Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 40 ( Pertarungan Mendadak Antara Firance Dan Rossiana )


__ADS_3

Lucia kini berada di dapur sedang memasak makan malam untuk ketiga orang yang sudah dianggap nya keluarga sendiri diam - diam.


Sedangkan Alex, Firance, dan Rossiana hanya menunggu dan memperhatikan nya diruang makan dengan duduk manis di atas kursi makan.


Mereka bertiga pun menatap takjub dengan Lucia yang sedang memasak seolah adalah koki yang sangat handal.


Setelah makanan nya jadi, Lucia menata makanan nya dengan muka datar nya ( No Ekspresi ).


Rossiana memandang makanan yang sedap itu dengan tatapan kelaparan, sama hal nya dengan Alex dan Firance.


Makanan yang Lucia makan kini sudah siap untuk dimakan, tak lupa Lucia mengambil es batu untuk membuat minuman dingin sesuai keinginan masing - masing.


"Kalian ingin minum apa.?" Tanya Lucia kepada mereka dengan nada cuek nan dingin andala nya.


"Aku suka dengan gula jadi aku ingin pokok nya minuman yang manis." Ucap Rossiana seraya mengambil sedikit - sedikit makanan yang disajikan di piring dan memasukan nya kedalam mulutnya sambil bersuka ria.


"Baiklah..." Balas Lucia dan mengambil susu putih dalam lemari es nya dan menuangkan nya ke dalam gelas.


"Aku ingin es strawbery yang dulu Lucia buatkan untuk ku." Ucap Alex manja yang membuat Firance cemburu.


"Aku juga ingin sama Cia..." Ucap nya dengan nada cemburu nya.


Alex yang mendengarnya seketika menjadi geram dengan si ular bodoh itu.


"Ckck...dasar peniru..." Sindir Alex dengan wajah songong and sinis nya.


"Siapa yang kau sebut peniru dasar peniru.?" Balas Firance tak mau kalah.


"Ya kau lah." Ucap Alex dengan tenang nya.


"Kau ingin mengambil Lucia dariku, mimpi ular bodoh..." Lanjut Alex dengan bisikan mautnya.


"Heh...kenapa tidak.?" Balas Firance dengan nada menantang.


"Lihat saja, Cia akan lebih peduli kepada ku." Ucap Alex dengan lirikan mata setajam silet.


"Coba saja." Balas Firance dengan smirk iblis nya.


Sedangkan si pelaku yang sedang diperebutkan sudah selesai menyajikan minuman untuk ke tiga orang keluarga tak berfaedah nya itu sekaligus untuknya.


Lucia pun duduk dengan bar - bar nya, jangan lupakan hawa dingin serta pandangan mata nya yang setajam sillet.


Kedua orang yang tadi memperebutkan kasih sayang Lucia pun memulai permainan nya agar mendapat perhatian Lucia.


"Cia...cia aku ingin disuapi oleh mu...~" Ucap Alex dengan nada manja nya lalu menggeser kursi nya agar lebih dekat dengan Lucia.


Lucia yang melihat nya pun menyernyit bingung. Ada apa dengan anak kecil ini?...


"Bukan kah kau mempunyai tangan? Makan lah sendiri saja." Balas Lucia cuek.


"Ta...tapi tangan ku seperti nya tiba - tiba sakit..." Ucap Alex dengan memelas ditambah mata yang sudah berkaca - kaca.


Hah...


Lucia yang sedang dalam suasana hati yang baik pun mulai menyuapi Alex atas permintaan nya.

__ADS_1


Disadari oleh Lucia bahwa Alex berbalik ke arah Firance dan tersenyum penuh kemenangan, ia pun hanya diam dan menaruh mangkuk Alex dan beralih ke mangkuk Firance yang masih penuh.


Ekspresi Firance pun menjadi jelek karena di ledek oleh Firance.


"Fir...apa kau mau kusuapi juga?" Ucap Lucia dengan muka datar andalanya.


Alex yang melihat itu cemburu.


"Sudah lah Cia...ia bisa makan dengan sendiri nya." Bujuk Alex dengan wajah memelas nya.


"Aku mau sekali Cia..." Ucap Firance yang entah kapan sudah pindah di sebelah Lucia.


Lucia pun akhirnya menyuapi Firance juga dan dengan senang hati Firance memakan nya.


Alex yang melihat itu pun kesal dan mengoceh tidak jelas.


Rossiana yang sedari tadi memperhatikan hanya tersenyum samar dan kembali melanjutkan makan nya, sperti tak melihat kejadian di depan nya.


("Hah...dasar penyihir centil yang licik...πŸ˜’" Author Heboh.)


