
Kini Lucia dan ketiga teman nya sudah tiba di kamar V.I.P nya yang jauh dari kebisingan orang - orang.
Ia pun mengunci pintu nya agar tak ada orang yang masuk sekaligus memasang formasi pelindung untuk berjaga - jaga.
Toh...kita tidak tahu apa isi di dalam artefak kuno itu.
Lucia pun membuka peti sedang berukiran batik yang tadi diberikan oleh kaisar kerajaan awan.
"Eh...buku apa ini? Kenapa kosong?" Tanya Alex bingung sambil mengambil buku tak berjudul juga tak berisi tulisan di dalamnya.
"Apa bagaimana mungkin!!, artefak kuno tak berisi tulisan di dalamnya...Coba kulihat." Kaget Rossiana lalu si penyihir kecil itu mengambil buku kuno dari tangan Alex.
What.?!!
Bagaimana mungkin!!
Setahunya setiap artefak mempunyai sesuatu tidak terduga di dalam nya sehingga dijaga dengan baik.! Tapi ini?...
Huft...
Ternyata perkataan si kaisar kerajaan awan itu benar adanya.
"Ba...- bagaimana mungkin.?" Ucap Rossiana tak percaya lalu membulak - balik buku kuno itu.
"Hm...coba kulihat." Putus Lucia dan mengambil alih buku itu dari tangan Rossiana.
Lucia pun memperhatikan nya dengan seksama, sehingga ia menemukan masalah nya kenapa buku itu tak bertulisan.
Tanpa aba - aba Lucia pun membasuhnya dengan air yang berada di ember kamar mandi dan di letakan nya dijendela sehingga terkena sinar matahari yang masuk kedalam jendela.
Sebuah tulisan kuno pun muncul di buku itu, begitu juga judul buku yang berada di sampul kuno itu.
Buku itu berjudul ' The Witch Suprise
"Whoa...kau hebat Cia...!!" Ucap Rossiana yang sedari tadi memperhatikan kelakuan Lucia
Rossiana pun berjalan mendekati Lucia yang sedang asik memperhatikan bukh itu di dekat di jendela sambil membiarkan buku itu kering dengan sendiri nya, begitpun Alex dan Firance.
Lucia hanya diam memperhatikan buku itu dengan pandangan yang sulit diartikan, sedangkan Rossiana yang celoncongan langsung mengambil dan membuka isi buku itu.
Mata ia membulat sempurna saat melihat mantra sihir tinggi yang lengkap dengan penjelasan nya, bahkan sihir itu masih bisa berkembang.
Rossiana yang baru tahu itu pun memandang kosong keluar jendela.
"Apa yang kau baca?" Tanya Firance menatap Rossiana sebal lalu mengambil buku itu dengan gampang nya.
Alex yang juga sama penasaran pun mendekati Firance yang sedang menyernyit bingung dengan tulisan yang tidak bisa ia baca itu.
"Tulisan apa ini? Kenapa tulisan nya terlihat seperti tulisan latin tetapi berbeda bentuk? Hey Rossiana...kau tahu apa makna tulisan ini.?" Tanya Firance berturut - turut.
Rossiana yang dipanggil begitu masih diam bengong di tempatnya seperti orang bodoh.
"Hey...woy..." Ucap Alex dan Firance bersamaan.
__ADS_1
"Eh...iya?" Ucap Rossiana yang seperti jiwa nya baru kembali ke tubuhnya.
"Ckck...ada apa dengan mu.?" Tanya Firance yang mulai geram dengan si penyihir centil.
Rossiana yang sudah sadar pun kembali teringat kejadian tadi dan langsung mengambil buku itu dari tangan Firance.
Ia berlari ke Lucia yang sedang duduk dijendal sambil memjam kan matanya.
Keindahan Surgawi.!!
Rossiana yang baru melihat wajah Lucia tanpa cadar pun hanya menganga kagum melihat nya.
"Ada apa.?" Tanya Lucia tanpa membuka mata.
"Ehem...ehem...Cia, seperti nya aku tak bisa membantu mu lagi..." Ucap Rossiana sedikit gugup.
"Kenapa?" Ucap Lucia berlagak bodoh, padahal ia sudah tau kenapa penyihir cantil itu begitu.
"Ka...-karena..." Ucap nya masih terbata - bata.
"Apalah kau...berbicara saja seperti anak berumur 3 tahun yang cadel." Jengkel Firance.
"Diamlah kau.!!" Geram Rossiana yang jadinya kesal sendiri dengan Firance.
"Sudahlah...tak bisakah kau jelasakan maksud ucapan mu penyihir centil .?" Putus Alex tetapi juga mengejek.
"Itu...aku...sebenarnya..." Ucapnya sepotong - potong.
Alex dan Firance masih bisa menahan perasaan kesal + penasaran nya sedari tadi pun semakin geram dengan Rossiana.
"Ckck...penyihir macam apa itu yang tidak bisa menggunakan sihir seperti itu." Ejek Firance dan Alex menatap nya dengan tatapan meremehkan.
