Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 27 : ( Pembagian Hadiah Para Pemenang Acara Turnamen Kekaisaran Langit )


__ADS_3

Sekrang ini Lucia sangat - sangat di idola kan oleh para permpuan maupun laki - laki dari berbagai kekaisaran atas seni bela dirinya yang snagat hebat itu sudah menyebar beritanya sampai keluar kekaisaran langit.


....


Lucia yang sedang duduk dijendela masih di asrama nya untuk menunggu acara pembagian hadiah para juara 15 besar.


Tok...


Tok...


Tok...


"Cia.!!" Panggil seorang laki - laki yang dikenali sebagai kakaknya Lucia, yaitu Venos.


"Masuk." Balas Lucia.


Lalu setelah itu pintu pun terbuka dan masuklah Venos dari balik pintu kamar Lucia.


"Ada apa?" Tanya Lucia kepada Venos.


Venos yang kini sudah duduk di sisi pinggir ranjang tidur Lucia pun membalas perkataan Lucia.


"Aku kesini untuk mengajak mu ke acara pembagian hadiah, tadi kaisar kekaisaran langit mengundang kita berdua untuk datang ke perjamuan dalam istana dengan keluarga kekaisaran langit tentunya." Jelas Venos.


"Hm...kalau begitu, ayo pergi." Ucap Lucia dan mengambil jubahnya lalu jalan duluan tanpa menunggu Venos yang masih duduk tenang.


Venos yang ditinggalkan langsung mengekori Lucia dari belakang.


———


Lucia dan Venos pun langsung menggunakan ilmu peringan tubuhnya ( QingQong ) untuk langsung pergi keistana agar lebih cepat.


Sesampainya di istana, mereka berdua di persilahkan oleh penjaga gerbang istana untuk masuk karena sudah mengetahui itu adalah Lucia yang lagi terkenal di kekaisaran petir itu.


"Silahkan masuk." Ucap Penjaga gerbang itu menunduk hormat.


"Baik." Balas Venos sedangkan Lucia hanya menatap datar lurus kedepan.


Akhirnya mereka berdua pun masuk menuju keruang perjamuan istana.


.....


Sesampainya mereka berdua disana, Lucia pun langsung disambut oleh permaisuri kekaisaran langit.


"Lucia mari duduk disini." Ucap Permaisuri antusias sambil tangan Lucia mengikuti nya.


Lucia yang ditarik hanya diam saja, sedangkan Venos hanya mengikuti dari belakang.


Mereka kini sudah sampai dikursi permaisuri duduk, lalu penjaga pun membawa kan dua kursi lagi untuk Lucia dan Venos duduk.


Ketiga pangeran kekaisaran langit itu sesekali melirik Lucia yang diam nan datar saja disebelahnya.


"Baiklah apa permintaan pemenang kedua dan pertama.?" Ucap Kaisar langit dengan senyum ramahnya.


"Aku ingin token kekaisaran langit ini." Ucap Lucia singkat sedangkan Venos hanya mengikuti keinginan adik perempuannya itu.


"Hahaha...baik...baik. Lalu tak inginkah engkau memilih salah satu pangeran dari kekaisaran langit kita untuk dijadikan suami mu, biasanya para wanita menginginkan itu." Ucap Kaisar Langit yang ternyata ada niat tersebunyi didalam perkataan nya.


Lucia pun melirik ketiga pangeran itu yang kelihatan tegang nan panik saat kaisar berbicara seperti itu.


Deg...


Deg...


Deg...


'Kenapa aku jadi panik dan tidak tenang ya. Bagaimana kalau si Lucia memilih kakak pertama dan kedua. Tidak bisa.!!' Batin pangeran ketiga yang panik kalau tidak dipilih oleh gadis bercadar yang baru sekali ditemuinya.


Siapa yang akan dipilih Lucia??.


"Tak ada." Balas Lucia singkat tanpa ada beban dan tak pikir panjang lagi.


Karena bagaimana pun ia tak mau mempunyai pasangan sebelum ia bertemu dengan ayah dan ibunya terlebih dahulu.


Permaisuri yang mendengar itu pun kecewa dan hanya bisa mengikhlaskan nya. Toh ia tak bisa berbuat apapun.


"Baiklah, penjaga tolong ambilkan token kekaisaran langit untuk dua orang." Ucap kaisar sambil menghela nafas.


Penjaga yang disuruh pun lari terbirit - birit, tak mau membiarkan idolanya ( Lucia ) menunggu. Jujur saja penjaga itu sudah senang bisa melihat Lucia walau dari luar pintu ruangan.


Sedangkan ketiga pangeran itu terlihat kecewa dengan jawaban yang Lucia berikan.


