
Siang Hari...
___________
Lucia, Blacky, Rossiana, dan Alex kini sudah siap akan perjalanan nya menuju istana duyung di laut dekat istana langit itu.
Tanpa berbicara lagi, Lucia pun mulai membaca kan mantra formasi transportasi.
Tiga sekawan yang belum mengambil beberapa persediaan pun membulatkan matanya kaget karena Lucia lebih dulu membacakan mantranya!!
Karena takut ketinggalan, dengan cepat mereka berlari ke arah Lucia dan berdiri di lingkaran mantra teleportasi yang dibuat selingkaran besar oleh Lucia tadi.
Woshh...
Angin datang menerpa dengan kecepatan tinggi, dengan cepat membawa keempat orang itu pergi dari sana.
Swossh....
Swossh...
***********
Lucia dan yang lainnya pun tiba di depan gerbang kerajaan laut dengan mantra pelindung.
Baru saja tiba disana, tak menunggu lama pintu gerbang itu terbuka sendirinya seperti memang sudah menunggu kedatangan Lucia dan yang lainnya datang.
Tak ingin berlama - lama Lucia, Alex, Rossiana dan Firance pun masuk dengan santai.
Tap...
Tap...
Suara langkah kaki mereka terdengar di lorong istana laut itu.
Juga tak jarang penjaga - penjaga bawah laut seperti paus dan ikan - ikan lainnya belalu lalang untuk berjaga sekitar.
Lama mereka berjalan tak berarah, akhirnya seorang lelaki setengah duyung pun datang ke arah mereka.
"Permisi nona Cia. Anda sudah ditunggu oleh yang mulia raja di ruang makan." Ucapnya sambil mempersilahkan keempat sekawan itu untuk berjalan.
Tak mau mengambil pusing Lucia dan yang lainnya pun mengikuti penjaga itu, ya...walaupun sebenarnya Lucia yang memang sudah mengetahui letak - letak istana bawa laut ini hanya diam dan mengikuti alur saja.
Kriett..
Pintu emas yang tadinya terkunci itu akhirnya terbuka, dan memperlihatkan singgahsana emas berkilau yang dilapisi oleh permata dan mutiara.
"Hm...Cia. Silahkan duduk." Ucap raja bawah laut.
"Hah, langsung saja. Ceritakan semua yang terjadi di masa lalu sesuai janjimu waktu itu." Ucap Lucia dengan wajah datarnya yang masih kokoh berdiri di antara gerbang ruang makan itu.
"Haih...kau adalah orang yang tidak sabaran! Biarkan lah aku menjamu mu terlebih dahulu sebagai tanda penghormatan ku." Ucap raja laut yang sedikit memaksa.
Karena tak suka berada di sini lama - lama, Lucia pun melayangkan tatapan tajam + mematikan ke arah raja bawah laut tak berakhlak itu dengan sengitnya.
Gleg!
Alex dan Firance hanya berpura - lura bodoh supaya tak terkena amukan Lucia, sedangkan Rossiana yanv masih dengan santai - santainya sudah melahap makanan yang tersedia.
Hah....
__ADS_1
Blacky yang melihat mereka hanya bisa menghela napas lelah dengan teman - teman bodohnya.
Lalu haruskah dirinya yang membujuk Lucia agar meredahkan ke kesalan nya dan berdamai?
Merepotkan!
"Hah...sudahlah Cia. Lebih baik kita ikuti saja apa yang si tua itu inginkan." Ucap Blacky berusaha menenangkan.
Lucia yang tadi masih menatap raja bawah laut itu tak suka langsung mengalihkan pandangan ke Blacky dan yang lainnya.
Huft....
Lucia hanya bisa menghela napas dan ikut duduk untuk berusaha menghormati teman ibunya yang satu ini.
Lucia bukannya bodoh dan tidak tau, bahwa teman ibunya yang satu ini adalah seorang yang tahu dan akan mengambil keuntungan jika orang itu berguna.
Haih...pantas saja ia menunggu anak dengan takdir besar datang dan mencari keuntungan dengan informasi kerajaan putih!
Ingat! Seorang teman sejati akan membantu apapun situasinya!
Back To Topik
"Baiklah, silahkan dinikmati." Ucap raja laut dengan senyum khas seorang pembisnis.
Acara makan raja dan tamu kerajaan bawah laut itu pun berlangsung agak lama...
_____
1 jam kemudian...
Sekian lamanya mereka menikmati makanan yang disediakan, akhirnya selesai juga.
"Jadi, bisakah kau memberitahuku?" Ucap Lucia yang tempo suaranya semakin datar karena tak suka ia harus menunggu dan menunda misinya untuk acara makan tak berfaedah ini.
"Hm...jika kau ingin melanjutkan dan ingin mengetahui informasi lebih dariku, kau tau kan apa yang harus kau berikan sebagai pertukaran?" Ucap raja itu dengan senyum remeh nya.