"BUKAN SEPERTI ITU... karena aku tak memiliki mana yang banyak, seperti Lucia yang keturunan dewa dewi. Apalagi ia adalah anak yang terpilih, jadi Dentian maupun kolam mana dalam tubuhnya tak akan pernah habis jika digunkan." Jelas Rossiana sedikit jengkel.
Mereka berdua hanya menganģguk dan ber'o'ria saja, beda halnya dengan Lucia yang memikirkan perkataan penyihir centil itu.
'Mana yang tak pernah habis...heh...bukankah aku bisa menjadi orang terkuat? Tentu saja apa yang tidak bisa kudapatkan..!! Ibu tunggu aku, aku pasti akan membawa mu dari dewa bodoh itu.' Batin Lucia yang merasa sedikit senang karna sebentar lagi ia akan bertemu dengan perempuan yang sudah mil⁸elahirkan dan membesarkan nya.
Iapun merebut buku itu secepat kilat dari pelukan Rossian dan kembali duduk dengan tenang sambil membaca buku sihir yang langkah tadi.
Mereka bertiga pun hanya menatap Lucia dalam diam dan duduk anteng di bawah lantai, tanpa ada yang berani mengganggu Lucia.
.....
Tanpa Lucia membaca buku sihir kuno itu hingga senja hari...
Tiga orang itu kemana?...
Jangan di tanya, mereka sudah kembali kedalam ruang dimensi gelanya Lucia tadi dengan alasan bosan di penginapan yang di sewa oleh Lucia.
Huft...
Lucia pun menghela nafas panjang karena lelah seharian membaca buku yang sangat tebal itu, Jika dibandingkan dengan buku besar, maka perbedaan nya adalah 1/500 buku besar karena setiap tulisan kecil + panjang × lebar itu setiap lembar halaman buku...
__ADS_1
Lucia pun teringat bahwa ia belum makan apapun hari ini dan memutuskan untuk membuka artefak satunya lagi nanti.
Ia pun masuk kedalam ruang dimensi gelang nya dan memasak disana.
Diruang Dimensi...
Sesampainya Lucia ia diruang dimensi, dilihat nya ketiga orang itu sedang asik menonton kartun hello kitty yang sengaja Lucia sediakan di atas meja tv nya agar Alex dan Firance tak berotak mesum lagi.
Lucia pun berjalan mendekari mereka bertiga yang tidak sadar akan kehadiran nya diruang dimensi.
"Akh...lucunya." Senang Rossiana yang melihat si Hello Kitut sedang bermain bersama teman kucing lain nya.
"Apa yang lucu?" Tanya Lucia yang tiba - tiba sudah berada di belakang mereka bertiga.
Alex dan Firance yang sedang asik mengemil kripik + susu pun terlonjak kaget dengan kedatangan Lucia yang sedari tadi sibuk dengan buku nya.
Sampai - sampai susu itu tumpah ke tubuh Alex sehingga para kaun hawa yang melihat nya akan terjerat nafsu birahi nya sendiri.
Bagaimana tidak? Mana ada sih yang menolak pesona para cogan?...
Rossiana yang melihat Alex sedang dalam mode seksi nya pun menelan liur nya agar tak menetas keluar, sedangkan Lucia hanya datar tak bergeming dan mengguyur si Alex nakal dengan sihir air yang baru ia pelajari tadi.
Byur...
"Cia...!!" Marah Alex dengan wajah yang basah kuyup.
"Apa?" Nada datar Lucia membuat Alex menghela nafas panjang.
Huft...
Susah ya kalau punya ratu es tak berhati seperti Lucia ini.??...
"Ckckck...sudahlah yang mau makan ikut kedapur dan yang tidak mau yah sudah..." Ucap Lucia malas dan berlalu kedapur meninggalkan ketiga orang yang menatap bengong dirinya.
"Makan? Apakah Lucia bisa memasak makanan.?" Tanya Rossiaan bingung.
"Tentu saja, bahkan lebih hebat dan lebih enak dari koki yang berada di dalam istana kerajaan." Sahut Alex yang masih basah kyup dengan bangga.
Sedangkan Firance juga mengangguk kan kepalanya antusias, menyetujui apa yang dikatakan oleh Alex.
Rossiana pun berdecak kagum, tetapi tidak lama karena mendapat telepati dari orang dingin yang berada didapur.
'Cepatlah...mau atau kuhabiskan sendiri.?' Telepati Lucia cuek nan dingin.
Firance yang sedari tadi mencium wangi masakan pun langsung berlari menuju ruang makan dan duduk anteng disana duluan.
Rossiana dan Alex yang ditinggalkan oleh si Firance pun hanya diam dan menatap satu sama lain sebelum ikut juga ikut ngepot ke ruang makan tak mau kalah dengan Firance.
———
Bersambung...
Hai...hai...kalau bisa author nanti double up buat kalian para readers tercinta yang sudah dukung author kok.
__ADS_1
Jangan Lupa, Lke, Lomment, dan Vote novem ini.
Terima kasih And See You...♡♡