
..........
Beberapa saa kemudian Lucia pun sudah selesai mengobati Weiwei dengan sedikit menyalurkan energi kehidupannya
Ia pun memutuskan untuk merakit bom dan membuat racun sampai Weiwei bangun dan pergi dari sini.
Iapun pergi keruangan khusus untuk lab yang ada di ruang tamu.
—————
Beberapa saat kemudian...
Dikamar Weiwei...
"Ugh..." Weiwei yang baru bangun dari istarahatnya merintih kesakitan dan memgang kepalanya.
Weiwei pun melihat kesekelilingnya untuk mencari keberadaan Lucia tapi ia tak menemukannya sehingga ia memutuskan untuk mengelilingi rumah pohon ini dulu.
Lucia tadi sebelum ini sudah menjelaskan kepada Weiwei apa kegunaan benda - benda modern tersebut jadi Weiwei yang melihatnya sudah tak terkejut lagi.
Weiwei pun berjalan menyusuri rumah pohon itu mulai dari kamar Lucia, Ruang Tamu, dan Ruang Keluarga tetapi tetap saja ia tak menemukan keberadaan Lucia sampai saat ini.
Ia yang kelelahan pun memutuskan untuk duduk disofa ruang tamu untuk menunggu Lucia pulang untuk menemuinya.
.....
Lucia yang sudah selesai dengan eksperimennya pun memasukan bom mematikan yang sudah ia buat kedalam ruang dimensi, dimanison ( diruang pribadinya ) yang tidak diketahui oleh kedua bocah nakal itu. Kalau tahu em...bisa terjadi ledakan langit ketujuh yang menggemparkan dunia kuno ini.
"Baiklah. Mari pergi berpetualang.!!" Seru Lucia semangat sambil meregangkan otot - oto tubuhnya.
Ia pun keluar dari lab ekperimen menuju ketempat Weiwei berada, tak usah ditanya lagi Lucia yang mempunyai mata dewa dan dewi akan lebih mudah untuk melihat sesuatu yang tak bisa manusia biasa melihatnya.
.......
Weiwei saat ini sedang asik dengan memakan cupcake buatan Lucia yang ia ambil dari kulkas yang berada didapur.
Saat tengah asik memakan cupcake buatan Lucia, Weiwei pun dikagetkan dengan suara dingin nan tegas seseorang yang ia kenal
"Sudah baikan?." Tanya orang itu dingin tetapi menggandung makna sedikit khawatir. Orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Lucia.
"Eh...uhuk...uhuk..." Weiwei yang tidak sadar akan keberadaan Lucia akhirnya pun tersedak cupcake yang baru saja ia masukan kedalam mulutnya.
Lucia yang melihat itu pun biasa - biasa saja dan menjentikkan satu jarinya.
'Klik.'
Weiwei yang tersedak setengah mati pun bingung kenapa tenggorokan nya sudah tidak sakit lagi.?
"Hah...Weiwei berhentilah menjadi kekanak - kanakan, umurmu lebih tua dari pada aku." Ucap Lucia dingin.
"Eh. Hehe, maaf Cia aku tadì menunģgu mu disini dan kebetulan perut ku keroncongan jadi aku pun mencari makanan di mesin pendingin yang berada didapur ( Kulkas )." Ucap Weiwei sambil cengengesan.
"Hm...kau sudah pulihkan, mari kita jalani rencana selanjutnya." Ucap Lucia langsung keintinya.
"Em...rencana apa.?" Ucap Weiwei bingung dengan ucapan Lucia.
"Rencana...membumi hanguskan kota terkutuk ini dan aku akan membawa mu pergi dari sini kekerajaan ibu dan ayah angkatku dan menitipkan mu disana karena aku ingin berpetualang menjejahi dunia ini sendirian." Jelas Lucia.
"Tidak! Cia, aku ingin ikut bersama mu kemanapun kamu pergi." Bantah Weiwei.
