Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 10 : ( Menjadi Puteri Kerajaan Iblis )


__ADS_3

—————————


Setelah 1 jam Lucia berkultivasi diruang dimensi gelangnya.


Bom...


Lucia pun menembus satu tingkatan, yaitu Imortal Light.


Ia pun membuka matanya perlahan - lahan dan bangkit dari duduknya.


Alex dan Firance yang sedang bertarung pun menyudahi pertarungan itu dan pergi menemui Lucia yang berada di air danau surgawi.


"Cia, apakah kau sudah menembus tingkatan?" Tanya Alex yang sudah sampai disitu bersama Firance.


"Hm...aku hanya menembus satu tingkatan saja." Ucap Lucia dingin.


"Sekarang diantara kalian, siapa yang ingin bertanding pedang dengan katanaku yang tajam ini?" Tantang Lucia menggosokan katana tajam nya ke tangannya sendiri.


Alex yang sudah pernah bertanding dengan Lucia pun begidik ngeri dengannya.


Sedangkan Firance yang penasaran dengan gaya bertarung pedang Lucia pun ingin mencobanya...lagian kalo dia tidak menang tak akan dibunuh oleh Lucia kan?.


"Baiklah, aku ingin melihat bagaimana caramu bertarung Cia. Bagaimana bertarung denganku saja?" Tawar Firance.


Alex yang mendengar tawaran Firance kepada ratu esnya yang ahli dalam berpedang hanya tertawa dalam hatinya.


' habislah kau ular bodoh!!' Pikir Alex jahat.


"Hmm...boleh juga. Ayo!" Ucap Lucia samangat ingin mengasa katananya yang tajam itu.


Mereka bertiga pun pergi ke lapangan pertandingan yang berada dilantai satu.


Sesampainya mereka disana Lucia dan Firance pun berubah kewujud dewasanya agar seimbang dengan Lucia.


Keduanya mengambil kuda² dan bersiap - siap untuk menyerang satu sama lain.


Sedangkan Alex hanya duduk santai menonton pertunjukan dikursinya yang entah darimana ia dapat itu.


Lucia dan Firance pun melesat dan menyerang satu sama lain.


Trang...


Suara gesekan pedang pun berbunyi nyaring diruang latihan itu.


Firance yang melihat serangan Lucia yang sangat cepat pun mulai kelelahan menangkis serangan Lucia, juga serangan dan jurus yang ia layangkan dengan gesitnya Lucia hindari.


Lucia yang masih bersih tanpa lecet sedangkan Firance sudah dipenuhi oleh luka gores yang disebabkan oleh katana tajam Lucia.


Ia mulai menyerang Firance dengan jurus ruang dan waktu yang sempat ia pelajari saat berkultivasi tadi sebelum kedua anak itu datang.


Ia mengaktivkan jurus ruang berbeda dan tiba di belakang Firance dan menodongkan katananya keleher dari belakang.


Firance yang melihat katana tajam Lucia pun menelan silvanya dan mengangkat tangannya tanda menyerah.


"Huh...aku menyerah!!" Ucap Firance dab Lucia yang masih dalam keadaan diam menyingkirkan pedang itu dari leher Firance.


Alex yang sedari tadi memperhatikan pertandingan keduanya pun menyusul kesana.


"Wah...hebatnya kau Cia, darimana kau bisa menggunakan hukum dasar ruang dan waktu.?" Tanya Alex penasaran.


"Hm...aku mempelajarinya dari teman ibuku..." Ucap Lucia dingin.


Alex yang menyadari atmosfernya berubah pun memilih tak melanjutkan pertanyaannya.


"Oh...begitukah, Hebat sekali!" Ucap Alex.


Sedangkan Firance saat ini sedang duduk ditanah karena kelelahan bertanding dengan Lucia.


Lain kali ia tak akan mau lagi bertanding dengan Lucia. Hih...Menyeramkan hanya dengan satu jurus yang Lucia keluarkan sudah bisa memusnahkan seseorang dari bumi ini.


Lucia pun mengalihkan pandangannya kearah Firance yang sedang duduk terluka ditanah dengan wujud yang ia benci.


¿¿¿¿¿¿¿¿¿¿¿


Note : Kenapa Lucia membenci pria tampan? Karena sewaktu SMP Lucia pernah mau dicongkel matanya oleh kakeknya karena melihat cowok cool disekolahnya dulu. Lucia benar² tak boleh jatuh cinta oleh siapapun apalagi melihat saja oleh kakeknya itu!!! Hih tapi sesekali cuci mata ga papa kali ya kek ( Author😝🤪 )


???????????


