Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 38 : ( Berhasil Mendapatkan 2 Artefak Kuno Dengan Mudah )


__ADS_3

Lucia pun menyalurkan kekuatan dewi nya untuk menyembuhkan anak kecil itu.


Mata anak kecil itu membulat sempurna, ia terkejut karena mengetahui bahwa Lucia mempunyai kekuatan dewi kematian yang begitu pekat.


Setelah cukup lama menyalurkan kekuatan dewi nya, Lucia pun menghentikan menyalurkan kekuatan nya.


"Ka...- kakak...kau...punya kekuatan dewi? Siapa kau.?" Ucap nya gugup + takut.


"Tentu. Dan siapa aku...itu tak penting." Balas Lucia cuek dan berjalan meninggal kan anak kecil yang masih duduk terdiam itu sendirian.


———


Ia pun berjalan menyusuri kerajaan awan yang cukup luas ini, jangan lupakan Alex, Firance, dan Rossiana yang sudah keluar untuk menghirup udara segar.


Setelah lama berjalan, tak ada satupun pelayan atau orang yang menegur nya.


Hingga tiba - tiba seorang bayangan hitam melesat kearah Lucia.


"Permisi nona...anda di panggil oleh yang mulia kaisar..." Ucap nya sambil menunduk hormat.


"Hm..." Ucap Lucia yang langsung melesat lebih cepat daripada penjaga bayangan kaisar tadi.


Penjaga bayangan itu hanya bisa menganga di balik topeng nya, bagaimana bisa? Ia adalah orang terbaik dari sekte bayangan yang terkenal akan kecepatan nya itu...akan tetapi gadis bercadar, seorang murid sekte kekaisaran sekai bis melebihi kecepatan nya...?


Owh no...apa kata dunia?...


Sepertinya...rumor - rumor tentang gadis itu semuanya benar.


Kembali ke cerita....


Ia yang sudah sadar dari lamunan nya pun langsung menyusul Lucia ke ruang kerja kaisar Kerajaan Awan.


.....


Setelah lama berjalan, Lucia dengan mata dewi nya sudah menemukan ruang kerja kaisar yang berada di sekitar istana ini.


Ia pun masuk tanpa permisi...


Para pengawal yang berjaga juga tak beranu buat apa - apa, toh...Lucia adalah idola mereka...jadi bisa di pastikan Lucia adalah orang yang baik. Menurut mereka.


"Hormat saya, kaisar." Ucap Lucia yang masih berdiri tegak tanpa menekukan badan seperti kebiasaan banya orang yang kalau menemui kaisar harus bersujud.


Tidak, tidak, tidak...


Ingat Lucia tak akan pernah tunduk oleh siapa pun!! Kecuali sang pencipta dan ibunya yang telah melahirkan nya.

__ADS_1


"Hahaha....nona Cia dari kekaisaran langit kan...? Silahkan duduk dulu." Ucap kaisar kerajaan awan sambil tersenyum ramah, tetapi seperti ada maksud tersembunyi dibalik senyuman itu.


"Langsung saja...aku kesini untuk meminta 2 artefak yang kau punya..." Ucap Lucia pada intinya + santai.


Kaisar pun tampak berpikir, dari mana Lucia bisa mengetahui rahasia nya yang ia simpan rapat - rapat dari publik.


Perlahan kaisar pun mengeluarkan senyum smirk nya, yang sama sekali tak menakutkan bagi Lucia


"Apa keuntungan yang kudapat dengan memberi artefak kuno itu kepadamu.?" Ucap Kaisar kerajaan awan kaget tetpi berusaha tenang dan langsung mengukir senyum ramah nya.


"Banyak sekali. Aku bisa menjamin keselamatan kerajaan awan, aku bisa memberi mu koin, emas dan lain lain. Pilih salah satu." Ucap Lucia santai sambil mengangkat satu kaki nya seperti bos gila.


Kaisar kerajaan awan pun nampak tertarik dengan penawaran yang pertama, tetapi yang kedua membawa keuntungan yang lebih besar untuk pemasukan keuangan kerajaan awan.


"Baiklah...kalau begitu kita sepakat. Kau memberi kan perlindungan dengan kekuatan mu yang tak bisa ku ukur dan aku akan memberi kan artefak kuno itu kepada mu. Huft...lagian mengetahui keberadaan semua artefak kuno itu sangat sulit, apalagi membukanya." Keluh kaisar kerajaan awan.


Sebenarnya artefak itu hanya bisa di buka oleh beberapa orang terpilih saja, tak semua orang bisa membuka atau mengetahui isi artefak itu.


