
Lucia pun yang sudah turun untuk makan malam melihat adiknya dan kakeknya sedang berbincang² pun duduk disebelah adiknya dan makan tanpa memperdulikan apa yang dibicarakan adik dan kakeknya itu.
"Kakak, kau kapan akan melaksanakan misi?." Tanya Yuta yang membuka perbincangan denga Lucia.
"Hm...mungkin nanti malam." Ucap Lucia sambil memakan makanannya karena ia sudah sangat lapar.
"Secepat itukah kak." Ucap Yuta yang tak percaya misi itu akan dipercepat.
"Hm..." Ucap Lucia.
Kakeknya yang melihat interaksi antarcucu nya hanya bisa diam tanpa ada niatan menyampurinya.
"Kakek dan Yuta, aku pamit untuk sebuah urusan sebentar." Ucap Lucia pamit kepada kakek dan adiknya.
Kakek dan adiknya membalasnya dengan anggukan saja. Lucia yang memdapat jawaban seperti itupun langsung mengambil jaketnya dan pergi kegarasi untuk mengambil mobilnya.
Sepeninggalan Lucia, Yuta dan kakeknya pun mengobrol.
"Kakek...kenapa ya kakak kok akhir² ini sangat aneh? Dan lagi kenapa kak Cia menyerahkan aset perusahaan² nya kepadaku" Tanya Yuta.
"Entahlah...kakekpun tak tahu apa yang dipikirkan Cia. Apakah benar ia menyerahkannya kepadamu." Tanya kakek.
"Ya, kakak bilang bahwa ia hanya merasakan firasat buruk akan menimpahnya jadi ia menyerahkannya kepadaku." Kata Yuta.
Kakeknya yang mendengar itu hanya bisa diam dan enggan menjawab pertanyaan cucu bungsunya. Setlah percakapan itu pun hening tak ada yang mau berbicara saru sama lain dan bergulat dengan pikiran nya masing².
Dilain sisi Lucia sedang mengendarai mobilnya untuk membeli sebuah manison.
__ADS_1
Sesudahnya ia membeli Mansion ia pun langsung mengarahkannya pada mansion itu dan seketika manisonitu hilang terserap kedalam dimensinya.
Karena hari sudah menjelang malam Lucia pun langsung menyelesaikan misinya tanpa memberi kabar kepada kakek atau adiknya agar bisa cepat pulang.
Ia pun melajukan mobilnya melewati angin senja entah mengapa perasaan nya tak tenang.
Skip...
Lucia saat ini sudah berada dimarkas kemilliterannya.
Setlah masuk kedalam markas milliternya, ia pun menuju ruangan para anggota milliter yang akan ikut. Tapi kenapa malah atasannya dan sedikt anggotanya yang ikut bukannya ini misi besar? Pertanyaan itu muncul dibenaknya Lucia dan sejak kapan atasannya ingin mengurusi masalh seperti ini.
"Selamat datang Lucia, mari kita ketempat lelang para gadis untuk menyelamtkannya." Ucap Jerry yang tanpa sadar sudah mulai mengeluarkan smirk nya diam². Lucia yang matanya sangat tajam bagaikan pisau sudah mulai menaruh curiga terhadap Jerry dan instingnya mengatakan bahwa jangan mengikuti atasanya itu tapi ia tetap berfikir positif² saja.
Jerry yang tak menyadari Lucia sudah memerhatikannya pun segera mengembalikan wajah serios nya dengan cepat agar tak diketahui.
Setibanya diplelangan Jerry, Lucia dan bersama para anggota yang lain juga masuk.
Setelah masuk Lucia heran kenapa lampunya redup sekali seperti tak akan ada pelelangannya.
Lucia pun masuk terlebih dahulu diikuti Jerry dan anggota milliter lainnya sambil menunjukan senyum smirk nya dan...
Dor....dor...dor...
( suara tembakan pistol )
Lucia yang sudah curiga pun berbalik dan menatap Jerry yang sedang tertawa bersama anggota milliter yang lainnya dan datanglah satu orang lagi dari belakang Jerry dan anggotanya yang dikenal bernama Antonio yang menculik para gadis² itu.
__ADS_1
"Haahhaha" Tawa Jerry dan yang lainnya yang melihat keadaan Lucia sekarang.
"Jerry...owh hebat! Jadi selama ini kau adalah penghianat! Hebat ! "Ucal Lucia yang masih berdiri tegak seolah peluru itu bukan apa².
"Heh...diam kau dasar tak tau diri, Antonio bagaimna kalau dia ku jual untukmu." Ucap Jerry dengan sinis.
"Hm...boleh juga tapi sebelum itu aku ingin merasakan tubuhnya dulu." Ucap si Antonio sambil mengeluarkan lidahnya seperti anjing. Iuh menjijikan.
Lucia hanya menatap pembicaraan itu diam² dan mengambil pistol disaku celananya dan menembak Jerry dan yang laiinya dengan pistolnya yang sudah dilumuri oleh racun mematikan.
"You Lose, Komando JERRY." Ucap Lucia dengan smirk nya yang sudah seperti iblis.
Antonio yang hanya tertembak dilengan kirinya saja menerjang Lucia hingga jatuh kelaut.
Ya, karena pelelangan itu adalah pelelangan di kapal laut.
Byur...
Sebelum semua tubuh Lucia tenggelam ia pun mengucapkan kata² terakhirnya.
"Maafkan aku tak bisa merayakan ulang tahun ku yang ke - 17 .Yuta, kakek, Sandy. Aku menyayangi kalian semua. Selamat tinggal." Ucap Lucia sambil mengenang masa lalunya bersama Yuta, Kakek, Dan Sandy yang sedang bersenda gurau.
Setelah mengucapkan kata² terakhir Lucia pun tenggelam kepedalam derasnya laut.
Bersambung...
Huhhuhu, gimana so sad kan endingnya di masa modern author jadi terbayang sama kisah author sendiri.
__ADS_1
Okay sampai disini dulu ya guys.
Jangan Lupa Like, Comment, da Vote ya...