Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 19 : ( Masih Sama )


__ADS_3

.


.


Lucia saat ini sudah keluar dari ruang dimensi gelangnya bersama dengan Alex yang menjadi rubah dan Firance yang menjadi gelangnya.


Iapun keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Weiwei yang hilang entah kemana perginya.


Sesampainya ia diluar, ia pun bertemu dengan ibunda angkatnya yang sedang berjalan keruang makan.


"Lucia, mari kita keruang makan terlebih dahulu." Ajak permaisuri iblis yang sudah menghampiri Lucia.


"Hm." Balas Lucia singkat.


Akhirnya mereka pun pergi keruang makan, sesampainya mereka berdua disana, keluarga anggotanya yang lain pun sudah berkumpul disana dan orang yang dicarinya tadi ( Weiwei ) yang sudah berada disana.


Lucia pun duduk dibangku yang kosong dengan tenang begitupun dengan permaisuri yang duduk disebelah kaisar iblis.


Acara makan dimulai dengan keheningan didalam ruangan itu karena tak ada yang membuka suara.


Weiwei yang entah menapa memilih duduk disebelah pangeran ketiga daripada duduk disebelah.


———


Lucia keluar dari ruangan makan dengan tatapan dingin dan pergi kekamarnya.


Kriet...


Suara bukaan pintu terdengar saat Lucia sedang santai dan duduk diatas jendela kamarnya.


Lucia pun menoleh dan mendapati Weiwei yang tampak bahagia.


"Cia, kau tahu pangeran ketiga itu sangat baik..." Ucap Weiwei senang sambil mengingat kejadian yang ia lakukan bersama pangera Villiam ditaman bunga tadi, yah meskipun taman bunga itu seram baginya tapi kalau sudah terbiasa juga tam takut lagi. Pikirnya


"Hm..." Balas Lucia dingin dan cuek.


"Cia...apakah kau tak berencana mencari pasangan hidup?." Tanya Weiwei yang bingung dengan Lucia, karena tak mau mencari pasangan hidup padahal sebentar lagi umur Lucia 15 Tahun.


"Aku tertarik dan kalaupun ada aku akan menuruti semua yang ibu atau ayahku mau." Ucap Lucia apa adanya, karena ia tak ingin melihat ibu dan ayahnya sedih karenanya.


Alex dan Firance yang mendengar itupun terdengar saling bertatapan, karena untuk pergi kedunia atas itu sangat sulit.


' Hiks...Cia, apakah kau tak menyadari bahwa kami menyukai mu, bagaimana pun kita sudahlah dewasa Cia. Tapi kamu menganggap kita sebagai kanak - kanak....hiks, dasar tidak peka nih ratu es kita.' Telepati Alex ke Firance.


'Iya...hiks, memang sudah nasib kita untuk menjadi jomblo seumur hidup.' Balas Firance yang sama sedihnya.


Sedangkan Weiwei berdecak kesal tak bisakah nonanya ini jangan mengikut sertakan tentang orang tuanya dan pasangan hidupnya. Ia kira ortu nya apa yang nyari pasangan.? ( Hadeh...😔 ).


"Seterah kau saja Cia, apakah kau tak tertarik untuk bersma para pria tampan?." Ucap Weiwei yang mulai sikap centilnya keluar.


"Tidak." Jawab Lucia singkat.


"Cckk, ya sudahlah." Ucap Weiwei berdecak sebal kepada Lucia.


Setelah itu Weiwei pun keluar dari kamar, meminggalkan Lucia sendiri dikamar.


Lucia hanya menatap keluar jendela daritadi dan tak memperhatikan Weiwei yang sedari tadi mengoceh tidak jelas.


Bayangan masih kecil ia ditinggalkan oleh ibu dan ayahnya tiba² pun kembali berputar diotak nya.


"Huft..." Lucia menarik nafas nya untuk menenangkan dirinya.


———


Pangeram Leomord saat ini sedang merenung didalam kamarnya, sebenarnya ia sedang memikirkan menemui Lucia atau tidak.