Iapun berjalan menuju Firance dan berjongkok menyamai tingginya dengan Firamce yang sedang duduk.


Ia pun mengobati Firance dengan elemen cahaya nya yang sudah berevolusi dengan sendiri. Sangat Aneh.


Entahlah mungkin karena bunga teratai yang tumbuh subur dialam bawah sadarnya.


Firance yang diobati hanya diam dan menatap lekat wajah cantik bak dewi yang tak memakai cadar itu. Satu kata untuknya Sempurna.


"Ehem..." Ucap Alex yang tak suka bahwa Firance memerhatikan Lucia dengan begitu dekat.


Firance pun tersadar dari lamunannya dan menyadari Lucia yang sedang menatapnya dengan mata silvernya itu.


Iapun terpesona dengan mata yang begitu indah nan cantik itu.


Rona merah dipipi Firance mulai kelihatan, sedangkan Alex sudah geram dalam hatinya tapi ditahannya untuk meninju ular bodoh itu.


"Sudah selesai!! Sekarang kembali kewujud anak² mu itu atau jangan pernah menemui dan berbicara denganku lagi!!" Bentak Lucia yang meyadarkan Firance yang terpesona olehnya.


"Eh...em, baiklah..." Ucapnya malu² kucing dan langsung berubah menjadi wujud anak kecil yang lucu nan imut itu.


Lucia yang acuh terhadap sekitarnya hanya mengabaikan tatapan itu dan berlalu kepavilliun untuk mengganti bajunya dengan hanfu putih simpelnya yang berada dilemari modernnya, karena bagaimanapun Lucia adalah penggemar novel time travel akut.


Sedangkan kedua anak kecil itu hanya mengikuti Lucia dari belakangnya.


Sedangkan diistana iblis semua pelayan sedang menyiapkan dekorasi khas ras iblis dan makanannya, seperti darah dan buah darah.


Beralih kepada anggota keluarga kerajaan iblis yang sekarang sedang siap² menuju kuil klan iblis untum meminta berkat dari leluhurnya.


"Eh...pangeran kedua , kau cepat panggilkan Lucia dan pangeran ketiga capat kau panggilakan pangeran pertama. Kita akan pergi sekarang juga." Ucap kaisar iblis yang dibalas anggukan dengan pangeran kecil itu.


"Baik ayahanda..." Ucap pangeran kelima dan pangeran ketiga lalu pergi menuju kamar Lucia dan kamar pangeran Leormord.


Sedangkan saat ini pangeran pertama sedang berlatih pedang dibelakang istana iblis.


Para pelayan yang melihatnya dibuat terkagum - kagum dengan jurus² pedang pangeran Leomord.


"Kakak pertama..." Ucap pangeran ketiga ngos - ngosan berlari dari kamar Leomord hinggga kebelakang istana.


"Hosh....hosh.... kakak pertama kau dipanggil oleh kaisar untuk mengikuti acara penobatan puteri Lucia." Jelas pangeran pertama.

__ADS_1


"Hm...aku malas, lagian kalian kan yang mau menjadikannya keluarga bukan diriku." Ucap Pangeran Leomord dingin.


"Eh...tapi ini adalah titah kaisar, kakak pertama." Ucap pangeran Villium.


Pangeran Leomord pun mulai tak mendengarkan pangeran Villiam dan berlalu meninggalkan nya dilapangan belakang diistana iblis.


"Eh...kakak pertama, tunggu!..." Ucap Pangeran Villiam langsung berlari menyusul pangeran Leomord.


 


Sedangkan saat ini pangeran Arthur juga melaksana kan tugasnya untuk memanggil Lucia.


Pangeran Arthur pun pergi menuju ke kamar Lucia.


Setelah sesampainya ia dikamar Lucia langsung mengetuk pintunya...


Tok...tok...tok...


( Ketukan Pintu )


"Lucia, mari pergi sebentar lagi kau akan menjadi meimei ku!..." Ucap pangeran Arthur antara senang dan kecewa karena pengangkatan Lucia menjasi puteri keluarga iblis.


 


Saat ini Lucia sudah selesai berganti pakaiannya dengan hanfu putih simple nya yang ada dilemari serba adanya itu.


Setelah selesai berganti pakaian nya Lucia pun memakai aksesoris rambut yang sama bermotif kupu² berwarna putih untuk menahan rambut depannya tak lupa dengan cadarnya yang juga berwarna putih.


Iapun keluar dari kamarnya menuju ke Alex dan Firance yang berada diruang tamu sedang memakan es krim yang berada didalam kulkas buatan Lucia kemarin.


"Mari berangkat..." Ucap Lucia yang sudah berada dihadapan kedua anak kecil itu.


