
"hal penting apa yang ingin ayah bicarakan?" tanya Alara.
"ayah dan paman Raka memutuskan untuk pergi dari hutan ini, semenjak penyerangan 2 tahun lalu terlalu banyak kenangan menyakitkan di sini, semuanya merasa tersiksa" ucap Rangga tertunduk.
"pergi ke mana?" tanyanya bingung.
"kami akan pindah ke ke pulau bayangan" jawabnya.
"pulau bayangan? ayah tidak salah bicara? bukanya pulau bayangan adalah pulau misterius?" tanya Alara tak percaya.
"benar, pulau itu memang misterius tapi juga paling aman, satu tahun lalu ayah mengutus beberapa orang kepercayaan kakekmu untuk mencari tempat baru, dan setelah melalui beberapa pertimbangan pulau itulah yang paling cocok" jawab Rangga mantap.
"tapi setauku pulau itu hanya terlihat setiap 10 tahun sekali, itupun belum jelas kebenarannya, bagaimana bisa kalian ke sana?" tanya Alara penasaran.
"dengan portal sihir"
"portal sihir? memangnya manusia serigala belajar sihir perpindahan juga?" tanya gadis itu sedikit kaget.
"tidak semua, tapi ada beberapa yang mempelajarinya, pamanmu adalaha salah satunya, dengan kemampuannya dia bisa memindahkan sekitar 10 sampai 15 orang" ucapnya menjelaskan.
"lalu yang lainnya bagaimana?"
"masih ada 2 orang lagi yang mahir seperti pamanmu" jawabnya.
"hmm begitu? tapi bukankah menggunakan portal sihir tidak mudah?"
"benar, selain harus fokus menggunakan portal sihir juga menguras banyak tenaga, pamanmu dan lainnya hanya bisa menggunakan 1 dalam seminggu"
"lalu kalau mereka hanya bisa menggunakan 1 kali dalam seminggu, ayah memindahkan semuanya secara bertahap?" tanyanya lagi.
"mau tidak mau harus begitu, karena hanya ada 3 orang saja yang bisa melakukannya"
"kalau kalian semua pergi ke sana bagaimana caraku menemui kalian? apa kalian harus benar benar ke sana?" ucapnya lirih.
"justru tujuan ayah menyuruhmu kemari karena hal itu, pamanmu ingin kamu mempelajarinya, jadi kau bisa ke sana jika merindukan kami"
"bagaimana ini? kakek melarangku menggunakan semua kekuatanku, kalau aku menggunakan sihir apa tidak apa apa? bagaimana kalau tubuhku kacau lagi?" batinnya bingung.
"akan aku fikirkan ayah, sekarang aku belum bisa memutuskannya" jawabnya.
"iya fikirkan dulu baik baik, aku akan berbincanh dulu dengan temanmu, istirahatlah kalau masih lelah" ucap Rangga pergi.
"iya"
Gadis itu termenung sendiri, sihir teleportasi atau sihir pemindah adalah sesuatu yang sangat langka, saat tau pamannya salah satu pemilik kekuatan langka itu dia cukup kaget, saat ini masih sangat sedikit orang yang bisa menggunakannya, jadi Alara ingin bisa mempelajarinya.
"sepertinya kalau belajar atau menggunakan sihir tidak masalah, yang membuat organku kacau kan kalau aku mengendalikan elemen es, lagi pula Duwaan sudah mempelajari pengobatan untuk diriku, kalau ada msalah pasti sia akan menolongku" gumamnya.
Setelah beristirahat Alara keluar menemui pamannya, keputusannya sudah bulat akan mempelajari sihir perpindahan, selain karena pemiliknya langka gadis itu juga khawatir tidak bisa bertemu rasnya lagi, selain terlihat 10 tahun sekali pulau bayangan juga terlihat di tempat berbeda, dan hanya orang terpilih yang bisa melihatnya.
Keadaan pamannya masih sama seperti dulu, hanya saja Alara merasa Raka terlihat jauh lebih berwibawa, entah memang sudah dasarnya atau dia tertular oleh Rangga, yang jelas dia sudah tidak sepecicilan dulu.
"paman" serunya menyapa.
"ohh Ara, apa kamu sudah memutuskan?" tanyanya antusias.
"benar benar tidak basa basi" batinnya.
__ADS_1
"iya paman, aku akan belajar sihir perpindahan" jwabnya mantap.
"wah bagus bagus, sekarang ayo ikut aku" ajaknya pergi.
Di halaman belakang yang luas Alara terus memperhatikam Raka tanpa berkedip, gadis itu tak ingin melewatkan sedikitpun apa saja yang di lakukan pamannya.
Gadis itu baru tau sihir perpindahan bisa di gunakan hanya saat orang itu tau tempatnya, tidak bisa asal berpindah sesukanya, mantra sihir yang di ucapkan juga tidak sulit, hanya membutuhkan banyak tenaga dan konsentrasi penuh.
"apa kamu tau, sihir perpindahan juga bisa menjelajah waktu" ucap Raka.
"menjelajah waktu? maksudnya?" tanya gadis itu bingung.
"aku pernah mendengar, seseorang yang memiliki pusaka khusus penjelajah waktu dan bisa menggunakan sihir teleportasi juga bisa menjelajah waktu" terangnya.
"maksudnya kita bisa pergi ke msa lalu atau masa depan?" tanya Alara memastikan.
"iya benar, sayangnya pusaka penjelajah waktu tidak di ketahui keberadaannya" ucapnya murung.
"apa paman tau pusaka itu seperti apa?" tanyanya penasaran.
