
...********...
...Di Sebuah Tempat Terang Menderang......
...Kini Digantikan Oleh Sebuah Kegelapan Tanpa Ujung!...
...Apakah Semudah Itu, Seseorang Berubah Drastis Karena Adanya Kebencian Yang Mendalam Dalam Kurun Waktu Yang Sangat Dekat ini?!...
...Mengapa Semudah Itu Meninggalkan Kehidupan Berwarna Ini Dan Dengan Mudahnya, Lebih Memilih Terjerumus Kedalam Kegelapan Yang Ada?......
...Tak Menyadari Kah Dirimu Akan Pertemanan, Cinta , Dan Kasih Sayang Yang Pernah Ada Dalam Kehidupan Mu?......
...Ku Bertanya - Tanya......
...Apakah Jalan Tanpa Warna Lebih Menyenangkan Daripada Jalan Yang Dihiasi Oleh Warna - Warna Yang Indah?.....
...Bila Iya......
...... Izinkan Aku Untuk Ikut Dan Selalu Bersama Dengan Mu Dalam Suka Maupun Duka........
...Selamanya..!...
...********...
Di padang rumput yang hijau dengan berbagai bunga yang ada, terdapat seekor hewan kecil sedang bermain dengan pemuda ceria yang tengah berlari mengejarnya.
Lama pristiwa itu terputar seperti sebuah film hingga digantikan dengan percikan api dan segel mantra, juga netra merah yang begitu banyak menyimpan rasa dendam dan kebencian.
Suara seorang anak kecil kembali terngiang meneriaki nya yang sedang berlari tanpa arah...
"Naga bodoh...!"
"Naga bodoh..."
"Naga bodoh..."
Duduk di ladang rumput sangatlah menyenangkan dengan menatap awan, langit dan bintang dalam malam hari.
"Peter...berjanjilah, bila sudah besar aku akan membawamu terbang bersama ku ke atas sana hingga kita bisa memijaki bulan putih yang begitu indah!" Ucapnya dengan mata berkilat binar antusias.
Sedangkan di sebelahnya terdapat seekor naga dengan bulu hitam indah, sedang duduk disampingnya dengan senyum kecil yang tak terlihat.
Ia begitu senang bisa bersama - sama melewati masa dengan pemuda ini.
Hatinya begitu senang, akan tetapi...tak bisa mengungkapkan nya secara langsung.
Kejadian itu berlangsung lama, hingga pria kecil itu sudah beranjak dewasa!
Sampai....
"Hahahaha...űéřłűfœķůżòņ. Dasar naga bodoh, sayang sekali kekuatan ini!"
"Tidurlah dalam kegelapan bersama dengan mimpi bodoh mu dan biarkan aku yang menguasai dunia dengan kekuatan Dragon Blood milik mu.!"
"Percayalah, bahwa perpisahan dan kematian akan berakhir bahagia." Ucapnya tertawa iblis.
Sampai si nega yang sudah tidak kuat untuk bertahanpun, sudah memejamkan mata dan tenggelam dalam kegelapan yang ada.
'Zian...' Satu nama yang disimpan dalam hati dan benaknya sebelum kesadarannya menghilang.
_____
"Tidak!!!!...." Teriak Blacky.
Terduduk Blacky karena mimpi buruk atau masa lalu kelam yang di alami nya itu.
Glek...!!
__ADS_1
"Dia kembali..." Ucap Blacky berkeringat dingin.
"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memberitahu Cia tentang ini, tapi...bagaimana dengan Zian nanti?..." Ujarnya lagi pada dirinya sendiri.
"Tidak Blacky, ingat dia adalah orang yang sudah membuang mu ditengah hutan gelap itu. Ingatlah Blacky bahwa Aura agung dari Lucia yang datang dan menyelamatkan mu..." Ia memukul kepalanya ketembok berkali - kali karena perasaan terlenanya.
Haruskah ia memilih? Tuan Barunya...atau teman lamanya?
"Tidak,tidak...Aku harus memberitahu ini ke Cia secepatnya!!!" Soraknya menetapkan keyakinan bahwa ia tak salah memilih Lucia.
Lagipula...ia juga sudah mencintai nya bukan? Tapi perasaan antara majikan dan spirit beast sulit untuk diungkapkan olehnya...
_______
Pagi hari...
Rossiana P.O.V
Hai...namaku Rossiana, si gadis cantik imut dan lucu.
Hari dimana aku dibebaskan dari buku oleh seorang gadis cantik yang mempunyai wajah dingin, yang kita ketahui adalah Lucia sudah berangsur hampir 2 tahun.
Huft sudah lama ya...
Waktu terus berjalan begitu cepat, hingga diri kita sendiri tak sadar bahwa dikehidupan kita sudah banyak kisah dan kenangan indah sudah terukir di banyak nya pristiwa yang kita lewati bersama.
Sedih bila harus meninggalkan orang yang kita sayang, bukan?!
Hari ini pagi indah menjelang memasuki kamarku dan menyinari ramuan racun yang sedang kubuat untuk persiapan perang nanti.
Huft...sebenarnya aku kesal dengan Lucia! Dia bia membuat racun ini dengan mudah, tapi kenapa harus menyuruh ku lagi sih?!
