan akan turun hujan, dengan malas Alara bangun dan berjalan menuju goa tempatnya tidur selama beberapa hari ini.
Mulutnya menganga saat melihat Alan masih dalam posisi yang sama seperti bebedapa waktu lalu, bahkan ikan bakar yang di bawakan Kai tak di sentuhnya sama sekali.
"hei bodoh, mau sampai kapan kau begitu?" tanya Alara.
"sampai kau mengangkatku jadi murid" jawabnya mantap.
"heiii keras kepala sekali, ya sudah nikmati saja hujan malam ini, ayo Kai kita tidur di dalam" ajaknya tak mempedulikan Dirga.
Alara langsung bergabung dengan para harimau dan melanjutkan tidurnya, baru saja tidurnya mulai nyenyak suara petir mengagetkannya, matanya langsung terbelalak saking kerasnya suara petir tadi.
Matanya dengan awas melihat sekeliling dan tak ada Alan di sekitarnya.
"tchhh keras kepala sekali bocah itu" ucapnya menepuk jidat.
Dengan malas dia keluar dan melihat Alan masih bersimpuh layaknya orang bodoh, padahal Alara tak pernah memperlihatkan kemampuan bela dirinya pada Alan sedikitpun, bagaimana bocah itu bisa sekeras kepala itu ingin jadi muridnya.
"bangun! mau sampai kapan kau begitu?" ucap Alara di bawah rintikan gerimis.
Memang walaupun banyak suara petir tapi hujan belum turun dengan deras.
"sampai aku jadi muridmu" ucap Alan masih sama.
"aihhhh entah terbuat dari apa otakmu itu, sudahlah besok aku akan mengajarimu, sekarang makan eh ambil ikan itu dan masuk ke goa" bentaknya.
"benarkah? kau menerimaku jadi murid?" ucapnya semangat.
__ADS_1
"hmmm" jawab Alara malas.
"terima kasih, terima ksih guru" ucap Alan makin semangat.
"ya sudah cepat berdiri" perintah Alra lagi.
"iyaa .... bruuukkk ... aduhh" tubuh Alan ambruk.
"hhhh ya ampun" ucap Alara kesal.
Dengan wajah polosnya Alan bilang bahwa kakinya kram karena sudah berjam jam menekuk, dia juga lemas karena belum makan apapun sejak siang.
"ck merepotkan" ucap Alraa dengan memapah Alan.
Sesuai janjinya begitu pagi tiba Alara berencana melatih Alan dasar dasar ilmu pedang, tapi sebelum itu Alara menugaskan Alan agar berlari dari hutan kabut sampai bukit tempat Kai dan saudaranya berburu.
Menurutnya perawakan Dirga terlalu kurus dan tak berotot sedikitpun, jadi dia ingin menguatkan fisik Alan terlebih dahulu, dan pemuda itu dengan semangat menjalankan perintah Alara, bahkan beberapa harimau juga menemaninya berlari.
"hmmm kalau menunggu fisiknya kuat sesuai keinginanku aku bisa terjebak berbulan bulan di sini" gumam Alara.
Setelah sekitar 1 minggu Alan bolak balik berlari Alara memutuskan untuk meninggalan kitab bela diri milik kakek Arung yang di bawanya selama ini, dia juga meninggalkan pedang miliknya dengan syarat Alan tak boleh malas berlatih selama tidak di awasi oleh Alara.
"guru kau benar benar harus pergi sekarang?" tanya Alan dengan wajah memelas.
"hmmm aku harus segera menemukan ayahku" jawab Alara.
"t-tapi bagaimana denganku?" tanyanya lagi.
"ikuti saja arahanku, terus perkuat fisikmu dan pelajari kitab itu baik baik" ucap Alara.
"baiklah guru, aku akan mengikuti perintahmu, aku janji takkan membuatmu kecewa" ucapnya mantap.
"hohhh bagus sekali" pujinya dengan mengelus kepala Alan.
Tanpa Alara sadari perbuatannya sudah membuat wajah pemuda yang menjadi muridnya bersemu merah, maklum saja karena gadis itu belum mengenal cinta dan belum pernah tertarik dengan lawan jenis.
"ya sudah aku pergi, berlatihlah yang giat, yaa" ucap Alara.
"grrrr" geram Kai menarik baju Alara.
"aku harus pergi Kai" ucap Alara lembut.
"grrrrr" geramnya lagi.
"hmmm kau ingin ikut denganku?" tanya Alara.
Harimau itu langsung mengangguk berkali kali saat Alara menanyakan hal tersebut, meski gadis itu tak tau bahasanya tapi Alara bisa selalu tau keinginannya.
"kalau kau ikut denganku bagaimana ibu dan saudaramu? kau mau meninggalkan mereka?" tanya Alara lagi.
"grrrr" geram harimau itu lemas.
"hhhhhh baiklah aku akan mengijinkanmu ikut asal ibu dan saudara saudaramu mengijinkan" ucap Alara.
Dan yaaa, sesuai yang di katakan Alara, harimau tersebut langsung mendekati ibu dan saudaranya, dia seolah benar benar meminta ijin pada ibu dan kakak kakaknya (Kai anak terakhir).
Dengan girang harimau itu mendekati Alara seolah sudah mendapat ijin dari keluarganya, Alara sendiri tak menyangka kalau Kai benar di ijinkan pergi.
"hehh, aku benar benar akan berjalan dengan harimau ini?" batin Alara.
......bersambung.......
__ADS_1
semoga para reader bisa menikmati ceritaku yah💜💜💜