Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 54 : ( Penyihir Tua )


__ADS_3

Lucia keluar dari ruang dimensi gelang sendirian dan kebetulan hari masih tengah malam.


Ditengah malam yang sunyi itu, Lucia berjalan tanpa arah dan tujuan. Yah...yang ia ingin saat ini adalah untuk menjernihkan pikiran nya terlebih dahulu baru kembali saat ia sudah siap nanti.


Biasanya untuk menenangkan dirinya ia akan melukai dirinya sendiri atau membunuh para tawanan nya yang berada diruang bawah tanah manison kakek nya.


Yah...jeritan saat malam hari yang sering terdengar oleh para pembantu dimanison kakek nya itu dikarenakan dirinya yang menyiksa para tawanan dengan kejamnya.


...


Tak perlu waktu lama, akhirnya Lucia bisa menemukan salah satu tempat favorite nya, yaitu danau.


Hm...sepertinya ada yang janggal dengan danau ini!!


Tapi apa?


Biar saja lah... Pikirnya.


Lalu ia pun duduk disalah satu pohon rindang yang berada ditepi danau itu sendirian.


Huft...


Ia sudah lelah dengan semua ini...kapan bisa ia beristirahat dan bahagia walaupun itu cuman sebentar saja.


Ia melamun sambil memandang danau itu cukup lama.


Entahlah. Pancaran netra nya menunjukan kekosongan yang perlu diisi oleh seseorang.


Dibelakang Lucia atau lebih tepatnya di atas pohon ada sepasang mata yang menatap Lucia yang sedang melamun.


Sepasang mata yang tak lain adalah seorang perempuan dengan tongkat sihir pun keluar dari tempat persembunyian nya.


"Hei gadis kecil...kau ingin permen tidak. Hehehe..." Ucap perempuan itu yang ternyata adalah seorang nenek penyihir yang membawa permen kapas ditanagnya dengan raut wajag licik yang menghiasi wajahnya yang walaupun sudah keriput.


( Nenek Penyihir : " Kurang ajar kau thor. Kusihir kau jadi kadal."😑😀 )


( Author : "Blee...siapa takut." πŸ€ͺ)


( Nenek Penyihir : "Simsalabim...abrakadabra...jadi kodok." 🀨)


( Nenek Penyihir : "Hahaha...rasakan itu dasar author tak punya akhlak." 😏😏 )


( Author : " Hhehe...tak tau saja dasar nenek tua, author punya kuasa disini kau tau hah? Jadi...cepat minta maaf sebelum peranmu kurubah menjadi seekor katak tua bau tanah." πŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ˜ˆπŸ˜ˆ


( Nenek Penyihir Dalam Khayalan Author : E...-eh. Ampun thor...kasihanilah aku yang sudah bau kencur ini..." πŸ˜”πŸ˜” )


( Nenek Penyihir Yang Asli : " Dasar author laknat, ubah - ubah naskah orang sembarangan aja. Hump..." 😑😀😠 )


( Author : :v )


πŸ‘† Abaikan...


Dalam pikiran author ...


"Siapa kau?" Tanya Lucia sok polos, seperti anak yang sedang tersesat.


"Hahaha...tentu saja aku adalah nenek pembawa berkah." Ucapnya percaya diri.


Author yang tidak sengaja lewat πŸ‘©β€πŸ¦― "...."


'Dasar tua bangka penipu...' Batin author.


"Benarkah?..." Tanya Lucia lugu.


"Ya. Tentu saja benar gadis manis." Ucap nenek itu yang tak pandai berakting.


"Kalau begitu...Aku mau." Ucap Lucia dengan tingkah imutnya.


Kejadian Asli...


"Hm...siapa kau?" Tanya Lucia dingin nan cuek.


"Aku tentu saja..."

__ADS_1


"Penyihir? Tua..." Ucap Lucia yang langsung skakmat bagi nenek tua itu.


Author yang lewat lagi...πŸ‘©β€πŸ¦―


"Hahaha... makanya aktingmu diasah dulu. Dasar nenek tua yang sudah pikun." Ledek Author.