Alex dan Firance yang melihat itupun mimisan melihat betapa cantiknya tuannya itu.


"Cantiknya!!.." Gumam mereka serempak.


Lucia yang mendengar itu pun sangat acuh dengan perkataan seperti itu.


"Hm...kalian mau ikut atau tidak." Ucap Lucia dingin.


"Eh...- tenti saja Cia, mana mungkin kami tak ikut diacara penobatan mu!!" Ucap mereka yang entah kanapa kompak.


Kedua anak kecil nan imut pun berubah bentuknya, yang satu menjadi rubah yang bulunya mengikuti warna baju Lucia yaitu putih salju sedangkan yang satunya sudah berada dipergelangan tangan Lucia.


Lucia pun menutup matanya dan menggosok gelangnya untuk keluar dari ruang dimensi.


 


Sesampainya diluar ruang dimensi gelangnya, iapun mendengar sura ketukan pintu dari luar.


"Lucia...meimeiku. Apakah kau berada didalam..?" Tanya pangeran Arthur yang sedari tadi sudah mengetuk pintu dan tak ada yang menjawab.


"Hm...tunggu." Ucap Lucia dingin nan singkat.


Setelah itu Lucia pun membuka pintu kamarnya, alangkah terkejutnya pangeran Arthur yang melihat dewi walaupun tertutup oleh cadarnya.


"Eh...Lucia, bukankah kau harusnya memakai hanfu berwarna putih. Kalau hanfu berwarna putih biasanya tak diperbolehkan masuk kedalam kuil..." Jelas pangeran Arthur.


Lucia tak menjawab melainkan menjentikkan jarinya dan seketika hanfu dan yang lainnya berubah menjadi berwarna hitam disertai aura kegelapan yang kuat.


"Sudah." Ucap Lucia dingin.


'Walaupun berbeda warna dan memakai cadar meimei ku tetap saja cantik sekali..." Batin pangeran Arthur.


"Hm...ayo, mari kita lomba lari? Bagaimana terima atau tidak?" Ajak Lucia yang tak ingin lama² sampai.


"Baiklah, ayo mulai." Ucap pangeran Arthur.


Setelah pangeran Arthur mengatakan itu, Lucia dan pangeran Arthur langsung melesat menggunakan ilmu peringan tubuhnya itu.


 


Sedangkan saat ini keluarga kekaisaran yang lainnya sedang menunggu dikereta.


Disana juga sudah ada pangeran Leomord yang sedaei tadi sudah kesal dengan Lucia yang lama sekali.


Saat yang lainnya sedang menunggu, Lucia yang saat ini sedang berlari dengan kecepatan biasanya sehingga pangeran Arthur tertinggal sangat jauh.


Akhirnya yang ditunggu pun tiba tepat dihadapan semua orang dengan.


"Huh, Lucia nanti setelah kau menjadi puteri kerajaan iblis kau tak boleh berlari lagi ya?!!" Ucap permaisuri yang sempat terkejut dengan kedatangan Lucia.


"Hm...maaf." Ucap Lucia dingin nan acuh.


Pangeran Arthur pun datang dengan ngos - ngosan.


"Hos....hos...! Lucia larimu capat sekali..." Ucap pangeran Arthur.


"Hm..." Balas Lucia acuh.


"Sudahlah mari kita segera pergi kekuil untuk acaranya..."Ucap permaisuri kaisar iblis yang ingin secepatnya menjadikan Lucia puteri angkat nya.


"Hm..." Ucap Lucia yang masih saja acuh pada yang sebentar lagi menjadi ibundanya.


Sedangkan pangeran Leomord hanya diam melihat Lucia yang cantik walau tertutup cadarnya.


Alex yang sedari tadi datang hanya memperhatikan gerak gerik pangeran Leomord dengan diam digendongan Lucia.


Stelah percakapan singkat itu Lucia dan yang lainnya pun pergi kekuil iblis.


 


Sesampainya mereka dikuil iblis kaisar pun membaca sebuah mantra untuk membuka kuil yang sepertinya disegel agar tak ada seorang pun memasukinya.


Setelah membacakan mantra kuil yang bagi orang seram itu pun terbuka lebar seolah mempersilahkan untuk masuk.


Mereka pun memasuki altar kuil yang terdapat segel bintang segitiga itu.


Kaisar dan Permaisuri pun meneteskan darahnya kesegel tersebut dan menyuruh Lucia untuk berdiri ditengah - tengah bintang segitiga itu.


Lucia pun hanya menuruti saja dan berdiri di tegahnya tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan Alex yang masih berada digendongannya.


