Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 42 : Part 2 - ( Pencarian 5 Artefak Langkah )


__ADS_3

Ke esokkan harinya...


Dimanison Lucia...


"Apa semuanya sudah siap?!" Ucap Firance dengan nada lantang nya.


"Yosh...ayolah...tunggu apa lagi Cia.?" Ucap Rossiana antusias.


Lucia hanya mengkerut kan dahi, sperti memikirkan sesuatu yang mengusik pikiran nya akhir - akhir ini.


"Tidak apa. Hm...ayo." Tukas Lucia tetapi seperti nya fokus nya tidak sepenuh nya kembali.


"Łțģýúò ýòùñģìùþ..." Lucia


Lucia pun mulai merapalkan mantra teleportasi ke gunung api berada, tepat diantara kekaisaran Bintang berada.


–——


Lucia dan yang lainnya pun tiba tepat berada di kaki gunung api yang panas sekali.


Di gunung kaki saja sudah panas...


Apalagi dì puncak gunung ?...


Tamatlah riwayat kalian sudah...


Memikirkan itu, membuat Rossiana bergidik ngeri dan tak mau memikirkan aneh - aneh lagi seperti tadi.


Sedangakan Lucia, Alex, Firance biasa - biasa saja. Karena mereka bertiga sudah mengalami pembentukan kembali.


( Bagi yang lupa, Silahkan baca chapter sebelum nya ya...) Saran Author Heboh.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mendaki bukit tersebut untuk sampai ke puncak nya.


....


Dalam pendakian, keheningan menyelimuti mereka berempat.


Hari pun sudah menjelang senja, dimana konon katanya gunung api ini sudah meregut banyak nyawa tak bersalah yang melakukan perjalanan berburu hewan di kekaisaran bintang setiap bulan nya.


Ya, dari buku yang Lucia baca, kekaisaran bintang mempunyai tradisi..


Dimana semua anak laki - laki yang berusia 7 tahun akan dilepaskan di pegunungan api yang berada di tengah hutan ini sendirian untuk bertahan hidup.


Sama halnya dengan yang perempuan yang berusia 15 tahun, cuman tradisi nya berbeda. Dimana perempuan harus bersemedi di tengah hamparan air sungai, yang terkenal akan berkat nya untuk mengurus rumah tangga yang baik dan benar.


Selama menunggu sang pengring yang membawa perempuan kembali, sang perempuan harus menutup mata nya serapat mungikin dengan tenang agar terhindar dari kejadian - kejadian yang tidak di inginkan.


Dikatakan bahwa tradisi untuk perempuan ini adalah yang paling berbahaya daripada yang tradisi untuk laki - laki, sebab di ingatkan oleh para petinggi bahwa jikalau anak perempuan itu membuka mata nya, ia akan di makan jiwa nya oleh sang nenek yang dulunya adalah seorang dewi yang terjerumus ke dalam dosa akibat diperkosa secara bergilir oleh para pemuda di desa ini.


Oleh sebab itu, stiap tahun nya akan diacarakan pemenggalan salah satu kepala anak laki - laki dengan cara diundi.


Tak peduli itu adalah anak kaisarnya sendiri atau bangsawan nya, untuk menjayakan dan kemakmuran seluruh penduduk kekaisaran bintang akan melakukan itu sesuai aturan leluhur mereka.


Back to topik...


Semakin hari menjelang malam perlahan suhu udara mulai dingin tak tertadingi juga ada beberapa kabut yang sangat tebal menutupi pengelihatan di tengah pendakian nya.


Berbeda dengan mereka berempat, yang sama sekali tidak kesulitan seperti nya.

__ADS_1


Srr....


"Manusia...!!"


Seekor monster dengan bentuk yang sangat mengerikan pun bermunculan, mulai dari kaki gunung, pedalaman hutan sampai puncak gunung pun ada.


Lucia hanya menatap datar para monster suruhan itu, ia tahu bahwa di malam gelap ini si pelaku asli tengah bersembunyi dan mengguring monster nya untuk memakan para manusia.


"Hah...."


"Kkakakakaaak....." Suara para monster.


Sama halnya dengan seorang zombie, monster itu juga bisa dibilang seorang pemakan daging yang dikendalikan oleh hasrat memakan tanpa berpikir yang dimakan nya itu apa.


( " Jujur author nulis cerita ini bikin merinding sendiri, suer dh author ga tau bisa punya pemikiran seperti ini, yang tiba - tiba nenclok di otak author...😅😅


Kalau kalian yang disana pasti udh ga kuat dan pingsan dh. Sama halnya kayak author." )


Karena monster itu mencium hawa keberadaan manusia ( Lucia & Kawan - kawan ), ia pun mencari sumber keberadaan tersebut agar bisa memakan daging nya.


Lucia yang tahu akan itu pun segera memasang posisi was - was jika diserang.


Jujur banyak sekali pengendali sihir hitam boneka seperti ini... Banyak juga penyihir hitam yang berpencar ke seluruh penjuru dunia, bahkan ada yang di dimensi lain nya.


"Manusia..." Gumaman seram dari monster itu.


Karena tidak ingin ketahuan, Rossiana menarik Lucia dan kedua anak² lelaki itu ke belakang batu besar.


"Shut...mereka bisa mencium keberadaan kita jika kita bernapas, maka dari itu tahanlah sebentar sampai makhluk itu pergi dari sana." Telepati Rossiana ketakutan + berkeringat dingin.