Mungkinkan ini cobaan! Hah...sudahlah.
Aku yang sudah hidup seribu tahun lamanya ini harus mencari kesenangan dengan mengganggu orang - orang yang masih tertidur seperti monyet.
Sedangkan Lucia...
Jangan ditanya! Ratu es itu tak kan tidur di malam hari seperti kalong yang berjaga di gelapnya malam.
Sudahlah. Mari lancarkan aksi mengasyikan di pagi hari ini! Hihihi!....
Kumasukan botol dan tungku racun di dunia sihir dimensi ku. Dan cuss...kita keluar kamar!
Kriet...
Aku pun berjalan mengendap - endap kekamar sebelah, yaitu kamar Firance dan Alex.
Entah kenapa kedua orang itu ingin nya tidur bersama terus! Jadi bingung...
Apa jangan - jangan, mereka berdua...gay!
Tidak, tidak. Jangan berpikir negative Rossi! Tida baik!
Tak mau berpikir panjang aku pun membuka kamarnya Alex dan Firance.
Di dalam mereka berdua sedang tidur berantakan seperti monyet.
Biar kujelaskan, kaki Firance yang di atas wajah tamvan Alex dan Alex yang tidurnya hampir jungkir balik.
Ugh...mengerikan! Untung saja Lucia berbaik hati memesankan kami kamar masing - masing! Tak terbayang aku bila kaki Firance yang berada di wajah cantik ku ini.
Tring!
Seketika otak cantik ku sudah menemukan ide untuk membangunkan kedua orang itu.
Mati kita lakukan. Hehehe!! :)
__ADS_1
Byur!!!!
"Eh...Alex, bangun Lex kita telah berpindah dimensi. Alex!!!!" Firance bangun dengan segala kepanikan yang ada.
Sedangkan si Alex yang seperti mayat itu masih tetap tertidur nyaman, walau di kasur yang sudah basah.
Baru menyadari, bahwa Rossiana yang melakukan ini, Firance menggeram marah.
"Rossiana!!!! Ini masih pagi, kenapa kau mengganggu tidur nyenyak kami, hah?!" Marah Firance sedangkan Rossiana sudah tertawa terbahak - bahak.
"Puft...hahahaha. Lihatlah wajah mu. Hahaha...sudah seperti cacing hanyut. Puft...hahahaha." Bukan nya menghentikan tawanya, Rossiana malah semakin terbahak - bahak.
"Sialan kau Rossi! Sini kau!" Kesal Firance dan langsung berlari mengejar Rossiana yang ngicrik duluan.
Untung saja penginapan ini sepi, kalau tidak. Huft...entah apa yang akan terjadi!
_____
Disisi Lucia, ia kini termenung memikirkan kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi.
'Hm...' Pikirnya.
Huft...
Karena sudah pusing memikirkan nya, ia memilih untuk memejamkan matanya sebelum sesaat kedua perusuh tua bangka dengan wajud anak kecil itu datang dengan segala keributan yang ada.
Brak!!
"Ahahahaha...Cia. Tolong aku! Firance menggila! Ia membating semua barang yang ada." Adu Rossiana yang jelas dengan topeng takutnya, lain dengan hatinya yang tersenyum jahat.
'Hihihi...Firance ayo masuk kekandang singa dan berkahir tragis nanti. Hahaha...dasar ular bodoh!' Tawa Rossiana dalam hati.
Firance yang belum menyadari ia berada di kamar siapa, langsung berlari menuju Rossiana yang sialnya berada di belakang Lucia.
Seolah baru menyadari. Firance mengehentikan langkah kakinya dan cengengesan.
"Eh...salah masuk kamar. Aku pergi dulu." Ucap Firance dengan wajah bodohnya ingin melangkah pergi.
Belum sempat melangkah kan kaki kedua kalinya, baju tidurnya sudah tertarik lebih dulu oleh Lucia.
Dan....
Bugh....
Sekian terima kasih.
_______
Bersambung....
Hai...author come back. Maaf lama g up ya...authoe akhir - akhir ini sakit dan sesak napas author kambuh lagi!
Kenapa bisa sesak napas thor? Karena...Ugh kalian tau...dari kemarin author liat film pembunuhan yang seru. Ugh...pokoknya darah yang muncrat buikin author seneng hahaha.
Ups...jiwa psycho author keluar. Hehehe...!
Bagi yang lama menunggu bisa mampir kenovel author yang lain ya...siapa tau tertarik gitu! tinggal Klik profil author terus keluar dua novel yang author baru liris akhir - akhir ini!
Judulnya The Magic World Dan Satu Lagi PokokNya Ada, jangan lupa mampir ya guys...
Cerita nya sama kok, sifatnya pokoknya ada psycho nya di sifat pemeran utama! ( kayak author! )
Dan yah...segitu dulu yah...author pamit!
Papay!.
Jangan Lupa, Like, Komen, Dan Vote novel ini untuk menambah inspirasi di eps selanjutnya. Maaf untuk akhir - akhir ini author g bisa bacain komentar kalian tapi author usahain samuanya author like dan bales. Oke?
__ADS_1
See You Again! ♡♡