("eh...aku tak licik lah, hanya...ah sudahlah....🀨πŸ€₯.") Penyihir centil.)


("Apa yang sedanf kau rencana kan didalam otak dangkal mu itu?.πŸ€”" Author heboh.)


("Rahasia...πŸ˜‰πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ€«" Penyihir Centil.)


("πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜ΆπŸ˜ΆπŸ€­πŸ€­πŸ€­aku tahu apa yang kau rencana kan, sbab aku adalah author disini...😌." Ucap Athor heboh dengan songong.)


("...😱Jangan bilang bilang...🀨" Penyihir Centil.)


Abaikan...πŸ‘†


.....


Dikamar Lucia ( Ruang Dimensi gelang )...


Keesokan harinya, Lucia yang kini sudah mandi dan bersih - bersih pun siap untuk membuka kotak kedua.


Setelah selesai mandi, Lucia pun duduk diranjang Queen Zise nya dan mengambil kotak kecil kemarin ( Artefak ke - 2 nya )


Note : Jadi Guys di dalam kotak sedang itu ada buku sama kotak kecil lagi...πŸ˜“


Tanpa basa - basi ia pun membuka kotak kecil itu yang berisi anting cantik berwarna hijau tua dan berbentuk seperti daun.


Lucia memperhatikan anting itu dengan teliti dan tak ada bagian yang Lucia tak lihat.


'Apa ini.?' Batin Lucia bingung dengan isinya, kenapa sebuah anting.?


Untuk menghargai pemberian ini, ia pun memakai anting itu di telinga cantik nya.


Memakai anting itu menambah nilai kecantikan Lucia seperti puteri dalam dongeng peri.


Setelah memakai anting itu ia pun bercermin melihat wajah nya yang sangat - sangat mirip dengan wajah nya dimasa depan nya.


Karena sudah dirasa rapih, ia pun keluar dari kamarnya untuk mencari Alex, Firance dan Rossiana tentunya.

__ADS_1


β€”β€”β€”


Menara seratus lantai...


Kini Rossiana dan yang lainnya sedang bertarung di tempat latihan menara seratus lantai.


Karena tak ingin mengusik pagi Lucia, jadi ketiga orang itu pergi duluan sekaligus untuk menghilang kan kekesalan masing - masing dengan cara bertarung.


Terlihat di sana ada seorang pemuda gagah dengan body six-pack nya, ia mengayunkan pedang kearah seorang wanita cantik berambut cokelat keemasan.


Ya, pria yang disana tak lain dan tak bukan adalah Firance dan Rossiana yang sedag bertarung.


Sedangkan Alex hanya menjadi penonton yang menyuport Firance dari belakangnya.


"Woooo...semangat ular bodoh!!" Ucap Alex dengan tampang tubah imutnya.


Firance yang disemangati seperti itu pun merasa...bukan nya semangat, tetapi malah sebalik nya.


...


Lucia yang saat ini sudah berkeliling manison untuk mencari ketiga orang itu, tetapi tetap saja batang hidung ketiga orang itu tidak muncul.


Karena tak lekas menemukan nya, Lucia pun memutuskan untuk pergi kemenara seratus lantai...


Yah...sudah lama juga ia tak berkunjung ke sana.


Sesampainya ia disana, dilihat nya kedua orang tadi yang sedang bertarung di atas arena, seperti pertarungan sungguhan.


'Apa yang terjadi?.' Batin Lucia bingung, tetapi ia tetap tidak kesana, melainkan berdiam diri diatas pohon dekat air danau surgawi dengan mata yang menatap pertarungan itu dingin.


Rossiana pun merapalkan mantra sihir yang baru ia pelajari sekaligus untuk mengasah kemampuan nya yang lama telah sedikit pulih.


Sedangkan Firance? Jangan ditanya lagi, toh ia adalah dewa ular yang konyol. Jangan lupakan identitas nya yang ditutupi ketika ia bersama Firance dan Lucia.


Pertarungan sengit antara keduanya pun dimulai semakin serius.


Luka yang masing - masing di dapat juga lumayan dalam akan tetapi kedua orang itu tetap melanjutkan pertarungan nya.


Huft...


Lucia yang dari atas pohon hanya bisa menghela nafas lalu membuang nya dengan kasar.


Ia tak habis pikir dengan kedua orang itu...apa konflik yang mereka ributkan sampai menjadi seperti ini...?!!


β€”β€”β€”


Bersambung....


Hai...hai...pada kangen gak nih sama author heboh? ( Jawaban kalian harus yang bagus ya...πŸ˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜ˆπŸ˜„)


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya...


See You And Love You All...~β™‘β™‘


Bye...

__ADS_1


__ADS_2