
......
Saat ini Lucia yang sedang dijamu oleh Raja Duyung hanya menatap nya dengan pandangan datar andalannya dan dinginya.
"Apa kah kau mengenal ayah dan ibuku?." Tanya Lucia langsung keintinya sambil menyeruput teh dengan tenang.
"Ya, bukankah kau puteri dari temanku dewa kegelapan?." Balas Raja Duyung.
"Benar, apa kau tahu. Apa yabg sedang terjadi di dunia atas, tempat ibu dan ayahku tinggal.?" Tanya Lucia dengan nada dingin tetapi tersirat rasa penasaran yang mendalam.
"..." Raja Duyung hanya terdiam tak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepada Lucia saat ini.
"Apakah kau tak ingin menjawab atau memang kau tidak mengetahui apa² sebagai teman ayahku?." Ucap Lucia dingin dengan pandangan tajamnya diarahkan kepada Raja Duyung.
"..." Raja Duyung atau bisa dipanggul raja Lautan itu masih diam tak berbicara juga.
Lucia yang mulai kesal, ia dengan cepat meyesap tehnya dan berdiri untuk pergi dari istana laut itu karena untuk apa ia kesana kalau ia tak mendapatkan informasi dari kerajaan laut ini
"Kalau kau tak ingin memberitahu juga tak apa. Aku pergi." Ujar Lucia cuek dan acuh tak acuh.
Sebelum Lucia melangkah, ia pun dihentikan oleh perkataan Raja Laut mengenai kondisi mengenaskan ibu nya Lucia.
"Ibumu sekarang sedang berada dipenjara kerajaan putih didunia atas..." Ucap Raja Laut sendu.
Apa!!.
Lucia dalam hati sangat - sangat marah mendengar hal itu terjadi pada ibunya.
Ia tak mau ibunya sedikit pun terluka. Kemana ayahnya? Bukankah ia bersama ibunya? Kenapa tak menjaga nya. Pikir Lucia, tak habis pikir kenapa ayahnya tak melindungi wanita yang ia cintai sendiri.
Lucia yang mendengar perkataan itu pun diam dan kembali duduk. Ia menatap wajah Raja Laut itu dengan pandangn interogasi dan tajam.
"Kemana ayahku? Kenapa ia tak melindungi ibuku.?" Tanya Lucia yang dibalas keheningan oleh Raja Lautan.
"Jawab.!!" Ucap Lucia marah karena, kenapa bisa menjadi seperti ini. Bukankag ayah dan ibunya saling mencintai, tapi... kenapa...Akhhh.!!!.
"Tenanglah, aku akan menjawabnya satu persatu pertanyaan mu itu." Ucap Raja Lautan takut dengan kemarahn Lucia.
Lucia segera kembali berdiam diri dengan tenang seolah tak terjadi apa².
What!.
Raja Lautan menatap tak percaya dengan perubahan singkat Lucia dengan wajah datarnya itu, padahal tadi ia menunjukan wajah seprti singa yang mengamuk.
Huft...
Setelah keadaan tenang Raja Laut pun memulai ceritanya...
"Ayahmu adalah seorang dewa yang sangat tampan dan dikagumi oleh banyak perempuan dialam sana. Termasuk adik ibumu yang iri hati kepada ibumu, karena ia tak bisa mendapatkan laki² tampan dan kuat sperti ayahmu itu.
Aku tak tahu jelas kejadian ini seperti apa. Tetapi dari yang kutahu, adik ibumu lah yang menggunakan yang bekerja sama oleh para petinggi disana untuk menghancurkan ibu dan ayahmu.
Ia dan para petinggi lainnya menyerang dewa kegelapan sehingga pingsan pada saat itu. Disaat - saat dewa kegelapan pingsan ia memanfaatkan keadaan itu dan melakukan ritual yang tak ku tak tahu itu adalah ritual apa, yang pasti sejak saat ayahmu dirutualkan tidak jelas pada saat itu.
Ayahmu berubah sikap 90° kepada ibumu. Ia pun mencabut tahkta permaisuri dari ibumu dan memberikannya kepada adik ibumu, dan ibumu di taruh kepenjara bawah tanah karena difitnah oleh adik ibumu." Jelas Raja Laut.
Segel apa itu, sehingga bisa menyegel ayahku yang kuat.? Bagaiman agar aku bisa melepaskan segel itu dari ayah? Pikir Lucia bercambuk bingung tak mengerti. Banyak hal yang harus ia lakukan kedepannya.
__ADS_1
"Terima kasih, ini untuk mu." Ucap Lucia yang memberikan hadiah berupa buku kuno peninggalan leluhur para duyung terdahulu, yang ia dapatkan dari menara seratus lantai.
Toh jangan salah kira ia juga sudah mempelajari semua jurus yang ada didalam kitab itu.
Ingat Lucia adalah orang yang tak mau dirugikan, ia akan menggunakan benda² yang berguna dan bisa dipakai olehnya.
"I...-ini, bagaimana bisa kau memiliki kitab ini, sedangkan kitab ini sudah hilang sejak raja terdahulu sebelum aku." Kaget Raja Lautan. Kenapa buku leluhurnya bisa ada di Lucia yang bukan keturunan Ras Duyung.?.
"Hm, tak usah banyak tanya yang jelas aku tak mencuri. Kalau kau tak mau tak apa, buang saja. Kalau kau mau ambil saja." Ucap Lucia santai.
"Terima kasih dewi kematian." Ucap Raja Lautan dengan penuh hormat.
"Hm...tolong jangan panggil aku begitu dan aku harus segera kembali untuk menyelesaikan turnamen ku. Aku akan mebgunjungi istana ini di lain waktu saja." Pamit Lucia dan beranjak pergi dari istana duyung.