__ADS_1


"Akh...sudahlah..." Ucap Pangeran Leomord dan langsung memutuskan bahwa ia akan segera menemui Lucia yang berada dikamarnya


Iapun keluar dari kamarnya dan pergi menùju kamar Lucia.


Saat diperjalanan menuju kamar Lucia ia berpaspasan dengan Weiwei yang berjalan dengan wajah ditekuk.


"Apakah Lucia ada dikamarnya.?" Tanya Pangeran Leomord cuek kepada Weiwei.


Weiwei yang mendengar pertanyaan itupun menoleh kesamping kiri dan kanan, tapi tak ada orang selain ia sendiri dan Pangeran Leomord.


"Kau bertanya padaku pangeran.?" Tanya Weiwei sambil menunjuk dirinya.


"Em..." Balas Pangeran yang sama dinginnya dengan Lucia. Pikir Weiwei.


"Ya, dia berada didalam kamarnya." Ucap Weiwei memberitahukan.


Tanpa membalas lagi dan ingin pergi kekamar Lucia.


Tiga langkah ia berjalan, ia pun dihentikan karena perkataan yang dilontarkan Weiwei.


"Behati - hatilah karena Lucia tak menyukai pemuda yang tampan." Ucap Weiwei memberitahukan apa yang ia tahu kepada Pangeran Leomord yang sangat tampan.


Setelah mendengar itupun ia melangkahkan kaki nya lagi untuk pergi kekamar Lucia.


Weiwei yang melihat itu hanya menggendikan bahunya dan berjalan - jalan disekitar istana.


———


Lucia saat sedang membaca buku novel yang dia ambil dari ruang dimensinya bersama Alex dan Firance yang kadang² menghalangi tulisannya karena berada didepan ikut membaca novel.


Tapi itu tak masalah bagi Lucia yang mempunyai mata Dewi yang bisa melihat atau menganalisis sesuatu.


Tok...


Tok...


Tok...


Alex pun yang mendengar itu berpura - pura tidur dipangkuan Lucia, sedangkan Firance langsung menggelatung tangan Lucia.


"Masuk!." Balas Lucia singkat.


Dan dari balik pintu kelurlah Pangeran Leomord lalu ia pun masuk kedalam kamar Lucia.


"Ada apa.?" Tanya Lucia singkat nan dingin.


"Em...tak apa², aku hanya ingin mengunjungi dan melihat meimei ku..." Ucap Pangeran Leomord malu² kucing.


Lucia yang mendengarkannya hanya biasa saja dengan wajah datar andalannya.


"Hm...yasudah, kau sudah lihat kan. Kalau begitu ada apa lagi.?" Ucap Lucia dingin.


"Hais...baiklah, kalau begitu..." Ucap Pangeran Leomord terpotong dengan perkataan yang Lucia lontarkan.


"Ini untukmu dan tolong...em, gege bagikan kepada yang lainnya." Ucap Lucia yang mengasih bingkisan yang sudah dikadokan dalam kotak yang cantik dan pita diatasnya.


Pangeran Leomord yang mendengar panggilan 'Gege' pun merasa entah kenapa senang sekali.


"Eh...terimakasih meimei, boleh kubuka punyaku sekarang.?" Ucap Pangeran Leomord yang sepertinya senang.


"Kau buka saja dikamarmu sendiri. Em...besok aku ingin pergi lagi, tolong sampaikan kepada yang lainnya karena aku akan pergi malam ini untuk berpetualang dan jangan mencariku." Jelas Lucia datar.


"Ya...hati² meimei ku yang datar." Ucap Pangeran Leomord yang entah kenapa ia bisa bercanda dengan Lucia, padahal sebelumnya ia tak pernah bercanda dengan adik² nya yang lain.


Lucia yang kesal sering dikatai seperti itupun melayangkan buku lainnya yang sudah selesai ia baca menuju kearah Pangeran Leomord.

__ADS_1


Pangeran Leomord dengan sigap menghindarinya dan tertawa mengejek tepat saat ia tertawa lebar satu buku yang baru dilayangkan Lucia mendaray dimukanya.