"Tidak bisa! Perjalanan itu berbahaya Weiwei, untuk saat ini kekuatan dan elemen kegelapan yang kupunya bisa membahayakanmu jika aku kehilangan kendali..." Ucap Lucia yang meminta pengrtian Weiwei.
Weiwei diam sejenak dan berpikir mengenai ucapan Lucia barusan.
"Em...baiklah, mungkin nanti aku tak bisa menjagamu Lucia. Aku akan menjadi lebih kuat dan menemuimu disaat itu. Gimana sepakat?." Ucap Weiwei memberi kan tangannya untuk dijabat oleh Lucia.
Lucia yang melihat tekad Weiwei pun tersenyum sangat tipis dan membalas uluran tangan Weiwei.
"Baiklah." Ucap Lucia menerima syarat yang diajukan oleh Weiwei.
........
Setelah kesepakatan itu berlalu, saat ini hari sudah gelap Lucia memutuskan untuk pergi dan membumi hanguskan kekaisaran terkutuk ini tengah malam.
Ia dan Weiwei sudah berkemas dan bersiap dengan pakaian biasanya yaitu, jubah hitam dan cadar senadanya.
"Cia, Ayo." Ucap Weiwei yang membawa gembolan bajunya dalam kain tipis.
Lucia yang sudah kaya dari lahir pun menyernyit bingung.
"Weiwei, kau tak perlu membawa baju - baju itu nanti kita tiba di tempat baru, kita akan membeli pakaian yang aku rancang sendiri." Ucap Lucia dingin nan cuek.
"Eh...memangnya kau punya uang Cia...?" Tanya Weiwei bingung.
"Sudahlah...percayakan saja paadaku." Ucap Lucia yang tak mau ambil pusing.
Pada akhirnya Weiwei pun menuruti perintah Lucia untuk tak membawa gembolan baju itu.
Lucia dan Weiwei pun keluar dari rumah pohonnya yang menjulang tinggi itu, ia kemudian melompat dan mendarat kebawah dengan sempurna.
————————
Luci dan Weiwei yang sudah keluar dari rumah pohonnya pun menjalankan rencananya, ia tak perduli kepada para rakyat sombong itu, karena mereka semua pada sombong dan angkuh jadi tak perlu ditanyakan lagi mereka semua itu berhati iblis.
Lucia pun menggendong Weiwei seprti anak monyet dibelakang punggungnya dan terbang dengan sayap iblisnya yang ia dapatkan ketika resmi menjadi puteri iblis
Ia pun kemudian mengepakan sayapnya besarnua terbang bebas diudara dan mengeluarkan elemen Apinya, yaitu Api Nirawana dan membakar habis kekaisaran itu dalam semalaman saja.
.............
Weiwei yang sedari tadi ingin menanyakannya pun akhirnya membuka mulutnya untuk bertanya kepada Lucia.
"No- na...kenapa anda bisa mempunyai sayap hitam kebiruan seperti ini.?" Tanya Weiwei, jujur ia sangat takut melihat sayap Lucia yang mengepak besar diudara.
"Nanti akan kujelaskan, sekrang kita akan pergi ketempat orangtua angkatku." Ucap Lucia asal nan dingin.
"Baiklah." Ucap Weiwei yang tahu sekrang bukanlah saat yang tepat untuk bertanya.
—————————
Lucia dan Weiwei yang sudah diturunkan dari gendongnya kehutan kematian (Wilayah kekuasaannya).
Para spirit beast pun menundukan kepalanya saat tuan nya datang.
"Salam Dewi Kematian.!!" Ucap mereka serempak.
"Hm, Weiwei pilihlah salah satu dari mereka untuk dijadikan hewan peliharaan mu." Perintah Lucia dingin.
"No..- na , ada apa ini.?" Ucap Weiwei takut.
