Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 6 : ( Menyuling Pil & Memasak )


__ADS_3

Tingkatan Alchemis.


- Alchemis tingkat Perunggu ( awal, menengah, akhir )


- Alchemis tingkat Gold ( awal, menengah, akhir )


- Alchemis tingkat Master ( awal, menengah, akhir )


- Alchemis tingkat Grandmaster ( awal, menengah, akhir ).


- Alchemis tingkat Diamond ( Diamond Blaze, Diamond Crstyle, Diamond Ghost )


- Alchemis tingkat Ilahi


- Alchemis tingkat God


———————————


Li Xia masuk keruangan khusus Alchemis yang berada dilantai 40 dan diikuti oleh Alex.


Li Cia dengan tenang memasukan semua tanaman herbal yang ia petik tadi kedalam Tungku Naga Api.


Setelah memasukan semua tanaman herbal itu, Li Cia pun menyalakan api yang ia pelajari dibuku yang tadi ia baca.


Alex yang melihat itu tak tahu harus berkata apa, ia hanya diam seribu bahasa karena kagum dengan tuan barunya itu.


Li Cia pun berkonsentrasi menyuling pil yang akan ia buat, tanpa disadari api yabg Li Cia salurkan kedalam Tungku Naga Api berevolusi menjadi api tingkat tinggi.


Li Cia yang merasakan bahwa elemennya meningkat pun tetap tenang menyuling pil.


Setelah lama menyalurkan api kedalam Tungku Naga Api, tungku tersebut pun berasap dan lama kelamaan meledak.


Boom...


Ledakan dari tungku itu sontak membuat Alex yang tidur terduduk meloncat kaget karena suara ledakan dari Tungku Naga Api.


Li Cia yang sudah selesai menyuling pil bangun dari posisi bunga teratainya dan mendekati Tungku Naga Api.


Tungku itu pun terbuka dan mengeluarkan pil berwarna putih dilapisi emas diluarnya.


Li Cia yang melihat ada tiga buah pil itu pun langsung memasukan pil itu kedalam botol putih..


"Kau sudah selesai?" Tanya Alex ynag suah bangun dari tidurnya tadi.


"Hmm..." Ucap Li Cia.


"Apakah kau tau, tingkat berala pil yabg kubuat ini?" Tanya Li Cie yang menyerahkan pil yang tadi ia buat kepada Alex.


Alex pun membuka penutup botol itu dan mencium bau pil tersebut.


Alangkah terkejutnya ia saat mencium pil tersebut itu adalah pil surgawi tingkat menengah yabg jarang ditemui.


"Ci-...a, apkah ini pertama kalinya kau menyuling pil?" Tanya Alex yang begitu terkejut dengan hasil yang Cia berikan kepadanya bahkan Alchemis tingkat tinggi saja 10% kemungkinan nya bisa jadi...tapi tuannya?


"Hm..." Ucap Li Cia yang tak tahu harus menjawab Alex seperti apa, padahal itu hanya sekedar pil b aja. Tapi Alex seperti mendapat seribu harta karun ya ditemukan.


"Astagah, Cia.... kau benar² hebat tuannku. Kau tahu seorang yang sudah lama belajar Alchemis saja belum tentu bisa membuatnya, tapi kau...Kyaa...Aku beruntung memiliki tuan sepertimu...siapa sangka aku bisa memakan banyak pil tingkat surgawi nanti.


"Hmm..." Ucap Li Cia hanya biasa saja melihat itu.


"Kau sekrang berada ditingkat berapa Cia, sampai² kau bisa menuling pil tingkat surgawi ini?." Tanya Alex penasaran.


"Aku berada di tingkat grandmaster awal." Ucap Li Cia dengan santai.


"Huhuhu....tuanku anda hebat sekali bisa langsung meningkat sepesat itu. Biasanya seorang Alchemis membutuhkan beberapa tahun untuk naik tingkat tapi kau... kau adalah seorang monster Cia." Ucap Alex yang begitu mendramatisir.


"Hentikan tangismu itu tua bangka. Sekrang aku ingin bertanya, Apakah kau melihat manisonku yang kubeli waktu dijaman modern dan sempat kumasuk kan kesini." Tanya Li Cia yang sedari tadi mencari manison yang ia beli waktu iru tapi ia tak melihat di ladang obat maupun di rumput² herbal tempat ia berpinjak tadi.


"Owh, apakah yang kau maksud adalah rumah yang seperti kastil dibelakang bukit itu.?" Tanya Alex sambil menunjukan sebuah bukit² yang menjulang tinggi dan terdapat bangunan yang menurut Alex aneh.

__ADS_1


Li Cia pun mengikuti arah pandang Alex, saat ia juga melihat apa yang Alex lihat ia pun langsung menggendong Alex dan berteleportasi ke sana agar tak perlu mendaki bukit² itu.


