Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 12 : ( Laki - laki Penguntit!! )


__ADS_3

Lucia yang melihat laki - laki itu menatapnya dengan sangat dingin.


Iapun tak memperdulikan laki - laki dan kembali mengusap bulu rubah Alex.


Laki - laki yang diabaikan pun bingung dengan gadis bercadar itu , bukankah ia harus meminta maaf karena melemparkannya dengan kunai atau mengobatinya gitu.


Dan ini malah tak diperdulikan, hanya sibuk dengan bulu rubah yang ada dipangkuannya?


"Hei gadis, bukannya kau harusnya meminta maaf padaku?."Tanya laki - laki itu.


"Heh...bukankah sebaliknya tuan pengintip...?" Ucap Lucia dingin dan mengarahkan tatapan nya ke laki - laki itu.


Laki - laki itu hanya terdiam kaku dengan pesona mata silver Lucia yang indah nan lentik itu.


"Ehem...baiklah aku meminta maaf padamu, aku juga tak sengaja melihatmu disini." Jelas laki- laki itu dan tidak diperdulikan oleh Lucia yang masih saja mengelus lembut bulu Alex.


Lelaki yang dicueki itu pun marah. "Hei... bukannya tak baik bila tak membalas permintaan maafku dan hanya diam saja." Ucapnya kesal pada Lucia.


"Hm..." Ucap Lucia acuh dan lelaki itupun hanya diam tak ingin berdebat dengan gadis bercadar itu.


Karena lelah lelaki itupun ikut duduk disebelah Lucia tanpa izin dengannya yang berada disana terlebih dahulu.


"Siapa yang menyuruhmu duduk disebelahku?..!" Ucap Lucia dengan sangat dingin.


"Aih...ini bukan kursi milik mu, tentu saja aku berhak untuk duduk disini." Bantah laki - laki yang berumur 17 tahun dan selisih dengan Lucia 2 tahun seperti para gegenya yang baru itu.


Alex pun yang mulai tak suka dengan laki - laki yang tak tahu malu ini hanya menatapnya dengan tajam dan tidak suka.


"Ckck...ganggu ketenangan orang saja." Ucap Lucia acuh dan berlalu pergi dari sana dengan ilmu peringan tubuhnya yang cepat.


Laki - laki yang ditinggali begitu saja hanya diam duduk dibangku taman dan memperban luka goresan yang tadi disebabkan oleh kunai yang Lucia lempar.


--------------


Lucia pergi dari sana dengan kesal kearena ketenangan nya terganggu oleh laki - laki tak jelas datang dari mana itu.


Iapun menuju kembali kekamarnya untuk duduk tenang dijendela yang nyaman dan tak ada seorangpun yang mengganggu dia.


Sekarang iapun sudah duduk dijendela dan menenangkan dirinya disana


Tok...tok...tok...


(Suara pintu Lucia yang diketuk)


Lucia yang mendengar itupun berdecak kesal karena baru saja ia ingin bersantai - santai, tapi malah diganggu lagi dan lagi entah itu perjamuan dan lain². Menyebalkan!.


"Masuk!" Ucap Lucia dingin setengah kesal bercampur menjadi satu dalam moodnya.


"Permisi puteri, anda diperintahkan oleh kaisar iblis untuk bersiap - siap karena sebentar lagi kekaisaran vampire akan datang kesini untuk berkunjung" Ucap pelayan itu dengan hormat.


"Hm...kau boleh keluar sekarang.! "Ucap Lucia tak senang karena waktu tenangnya diganggu karena masalah ini. Sumpah kalau tau begitu Lucia tak akan pernah mau menjadi puteri kekaisaran iblis.


Pelayan itupun hormat untuk keluar dan berlalu dari kamar Lucia.


"Huh...menyebalkan sekali." Ucap Lucia mengeluh.


"Eh tenanglah Cia, kau hanya akan berada disini satu hari lagi saja. Jadi samangatlah!" Ucap Alex memberikan semangat.


"Huh...baiklah, kanapa Firance tak ikut keluar...?" Tanya Lucia biasanya tanpa dipanggil pun akan ikut²an Alex keluar.


"Owh, dia sedang menonton drama korea di manison mu itu. Aku sudah mengajaknya tapi ia menolak dan menangis - nangis sendiri dan terkadang cekikikan sendiri seperti orang yang sudah gila..." Ucap Alex kesal mengingat kelakuan Firance yang tak jelas.


