
"Łűłřáéþ Ýűmœ..." Rossiana mulai merapalkan mantra penyerang legenda nya untuk menyerang Firance.
Akan tetapi dengan cepat dan gesit Firance pun menyerang balik.
"Racun ular surgawi..." Ucap Firance lalu bergerak dengan cepat ke belakang Rossiana dan ingin menotok nya dari belakang.
Tetapi yang di dapati adalah boneka ilusi.
"Aku disini ular bodoh." Ketus Rossiana yang ternyata sudah ada di belakang Firance duluan.
BUK...
Tendangan maut Rossiana pun dilayang kan kebokong Firance hingga tersungkur ke tanah.
"Ukh...sakitnya..." Ucap Firance yang kini sudah duduk sambil memegangi bokong nya.
"Ada apa ini?" Ucap Lucia yang tiba - tiba sudah ada di belakang mereka berdua.
Firance yang tadinya sudah duduk kembali kaget dan terjatuh lagi bersama Rossiana yang juga terkejut.
"Akh...ckckck...sakitnya, Cia tak bisakah kau tidak seperti setan yang tiba - tiba nongol begitu saja." Dengus Rossiana kesal.
"...." Lucia.
Sedangkan Firance yang masih tertindih oleh tubuh Rossiana yang seperti babi pun mulai kesal karena Rossiana berat sekali.
"Hei...kenapa kau tak kunjung turun dari tubuh ku juga.! Pergi..." Usir Firance yang langsung mendorong tubuh Rossiana hingga terjungkal ke belakang.
Rossiana pun segera berdiri tegap disamping gadis bercadar itu.
Alex yang melihat Lucia datang langsung berlari kearah nya.
__ADS_1
"Cia...!" Ucap Alex dengan nada manja nya dan merentangkan tangan nya, bersiap memeluk Lucia.
Akan tetapi Lucia malah menghindari Alex yang seperti nya sudah kehilangan akal sehatnya. Menurut nya.
Alhasil Alex jadi tersungkur kedepan dan itu malah membuat saingan nya menertawai kecerobohan.
"Puft...hahahaah..." Tawa Firance pun pecah seketika, walaupun kini tubuhnya hampir penuh dengan luka.
Buk...
Lucia yang sedari tadi sudah kesal dengan kekonyolan kedua nya pun memukul tenguk mereka masing - masing sehingga Alex dan Firance pingsan.
Tanpa berbicara lagi Lucia membawa kedua anak kecil yang imut itu dengan cara menggeret nya seperti barang.
Rossiana yang menyaksikan nya pun bergidik ngeri, untung ia tak membuat Lucia kesal seperti Alex dan Firance.
Kalau tidak...
—–—
Lucia kini sudah selesai mengobati luka Firance dan Rossiana yang tidak terlalu parah banget.
Fiuh...
Helaan nafas capek pun terdengar dari mulut Lucia.
Ya...sekarang ini Mereka berempat tengah duduk diruang tamu di manison Lucia.
"Cia...dimana kita harus mencari ketiga artefak itu lagi.?" Tanya Alex yang pikiran nya kembali jernih ( Wkwkwk )
"Em...ketiga artefak itu lumayan sulit dicari. Salah satu nya adalah artefak kuno yang berada di pegunungan api yang ditakutkan para warga antar kekaisaran Awan maupun langit." Jelas Lucia secara rinci.
__ADS_1
"Huft...sulitnya, dari berita yang beredar...katanya disana terdapat spirit beast tingkat ilahi dari alam atas. Apa kau yakin bisa mengalah kan nya Cia.?" Tanya Rossiana sambil melihat ke cermin bola bolam yang waktu itu tidak bisa digunakan karena tidak adanya mana.
"Apakah kau meragukan ku? Aku tidak akan pernah ragu jika itu bisa membuat ku bertemu dengan ibuku, walaupun harus mengorban kan nyawa ku sendiri." Ungkap Lucia dengan dingin.
"Te-...tentu saja...ti-...tidak...hanya saja aku mengkhawatirkan keselamatan mu bila kesana." Jelas Rossiana gugup + takut.
"..." Lucia tidak membalas nya lagi melainkan langsung pergi ke kamar nya begitu saja.
Sementara Alex dan Firance yang melihat itu hanya bisa diam sampai Lucia sudah masuk kekamar nya.
Suasana pun menjadi hening...
Dan mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali kekamar mereka masing - masing sekaligus menunggu Lucia menenang kan diri dikamar.
——–
Bersambung....
Hai...hai...pada kemana nih readers ku tercinta...
Maaf ya, akhir - akhir ini author pikiran nya lagi bleng dan juga sedang tidak enak badan.
Sakali lagi author minta maaf tidak bisa up padahal perjalanan nya masih panjang bingits🤒...
Kemungkinan crazy up nya hari senin, simak kelanjutan nya cerita Lucia yah...
Yang setengah - setengah dijamin bakal nyesel ( Canda 😁😁 )
Thanks You...
See You...♡♡ Love you so much para readers.....
__ADS_1