Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 52 : ( Batu Krystal Cahaya Sihir )


__ADS_3

Dunia Modern 2021...


( Dirumah Sakit : Ruangan Lucia )


Yuta sekarang masih tertidur pulas di tangan kakak nya.


Drt....


Drt....


Drt....


Sampai... dering ponsel hp nya membanglunkan ia yang lagi bogan ( Bobo Ganteng ).


Ia yang sudah terbangun pun mengecek hp nya, yang ternyata sudah dipenuhi oleh pesan masuk dari Sandy.


Yuta hanya menyernyitkan dahinya saat melihat isi pesan dari Sandy yang menurut nya tidak penting.


Karena tak mau meninggalkan kakak nya ia pun memilih menginap disana untuk menjaga kakak nya satu harian.


( Author : "Ugh...author juga mau punya adik ganteong kayak Yuta..."


"Em...bukan...bukan...lebih baik jadi pacarnya saja. Wkwk..."


———


Malam hari, Di tempat Lucia berada...


"Whoa...kenapa kau tidak bilang bahwa harta karun ini adalah sebongkah batu cahaya sihir tingkat murni.!!" Kaget Rossiana melihat batu cahaya sihir berada di gudang pnyimpanan Lucia atau lebih tepat nya di ruang dimensi nya gelangnya Lucia.


Ya, karena sudah malam pun semuanya memutuskan untuk tidur. Nah, dari sana keempat sekawan...eh, bukan lebih tepatnya lima sekawan itu memilih masuk ke ruang dimensi gelang Lucia untuk meminta penjelasan nya.


"Em...aku tak tahu kalau itu adlah batu cahaya sihir tingkat murni." Ucap Lucia polos dan memiringkan sedikit kepalanya membuat nya tampak lucu.


Para lelaki yang melihatnya pun gemas dengan tingkah Lucia, akan tetapi hanya diam saja dan memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Hah...bodoh nya kau Cia. Kau juga seorang penyihir, apakah kau tak bisa merasakan keberadaan mana yang pekat di dalam batu krystal ini." Cetus Rossiana.


"Benarkah? Jadi apa guna batu itu?" Ucap Lucia yang kembali ke mode dingin dan cuek nya.


"Aish...tentu saja untuk meningkatkan mana yang ada didalam tubuhmu..." Ucap Rossiana


"Tunggu, mana mu saja sudah tanpa batas. Jadi batu ini tak akan ada guna untuk mu!!." Lanjut Rossiana yang tiba - tiba tersadar.


"Ah...sayang sekali tidak terpakai...apakah perlu kujual." Ucap Lucia yang masih dalam mode bodohnya

__ADS_1


"Cck...tidak perlu jual. Bagaimana untuk ku saja..." Pinta Rossiana dengan mata yang berbinar - binar, seperti anak kecil yang meminta permen kepada ibunya.


"Hm...jadi sudah diputuskan batu itu untuk mu. Dan yang lain silahkan pilih yang masih ada." Ucap Lucia, lalu membuka satu ruangan yang ada disampingnya.


Barang yang setumpuk dibalik pintu itu pun akhirnya mengelilingi mereka hingga tenggelam di dalam nya.


"A...-apa!! Darimana kau dapat sebanyak ini Cia. Bukankah tadi kau bilang hanya mendapatkan batu cahaya sihir saja?!!" Ucap Alex terkejut bukan main, melihat banyaknya koin yang berserakan juga beberapa barang lain nya. Seperti mahkota entah darimana dan beberapa benda pusaka lain nya.


"Hm...aku tak bilang hanya menemukan batu kristal sihir saja." Balas Lucia apa adanya.


"Benar juga...tapi apa yang kau lawan, bisa hingga bisa mendapat kan barang sebanyak ini." Tanya Firance kepo.


"Entahlah...akupun tak tahu apa nama makhluk itu. Ia mempunyai bentuk yang jelek dengan wajah yang menyeramkan. Yang jelas ia seperti kucing. " Jelas Lucia yang memang hanya mengeluarkan hawa membunuhnya saja monster itu sudah mati.


"Benarkah.? Hey hitam...apakah kau tau makhluk apa itu?" Tanya Rossiana kepada Blacky yang sedang berada di pundak Lucia.