"Bukan apa², aku sebenarnya adlah Dewi Kematian jadi hutan ini adalah wilayah kekuasaanku. Kau tak perlu takut dan banyak bertanya. Mengerti?" Ucap Lucia dingin padahal ia malas menjelaskan kepada Weiwei ( + Author yang malas mengetik😁😁 ^...^.
__ADS_1
"Mengerti nona." Ucap Weiwei yang masih bingung tapi ia memilih untum diam saja.
Weiwei pun langsung melihat satu persatu hewan itu , namun sayangnya tak ada yang menarik perhatiannya.
Matanya pun telus menelesik spirit beast yang bejajar rapih didepannya hingga matanya tertuju kepada sèekor singa yang gagah sedang memberi hormat kepadanya, ia pun mendekati singa itu dan mengelus bulunya dengan sayang.
"Cia, aku ingin dia saja yang menjadi temanku." Ucap Weiwei sambil mengelus - elus bulu singa itu, singa itupun hanya menikamati elusan Weiwei yang sangat hangat, lembut, nan penuh kasih sayang itu.
Baru singa itu rasakan ternyata ada juga orang yang begitu tulus kepadanya.
"Apa kau yakin tak mau mengontraknya? , bagaimana jika ia menghianatimu.?" Tanya Lucia tersenyum kecil menguji Weiwei.
"Ya...aku yakin ia tak akan menghianati ku ketika kami sudah menjadi teman bertarung untuk selamany...benar kan Pi.? Tanya Weiwei seraya mengelus bulu singa itu dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut kepada teman yang akan menjadi teman seperjuangannya dan teman bertarung nya untuk selamanya, singa itu hanya mendengkur sambil menganggukan kepalanya yang berarti iya.
"Baiklah, ternyata kau memilih nama yang bagus Pi. Hm...apa artinya itu?" Tanya Lucia yang tadinya jenius seketika menjadi orang yang polos nan bodoh.
"Ahahaha...Pi itu adalah kepanjangan dari Yupi." Ucap Weiwei menertawakan kebodohan Lucia.
Lucia yang merasa kesal hanya mendengus kecil, ia tak menanggapi Weiwei yang mengejeknya itu.
"Ckck...sudahlah, ambilah ini." Ucap Lucia yang menyerahkan cincin dimensi yang sempat ia beli dipasar kemarin ( Ch.14 ).
"Hem...terimakasih Cia." Ucap Weiwei yang sudah tahu bahwa Lucia adlaah orkay.
"Hm..." Balas Lucia dingin.
Iapun menepukan tangannya dua kali agar hewan - hewan itu pergi dan benar saja hewan - hewan tak terpilih itu langsung pergi untuk melakukan aktivitasnya masing - masing.
"Mari pergi." Ucap Lucia seraya jelan melewati Weiwei yang masih memeluk si singa kecil itu.
Weiwei dengan enggan melepaskan pelukan dengan singanya yang ia beri nama Yupi itu.
Iapun mengikuti langkahnya Lucia dengan Yupi dibelkangnya mengikutinya dan Lucia.
————————
Mereka berdua saat ini sudah sampai didanau tak berujung, tempat portal keluar dan masuk kerajaan iblis dengan kerajaan petir yang sudah hancur itu.
"Pegang tanganku." Ucap Luka tegas.
Wewei pun hanya menuruti perintah Lucia
tanpa berkata, Lucia pum membuat perisai airnya yang sudah berkembang daripada ia yang waktu pertama kali menyelam didanau ini.
Lucia dan Weiwei pun masuk kedalam air itu tetapi sebelum itu iapun menaruh singa itu di cincin dimensi yang diberikan oleh Lucia.
Pada akhirnya sampailah mereka didepan pusaran air hitam yang waktu itu Lucia masuk menuju kerajaan iblis.
Tanpa banyak basa - basi Lucia mengubah penampilannya menjadi seorang puteri yang mengenakan mahkota kecil dikepalanya tetapi mesih memakai cadar nya ýang senada dengan gaunnya
Weiwei yang melihat itu tersentak kaget melihatnya.