"Baiklah, ayo keruang dimensi bersamaku. Aku akan bersih - bersih dan bersiap disana saja." Ajak Lucia yang dibalas anggukan oleh Alex.


--------

__ADS_1


Setibanya Lucia diruang dimensi gelangnya, ia dan Alex pun memasuki gerbang manison.


Lucia kini menuju kamar pribadinya sedangkan Alex pergi menyusul Firamce yang berada diruang tamu menonton drama korea terbaru.


Lucia pun sudah sampai dikamar pribadinya dan menuju kamar mandi untuk mandi dan berendam sebentar.


Ia kini berendam memakai wewangian khas nya yaitu, bunga Lavender adalah ciri khas wangi tubuhnya.


Setiap orang yang berada didekatnya bisa menciumnya karena wangi Lavender yang pekat dari tubuhnya.


Ia pun sudah selesai dengan ritual mandinya dan keluar untuk berganti baju.


Sesudah ia memakai pakaian khas puteri kerajaan iblis yang diberikan kaisar iblis padanya waktu diperjamuan pengangkatannya.


Tak lupa dengan Alex dan Firance yang diajaknya agar tak bosan disana.


---------------


Lucia pun telah siap untuk menyambut keluarga kekaisaran vampire dan keluar dari kamarnya menuju aula istana iblis.


Depan rambutnya dikepang kecil dan sebagian lagi dibiarkan terurai, lalu ditambahkan dengan aksesoris dari ibunya waktu ia kecil yaitu jepitan rambut hitam legam bermotiv kupu².


Jangan lupakan cadarnya yang menambah kesan kemisteriusan padanya.


Sesampainya ia di aula istana iblis, ia pun melihat banyak sekali pelayan yang mondar - mandir menyiapkan kebutuhan pesta seprti, makanan, dan dekorasi pesta lainnya.


"KELUARGA KEKAISARAN VAMPIRE MEMASUKI AULA!!" Ucap penjaga gerbang dengan suara yang tak enak didengar membuat telinga Lucia memanas.


Saat itu para pelayan pun sudah pergi dari aula istana.


Ayah, ibu, gege dan didi nya baru Lucia pun sudah berada ditempat duduk nya masing².


Lucia pun juga kesana dan ikut duduk dikursi untuk puteri pertama kerajaan iblis.


Lucia yang melihat itu menjadi lebih tak senang telah menghadiri pesta yang ada lelaki menyebalkan itu. Ckckkc.


"Apa kabar sahabatku?" Ucap kaisar vampire yang sudah duduk dikursi yang disediakan oleh kaisar iblis untuk mengobrol jadi lebih tenang, yah mereka memang adalah sahabat akrab dari dulu sebelum mereka menjadi kaisar.


"Eh...aku sangat baik dan awet muda tak seperti kau yang sudah ada keriputan dibawah matamu." Canda kaisar iblis.


"Hahaha...bisa saja kau, kau tahu aku ini adalah orang terganteng dan awet muda yang pernah ada 1000 tahun sekali..." Balas canda kaisar vampire.


"Hehe...percaya diri sekali kau wajah boleh muda tapi apa kau tak sadar diri umurmu sudah terlalu tua..." Ucap kaisar iblis menjadi sinis dengan kaisar vampire.


"Eh...tak begitu lah." Elak kaisar vampire.


"Huft...sudahlah aku malas berdebat dengan orang usianya sudah melebihi ratusan tahun.." Ucap kaisar iblis mengalah tapi tidak dengan ucapannya.


"Baiklah, perkenalkan ini adalah anak bungsu kami, Pangeran Delion dan pangeran bungsu kami, yaitu pangeran Carlos. Kegantenngannya menurun dari ayahnya."Ucap kaisar vampire membanggakan dirinya sendiri.


"Hahaha...baiklah, apakah ini pangeran Carlos adalah anak yang suka menangis waktu masa kecil saat bermain bersama pangeran Leomord." Ucap kaisar iblis yang membuat pangeran Carlos tertunduk malu ditempatnya. (Yah Dia benar.)


"Ya, tak terasa anak²ku ini sudah tua tapi masih melajangkan dirinya dan memilih untuk tak mencari pasangan nya sendiri padahal ayahnya yang sudah tua tapi masih awet muda ini ingin menimang cucu..." Ucap kaisar vampire memainkan perannya dengan baik.