"Hum....itu adalah Spirit Beast Hunter Blood yang menjaga hutan gelap selain aku." Jawab naga hitam sedikit kesal.


"Owh...aku pernah mendengarnya. Dikatakan dibuku kuno yang pernah kubaca, Spirit beast itu sangat menggilai darah. Sampai - sampai mayat yang telah membusuk pun dimakan oleh nya." Timpal Alex dengan pengetahuan nya.


"Huft...syukurlah Cia tak kenapa - napa. Lagian kenapa bisa ada yang menjaga nya selain kau?." Ucap Firance kepada Blacky dengan tampang bodohnya.


"Huh...bodoh. Tentu saja setiap wilayah mempunyai penjaga nya masing - masing." Ucap Blacky yang masih tiduran dipundak Lucia, enggan membuka matanya yang sedari tadi terpejam.


"Sudahlah, cepat pilih benda yang kalian sukai. Aku akan ke kamar dulu." Ucap Lucia santai.


"Hm...Blacky, kau ingin ikut atau memilih barang bersama yang lain nya?" Tanya Rossiana kepada Balcky yang seperti nya sudah tertidur pulas.


"Hah...sudahlah, aku pergi." Putus Lucia dengan membawa Blacky dipundaknya, yang sebenarnya pura - pura tidur.


'Hahaha...senang nya bisa berduaan dengan Cia lagi.' Batin nya seperti orang gila.


———


Di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh kegelapan dan kehampaan...


Seorang wanita cantik yang sedang berjalan di bawah gelap nya ruangan, terlihat tengah bertransaksi dengan seseorang berjubah.


"Ckck...bagaimana. Kerja mu sangat tidak becus." Ucap seorang bertudung kepada wanita yang sedang berlutut memohon ampun dibawahnya.


"Aku....maaf tuan, aku...pasti bisa." Ucapnya memohon.


Brak...


"Aku tak mau tau, selesaikan sekarang juga...atau nyawa mu menjadi taruhan nya." Ucap seorang bertudung itu sambil mencekik wanita yang memohon kepadanya tadi dengan kekuatan hitam seperti bayangan, entah kekuatan apa itu yang pasti seperti asap hitam yang berbentuk sbuah tangan dengan cakar.

__ADS_1


"Uhuk...uhuk...tuan, maafkan saya...uhuk." Ucap wanita itu memohon untuk dilepaskan dari cengkaraman yang membuatnya sudah hampir tak bernapas.


Lelaki berjubah itu pun akhirnya melepaskan wanita tadi yang menurutnya menjijikan dengan sangat kencang membenturkan nya ketembok.


Buk...


"Kerjakan tugasmu dengan baik...Pergi." Ancamnya dengan nada tajam nan dingin.


Seketika tubuh wanita itu bergetar karena hampir saja, nyawanya akan melayang di tangan lelaki bertudung itu.


"Uhuk...uhuk....baik....uhuk....yang mulia." Ucapnya tertatih - tatih karena cekikan tadi masih terasa dan ia pun berlalu dari ruangan gelap itu dengan kaki dan wajah yang berdarah.


Sepeninggalan wanita itu, sang pria berjubah pun duduk dikursinya dengan kaki yang tertopang, menambah kesan elegan nya sebagai seorang '.....' yang ditakuti.


————


Bersambung...


Hai...hai...em...author mau kasih visual bebe author nih ( Babang Yuta. )


Semoga suka...


Yuta



Nama : Yuta Marcia


Umur : 15 tahun


Status : Seorang Pengusaha Perusahaan RB ( RoseBlue ) dan ketua kelompok 1 di tim mafia kakak nya.


Hobi : Bermain Piano Dan bernanyi.


History : Tidak pernah berhubungan dengan siapapun kecuali keluarganya.


Bakat : Hebat dalam bidang seni dan yang lain nya.


Huft...dah ya...capek tau author jelasin panjang kali lebar....


Maaf, karena kemarin kuota author abis jadi baru bisa lanjut sekarang deh...


Thanks yang udh baca...semoga suka.


Jangan lupa like, comment, dan vote novel ini ya guys...

__ADS_1


See You Later...♡♡


__ADS_2