
Lucia sekarang sudah bisa menggunakan sihir terbang...
Sekarang ini, Lucia sedang belajar mengendalikan sihir penyerang dengan benar.
Dar...
Lucia mengeluarkan sihir nya kearah yang tidak menentu, sehingga menciptakan lubang besar ditanah.
Krik...
Krik...
Krik...
Alex, Firance, dan Rossiana hanya melongo tak percaya, bahwa sekarang Lucia dengan cepat bisa mengusai sihir dengan sekali memperhatikan saja.
"Wow...biasa nya, seorang yang bisa menggunakan QI, akan sulit mengendalikan mana sekaligus. Ternyata benar, kau adalah anak takdir besar itu." Kaget Rossiana.
Ternyata yang dia dengar tentang Lucia, anak dengan takdir besar dan hebat itu benar ada nya.
"Tentu saja, Cia kami adalah orang yang jenius." Bangga Alex yang mendapati anggukan songong dari Firance.
Rossiana hanya berdecak sebal mendengar nya dan menggerutu tak jelas.
"Baiklah...sekarang waktu nya aku untuk keluar dari ruang gelang dimensi, Ayo Alex, Firance..." Ucap Lucia yang mengabaikan keberadaan Rossiana.
Sedangkan Alex dan Firance hanya tertawa kecil mendengar nya.
Senang.?
Tentu saja.
"Tunggu...tunggu. Kalau kau pergi aku dengan siapa...? Aku juga ingin ikut kau pergi dengan mu." Putus Rossiana sendiri.
Lucia hanya menggendik kan bahunya acuh dan menggosok gelang dimensi nya.
....
Setibanya di luar, Lucia di kaget kan dengan keberadaan Venos yang sedang tertidur di kamarnya.
__ADS_1
"Aish...siapa laki - laki yang tidur dikamar mu Cia?" Tanya Rossiana bingung.
Alex dan Firance hanya menatap tak suka pada orang yang seenak nya masuk kekamar Lucia dan maen tidur pulas begitu saja.
Untung Lucia tidak ada, kalau ada...bagaimana jadinya...?
Hais...jangan terlalu halu ya guys. Ingat Venos dan Lucia itu adalah kakak beradik.๐คฃ๐คฃ๐ ๐
"Kakak ku." Balas Lucia singkat and padat.
"Ooo..." Ucap Rossiana yang sudah paham.
Lucia menjentik kan jarinya dan kasur Queen Zise yang di tiduri Venos langsung terbalik dan ia pun tersungkur ketanah tetapi masih tetap tidur.
"Hais...bisakah kau membuat nya bangun.?" Tanya Lucia kepada Rossiana.
Rossiana hanya mengeluarkan smirk penyihirnya.
"Tentu saja, apa sih yang tidak bisa gurumu ini lakukan.?" Ucap Rossiana dengan sombong nya.
"Ckck...cepatlah atau ku usir kau dari ruang dimensi." Ucap Lucia dengan nada dingin nya dengan tangan yang berlipat di dada.
Jujur saja Rossiana adalah penyihir yang bisa dikatakan hebat.
Rossiana juga dapat mengalahkan penyihir lainnya, tapi kalau berhadapan monster tak berperasaan seperti Lucia, ia tidak akan berani...
Rossiana pun mengeluarkan sihir ilusi yang dimasukan kedalam mimpi Venos...
Sehingga beberapa menit kemudian Venos pun bangun dengan tergesa - gesa.
"Dimana?!! Dimana?!!" Ucap Venos yang baru bangun tidur seperti orang gila.
Krik...
Krik...
Orang di ruangan itu hanya diam menatap dingin Venos yang kelabakan ke sana sini.
"Mengapa kau dikamar ku?" Ucap Lucia menatap dingin Venos masih dengan posisi yang sama, yaitu bersender pada dinging dan melipat kedua tangan nya di dada seperti orang yang sedang mengintrogasi tawanan.
__ADS_1
"E...eh...em...itu." Jelas Venos gugup, karena merasakan hawa bahaya yang menguar dari tubuh Lucia.
"Jawab!!!" Bentak Lucia tetapi masih dengan wajah dinginnya.
"Itu...huft...aku dikejar oleh para perempuan, aku tidak tahu kenapa...tetapi mereka mengejar - ngejar ku. Karena tak ada orang aku pun memutuskan untuk tidur saja, dan tidak tahu bahwa ini adalah kamar mu." Jelas Venos.
Lucia yang masih menatapny dengan tajam pun akhirnya menghela berat nafas nya.
Huft....
Apakah ini semua karena Venos membawa Lucia, Makanya orang - orang di sekte ini pada tidak senang?... Pikir Lucia.
"Ya sudah, aku kembali kesini untuk memberitahu mu bahwa aku akan pergi melanjutkan perjalanan ku berkeliling dunia ini..." Jelas Lucia setenang mungkin.
"Apa...?!!" Kaget Venos
"Tidak...tidak bisa, kau baru saja bertemu dengan ku. Masa iya kamu meninggal kan aku yang baru bertrmu dengan mu.." Ucap Venos mendramatisir.
"Sudahlah, ayo pergi..." Ucpa Lucia yang langsung menghilang bersama tiga orang di belakang nya.
Venos yang ditinggal kan tersentak kaget dan kecewa.
"Ci...cia, kenapa perginya sekarang!! Akh..." Ucap nya sambil mengacak rambut nya frustasi karena baru saja Lucia memberitahu nya.
Apakah Lucia tak berniat menemani nya 1 hari saja gitu?
Biar ia ingat, tetapi ini...langsung pergi?!!....
"..." Author.
("Tuh anak emang bener - bener deh..." Author heboh...๐๐")
โโโโ
Bersambung...
Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote novel ini ya...
See You...โกโก
__ADS_1