"Aku tahu kau akan bertanya, yah selama aku pergi hari itu aku diangkat oleh raja iblis menjadi puteri dari kerajaan iblis." Jelas Lucia, sedangkan Weiwei hanya mengangguk daripada nanti Lucia marah kepadanya karena banyak bertanya.
———————————
Dikerajaan iblis digemparkan oleh jadatangan puteri kerajaaannya sendiri.
Para rakyat pun menyambutnya dengan baik walaupun ia setengah manusia dan setengah iblis.
Saat ini Lucia yang menggunakan wujud iblisnya tapi tetap tak mengurangi kevantikannya yang alami.
Para rakyat yang melihatnya pun langsung menunduk dan memberi hormat kepadanya.
"Hm...berdirilah." Ucap Lucia tegas.
Para rakyat yang melihat puteri baru mereka pun berdecak kagum dengan kecantikannya Lucia walau masih memakai cadarnya tetapi bisa dilihat bahwa gadis itu sangat cantik dibalik cadarnya yang tipis itu.
Rakyat iblis pun bertanya - tanya pada manusia disebelah Lucia dan menatapnya dengan tatapan tak suka.
Lucia yang menyadari itu segera angkat bicara...
"Tenang lah ini adalah saudari ku dunia manusia." Jelas Lucia dan para rakyat hanya tersenyum kearah puteri kerajaan mereka.
Weiwei hanya tersenyum menanggapi sikap para rakyat iblis, ia memakhlumi jika ras iblis tak menyukai keberadaan manusia.
—————————
Sedangkan berita kepulangan puteri angkatnya itu sudah sampai ditelinga kaisar dan keluarganya.
Pangeram Ruki sangat antusias meyambut kepulanangan kakak cantiknya.
Pangeran yang lainnya juga sangat senang karena Lucia berkunjung kekerajaan nya.
Sedangkan pangeran pertama ia juga merasa rindu kepada gadis yang sudah bisa ia menrima menjadi adiknya setelah memikirkannya dari waktu itu.
—————————
Lucia dan Weiwei sekarang sudah sampai diepan gerbang istana dan menyuruh untuk penjaga membukakan gerbangnya.
Para penjaga sudah tahu bahwa Lucia adalah puteri kerajaan pun membiarkannya masuk bersama seorang manusia yang tidak ia kenal.
Didalam istana para pelayan yang berbaris pun juga antusias menyambut kepulangan Lucia kekerajaannya.
Disana juga ada keluarga angkatnya yang menunggunya.
"Selamat datang puteriku.!!" Ucap permaisuri dan langsung melangkah mendekati Lucia lalu memeluknya.
"Selamat datang kakak cantik...!!" Ucap pangeran Ruki yang juga langsung berhamburan memeluk Lucia.
Kedua orang itu pun merasa tenang saat mencium wangi khas Lucia, yaitu bunga labender.
Sedangkan Weiwei yang melihat itu hanya tersenyum haru karena nonanya sudah bisa mendapatkan kasih sayang seorang orangtua walaupun bukan orangrua kandung.
"Hm..." Ucap Lucia yang masih saja cuek dan dingin serta tak membalas pelukan hangat kedua keluarganya itu.
Setelah itu para pangeran pun berhambur bergantian memeluk Lucia dan terakhir yang belum memeluk Lucia adalah pangeran Leomord yang masih malu² kucing.
Pangeran Leomord pun maju tanpa diduga memeluk Lucia juga tapi tetap saja itu tak merubah ekspresi dingin Lucia yang sudah melekat kepada dirinya.
Keluarganya pun terbengong - bengong melihat pangeran Leomord yang maju ikut memeluk Lucia.
Pangeran Leomord memeluk Lucia pun lama mungkin karena rindu dengan Lucia, setelah sudah selesai memeluk Lucia ia pun berdehem menghilangkan eksperesi malu² kucingnya.