"Astagah...meimei, nanti kalau wajah tampanku rusak. Bagaimana?." Ucap Pangeran Leomord mendramatisir.


"Heh...kau ingin wajahmu kurusakan dengan kunaiku kah.?" Balas Lucia tajam, sedangkan pangeran Leomord hanya bisa diam membeku karena meimeinya yang lebih kejam dan tak berhati walaupun dengan keluarganya.


"Eh...coba saja, Wekk..." Ucap Pangeran yang sudah berlari keluar pintu dengan terbirit² sambil membawa kado yang Lucia kasih.


"Gege...kurang ajar!!!" Ucap Lucia yang seperti sepeker sampai kenggema keseluruh istana.


Sedangkan si tersangka sudah masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya rapat² agar tak bisa terbuka.


Baru kali ini ia merasakan ketakutan mendalam karena meimeinya marah karena tingkah lakunya yang nakal itu.


Biasanya ia hanya merasakan ketakutan saat ibunya memarahinya dulu, tapi kenapa kemarahan meimeinya bisa lebih semenyeramkan itu.


(Hadeh..!! : Author Heboh.)


———


Sedangkan di ruang kerja kaisar saat ini pun yang mendengar teriakan Lucia pun kaget.


'Ada apa ini, siapa yang membangunkan singa yang sedang tertidur.?" Batin semua anggota keluarga angkatnya dan para prajutit yang mendengar teriakan bassnya Lucia.


.......


Saat ini Weiwei dan Pangeran Villiam sedang jalan² ditaman seperti sepasang kekasih yang romantis.


"Em...pangeran ketiga kau sedang apa?" Tanya Weiwei malu² kucing.


Pangeran Villiam yang sedang berjongkok mengambil setangkai bunga mawar biru pun akhirnya bangun dan memasangkan bunga biru tua yang indah kesamping telinga Weiwei.


"Sangat cocok untukmu yang manis." Gombal Pangeran Villiam sambil tersenyum. Jujur ini pertama kalinya ia menyukai seseorang dan mungkin sekarang sudah timbul tanda cinta diantara keduanya


Ia juga berlajar gombal dari ayahnya ( Si Raja Gombal ) yang terkenal dulunya adalah playboy cap kaleng².


"Akh...jangan begini pangeran, kau sangat tampan bila tersenyum." Ucap Weiwei blak²an sambil menutup wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus.


"Pftt.." Tawa Pangeran Villiam. Inilah yang ia sukai dari Weiwei yang apa adanya dan polos ketika berbicara maupun tingkat lakunya yang imut².


"Ish...pangeran, jangan menertawai ku, aku malu." Ucap Weiwei yang berbalik meninggalkan Pangeran Villiam yang masih tersenyum melihatnya menjauh.


Sedangkan dibalik tirai, eh salah...maksudnya dibalik semak² ada yang menertawai dan melihat adegan Pangeran Villiam dan Weiwei.


"Ah...kakak ketiga, kalau suka langsung dideketin secara terang - terangan sekali." Ucap orang dibalik semak itu yang tak lain adalah Pangeran Edward dan Pangeran Ruki.


"Hahaha...ternyata kakak kita yang tak pernah keluar dan hanya tau menyusun strategi perang dan menyuling pil, bisa jatuh cinta juga." Ucap Pangeran Ruku antusias melihat adegan itu sampai habis.


"Aih...sudahlah Ruki, sekarang kau belum merasakan apa itu cinta. Jadi kau takkan mengerti.?" Sinis Pangeran Edward dengan nada bercanda.


————


Bersambung...


Hai...hai...😁😁


Bagaimana kalian semua kabarnya? Semoga baik² ya...Amin!!😄😄


Maafin author kemarin ga bisa up nya karena banyak tugas sekolah dan beberapa masalah keluarga...😔😓😓😄


Nanti kalau ada waktu author pasti bakal crazy up ya guzy...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya... Dan kritik/saran dari kalian semua para readers ku tercinta ( Lebay ) sangat berharga untuk novel ini dan inspirasi Author sendiri😃😃😄


☆☆

__ADS_1


Terima Kasih, See You...♡♡


__ADS_2