"Diam kau!! Dasar author tak berfaedah..."Ketus nenek penyihir.


Jleb...


Back To Topic...


"Eh...tentu saja bukan..." Ucapnya yang masih sok baik.


"Hais...kau salah mengincar mangsa. Lebih baik kau segera pergi dari sini sebelum tanganku gatal untuk membunuh mu lebih lanjut." Ucap Lucia dengan mata merah yang menyalah terang.


Nenek penyihir yang melihat itu sontak terkejut.


'Bagaimana mungkin?' Batin nya terkejeoet.


"Ba-...bagaimana bisa..." Ucapnya.


"Pergi sekarang...atau mati." Ucap Lucia dingin dengan aura membunuh yang pekat.


'Tunggu...tunggu. Heh hanya seorang bangsawan iblis saja. Baiklah mari kita tes ilmu sihir ku yang terbaru. Dan...tentunya membuat tuan senang dengan pekerjaan ku...' Batin nenek itu yang mulai berpikir spatula seperti spongebob.


"Ckckc...hanya bangsawan iblis kelas rendah saja. Kalau begitu mari kita bertarung." Ucapnya dan tersenyum smirk penuh makna diwajah tuanya


Lucia yang niatnya sedari tadi ingin santai dan diganggu pun merasa sangat marah + kesal.


Kenapa kalau ia ingin bersantai sejenak pasti akan slalu ada saja halangan atau pengganggu seperti si nenek tua yang cari mati ini... Pikir nya, wajahnya pun berubah menjadi suram.


"Baiklah jika itu mau mu. Jadi matilah.!" Ucap Lucia dengan dingin.


Lalu aura hitam yang tadi mengelilingi Lucia pun berubah menjadi sebuah bentu tangan dan mencekik si penyihir tua itu hingga mengambang diatas udara.


"Dasar kurang ajar. FΔΎΓΉΓ²ΓΉΕ›Γ©Ε™Γ¬...." Ucapnya mencoba merapalkan mantra agar bisa lepas dari cengkaraman Lucia.


"Sialan!! Lepaskan aku!." Teriak si nenek yang sudah hampir kehabisan napasnya karena cekikan kuat dari Lucia.


Lucia hanya diam dan tak menghiraukan nya, manik matanya sudah menjadi merah sempurna. Bisa dikatakan sekarang ini ia sedang berada di dalam kondisi tidak baik + diganggu oleh penyihir ini.


Huft... untuk kesalnya belum meningkat menjadi amarah yang sesungguhnya. Kalay tidak hutan ini pasti sudah meledak karenanya.


"Uhuk...uhuk...le...lepaskab...ohok...uhuk..." Rintih nenek itu sampai mengeluarkan satu tetes bening air mata dari pelupuk matanya yang sudah tua.


"Mati!." Ucap Lucia dan tepat saat ia mengucapkan itu, nenek penyihir yang tadinya sombong sekarang sudah jatuh dan teegeletak ditanah tak berdaya.


Lucia yang sekarang memang butuh pelampiasan pun mengambil katananya dan menusuk - nusuk tubuh nenek tadi.


Tak lama ditusuk, inti sahir seorang penyihir keluar dari ulu hatinya.


Inti sihir seorang penyihir adalah kekuatan cadangan sang penyihir yang dikumpulkan menjadi satu untuk mengeluarkan sihir besar yang mengeluarkan cukup banyaknya mana.


Setiap penyihir pasti akan mempunyai inti sihir, contohnya seperti Rossiana yang memang tak mempunyai cadangan yang cukup untuk mengembalikan kekuatan sihirnya yang dulu. Sehingga ia harus menunggu untuk mengumpulkan inti sihir tersebut terlebih dahulu.


Beda halnya dengan Lucia. Ia mempunyai banyak cadangan inti sihir karena detian tanpa batasnya yang mempermudahnya untuk menggunakan sihir apapun semaunya asalkan sudah ia pelajari.


Lucia yang memang belum tau itu apa pun, segera memasukan nya kedalam ruang dimensi gelang untuk dijadikan koleksi terbarunya.