Blacky, Alex, Firance, dan Rossi memandang raja itu dengan tatapan tidak suka. Sedangkan Lucia menatapnya dengan tatapan datar yang semakin menjadi - jadi.
"Heh...!" Mendengkus Lucia mendengar nya. Lama ia menunggu basa - basi ini dengan jangka waktu yang cuku lama, akhirnya juga tetap akan sama.
Brak!!
Digebrak nya meja itu dengan keras, entah apa yang merasuki Lucia, netra hitam nya yang kelam tadi kini sudah berubah menjadi merah kemarahan.
Secepat kilat ia kini sudah berada di belakang raja laut itu dengan katana yang tajam dan siap menebas siapa saja yang mengganggu nya itu tepat dileher sang raja.
Para penjaga bawah laut yang memang sudah diberikan kode sebelum kedatangan Lucia itu pun sudah membawa tombak dan panah mutiara tingkat suci.
Gleg!
Lucia yang melihat itu semakin marah!
Sudah cukup ia bersabar dengan basa - basi yang membosankan tadi, jadi...
Pakah ia disini hanya untuk itu saja?!
Aura hitam pekat yang dikeluarkan Lucia kini menyebar keseluruh ruangan sehingga membuat para prajurit yang sudah berbaris untuk berperang itu sesak nafas dan pingsan di lantai begitu saja.
Lain halnya dengan Blacky, Alex, Rossi dan Firance. Mereka berempat sudah sedia payung terlebih dahulu.
__ADS_1
Raja laut yang sudah mendapat kitab yang diberikan Lucia waktu itu pun tersenyum remeh karena dirinya sudah naik ketingkat Ranah Ilahi berkat buku sihir nenek moyang warisan klan duyung itu.!
(Author Belike : " Kgk tau aja lo, Lucia sudah masuk ke tingkat kultivasi God dari kemarin! ^....")
"Heh...ingin menentangku?" Ucap Lucia remeh.
Raja bawah laut itu masih saja memasang wajah songong nya dan tidak ingin menyerah karena aura hitam pekat yang menyelimuti Lucia tetap saja mendorong nya untuk menunduk sampai lantai.
"Ku-kurang ajar! Aku adalah penguasa lautan! Lepaskan aku! Kau masih belum mendapatkan info ibumu dariku jadi K...- kau tak bisa membunuh ku " Ucapnya yang masih saja sombong.
"Heh...benarkah?" Ucap Lucia dengan wajah psikopat nya.
Sreet!
Katana Lucia menggores di leher raja bawah laut itu sehingga mengeluarkan cairan merah/ yang bisa kita sebut darah itu dengan deras.
"Akh...!" Jerit raja bawah laut itu.
"Hm...baiklah aku sudah bosan berurusan dengan orang yang mengaku sebagai teman dekat ibuku ini!" Ucap Lucia dengan wajah dinginnya.
Katana Lucia yang sudah tingkat suci itu menghilang dengan sendirinya.
Dengan gaya cool nya Lucia berbalik dan mengebaskan tangannya di angin.
Sreet!!!!
"Akh...!!!!!!!!" Jerit raja bawah laut itu sebelum akhirnya berhenti.
Tanpa menyentuh mangsanya, Lucia kini sudah menewaskan seluruh pasukan bawah laut yang terkenal akan kekejaman nya itu.
Dengan keadaan tragis ia tewas, kepala yang terpisah dari tubuhnya juga isi perut dan anggota tubuh lainnya juga
"Cih..." Umpat Lucia.
"Ayo pergi. Kita sudah membuang banyak waktu dengan berada di kerjaan tak berguna ini." Ucap Lucia dingin.
"Ľâžųþřž" Lucia membaca kan sebuah mantra teleportasi, dan dengan cepat sebuah cahaya terang muncul dibawah nya disertai dengan angin kencang yang membawa nya pergi dari sana.
______
Bersambung....
Curhat Author!
Maaf yah guys, author dah berusaha up....tapi kondisi author kgk berkemungkinan buat up.
Hah...kg terasa kakak author yang paling deket sama author dah satu bulan setengah perginya.
Author masih kek g nyangka aja gitu tapi yah mo gmana lagi.
Author berusaha buat lupain dengan main, tapi tetep aja kgk bs gitu...
Hidup author kacau akhir² ini, otak author juga butek! Udhlh kek apa tauk lh
Msih sedih. Jadi maaf yah buat yang nungguin, yah walau author tau klian kgk nungguin. Jugak critanya menurut kalian udh kgk jls kan?
Author minta maaf tapi author usahain buat nyambungin alurnya lagi kok.
Makasih yang sudah memberikan support like dan votenya untuk novel ini yak...!
__ADS_1