"Ekhem...baiklah, Lucia kau pasti lelah kembali lah kekamarmu terlebih dahulu." Ucap permaisuri menimpali untuk menghilangi kecanggungan.
"Hm..." Balas Lucia dingin dan berjalan sambil menarik Weiwei untuk mengikutinya kekamarnya yang pernah ia tempati.
Keluarganya yang melihat kelakuan Lucia hanya bisa menggelengkan kepalanya, Sudahlah mungkin Lucia lelah dengan semua urusan yang ia punya.
—————————
__ADS_1
Lucia dan Weiwei yang sudah berada dikamar Lucia.
"Cia, apa yang sebenarnya tejadi denganmu?." Tanya Weiwei khawatir.
"Tak apa, mungkin aku akan meninggalkan mu disini agar kau tetap aman dan aku akan melakukan petulangan ku didunia ini untuk menemukan ibu kandungku." Jelas Lucia.
"Emm...sebenarnya siapa ibu kandungmu Cia, bukankah itu adalah permaisuri?. Tapi kenapa sepertinya bukan permaisuri.?" Tanya Weiwei yang memang sejak pertarungan Lucia dirumah pohon dan berbicara pada kaisar petir tadi.
"Huft...kau harus berjanji akan merahasiakan ini dari siapapun? Mengerti?" Ucap Lucia tegas.
"Aku bersumpah." Ucap Weiwei yakin.
"Ibu dan ayahku adalah Dewi Bulan dan Dewa Kegelapan yang sekarang berada didunia atas..." Jelas Lucia.
"Apa...!!!" Kaget Weiwei, terkejut dengan pernyataan Lucia.
"Ya. Aku tak tahu pastinya seperti apa sehingga sahabat ibuku, Dewi Ruangdan Waktu menyuruhku menjadi lebih kuat untuk bertemu dengan ibu dan ayahku..." Ucap Lucia lirih
"Eh...tenanglah Cia, kau masih mempunyai aku...walaupun aku tak bisa membantu mu banyak, tapi aku slalu berada disampingmu dan percaya dengan apa yang kamu lakukan..." Ucap Weiwei sambil tersenyum tulus.
"Hm...baiklah, untuk sekarang ini aku hanya bisa menceritakan itu saja. Kumohon kau untuk mengerti aku." Ucap Lucia yang masih dengan tanpa ekspresi.
Weiwei yang paham pun hanya mengangguk dan membawa Lucia kedalam pelukan hangatnya.
.......
Sedangkan diluar pintu sebenarnya keluarganya mengikutinya dari tadi, Lucia yang tau akan hal itu dan membiarkannya.
Diluar kamar keluarga angkatnya pun tadinya ingin menawarkan Lucia keluarganya pun terkejut, didalam batin mereka semua.
'Tetapi, kenapa Lucia mempunyai hawa yang sangat² gelap.' Batin semua orang.
Mereka yang mengetahui akan hal itu pun tidak marah karena Lucia mempunyai darah keturunan Dewa Dewi.
Sedangkan pangeran pertama yang mendengar itu bukan nya marah ia malah senang karena adiknya juga mempunyai darah keturunan Dewi sama sepertinya.
Permbicaraan Weiwei dan Lucia pun sudah tak terdengar lagi jadi keluarga angkatbya Lucia memilih untuk meninggalkan kamar Lucia.
————
Pagi Hari...
Dipagi hari Lucia yang biasanya bangun siang pun kini masih tidur dengan lelapnya.
Weiwei sudah menggunakan semua cara yang ia gunakan untuk membangunkan Lucia, tetapi tak ada satu pun cara yang berhasil membangunkannya.
"Ciaaa..!!" Teriak Weiwei menggemaparkan.
Sedangkan orang yang diteriaki hanya mendengkur pelan dan melanjutkan mimpi indah nya.