Yah...Lucia adalah seorang pengoleksi barang - barang. Eits...jangan salah. Biasanya seseorang akan mengoleksi benda antik atau perhiasa lainnya.


Beda dengan Lucia, ia hanya mengoleksi darah, tengkorak manusia yang sebelumnya ia bunuh, benda - benda yang menurutnya berguna juga organ - organ manusia.


Setelah mengambil inti sihir nenek tua yang cukup besar itu, Lucia pun memeriksa tas kecil yang berada di samping pinggang nenek tua itu.


Hehe... kan siapa tau ada benda berharga lainnya yang disimpan oleh orang cari mati ini. Pikir author.


Diperiksa nya tas tersebut yang berisi sebuh cairan racun, tanaman beracun tingkat menengah, umbrella sihir, tungku tingkat dasar, dan...hm token giok asing.


'Giok apa ini?' Batin Lucia


Dilihatnya giok yang berukuran kotak kecil dan berbentuk mata itu dengan seksama.

__ADS_1


Eh...bukankah ini adalah kunci masuk ke markas para penyihir. Ya...waktu sedang memaca buku pengetahuan benda berharga bersama Alex, dia pernah membaca tentang giok misterius ini.


Dikatakan setiap penyihir akan mempunyai masing - masing giok ini dengan lima warna yang berbeda.




Warna Merah yang berarti adalah tanda bahwa penyihir tingkat pemula atau amatiran




Warna Kuning yang berarti adalah tanda penyihir tingkat rendah, seperti giok yang dipegang oleh Lucia sekarang




Warna Hijau yang berarti adalah tanda bahwa sang penyihir tingkat master.




Warna Biru yang berarti adalah tanda bahwa sang penyihir tingkat agung.




Warna Ungu yang berarti adalah tanda bahwa sang penyihir tingkat abadi.




Dikabarkan bahwa penyihir tingkat abadi sangat sulit ditemukan, bilapun ada penyihir tersebut akan berbaur dengan masyarakat sehingga tak ada yang mengetahui bahwa ia adalah seorang penyihir tingkat abadi.


Sang pemilik sihir abadi adalah bangsa vampire yang bisa hidup beratus - ratus tahun lamanya, tidak seperti kultivator yang hanya bisa hidup ribuan tahun saja.


Lucia hanya menatap datar giok itu, huft...sebenarnya ia tak tahu kenapa...giok berwarna ungu itu bisa mencul di kolong tempat tidurnya.


Sudah semenjak Lucia belajar sihir dengan Rossiana ia tau giok itu ada disana, akan tetapi ia malas mengambil nya sehingga hanya dibiarkan saja.


Ya...giok sihir bisa muncul dengan sendirinya, sesuai dengan peningkatan sihir yang kamu bisa.


Ia tercipta dari kekuatan kamu sendiri. Giok sihir juga bermanfaat untuk memulihkan kekuatan penggunanya, akan tetapi orang tersebut harus bersemedi dan meletakan giok tersebut tepat didepan nya agar memudahkan untuk mentranfer kekuatan sihir kamu sendiri yang tersimpan didalam sana.


Karena menurut Lucia giok iti tak berguna, ia pun melemparkan nya kedalam danau hingga tenggelam.


Selepas itu ia pun berbalik untuk kembali ke dalam kelompok nya dan melanjutkan untuk mencari artefak ketiga.


β€”β€”β€”


Bersambung...


Hi...hai...


Authoe crazy up nih hari ini sesuai janji. Maaf ya bari bisa up sekarang. Author nya kehabisan kuota jadi harus nunggu sampai hari kamis baru tuh tukang pulsa nya buka.


Author terlalu malas untuk ke indomaret langsung jadi milih yang deket sama rumah aja.


Okay...terima kasih untuk yang sudah berkenan mampir dinovel author.


Dan yah...untuk para pemenang yang sdh menjawab quiz dari author akan diukumkan di eps selanjutnya ya...


Jangan Like, Comment, dan Vote novel ini ya guys...


See You Later...β™‘β™‘


Bye...

__ADS_1


__ADS_2