
Sekarang ini, Lucia yang tadi menggunakan sihir teleportasinya sudah sampai di semak - semak dekat kelompok nya berkemah.
Ia pun berjalan dengan santai dan duduk di pohon yang biasa nya dijadikan tempat beristirahat nya itu.
Dipantaunya keadaan dibawah, yang dimana beberapa anggota kelompok nya sedang berjaga - jaga.
Hm...dimana keempat teman nya?
Aneh.
Biasanya kalau ada mereka akan ramai seperti pasar. Tapi...
"Nona Cia?... Apakah ini benar nona Lucia??" Tanya seseorang dibawah pohon, yang tak lain adalah Lylia dengan bakul buah - buahan dan air panas ditangan nya.
Lucia menyernyit bingung.
Pertanyaan itu, membuat Lucia yang sedang memikirkan teman - teman nya pun tersadar dan langsung turun kebawah.
"Dimana yang lain?" Tanya Lucia langsung ke inti nya, dengan ekspresi datar.
"Eum...itu nona...tuan..." Jawaban Lylia terhenti karena subuah suara datang dari arah lain.
"Aku dan yang lain sedang menunggu Rossi sadar." Jawab seseorang, yang tak lain adalah Blacky.
Lucia memiringkan kepalanya tanda tak mengerti.
"Ada apa dengan Rossi?" Tanya Lucia bingung, akan tetapi wajah datar non ekspresi nya masih melekat di wajah.
"Huft...semenjak kau menghilang waktu itu, ia mengalami kerusakan Mana. Mana nya menjadi tidak stabil dan merdian nya rusak karena terlalu banyak mengeluarkan Mana saat kita terkena ilusi dijalan untuk mencarimu." Jelas Firance sambil menatap Lucia sendu.
"..." Lucia??
Ia hanya diam dan langsung masuk ketenda tanpa memperdulikan Blacky yang masih menatapnya di pinggir tenda dekat pohon.
Srek...
Lucia dengan tatapan dingin dan wajah tak berekspresinya, membuka tenda dengan datar.
Saat tenda terbuka, dilihat Rossiana yang sangat pucat seperti mayat hidup dengan Alex dan Firance yang hanya duduk menatap di samping Rossiana.
__ADS_1
"Cia!!..."
Keduanya yang melihat Lucia pun langsung berbinar dan mendekat lalu memeluk nya dengan erat.
"Cia! Darimana saja kau? Apakah kau tak merindukan kami?" Tanya Alex yang masih bergelayut manja di lengan kiri Lucia.
"Mencari tempat untuk mendapatkan ketenangan dan kesenangan." Balas Lucia singkat, tanpa mengalihkan pandangan dari tubuh Rossiana yang sedang terbaring didepan nya.
"Hiks...! Maafkan kami Cia. Kami janji tak akan membuat keributan lagi kok." Ucap Firance manja sambil menghapus setitik air mata, tanda menyesal.
Alex yang melihat itu hanya memutar bola matanya, malas dengan si Firance yang bisa - bisa nya masih caper sama Lucia.
"Hah...sudahlah. Minggir." Perintah Lucia kepada kedua nya yangbmasih bergelayut ditangan nya. Yang entah kenapa membuat nya kesal sendiri.
Sedangkan keduanya yang disuruh minggir pun langsung dengan cepat menormalkan ekspresinya dan duduk anteng di samping sambil menatap Lucia.
Lucia pun duduk di samping Rossiana demgan wajah datar nya, tapi bila kalian teliti lebih lanjut...kalian pasti akan melihat dari sorot matanya yang menandakan bahwa saat ini ia sedang cemas akan tetapi ia berusaha untuk kuat dan menjadi lebih kuat untuk melidungi orang yang disayangi atau orang terdekatnya.
Ia tak mau ditinggal oleh seseorang yang sudah ia posisikan dihatinya yang sudah dianggap keluarganya begitu saja, seperti nenek kesayangan nya. Ia tak mau kehilangan lagi, tidak mau!
Yah...walaupun ia kesal, jengkel, dan hanya menunjukan ekspresi datarnya...Lucia mempunyai cara sendiri untuk menyayangi orang yang disayanginya, meskipun tak menunjukan nya secara langsung.
Tak menunggu lama, Lucia pun menstranfer sebagian mana nya untuk memulihkan kondisi Rossiana.
3 jam kemudian...
Setelah dirasa cukup menstransfer mananya, ia langsung mencoba menggunakan kekuatan cahaya milik nya untuk memperbaiki merdian ataupun tempat penyimpanan mana Rossiana yang terluka.
Sring...
Cahaya putih keluar dari tangan nya, Lucia menggerakan tangan putih nan mulusnya disekitar tubuh Rossiana.
Hah...memang Lucia tak mengerti cara mengobati seseorang ataupun mengendalikan kekuatan nya sekarang.
Tapi...ia berjanji akan mempelajari dan menjadi yang terkuat untuk melindungi orang - orang yang ia sayangi.
Kilatan cahaya itu pun mulai redup, lambat laun...bibir Rossiana yang tadinya pucat kembali memerah seperti sebelum nya.
Huft...
__ADS_1
Helaan nafas berat dikeluarkan bibir tipis na merah Lucia.
'Huft...untung masih bisa.' Batin Lucia, merasa lega.
———
3 Hari Kemudian...
"Firan...Sini kau! Dasar sialan tak beradab, kembalikan tongkat sihir kesayangan miliku!!." Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Rossiana yang sudah pulih, sedang berlari mengejar salah satu sang pembuat onar dan jahil. Siapa lagi kalau bukan Firance...?.
Sedangkan yang sedang dikejar pun malah berlari terbirit - birit seperti anak kecil yang ketahuan mencuri permen.
"Bwleee...dasar bunga layu, kalau bisa tangkaplah aku!." Ujar Firance, sembari meledek Rossiana yang masih dibelakang nya dengan senyum menyebalkan. Walaupun tampan...
"Sialan! Akan ku goreng kau hidup - hidup!!!" Marah Rossiana, lalu larinya pun semakin cepat sehingga Firance yang tadinya songong pun tertangkap olehnya.
Buagh...
"Aduih...sakitnya!" Gerutu Firance dengan pala benjol yang sedang diusap - usap nya sembari menirukan suara animasi upil dan ipil.
"Huh...makanya, jadi orang itu...jangan jahil! Dasar tua bangka tak ingat umur!" Kesal Rossiana, yang juga tak sadar diri bila ia juga sudah hidup beribu - ribu tahun.
"Ckckck...apakah kau tak sadar dengan apa yang kau katakan! Bercerminlah! Lihat wajah mu yang sudah kerilut seperti nenek - nenek bongkok itu." Ketus Firance dengan senyum meledek + menjengkelkan milik nya.
"Kau!!!" Marah Rossiana yang masih tertahan.
"Apa? ... apa?" Ledek Firance dengan wajah menyebalkan.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
_____
Bersambung...
Jangan Lupa Like, Komen, dan Vote Novel ini untuk menambah inspirasi authoe heboh ya.
__ADS_1
Maaf ya author g bisa crazy up karena sibuk, mungkin lain kali...
Papay...♡♡