
Gadis bernama Lucia Marcia adalah gadis cantik bak bidadari seorang leader mafia terkejam dan terhebat di Eropa sekaligus merupakan jendral dikemillitaran Eropa.
Di Manison Lucia...
Saat ini Lucia sedang membersihkan diri dan olahraga pagi dimansionnya.
Setelah selesai olahraga Lucia pergi mandi dan bergegas keruang sarapan... Setelah sampai disana kakeknya sudah menunggu nya diruang makan sambil membaca koran terbaru.
"Lucia kemarilah..." Ucap kakek dengan serius sambil menatap korannya yang didalmnya terdapat berita kelompok mafianya Lucia.
"Hm..."Ucap Lucia dengan deheman yang berarti 'iya'. Karena malas berbicara terlalu banyak Lucia langsng duduk diseblah kakeknya.
"Apakah kau yang berbuat ini?" Tanya kakek dengan bangga melihat kelompok mafianya Lucia membantu negara menyingkirkan kejahatan dalam negaranya.
"Hm..."Ucap Lucia yang mengoleskan slai kerotinya.
"Huh baiklah kalau seperti itu, kakek bangga padamu." Ucap kakek gugup karena cucunya itu sangat dingin kepadanya.
"Hm..." Dan lagi Lucia hanya membalasnya dengan deheman saja.
"Haiss...sedari tadi kau hanya membalas kakekmu ini dengan deheman saja. Sebntar lagi kau akan berulang tahun yang ke 17tahun, Ubahlah sikap mu itu yang seperti balok es."Ucap kakeknya yang sudah geram dengan sikap Lucia.
"Baiklah." Seru Lucia karena tak mau kakeknya itu darah tinggi nya kambuh.
Lucia yang sudah selesai mengoleskan slai kerotinya itu pun langsung pergi kegarasi mengambil mobilnya dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.
Lucia yang sudah masuk kedalam mobilnya langsung mengendarai mobilnya pergi dari perkarangan manisonnya menuju tempat kemilliterannya.
Di Markas kemilliteran...
Kedatangan nya Lucia yang mengendarai mobilnya langsung disamabut oleh salah satu anggotanya yang menjaga gerbang.
Setelah keluar dari mobilnya yang sudha terparkir Lucia pun langsung ketempat atasan nya untuk melapor.
Setelah sampai Lucia langsung menendang pintu yang terbuat dari besi itu samapai terbuka dan menampakan seorang laki² yang masih fokus dengan berkasnya dan kaget karena ada yang mendobrak pintunya.
Siapa lagi yang berani mendobrak pintunya selain si jendral kemiiliteran (Lucia).
Atasan yang sudah memhetahui itu pun hanya diam karena ia sudah tau bahwa itu adlah Lucia.
Lucia pun masuk kedalam ruangan itu tanpa memberikan salam dan langsung melemparkan sebuah berkasnya yang dibawanya dirumah tadi.
"Apa ini?." Tanya atasanya yang bernama Jerry.
"Itu adalah bukti² yang aku kumpulkan tentang penjualan anak² gadis di pelelangan gelap." Ucap Lucia singkat, jelas + padat.
"Hm...baiklah laporan darimu sangat akurat. Terima kadih karena sudah melacak sebuah buktinya secara rinci." Ucap Jerry dengan hati² agar tak menyinggung Lucia.
__ADS_1
"Hm..."Balas Lucia.
"Baiklah...aku akan mengutus salah saru anggota kita untuk melaksanakan misi ini yang diketuai oleh kau, bagiamana." Ucap nya meminta pendapat Lucia setuju/tidak nya karena tak ada yang dapat memaksa Lucia yang seorang Leader mafia RoseBlue yang merupakan orng terkejam dikota dan Jerry mengetahui itu hanya bisa bungkam seribu kata.
"Hm..."Balas Lucia dan berjalan sampai depan pintu ruangan, Lucia pun berhenti dan berkata...
"Setelah misi ini selesai aku akan mengambil cuti beberapa hari untuk mengadakan acara ultah dimansion bersama kakekku. Kalau atasan berkenan untuk datang silahkan datang." Ucap Lucia dan melemparkan kartu undangan ke Jerry.
"Baiklah..."Ucap Jerry.
"Sebelum kau mengadakannya aku akan memberikanmu kado terlebih dahulu jendral Cia. Hahaha." Lanjutnya
Stelah mengatakan itu Lucia pun pergi ketempat parkiran dan masuk kedalam mobil sportnya yang berwarna hitam elegan.