Alex yang digendong seperti itu sontak salah tingkah akibat malu digendong oleh Li Cia, bagaimana tidak ia adalah lelaki dewasa dan sekarang ia berada dipangkuan seorang perempuan yang bersetatus sebagai tuannya.


'Sejak kapan tuan belajar jurus teleportasi?' Tanya Alex dalam benaknya.


Disaat ia membaca setengah dari mantra teleportasi, iapun dikelilingi oleh IQ Murni Yin Dan Yan.


Li Cia pun dengan cepat merapalkan mantranya hingga selesai dan munculah ia bersama Alex kecil yang masih digendongannya daritadi di depan gerbang manison.


Sesampainya ia digerbang tersebut ia pun segera masuk bersama Alex yang berada digendongan belakang badannya yang seperti anak monyet bergelayut.


"Apakah ini tempat yang kau maksud Cia ?" Tanya Alex yang sempat terkagum - kagum dengan dekor isi manison.


"Hm..." Ucap Li Cia.


"Indah sekali..." Ucap Alex yang melihat kolam air mancur dan ayunan² disekitar tempat yang ia masuki pun ada pohon persik yang sangat indah dan subur sekali disini.


Li Cia membawa Alex menuju ruang makan di manisonnya, ia berenca ingin memasakan Alex makanan yang berada di zaman modern dan membuat beberapa hidangan pencuci mulut seperti es krim, pudding, dan minuman es.


"Duduklah disini dulu, jangan kemana - mana kalau nyasar aku tak tahu." Ucap Li Cia yang masih dingin tapi syukurlah ia sudah banyak bicara kepada Alex.


"Baiklah Cia." Ucap Alex senang dengan patuh seperti mendapat ceramah dari ibunya.


"Hm..." Ucap Li Cia dan berlalu pergi kedapur terbuka seperti dimana oran bisa melihat chef memasak dan juga yang berada satu ruangan dengan ruangan makan.


Alex yang memerhatikan Li Cia memasak dengan telaten layaknya seorang ibu rumah tangga pun jantungnya berdegup kencang melihat Li Cia dengan parasnya yang sangat cantik ketika sedang memasak.


Deg...


Deg...


Deg....


Jantung Alex pun semakin berdebar - debar tak karuan daripada Alex melihat Li Cia yang memasak dengan pesonanya yang bisa membuat jantung Alex berdebar - debar mendingan Alex kembali melihat isi² ruangan di manison ini agar dia menghapal bagian² manison supaya tak tersesat.


Setelah itu Li Cia berlanjut membuat makanan utamanya yaitu Nasi Goreng Pedas yang bisa bikin orang ketagihan dan beberapa lauk lainnya.


'Bagaimana keadaan kakek dan Yuta disana ya ? Huftss...sudahlah Cia.' Batin Li Cia yang merindukan keluarga nya disana sambil memasak.


Li Cia pun sudah selesai memasak nasi gorengnya dan beberapa lauk tadi, tetapi Alex kecil tak berada ditempat duduknya tadi saat Li Cia menyuruhnya duduk.


Li Cia pun mulai memejamkan matanya untuk merasakan aura keberadaan Alex.


Ternyata ia sedang berada di ayunan taman manison Li Cia.


Li Cia yang sudah mengetahui keberadaan Alex pun berlari kearah tempat Alex berada dengan menggunakan ilmu peringan tubuhnya ( QinQong ) untuk kesana.


Li Cia pun melihat Alex dari belakang, entah apa yang digumamkan oleh Alex kecil.


Li Cia pun berjalan pelan kearah Alex yang masih duduk diayunan, sementara Alex hanya melamun saja dan terkadang terkikik


sendiri.


Li Cia yang iseng langsung saja mendorong ayunan itu sehingga Alex yang baru saja sadar dari lamunannya itu tersungkur ketanah.


"Aduh...sakitnya. Cia kenapa kau mendorongku?" Tanya Alex yang menggeram lucu.


"Alex! Kau tadi kusuruh menunggu tapi kau malah keluyuran di sana sini." Ucap Li Cia seperti ibu yang sedang memarahi anaknya.


"Eh..." Beo Alex, ia juga lupa kenapa ia bisa berada disini.


Tanpa menunggu balasan Alex Li Cia membawa Alex layaknya karung beras di lengan kanannya menuju ruang makan.


Sesangkan diposisi Alex yang sedang tebalik ia pun dapat menghirup wangi lavender dari tubuh Li Cia yang membuatnya semakin malu, sekarang ia ingat kenapa ia bisa berada di ayunan taman.


Selama diperjalanan Li Cia hanya bersikap acuh tak acuh saja, sedangkan Alex juga diam saja karena merasa malu.