Weiwei yang dari tadi sudah geram dan naik pitam dengan Lucia pun akhirnya memilih untuk tak mengganggunya agar ia bangun saja sendiri.
Disiang Hari...
Lucia yang masih tidur pun terbangun dengan elegan, iapun duduk ditempat tidurnya dan menyadari hanya ia sendirian disana. Dimana si mbak Weiwei.?
Entahlah. Lucia pun memilih memasuki ruang dimensi gelangnya untuk mandi dimanisonnya saja.
Diruang Dimensi Gelang...
Lucia pun memasuki gerbang dimensinya da tiba di manisonnya, dilihatnya bahwa manison itu sepi yang brarti mungkin saja Alex dan Firance sedang berlatih untuk meningkatkan kekuatannya disana.
Akhirnyan iapun memutusakan untuk menyusul Alex dan Firance nanti.
Sesudah selesai mandi, Lucia pun melesat ke menara seratus lantai menggunakan ilmu peringan tubuhnya.
Sesampainya ia dimenara seratus lantai, Lucia pun mendapatkan Alex dan Firance yang sedang bertarung sengit disana.
Lucia yang tak ingin mengganggu duel antar kedua orang itu pun hanya diam dan duduk dijendela dengan santainya.
Skip...
Duel itu akhirnya dimenangkan oleh Alex dan tentunya Firnace yang kalah.
Keduanya pun melihat Lucia yang juga sedang melihat kearah mereka berdua.
"Ada apa Cia.??" Ucap mereka serempak yang sudah berada didepan Lucia.
Lucia hanya diam tak ingin menjawab pemuda tampan itu, Alex yang mengetahui itu lebih dulu pun berubah menjadi anak kecil yang imut dan berlari memeluk Lucia.
Lucia hanya menatap Alex dan tak membalas pelukannya.
Sedangkan Firance beru menyadari akan hal itu pun langsung berubah menjadi anak kecil imut² kayak semut.
"Em...aku disini ingin mengajak kalian keluar dan ikut berpetualang bersama ku. Apakah ingin.?" Tanya Lucia dingin.
Alex dan Firance pun mengangguk lucu dihadapan Lucia.
Pada akhirnya mereka keluar dari dimensi gelangnya Lucia.
————
Sedangkan pada saat ini Weiwei yang kesal pun berjalan - jalan menyusuri kerajaan iblis.
Sesampainya ia ditaman iblis iapun disungguhkan dengan pandangan yang mengerikan banyak sekali tumbuhan beracun disana dan segumpalan tulang manusia yang sudah lama.
"Apakah kau teman meimeiku?." Ucap pangeran ketiga yang datang entah dari mana sambil tersenyum.
"Eh..ya." Ucap Weiwei gugup.
"Hehe, tak perlu sungkan padaku. Perkenalkan aku adalah pangeran Villiam, pageran ketiga kerajaan iblis." Ucapnya dengan senyuman tampan diwajahnya.
"I..ya." Ucap Weiwei yang wajahnya sudah memerah karena senyuman tampan pangeran ketiga.
Akhirnya mereka berduapun berbincang - bincang tentang kehidupan mereka masing - masing.
————
Sedangkan kaisar dan permaisuri saat ini sedang berdiskusi tentang jati diri anak angkat mereka itu diruang kerja raja iblis.
"Sudahlah...mau bagaimanapun Lucia belum ingin menceritakannya terlebih dahulu." Ucap permaisuri iblis dengan nada lembutnya.
"Hah...baiklah, aku akan menanyakannya nanti saja kepada anak kita yang sedingin es itu." Ucap kaisar iblis dan permaisuri pun menganggukan kepalanya.
———
Bersambung...
Siapakah Lucia?? Makanya jangan keluar dari novel ini dan terus lanjut untuk mengetahuinya.😁😁😅
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini bagi yang suka.
__ADS_1
Byee....