"Memang nya kenapa? Toh, cuma monster biasa saja kan?" Balas Firance dengan nada meremeh kan walaupun suasana nya sedang menegang.


"Hm...aku bisa menangani nya, kalian tunggi disini bila takut." Putus Lucia yang akhirnya keluar dari tempat persembunyian tanpa aba - aba.


"Cia...!" Panik Rossiana.


Lucia yang sudah di latih sebagai pasukan militer pun tidak perlu mengkhawatirkan yag tidak penting seperti Rossiana, yang seperti nya punya trauma yang mendalam akan penyihir hitam.


Para monster yang kini sudah menyadari keberadaan Lucia pun mendekat kearahnya dengan tatapan lapar.


"Darah..."


"Darah..."


"Darah..."


Tak tinggal diam, Lucia pun bergerak melesat memenggal satu persatu kepala monster itu dengan katana tajam nya, dan jangan lupakan hawa dingin mencekam yang ia keluarkan saat ini.


Tanpa banyak nya waktu, Lucia pun sudah menuntaskan semua monstet yang berada di sekitarnya.


Mayat - mayat monster itu pun tergeletak di mana - mana dengan darah segar yang masih mengalir dari kepalanya.


Jiwa haus darah Lucia pun tidak bisa dibendung lagi, ia pun menusuk - nusuk monster itu untuk menjadi lampiasan nya.


Daripada ia kembali dan melukai keluarga nya yang kini berada di balik batu besar dengan tatapan ngeri akan dia.


Wajah Lucia yang kini sudah berdarah, manambahkan kesan psikopat untuk nya yang berdiri di tengah - tengah mayat monster.


Huss...

__ADS_1


Angin menerpa dengan kencang, bersamaan dengan datang nya orang bertudung yang memiliki hawa hitam pekat tetapi tidak sepekat Lucia yang kini matanya sudah berubah menjadi semerah darah.


Untung nya orang bertudung itu memakai sebuah tudung yang masih menutupi matanya sehingga mata semerah darah Lucia tidak kelihatan begitu jelas dibalik tudung.


"Katakan...apa maumu mengganggu perjalanan ku?." Ucap Lucia dingin + seram.


"Tentu saja, tidak ada boleh manusia yang melewati perbatasan kami para penyihir. Kau dilarang!!." Balas salah satu orang berjubah dengan lantang.


"Kenapa aku harus menuruti mu? Minggir atai nyawa kalian taruhan nya..." Ucap Lucia dengan dingin nan cuek.


"Ahahaha...seorang bocah sekecil ini ingin membunuh kami. Mimpi mu jauh sekali." Ejek salah satunya lagi.


Lucia yang sedari tadi diam dengan tatapan dingin dan aura nya 20% yang sudah mengeluar kemana - mana membuat orang sesak nafas.


Dengan secepat kilat, ia pun melesat memenggal kepala, tangan dan kaki orang yang sedang tertawa itu.


"Akh..." Rintih nya setelah itu tergeletak tak bernyawa di tanah dan di samping teman - temanya yang lain.


"A...-apa?" Kaget temannya yang lain.


Alex, Rossiana, dan juga Firace yang melihat itu pun berjanji tidak akan membuat Lucia sekesal itu atau nyawanya akan melayang


"Gawat....! tingkat kekesalan Cia sudah tinggi, bisa habis gunung ini beserta artefak nya, kalau ia tak bisa mengendalikan kekuatan nya lagi.!!" Ucap Alex panik.


Dari arah kejauhan, mereka melihat Lucia yang sudah berhasil memusnahkan para penyihir dan hanya tersisa satu orang penyihir yang seperti nya tingkatan nya lebih tinggi daripada yang lain nya.


Ia pun mendekati penyihir yang ingin kabur darinya dan memaksa untuk melihat mata seram nya.


"Mati.!" Ucap Lucia singkat.


Mata para penyihir itu sempat melihat kearah mata Lucia yang berwarna merah padam sampai - sampai ia pun terkena Eyes Blood nya Lucia.


"Akh...tolong ampuni penyihir kecil ini yang mulia ratu...akh..." Ucap nya yang amat kesakitan.


"Akh...." Rintihan terakhir itu diikuti oleh bola mata sang penyihir yang keluar dari tempatnya beserta darah - darah yang menggenang dari para penyihir yang sudah mati.


Lucia dengan cepat membakar semua mayat penyihir itu, tetapi sebelun itu ia menusuk bola mata semua mayat penyihir terlebih sahulu.


Hal itu sontak membuat Rossiana yang pertama kali melihat kekejaman Lucia memuntahkan isi perut nya.


"Hoek...menjijikan sekali. Hoek...!!" Muntah Rossiana berkali - kali sampai ia sudah tidak enek lagi.


Teringat ketiga teman nya, Lucia pun langsung mengganti pakaian nya dalam satu jentikan jari begitu juga wajah nya yang terkena darah.


Berjalan ia ke arah tempat teman - teman nya menunggu di balik batu.


Dilihat nya teman - teman nya mematung dan juga ada yang muntah.


"...."


"Ayo." Ajak Lucia langsung jalan begitu saja tanpa memperdulikan ketiga orang yang menatap nya horor.


———


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote ya...


See You Later...♡♡

__ADS_1


__ADS_2