"Meimei kalau kau tidak kuat menahan rasa sakitnya jangan dipaksakan." Peringat Pangeran Arthur yang seperti nya cemas dengan keadaan Lucia.


Karena tak setiap orang yang dinobatkan seseorang menjadi keluarga kerajaan iblis bisa diterima oleh leluhur terdahulu.


Sedangkan pangeran Leomord hanya menatap dengan tatapan yang sulit diartikan kearah Lucia.

__ADS_1


Stelah meneteskan beberapa tetes darahnya permaisuri dan kaisar iblis mundur beberapa dari segel bintang segitiga itu.


Seketika segel darah itu pun bersinar terang keatas dan menyinari Lucia.


Lucia yang saat ini hanya diam saja merasakan kalau elemen kegelapannya meningkat secara drastis.


Akhirnya elemen kegelapan Lucia pun sudah tahap akhir karena energi kegelapan disini sangat pekat.


 


Setelah pengangkatan puteri itu, sekarang Lucia pun sudah resmi menjadi seorang puteri kaisar dan permaisuri iblis.


"Huh...syukurlah berhasil." Ucap permaisuri dengan senang dan bahagia karena sekrang Lucia sudah resmi menjadi puterinya.


"Yeah...sekarang Kakak cantik sudah resmi menjadi jiejieku.!!" Ucap pangeran Ruki sangat senang.


"Iya...sekarang kau sudah menjadi meimei kami Cia." Ucap pangeran Villiam.


Sedangkan pangeran Arthur hanya tersenyum kecut, senyum antara senang dan tidak.


Pangeran Edward hanya tersenyum memperhatikan para gegenya itu.


Sedangkan pangeran Leomord hanya diam tanpa ekspresi dan berlalu pergi keistana sendri tanpa menunggu yang lainnya atau menggunakan kereta karena ia langsung melesat menggunakan jurus peringan tubuhnya ( QingQong ).


 


Kini keluarga iblis sudah sampai dikerajaan untuk mengadakan perjamuan pengangkatan puteri Lucia.


Pesta pun diselenggarkan dengan meriah, sedangkan pemeran utama dari perjamuan pesta itu, yaitu Lucia sedang bersantai di pohon buah darah sangat tinggi yang berada dihalaman belakang istana memerhatikan pangeran Leomord yang berlatih pedang sendirian ditengah malam.


Alex dan Firance yang berada dipangkuan Lucia pun juga menontonnya sambil memakan buah darah yang Lucia suapi.


Semua keluarga angkatnya pun mencarinya tapi tak ditemukan oleh keluarga angkatnya.


Pangeran Leomord yang tak menyadari jika ada orang yang memperhatikannya dari atas pohon pun terus berlatih dengan gesit dan gagahnya.


Lucia yang sedari tadi menonton gerakannya pun sudah mengetahui bagaimana teknik berpedang pangeran pertama dengan sekali lihat.


"Hais...baiklah mari kita mulai. Alex, Firance kalian masuklah keruang dimensi gelang terlebih dahulu." Ucap Lucia dengan semirk kejam miliknya.


Alex dan Firance yang nelihat itu pun hanya menututi perintah Lucia lalu masuk meruang dimensi gelang.


Iapun turun kebawah berjalan menuju pangeran Leomord berlatih.


"Hai gegeku, bagaiman bertanding denganku saja..." Ucap Lucia yang masih mengeluarkan smirik nya dibalik cadar.


"Heh...siapa gegemu, aku bukan gegemu jadi jangan panggil aku dengan panggilan menggelikan seperti itu. Dan tadi kau bilang ingin berlatih pedang denganku jangan garap untuk menang..." Ucap Pangeran Leomord dengan sombong.


"Cih...baiklah, bagaimana jika kita bertaruh kalau aku menang kau bisa meminta apa saja dariku dan jika kau kalah sebaliknya aku bisa meminta apa saja yang aku mau darimu." Ucap Lucia dingin nan tegas itu..


"Hem...baiklah, mari mulai." Ucap pangeran Leomord yang sudah mengambil kuda² dengan pdang neraka ditangannya.


Sedangkan Lucia hanya diam dan mengambil katana tajamnya lewat lengan hanfunya padahal ia mengambilnya dari ruang dimensi gelang.


Mereka pun sudah mengambil posisi menyerang dan Pangeran Leomord yang memang sudah tak suka dengan kehadiran Lucia dari pertama kali pun menyerang sebelum Lucia.


Lucia yang mendapat serangan dari pangeran Leomord langsung dangan cekatan memutar balikan pedang pangeran Leomord sehingga jatuh terpental ketanah.