Ada apa ini??!. Sebelumnya mereka tak pernah di tolak oleh perempuan dan malah sebaliknya perempuan lah yang mengejar - ngerjar mereka. Tapi ini....

__ADS_1


Penjaga yang tadi disuruh pun datang kembali mebawa dua token tanda kekaisaran langit diatas nampan.


"Ini yang mulia." Ucap penjaga itu gugup karena ditatap oleh Lucia, padahal yang Lucia tatap itu adalah token kekaisaran langit yang berada diatas nampan bukan sang prajurit.


"Baik, kau boleh pergi." Usir kaisar pada prajurit itu.


"Permisi yang mulia." Hormat sang prajurit mengikuti perintah kaisar.


Stelah prajurit itu keluar, kaisar ingin membuka mulutnya untuk berbicara tetapi didahului oleh permaisurinya.


"Lucia, apakah kau yakin dengan jawaban mu. Para pangeran juga bisa tak mengmbil selir jika mau mau" Ucap permaisuri dengan raut wajah memohon.


Sdngkan wajah ketiga pangeran itu kembali dipenuhi oleh harapan.


"Saya tidak tertarik." Balas Lucia singkat nan dingin, ia sangat tidak suka pada orang yang bukan keluarga nya memaksa kemauannya.


"Ba...-baiklah." Ucap Permaisuri gugup karena suara Lucia yang sepertinya tidak suka.


Kaisar yang melihat itu hanya diam dan mengusap - usap pundak permaisurinya seperti memberikan semangat.


"Sudah...sudah, ini token yang kamu mau." Ucap kaisar sambil menyodorkan token tersebut kepada Lucia dan Venos.


"Terima kasih." Ucap Venos sedangkan Lucia hanya diam dan mengamati token tersebut.


Sesudah memperhatikan token berwarna biru seperti langit tersebut, Lucia pun mengangkat wajah beercadarnya dan mulai berbicara lagi.


"Hm...mari balik ke penginapan ku di ibukota." Ucap Lucia sambil menatap Venos dan yang ditatap pun menganggukan kepalanya setuju.


Lucia pun akhirnya berjalan duluan tanpa memberi salam kepada permaisuri dan yang lainnya. Di ikuti oleh Venos yang berjalan dibelakang nya.


Sedangakan keluarga kekiasaran langit hanya diam membeku, baru kali ini ada seseorang yang tak memberi hormat kepada mereka.


———


Lucia membawa Venos ke penginapan nya yang waktu itu ia tinggali saat pertama datang kekaisaran langit.


Ia dan Venos ke repsesionis terlebih dahulu untuk memesan satu kamar lagi untuk Venos beristirahat malam ini karena hari sudah mulai senja.


Sesudahnya mereka membayar kamar tersebut, Lucia pun berpisah dengan Venos untuk tidur dikamar masing - masing karena hari sudah malam.


————


Diruang Dimensi...


Lucia sesudah masuk kekamar, ia pun memutuskan pergi keruang dimensi gelangnya untuk berkultivasi disana.


Boom...


Boom...


Alex dan Firance pun membuka matanya karena sudah selesai berkultivasi.


Sedangkan Lucia masih belum membuka matanya dan memutuskan meneruskan kultivasi nya hingga pagi hari.


Alex dan Firance yang tak ingin mengganggu Lucia pun akhirnya pergi ke manison Lucia untuk beristirahat sejenak sampai Lucia selesai berkultivasi.


Hingga pagi hari Lucia baru mengelesaikan kultivasinya.


Boom...


Boom...


Lucia membuka matanya, ia berhasil menembus tingkatan sampai Immortal Blood.


Ia pun segera keluar dari ruang dimensinya, karena ia tahu kalau gege nya itu akan datang padanya pagi² sekali


———


Di Pagi Hari...


Venos yang tertidur kini sudah bangun dan sudag selesai bersih - bersih.


Ia pun bergegas kekamar Lucia dan mengajaknya untuk makan bersama - sama


Di rumah makan Wungi, tempat makan terkenal di kekaisaran langit berada.


Sesampainya ia didepan pintu, ia pun mengetok pintu terlebi dahulu agar Lucia tak marah padanya bila masuk kedalam kamarnya.


Tok...


Tok...


Tok...

__ADS_1


"Cia...!!" Teriak Venos dari luar kamar Lucia,


Namun tak ada balasan yang ia terima seperti sebelumnya.


Akhirnya ia mengetuk pintu Lucia berulang kalinya dan pada akhirnya pun pintunya terbuka lalu keluarlah orang yang ia cari dengan cadar dan jubah biasanya.