"emmmm dari buku yang aku baca pusaka itu ada 2 jenis, 1 pusaka yang di ciptakan khusus untuk bangsa siluman dan manusia serigala dan yang ke 2 khusus untuk manusia biasa, tapi pusaka khusus siluman sudah menghilang ratusan tahun lalu" terangnya.
"seperti apa bentuknya? apa benda itu benar benar ada?"
"bentuknya bulat seperti bulan, tapi di tengahnya ada ukiran bentuk serigala dan manusia, ukurannya hanya sebesar ibu jari dan benda itu hanya terlihat seperti lencana" jelasnya sambil menggambar.
"benda bulat dengan ukiran serigala? aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana yah? .. ahh aku ingat" batin gadis itu.
"em lalu apa paman tau cara menggunakannya?"
"semudah itu?"
"benar, tapi kan benda itu tidak..."
"apa benda pusakanya seperti ini?" tanya Alara memperlihatkan hadiah yanh di berikan ibu Damar 3 tahun lalu.
"hng .. ehh ini? ini kenapa bisa ada padamu?" tanya Raka kaget.
"benar ini pusaka yang paman maksud?"
"be-benar, dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Raka masih tak percaya.
"3 tahun lalu ada seseorang yang memberikannya padaku, dia bilang benda ini adalah jimat keberuntungan milik keluarganya, dan sudah turun temurun mereka simpan" terang Alara jujur.
"astaga aku benar benar tak menyangka, benda ini sepertinya berjodoh denganmu" ucap Raka menyerahkan kembali pusaka itu pada Alara.
"berjodoh?" ucapnya bingung.
"menurutmu apa lagi kalau bukan berjodoh? pusaka ini sudah ratusan tahun menghilang, dan sekarang ada bersamamu jadi apa lagi kalau bukan berjodoh?" tanyanya.
"emm begitu ya, jadi apa aku bisa menjadikan bemda ini milikku?"
"tentu saja, lagi pula orang yang menyimpannya penyerahkan padamu" jawab Raka tersenyum.
"kalau begitu ayo paman secepatnya ajarkan aku" ucap Alara antusias.
"kenapa semangat sekali? apa ada suatu tempat dan waktu yang ingin kamu datangi?" tanya Raka penasaran.
__ADS_1
"tentu saja, aku ingin memastikan sesuatu agar hidupku tenang" jawabnya mantap.
"memang selama ini hidupmu tidak tenang?"
"ehh tenang sih, tapi intinya ada sesuatu yang megganjal di hatiku, dan aku ingin membuang ganjalan itu" ucapnya.
"hmm baiklah, ayo aku ajari aku yakin kamu akan cepat mempelajarinya" ajaknya.
Sejak hari itu Alara dengan semangat belajar sihir pada pamannya, meski terbilang mudah tapu tetap saja terasa sulit bagi pemula, apalagi fokus Alara sangat mudah terpecah dan itu akan sangat berbahaya.
Biasanya orang yang belajar sihir teleportasi menggunakan media lain untuk berlatih, dari benda kecil sampai besar dan dari tempat dekat ke tempat yang lebih jauh.
Percobaan pertama yang Alara lakukan adalah memindahkan sebuah apel dari hadapannya ke hadaoan Duwan, apel itu memang sampai tapi apelnya sudah terbelah menjadi beberapa bagian, dan itu tandanya Alara gagal.
Percobaab kedua ketiga dan seterusnya juga masih gagal, tapi dorongan kuat dari dalam dirinya membuatnya tak ingin menyerah dan terus mencoba.
Hampir satu bulan Alara melatih kemampuan sihirnya, sekarang dia sudah bisa memindahkan dirinya sendiri tanpa terluka, di beberapa percobaan sebelumnya gadis itu sempat terluka, bahkan bajunya juga robek beberapa kali, dan percobaan kali ini bisa di bilang sukses.
"prok .. prokk"
"hebat sekali kamu Ra, aku mempelajarinya butuh waktu bertahun tahun, tapi belum satu bulan kamu sudah bisa berpindah tempat walau jaraknya belum bisa jauh?" puji Raka kagum.
"ini juga berkat bimbingan paman hehe" jawab gadis itu tersenyum.
"huhh kau ini, jangan pernah sembrangan tersenyum pada laki laki ya, kamu bisa membuatnya salah paham" celetuk Raka tiba tiba.
"ehh apa maksudnya?" ucapnya bingung.
"bukan apa apa, sekarang sudah gelap, istirahat saja dulu" ucap Raka menasehati.
"aku akan berlatih sebentar lagi, selamat istirahat paman" ucapnya ramah.
"jangan terlalu larut yah"
"iya" jawabnya mengangguk.
Gadis itu tidak ada lelahnya terus mencoba, meski tenaganya terkuras banyak itu tidak mengurangi semangatnya, apalagi kemajuannya dalam menggunakan sihir terbilang sangat jenius.
"Raa kenapa belum tidur?" tanya Duwan.
"iya ini aku sudah selesai"
"jangan terlalu memaksakan diri, kamu harus ingat batasan sendiri" ucap Duwan mengingatkan.
"iya iyaa, kau ini sama cerewetnya seperti kakek" gerutu gadis itu.
"ya sudah, selamat tidur"
"iya"
"*tunggulah, aku akan menemuimu, aku juga akan memelukmu walau hanya sekali saja seumur hidupku" batinnya.
..... bersambung*........
Woyy gaes, jangan lupa jempolnya ya
tinggalin jejak juga yaπππ
__ADS_1