Tanpa terasa kini ia sudah sampai diruang makan, yang sudah dipenuhi makanan dan dua minuman es seperti orang sedang berkencan.

__ADS_1


Dengan segera Li Cia mendudukan Alex ditempat duduk disampingnya, Alex yang sudah terlalu malu tingkat dewa hanya bisa diam membisu.


"Diam dan makanlah ini." Ucap Li Cia yang secepat kilat menyiapkan nasi dipiring, sendok makan dan lauknya


Alex hanya menurut dan makan saja. Ia pun sesekali mencuri pandang kearah Li Cia.


Semakin dilihat semakin cantik...och bagaikan hatinya ditusuk oleh panah cinta, Alex pun semakin salah tingkah dan buru² menghabiskan makanannya.


Sesudah mereka makan bersama. Alex pun langsung buru² pergi menuju taman lagi karena tak kuat dengan jantungnya yang berdegup kencang jika berada di dekat Li Cia yang terasa sangat nyaman.


Li Cia yang melihat tingkah laku Alex yang aneh pun tak mengerti, mungkinkah ia terlalu kasar kepadanya.


Baiklah mungkin sekrang yang bisa ia lakukan adalah meminta maaf kepada Alex karena sikapnya. Mungkin.


Author : Maafkan Cia yang tak peka terhadap orang disekitarnya yang acuh tak acuh itu ya.... hiks....kasihan si bang Alex.


Sebelum ia menyusul Alex tak lupa ia juga membawa dua es krim ditangan nya dan pudding untuk dimakan bersama Alex ditaman sebagai bentuk permintaan maaf darinya.


Li Cia pun segera menyusul Alex ke taman.


Sesampainya ia disana ia pun melihat Alex yang sedang duduk dipinggir air pancuran dan segeara kesana untuk memakan pudding dan es krim bersama Alex.


"Alex...mari makan es krim dan pudding yang sudah kubuat sebelum nasi goreng tadi, yuk..." Ucap Li Cia yang sudah sampai didepan Alex dan duduk disebelah Alex lalu menyodorkan Alex.


Deg...


Deg...


Deg...


'Apa yang kau pikirkan Alex, dia itu tuanmu. Kau tak boleh merasa suka apalagi mencintainya, kalau tidak bisa² melanggar hukum alam ... dan mungkin ia...ia hanya menanggapku sebagai adiknya dengan wujud ku yang ini.'Batin Alex yang merasa sedikit kecewa mengetahui kenyataannya


Author : Tenang Alex, author juga pernah merasakan itu kok rasanya sakit banget kayak ditusuk ribuan jarum mengetahui kenyataannya, huhuhu. Ada kalian para pembaca juga pernah merasakannya tidak?.


"Eh, B-...baiklah." Ucap Alex malu malu kucing.


Alex pun mengambil es krim yang diberikan oleh Li Cia.


"Apa ini?" Tanya Alex yang baru pertama kalinya melihat es krim.


"Ini adalah es krim makannya cukup dijilat saja dan kau akan merasakan rasa manis yang luar biasa." Jelas Li Cia sambil menjilat es krimnya.


"Owh, baiklah." Ucap Alex yang baru mengerti.


Alex pun menjilat es krim itu dan ternyata benat yang dikatakan oleh Li Cia rasanya sangat manis.


Setelah makan es krimnya Li Cia mengajak Alex untuk memakan pudding yang tadi ia bawa kesini.


"Baiklah, aku akan keluar dari gelang dimensi dulu untuk menyejelajahi hutan kematian ini. Apakah kau ingin ikut keluar.?" Ucap Li Cia disela - sela makan puddingnya.


"Apakah boleh?" Tanya Alex dengan mata berbinar.


"Hmm...tapi kau harus merubah bentukmu agar bisa kugendong jadi tak memakan waktu banyak." Jelas Li Cia.


"Tentu saja aku bisa merubah bentukku menjadi rubah tampan dan aku tentu ikut denganmu." Ucap Alex dengan semangat.


"Baiklah, habiskan pudding mu. Lalu kita akan keluar dari gelang dimensi ini dan menjelajahi hutan kematian." Ucap Li Cia.


Setelah itu Alex dan Li Cia pun melanjutkan makan puddingnya hingga habis tak tersisa lagi.


Li Cia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian serba hitam dan cadar senada dengan pakaiannya, dañ itu tetap saja tak bisa membuat kecantikan Li Cia berkurang.


Alex pun merubah wujudnya menjadi bentuk rubah lucu dan menggemaskan serta bulu² yang lembut nan halusnya membuat siapa saja ingin mengelus bulunya yang halus itu.


Mereka pun keluar dari ruang dimensi gelang, yang ternyata di dunianya masih gelap gulita.


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote Ya.

__ADS_1


__ADS_2