Sedangkan Raja Lautan hanya menatap kepergian Lucia dalam diam.
'Huft...entah apa yang akan dilakukan anak itu. Yang pasti ia akan masuk dalam sejarah orang terkuat yang pernah ada karena didalam dirinya terdapat keberuntungan dan takdir besar yang slalu mengiringi perjalanannya.' Batin Raja Lautan menerowong jauh.
————
Saat ini jumlah peserta yang lolos tes tersisa adlah 30 orang peserta.
Semua peserta kini sudah keluar dari dalam sungai air dewa itu, tinggal Lucia saja yang belum keluar.
30 detik lagi bila ia tak keluar dari sungai air dewa itu maka ia dinyatakan gugur dan meninggal didalamnya.
Waktu terua berjalan, tinggal 5 detik lagi.
5...
3...
2...
Lucia muncul pas sebelum hitungan kesatu dengan formasi pelindung airnya yang berbentuk balon ia pun keluar dari dalam air dan mengabsen diri.
"Lucia hadir disini." Ucap Lucia singkat dan cuek.
Para peserta dan penonton yang masih berada disana pun melongo tak percaya, bagaimana ia bisa bertahan selama itu. Ia telah memecahkan rekor baru selama seratus tahun sekali ini.
Wow!!!.
"Ekhem...baiklah tenang semuanya, karena hari sudah mulai senja. Kita akan mengadakan dua babak lagi besok hari." Ucap kaisar mengumumkan.
"Para peserta perempuan silahkan ikuti pelayan wanita ini, sedangkan peserta laki - laki silahkan ikuti prajurit disebela saya untuk keasrama, tempat tinggal kalian sementara selama turnamen." Tegas Kaisar Langit.
"Baik." Ucap semua serempak, kecuali Lucia yang malas menjawab karena ia hari ini sudah benyak sekali berbicara menurutnya.
Mereka pun pergi sesuai aturan yang kaisar tentukan.
———
Malam hari...
Lucia yang saat ini sudah berada dikamar asrama perempuan yang ditentukan untuk para peserta.
Duduk dijendela adalah kebiasaannya untuk membuat hatinya tenang dari masalah yang ia punya.
__ADS_1
Karena bosan, ia pun memanggil Alex dan Firance untuk menemaninya mengobrol.
"Lex, fir. Menurut mu segel apa yang dilakukan oleh adik ibuku itu sehingga ayahku bisa menurutinya... . Apakah mungkin sihir boneka, seperti yang ada di penjelasan buku sihir menara." Ucap Lucia menjadikannya sandaran dismaping sambil mengelus bulu Alex dan memegang kepala Firance secara bergantian.
"Em...mungkin saja, dikatakan dibuku bahwa sihir boneka hanya bisa dipelajari oleh penyihir hitam tingkat tinggi bahkan dikatakan oleh rumor penyihir itu sudah hilang ratusan tahun yang lalu semenjak perperangan Ras Iblis dan Dewa Dewi." Jelas Alex.
"Ya. Dari pengetahuan ku, aku pernah mendengar sebelum aku disegel oleh pak tua yang mengurungku waktu itu. Bahwa pengguna sihir boneka itu tinggal di perbatasan wilayah dewa dengan iblid di dunia atas. Tepat ditengah² hutan terlarang itu." Timpal Firance apa adanya.
"Hm...jika begitu, membatalkan sihir ini sangat lah sulit. Yang bisa membatalkannya adalah sesama pengguna sihir boneka itu sendiri." Gumam Lucia sambil mengelus dagunya berpikir.
"Huft...kemana aku akan mencari penyihir gelap yang sudah lama punah itu." Ucap Lucia sambil menghela nafasnya dan mengusap wajah cantiknya frustasi.
"Tenang lah Lucia, seiring berjalannya waktu kau pati bisa menemukanya saat kau sudah menjadi kuat." Ucap Alex menyemangati.
"Iya Cia, ayo mulai perjalanan ini sampai akhir." Timpal Firance sambil tersenyum hangat kearah Lucia.
Lucia yang mendapatkan dukungan itu pun terharu mendengar nya.
"Terima kasih." Ucap Lucia dengan nada lemah.
Alex dan Firance pun langsung memeluknya karena ia tahu Lucia tak mengerti cara menunjukan kasih sayang dengan cara berpelukan.
————
Dipagi harinya...
Lucia pun terbangun dari tidurnya dan mendapati Alex dan Firance yang memeluknya dari semalaman.
Karena asyik mengobrol semalam jadi tak sadar mereka dengan posisi seperti minggu lalu.
Melihat tidur pulas Alex dan Firance, Lucia pun tak tega membangunkannya.
Jadi ia memutuskan untuk menggunakan mantra pemindah untuk memindahkan Alex dan Firance keposisi yang nyenyak.
Ia pun keluar untuk bersih² setelah menyelimuti Alex dan Firance yang masih dalam wujud kecil yang imut.
———
Saat Lucia yang sudah selesai semuanya dalam waktu singkat pun mengambil jubahnya dan menaruh Alex dan Firance didalamnya yang sudah terbangun dari tidur nyenyak nya tadi.
Iapun keluar dari kamarnya dan pergi menuju ke area pertarungan berada.
———
Bersambung...
Hai...hai...
Gimana kabar kalian selama covid - 19. Semoga sehat² aja yah...amin!!😁😁😁
Hari ini author double upnya ya guyz. Semoga suka.
Maaf bila ada kesalahan kalian bisa kritik / memberi saran kalian sebagai inspirasi untuk author heboh ini ya...😏😏😏😌😌😉
Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote ya...
See You...( ♡~♡)
__ADS_1