Lucia melajukan mobinya ke markas mafianya untuk memgecek keadaan disana.
Dimarkas Mafia RoseBlue...
Lucia yang sudah sampai didepan gerbang markas pun disambut oleh mafia yang berjaga didepan gerbang.
Setelah mermarkirkan mobil sportnya Lucia berjalan menuju ruangan rapat untuk mengadakan rapat. Entah kenapa perasaan Lucia tak enak dan ingin mengalihkan semuanya kepada adik nya yang bernama Yuta.
Author : kenapa tadi Yuta nggak ada dirumah? karena ia menginap dirumah temannya yang bernama Ivan dan langsung pergi melaksanakan misinya.
"Tolong panggilkan Yuta." Ucap Lucia tanpa basa basi dan langsung duduk ditempat duduk ketua utama.
"Maaf, tapi bukannya ketua kedua Yuta sedang melaksanakan salah satu misinya Queen." Ucap Sandy salah satu orang kepercayaan Lucia.
"B -... baiklah." Ucapnya dengan gugup karena ketakutan dengan aura mendominasi dari Lucia.
Stelah Sandy keluar dari ruangan Lucia yang mengambil nafas dlam² karena kesulitan bernapas didalam ruangan tadi.
Tanpa basa basi ia langsung ketempat menghubungkan para anggota RoseBlue.
Sesudahnya ditempat tersebut ia langsung membuka layar monitor dan menghubungkan Yuta lewat alat tersebut.
"Hallo dengan ketua kedua Yuta..." Panggil Sandy yang memastikan terhubung atau tidak dengan Yuta.
"Ya...Yuta ada disini, ada apa ?" Tanya nya yang menyingkir dari tempat penyerangan.
"Queen utama memanggil anda untum bertemu dengannya, katanya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada ketua kedua Yuta..."Ucap Sandy.
"Owh...kalau begitu tunggu beberapa menit aku akan segera sampai kemarkas." Ucap Yuta.
"Baiklah...ketua kedua yang saya lihat anda belum menyelesaikan misi apa tidak apa² ?" Ucap Sandy yang sedang melihat kearah monitor.
"Tak apa², aku akan menyerahkan tugas ini kepada tangan kanan ku. Tenang saja, bilang pada kakak untuk menungguku." Ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah, segera mungkin ketua kedua sampai sini kalau tidak kemungkinan besar QueenLy akan mengamuk." Ucap Sandy dengan ketakutan.
"Hm...segera datang." Ucap Yuta dan segera mematikan smabungannya dari alatnya itu. ( Author g tahu namanya apa, maaf ya...😓😓. )
Stelah itu Sandy pun keruangan ketua utama tempat Lucia berada.
Tok...tok...tok...
(Suara ketukan pintu)
"Masuk."Ucap Lucia yang sudah mengetahui itu adlaah tangan kanannya, yaitu Sandy.
Stelah itu pintu terbuka dan Sandy langsung masuk untuk melapor.
"Lapor Queen, Ketua kedua Yuta sedang dalam perjalanan." Ucap Sandy.
"Hm...baiklah, kau boleh pergi." Ucap Lucia.
Setelah mengucapkan itu Sandy langsung keluar dari ruangan Lucia.
Dan Lucia yang langsung mengurus surat pengalihan kelompoknya dan beberapa aset perusaahan nya atas nama Sandy.
BIODATA.
Nama : Lucia Marcia
Umur : 17 tahun
Profesi : Leader RoseBlue & CEO Utama Perusahaan
Bakat :
- Bermain Alat² Musik Tradisional, Misalnya Seruling, Kecapi, Guzheng.
- Pandai Membuat Strategi Perang.
- Jago Dance / Menari Tradisional.
- Ahli medis & Mengerti Pengobatan Tradisonal.
Sifat : Dingin, Acuh Tak Acuh tehadap orang yang ia tak suka, egois, kejam.
Kesukaan : Menyukai anak² kecil karena imut, Menyukai berada ditempat² tenang seprti dipinggir danau, dibawah / pohon dan suka duduk didekat jendela, dan suka membaca buku termasuk novel ( kayak author tuh hihi🙂🙃🙃🙃)
Bersambung....
__ADS_1
Novel Ini Sudah DIREVISI
Jangan lupa Like, Comment, dan Vote.