Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 35 : ( Penyihir Gelap )


__ADS_3

🎈Sekalinya seseorang berkhianat, itu tak bisa dimaafkan begitu saja. Bisa saja mereka akan mengulangi hal yang sama.🎈


Prinsip Lucia...


.....


Malam Hari...


Lucia pun keluar dari penginapan nya dan tak sengaja bertemu dengan nenek - nenek yang kemarin menyamar.


"Hai....nak kau ingin kemana?" Tanya nenek dengan senyum misteriusnya.


"Aku...aku tak tahu." Ucap Lucia dingin tetapi dengan tampang pura - pura polosnya.


"Haha...kalau begitu, maukah kau ikut dengan ku kerumah.?" Tanya nenek itu masih dengan senyum misterius nya.


"Baiklah...nenek." Ucap Lucia masih dengan tampang polosnya akan tetapi berbeda di dalam nya.


'Hahahaha...dasar penyihir bodoh, heh kau kira aku akan termakan dan tertipu oleh jebakan sihir ilusi mu itu...cih.' Batin Lucia yang seperti orang gila.


Mungkin kalau nenek penyihir itu mendengarnya berkata begini, ia mungkin akan kabur secepat kilat.


Karena tawa dan sorot mata Lucia sangat menyeramkan + menakutkan dibanding iblis yang ada di neraka.


Lucia pun mengikuti nenek tua itu dari belakang seperti anak kecil seperti pada umumnya.


"Nah nak...kita sudah sampai." Ucap nenek ramah.


"Hm..." Ucap Lucia dengan dingin, sbab ia merasakan bahwa ada sihit hitam yang kuat disini.


"Mari masuk." Ajak nenek tua itu dengan sopan.


"Hm..." Balas Lucia singkat dan langsung masuk kedalam rumah nenek tua itu tanpa keraguan sedikit pun.


'Ya...masuklah gadis...hahaha...'Batin nenek tua itu dan sorot matanya berubah menjadi hitam begitupun bentuk tubuhnya yang seperti cowok tamvan yang Lucia lihat waktu itu.


Di dalam rumah...

__ADS_1


Lucia yang sudah tahu ada jebakan sihir ilusi, yang bisa membuatnya kehilangan nyawa.


Tetapi itu tak akan berguna bagi Lucia yang mental nya kuat, ia pun menghindari berbagai jebakan.


Mulai dari tanah longsor yang berisi api sihir gelap yang pekat, pisau lempar, dan lain - lain.


Di luar...


Cowok tamvan yang menunggu Lucia menjerit kesakitan pun tak mendengar nya.


'Apa yang terjadi...bukan nya sudah saat nya ia menjerit bahkan harusnya dari tadi' Batin lelaki berparas tamvan bermata hitam itu dengan rambut ungu tua serta dua tanduk yang berada di kepalanya.


"A...apa ini?" Ucap lelaki itu bingung.


"Heh...tentu saja, apakah dengan permainan anak - anak mu aku akan terjebak didalam nya." Ucap Lucia yang kini sudah mengeluarkan aura dewi kematian nya.


"K...kau....bagaimana bisa..." Ucap lelaki tamvan itu dengan panik.


Lucia pun mengubah warna matanya menjadi semerah darah...


"Ke...keluarga iblis..." Ucap nya gugup + ketakutan.


Wanita bercadar itu terus nendekati nya hingga membuat lelaki berambut ungu itu kesakitan, kehampaan, dan jatuh kedalam kolam darah sedalam - dalam nya.


"Akh...tidak...tidak!!!" Teriak nya menjerit kesakitan dan melangkah mundur, takut akan monster di depan nya itu.


"Tidak...!!! Ampun...ampun...ampun yang mulia...!!!" Ucap nya kesakitan.


Lucia masih tidak mau mengentikan aksinya, tetapi malah mengeluarkan smirk andalan nya.


"Heh...kau ingin bermain dengan ku bukan...? Bukan kah sekarang kita sedang bermain...hahahhaha..." Tawa Lucia seperti orang gila.


"Ampun...ampuni hamba yang bodoh ini..." Ucap nya dengan menyembah Lucia.


"Ingin kuampuni?... mimpi saja." Ucap Lucia dengan kejam.


Ia pun langsun mengeluarkan Api Nirwana nya dan membakar tubuh penyihir gelap itu.

__ADS_1


Alex dan Firance yang berada di dalam jubah pun bergidik ngeri melihat ulang aksi ratu es nya yang mengerikan...


Inilah prinsip Lucia...


Yang mengkhianati nya atau berani dengan nya...Hanyalah pecundang yang pantas untuk mati, bahkan kalau perlu ia pastikan jiwa nya tak bisa berenkarnasi lagi.


Lucia hanya memandang datar pembakaran pengihir yang masih hidup itu dan berlalu pergi setelah semua tubuh nya terbakar habis.


'Akh...senang nya...Sudah lama aku tak menyiksa seseorang seperti ini, semenjak pindah kemanison kakek...' Batin nya riang gembira.


.....


Kini Lucia sudah berada di kamar penginapa nya bersama tiga orang lainnya.


"Wow...keren nya kamu Lucia, aku tidak menyangka kau mempunyai api itu tanpa mengucapkan segel mantra terlebih dahulu." Ucap Rossiana tak henti - henti nya kagum dan terkejut.


"Hm...itu namanya adalah elemen api." Balas Lucia menjelaskan dengan santai lalu membaringkan dirinya di kasur empuk yang lumayan luas itu.


"Benarkah? Apa saja elemen yang kau punya Cia?" Tanya Rossiana sangat penasaran.


"Semuanya." Balas Lucia singkat and padat.


"Cih...aku tidak percya itu..." Ucap Rossiana dengan pandangan interogosi yang mendalam.


"..." Lucia hanya cuek dan diam sambil memejamkan matanya, ia tak mau mendengarkan omongan Penyihir Centil itu.


Begitu pun Alex dan Firance yang ikut berbaring dan memejamkan matanya disebelah Lucia tanpa memperdulikan Rossiana yang masih tidam mempercayai ratu es nya itu.


β€”β€”β€”


Bersambung...


Hai hai...


Jangan Lupa Like, Comment, And Vote novel ini yah...


See You...β™‘β™‘

__ADS_1


__ADS_2