"Berisik sekali!! Ada apa.?" Ucap Lucia kesal karena baru saja ia keluar dari ruang dimensinya dan langsung dihadiahi ketukan pintu yang bising dari luar kamarnya.


"Hehehe...maaf, mari makan direstoran paling enak disini.!! Aku akan mentraktir mu juara pertama." Ucap nya sambil cengengesan dan mengedipkan sebelah matanya yang mungkin bagi kita akan sangat mempesona, tetapi tidak dengan Lucia yang masih dengan wajah datarnya.


"Hm...ayo" Ucap Lucia yang tak jadi marah lalu Venos pun mengambil kesempatan untuk memegang tangan Lucia dan menariknya keluar dari penginapan.


"Lepaskan, kalau begini bagaimana aku bisa lari.?" Ujar Lucia sambil mengikuti langkah besar Venos yang terlihat bahagia itu.


"Hehehe, aku takut kau akan nyasar nantinya." Ucap Venos seprti orang tak berdosa.


"Ckck...lepaskan atau tangan mu yang akan terlepas dari tubuhmu.?" Ucap Lucia dengan senyum smirk iblis miliknya.


Venos yang mendengar itupun langsung panik + ketakutan mendengarnya.


"Hais...jangan lah marah adikku sayang." Ucap Venos dengan nada menjijikan menurut Lucia.


Lucia yang sedari tadi sudah kesal pun meninju perut Venos sehingga ia merintih kesakitan.


"Ukh...kejamnya engkau Cia." Ucap Venos mendramatisir seperti di Film².


"..." Lucia hanya menatapnya datar nan tajam lalu berlalu meninggalkan Venos yang masih memegang perutnya.


🖇(Author : Aduh...kasihan banget sih bebe ku, sini author peluk.😙😙)


(Venos : Hiks...author, Lucia jahat sekali huhuhu.😭😭")


(Lucia : "Apaan sih lu jijik gw sama elu😑😑")


(Author : Cia, nanti author kutuk kamu jadi batu berani² nya kamu menyakiti si mas ganteng ini.😡😠😕)


(E..-eh, jangan dong thor iya iya Cia minta maaf😱😩)


(Batin Venos : 'Hahaha sukurin tuh lahian jadi adik kelewatan dingin dan cuek, ta laporin author baru tau rasa." Batin Venos yang menyeringai jahat berbeda dengan ekspersi nya yang lagi mendramatisir didepan Author heboh.)


....


Sesampainya mereka dirumah makan Wungi, mereka pun masuk dan memesan tempat makan V.I.P.


Venos yang merasa kesal, kenapa Lucia ingin ruang V.I.P sedangkan saja uangnya tak cukup untuk menyewa ruangan V.I.P tersebut.


Pada akhirnya Lucia lah yang mentraktir Venos yang tak mempunyai uang ( Miskin )


Menurut Lucia.


.....


Mereka pun memesan makan dengan tenang dan memakannya.


Diruang V.I.P itu hanya ada Lucia, Alex ( Yang masih menjadi rubah ), Firance ( Dalam bentuk Ularnya , dan Venos yang sedari tadi menatap wajah cantik Lucia yang sedang makan.


Lucia yang risih dengan itu akhirnya melempar kan garpu kearah mata Venos yang tak bisa berhenti menatapnya lekat itu.


Set...


Untung saja Venos segera menghindari nya jadi garpu nya menabrak dingding dan jatuh kelantai.


"Bisakah kau tak memandangiku saat lagi makan.?" Ucap Lucia dengan emosi yang masih ia tahan.


Dengan lugunya Venos pun menjawab." Tidak. Wajahmu begitu cantik sehingga aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari meimei ku yang sangat cantik ini." Ucap Venos yang tanpa sadar ia ucapkan begitu saja tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Lucia.


Alex dan Firance yang sudah kesal nan geram pun mempunyai ide jahil untuk mengerjainya.


'Fir...mari jalankan rencana kita pada kakak tak punya otak ini...' Telepati Alex ke Firance dengan kesal dan sura liciknya.


'Hehe...mari jalankan tugas kita sebagai pahlawan yang menyelamatkan tuannya dengan baik.' Balas Firance melalui telepati juga dan keduanya memandang Venos dengan licik.


Venos yang sedang asik memperhatikan Lucia, merasa tiba² punggungnya menjadi dingin dan entah kenapa menjadi panik.


Hehheh....( Tawa Alex Dan Firance Dalam Hati Mereka )


————


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya Guyz...😊😊😊


Terima kasih...untuk para pembaca setia novel imajinasiku ini.

__ADS_1


Curhat Author : Auhornya setiap hari halu melulu dan lagi bad mood. Jadi Author minta maaf bila ada kesalahan di dalam novel ini...


See You~...~


__ADS_2