Lucia memanfaatkan keadaan tersebut dan mengacungkan katana tajamnya keleher pangeran Leomord.


"Heh semudah itukah...Bodoh!" Ucap Lucia yang masih mengacungkan katananya keleher pangeran Leomord.


"Ck...baiklah, apa maumu?" Tanya pangeran Leomord demgan kesal karena mau tak mau harus menerima kekalahanya.


"Hm...aku hanya ingin kau mengakuiku sebagai meimei mu dan tak meneror ku lagi dengan surat² tak bergunamu itu, yah itu saja tak ada yang lain." Ucap Lucia dingin dan langsung pergi dari belakang istana.


Pangeran pertama yang mendengar itu pun terkejut karena Lucia bisa mengetahui kalau ia yang melemparkan anak panah beesurat malam hari itu.


Ia juga tak menyangka permintaan yang sangat mudah, tapi pangeran Leomord tak bisa melakukannya?


( "Jangan bercanda bang Leo masa punya adik cecan g mau sih?" Author cecan. )


Akhirnya pangeran Leomord pun kemabali kekamarnya untuk menenangkan dirinya dan datang diruangan yang terang dan wewangian itu lagi.


 


Luciapun masa bodo dengan keputusan pangeran pertama yang mau mengakuinya sebagai meimeiny atau tidak.


Setidaknya ia sudah berusaha untuk menjadi meimei yang baik dan sedikit sabar dengan sikap kurang ajarnya itu.


Bagaimana pun Lucia yang dunia nyatanya sudha sweetsaventeen karena ia bertranmigasi ke masa lalunya yang berumur 13 tahun jadinya harus mengalah pada Yang tua.


Lucia dengan tenang kembali kekamarnya dan berbaring dikasur empuknya tak lupa ia memasang formasi pelindung dikamarnya hanya untuk berjaga - jaga.


Saat ia sedang memutar kilas balik memori otaknya, iapun teringat kalung pemberian kakeknya yang kata dewi ruang dan waktu mengandung kekuatan ayah dan ibunya


Karena tak mau orang lain mengetahui kalau ia mempunyai takdir besar seperti yang dikatakan oleh dewi ruang dan waktu maka ia pun memutuskan untuk pegi keruang dimensi gelangnya untuk membuka segel kalung permata merah itu.


 


Dikerajaan petir, kaisar atau ayahnya Lucia yang masih mencari keberadaan permaisuri yang dicintainya itupun murka karena tak ada jejak apapun dari permaisurinya itu..


Diruang kerja kaisar petir...


"Akh...cari lagi sampai permaisuriku ditemukan kalau tidak nyawamu taruhannya. Mengerti?" Ucap Kaisar petir murka.


"Maafkan hamba yang mulia, hamba mohon pamit untuk mencari permaisuri lagi..." Ucap mata ² kaisar petir.


"Ck...pergi sekrng juga, kalau smapai balik nanti pun kau tak mendapatkannya kau akan kupenggal." Titah kaisar.


"Baik yang mulia..." Ucap hormat mata² kaisar itu padahal didalam hatinya menyumpah serapah kaisar yang tak sadarkan diri itu.


' Ckck...kalau kau tak mau permaisuri tercintamu itu pergi harusnya kau jaga baik² bukan malah mengambil selir lagi... dasar kaisar yang tidak bijaksana, huh apa jadinya kekaisaran petir yang dipimpin olehnya?' Batin mata² itu.


Sementara itu dikediaman selir Chu yang menggunakan cara bùsuk untuk bisa menjadi selir kaisar tengah bersantai ( dipantai dudu ) dikediamannya sambil menikmati teh hijau khas kekaisaran barat , Tianing.


"Huh...putriku sekarang kedua lalat pengganggu itu sudah kita singkirkan, bagaimana menurutmu putriku?" Ucap Selir Chu dengan nada sinisnya.


"Heh...bukankah itu bagus ibunda, dengan begitu kau bisa menjadikan ayah batu sandaran hidup untuk kita tanpa harus bekerja." Ucap Putri Li Xillan.


"Hum baiklah, jika si permaisuri dan anak tak bergunanya itu kembali lagi kita harus mempersiapkan secenario untuk mereka agar dibenci lebih dalam oleh kaisar." Ucap Selir Chu.


"Benar ibunda, tak boleh ada yang menghalangi kita untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan." Ucap Putri Li Xillan.


Setelah percakapan itu selir dan anaknya pun membuat rencana busuknya untuk memanfaatkan kaisar lagi dan lagi.


--‐---------------------

__ADS_1


Bersmabung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote Ya...


__ADS_2