Kaisar kerajaan awan pun bangkit dari kursi nya dan membuka lemari rahasia di depan Lucia untuk mengambil artefak kuno yang disimpan di sana.


"Ini..." Ucap Kaisar kerajaan awan dan menyerahkan kotak tua berukuran sedang itu kepada Lucia.


Kenapa Kaisar kerajaan awan tak meragukan Lucia sedikit pun? Jawaban nya adalah, karena kekuatan Lucia yang mempunyai tiga elemen itu sangat jarang atau bisa disebut pembawa berkah bagi orang yang di dukung nya.


Back to topik...


'Heh...ternyata mendapatkan dua artefak ini, tidaklah begitu sesulit yang kukira.' Batin Lucia merasa lega karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan ibunya di dunia atas dan menghajar ayah nya ( Dewa Kegelapan ) yang bodoh itu, bisa - bisa nya dewa seperti nya terpengaruh oleh sihir tak hitam rendahan seperti itu. Pikirnya.


Setelah selesai melakukan acara berter dengan kaisar kerajaan awan, tanpa berlama - lama Lucia langsung keluar dari ruang kerja kaisar kerajaan awan.


Baru saja ia keluar, ia pun bertemu dengan puteri Xiao Li yang mengajak nya kenalan waktu itu.


Lucia hanya cuek dan meneruskan jalan nya keluar dari istana ini.


"Tunggu..." Ucap Puteri Xiao Li sambil memegang tangan halus nan dingin Lucia.


"Apa?" Ucap Lucia dan berbalik menghadap puteri Xiao Li.


"Kau...kau Lucia yang bersebelahan kursi dengan ku waktu itu kan?" Ucap nya sambil menunjuk Lucia.


"Bukan...kau salah mengenali orang." Ucap Lucia yang tak ingin repot jadi ia memilih untuk berbohong saja.


"Tidak, tidak mungkin...siapa lagi gadis memakai jubah dan bercadar selain diri mu Lucia." Ucap nya diakhiri kekehan kecil.


"..." Lucia hanya diam dan membuang pandangan nya ke sana - sini, ia tak ingin menatap puteri Xiao Li itu.

__ADS_1


"Sudahlah...mari minum teh bersama ku dulu." Ajak nya dengan antusias.


"Tidak mau." Balas Lucia singkat nan padat.


"Ayolah sekali saja..." Ucapnya dengan mata berbinar.


"Ti..." Baru saja Lucia akan menyelesaikan perkataan nya, tetapi terpong oleh anak kecil yang ditolong nya tadi.


"Ikut sajalah ka..." Paksa anak kecil itu juga dengan senjata andalan nya.


"Lah...adik kelima, kau mengenal Lucia.?" Tanya puteri Xiao Li, pasalnya si pangeran kelima itu sok akrab dengan Lucia.


"Tentu saja, aku ini kelak kalau sudah besar akan menjadi suami nya kakak...benar kan ka?" Ucapnya penuh harap.


Orang yang ditanya pun tiba - tiba sudah menghilang pergi entah kemana.


———


Saat ini Lucia dan mereka bertiga tengah berada ibukota kerajaan awan untuk mencari penginapan.


"Hahaha...mereka berdua pasti mencarimu Cia." Ucap Rossiana yang sedari tadi tak berhenti ketawa bersama Alex dan Firance.


"Hm..."Balas Lucia dengan muka datar andalan nya.


Setelah percakapan tersebut, mereka bertiga pun kembali menelusuri ibukota.


Sesampainya ia di penginapan terbagus dan termahal di kekaisaran awan, mereka pun langsung masuk kedalam untuk menyewa satu kamar V.I.P


"Satu kamar V.i.P" Ucap Lucia pada repsesionis yang sedang menghitung koin harian.


"Baik...harga nya 40 koin emas nona." Jawab Repsesionis itu, jangan lupakan senyum perfesionalnya.


Lucia pun langsung mengambil kantung uang yang sedari tadi ia siapkan dan memberikan nya kepada repsesionis itu.


"In kunci nya nona." Ucap pelayan itu sopan santun.


Tanpa menjawab, Lucia langsung mengambil kunci dari tangan repsesionis itu dan berlalu pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.


———


Bersambung...


Hai...hai...author up nih guys...semoga suka ya guys...


Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote nobel ini juga...

__ADS_1


Kritik / saran dari kalian pasti bakalan author baca ya dan terima.


Terima kasih And See You...♡♡


__ADS_2