Sedangkan saat ini Lucia lebih memilih tak memperdulikan orang² disekitarnya dan membaca buku sambil mengusap bulu rubah Alex.


Ia tahu sedari tadi si pangeran Carlos itu memperhatikannya hanya saja Lucia bomat dengan sekelilingnya bahkan tak mau mendengar obrolan kaisar iblis.


"Hahaha benarkah begitu pangeran Carlos?, kasihan sekali kau mungkin ini adalah karma mu karena dulu tak mau dengan perempuan sampai kau bertemu dengan permaisuri tercintamu yang sring kau ceritakan kepadaku itu..." Ucap kaisar iblis diselangi canda tawa.


"Shut...kenapa kau ini cerita², nanti akan ada singa betina yang mengamuk selepa pulang dari sini. Hes...apalah kau ini..." Bisik kaisar vampire tapi masih mampu didengar oleh permaisuri iblis.


Wajah cantik bak dewi itu pun memberikan kaisar vampire tatapan tajam seolah bisa saja membunuhnya tanpa belas kasihan.


Kaisar iblis yang ditatap pun menjadi diam seketika mungkin karena takut dengan istri tercintanya itu.

__ADS_1


"Ehem...baiklah, kalau begitu biar aku perkenalkan puteri angkatku yang bernama Lucia.


' hem...jadi namanya adalah Lucia puteri angkat dari kerajaan iblis. Menarik.' Batin pangeran Carlos.


Sedangkan pangeran Delion hanya menatap datar kepada semuanya, tapi pandangannya kepada Lucia yang masih tak memperdulikan sekitarnya pun berbeda.


"Hem baiklah, mari makan hidangan yang sudah disediakan..." Ajak kaisar iblis.


"Baiklah, ayo." Ucap kaisar iblis mewakili smeua keluarga nya.


Mereka pun pergi keruang makan bersama dan bau darah pun menyeruak dihidung Lucia yang manusia biasa.


Sesampainya diruang makan


Lucia hanya menatap dingin makanan yang ada didepannya sedangkan Alex yang tadi ada dipangkuannya pun sudah masuk kedalam ruang dimensi gelangnya karena tak tahan dengan bau amis yang tak sedap itu begitupun Firance.


Ia hanya memakan buah darah saja dengan masih menggunakan cadar.


Lucia pun lanjut membaca buku yang tadi ia pegang, yang ternyata adalah novel time travel yang diambil dari perpustakaan dalam manisonnya.


Sedangkan keluarga kerajaan vampire pun penasaran dengan wajah puteri angkat kaisar iblis itu karena makan pun harus memakai cadarnya dan tak dibuka sedikitpun.


"Em...bisakah kami melihat wajah puterimu itu dengan tanpa cadarnya.?" Tanya kaisar vampire hati² seperti Lucia akan mengamuk kepadanya.


"Eh...- bagaimana Lucia?. Apakah kau ingin menunjukannya kepada nya." Tanya kaisar iblis.


"Tidak." Ucap Lucia singkat dan pergi dari sana tanpa peduli dengan orang² disana menatapnya sperti sudah tau jawabannya.


Pangeran pertama pun sudah mulai menerima Lucia menjadi meimeinya walaupun tak kasih tau Lucia langsung tapi menurutnya cukup membuktikannya saja.


---------


Lucia saat ini sudah masuk kedalam ruang dimensi gelangnya.


Ia sekrang sedang berlatih menembak ditaman manisonnya menghunakan pistol kesayangannya dulu.


Dor...


Dor...


Dor...


Peluru yang Lucia tembakan pun mengenai target yang ia mau yaitu apel sebagai bahan percobaan.


Sedangkan Alex dan Firance? Jangan ditanya lagi pasti mereka sedang menonton drama korea diruang tamu.


'Huft...ayah....ibu...tunggu Cia menjadi kuat agar bisa membantu ibu dan ayah di dunia atas!!.' Batin Lucia yang terus memikirkan ibu dan ayahnya yang berada dialam para dewa ( Dunia atas. )


Stelah itu ia pun memilih untuk bergabung menonton drama kore dengan Alex dan Firance diruang tamu.


Bersambung...


Note :


Jiejie : Kakak perempuan.


Gege : Kakak perempuan.


Didi : Adik laki - laki.


Meimei : Adik perempuan.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote yah bagi yang sudah selesai membaca..


...........

__ADS_1


__ADS_2