Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 45 : Flashback 1 - ( Perang Antara Dua Ras )


__ADS_3

.


.


.


.


.


Beribu - ribu tahun yang lalu, ras ular adalah ras yang paling disegani oleh banyak manusia maupun ras - ras lain nya.


Akan tetapi saat terjadi pemilihan pemimpin selanjut nya, ras yang dikenal satu ini berbeda pendapat masing - masing. Sehingga ras ular terbagi menjadi dua kubu, Yaitu kubu ular putih dan kubu ular merah.


Kembali kepada cerita...


Dahulu kala ada seorang pangeran yang tampan dan gagah, yang mungkin sekarang bisa disebut dewa karena kekuatan dahsyat nya bisa menghancurkan seluruh bumi hanya dengan sekali sentuh.


Ya, Pangeran itu adalah Firance A'lmanda.


Seorang pangeran keturunan darah murni dari leluhur terdahulu.


Banyak nya perang yang ia menang kan, semakin membuatnya tinggi hati dan meremehkan orang - orang disekitarnya.


Semakin ia disegani dan ditakuti oleh banyak nya ras karena kehebatan nya dalam perang terdahulu, ia pun terpilih untuk menjadi pemimpin di era itu.


Beberapa pihak yang iri dan dengki kepada nya serta benci pun berkhianat kepada ras ular mereka dan jadilah ras ular merah yang dipimpin oleh sepupu Firance, Yaitu Harui A'lmanda.


Sepupunya yang satu nya itu adalah seorang yang mempunyai wajah seribu topeng untuk menutupi kebusukan nya, sehingga Firance tak menyadari bahwa sudah sejak lama sepupu nya itu membentinya atas keangkuhan serta iri akan kehebatan diri nya.


Ras Merah yang dipimpin oleh sepupu nya pun bekerja sama dengan beberapa pihak yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang hampir sama seperti nya, yaitu Ras Rubah.


Rubah?


Ya, Ras Rubah adalah salah satu ras kuno di dunia ini.

__ADS_1


Sudah sejak lama ras ini terkenal akan kekuatan nya akan tetapi masih bisa tetap dikalahkan oleh ras ular yanh dahulu masih bersatu.


Kenapa Ras Rubah bisa menang?


Karena Ras Rubah sendiri mempunyai mantra untuk memanggil atau melakukan semacam ritual untuk memanggil leluhur rubah terdahulu.


Mantra kuno yang sangat kuat tiada tanding itu hanya bisa dilakukan oleh ras rubah dan tidak bisa dilakukam oleh ras lain nya. Kenapa?


Karena setiap pemimpin rubah harus memasukan setengah jiwa nya ke dalam sebuah batu jiwa yang disimpan di tempat rahasia ras nya, tak banyak yang tahu tentang hal itu.


Dan selama beratus - ratus tahun ini, walaupun ras rubah sudah dikabarkan punah atau menghilang entah beranta. Akan tetapi batu jiwa atau yang bisa kita sebut salah satu artefak langkah yang harus Lucia cari itu, kini juga ikut hilang tak ditemukan.


Semua pendekar tingkat tinggi maupun penyihir masih mencari - cari keberadaan artefak tinggalan leluhur ras rubah itu.


Firance yang pada situasi itu pun belum sempat di nobatkan menjadi pemimpin ras ular pun tak bisa melaksana kan nya, karena adanya kudeta di ras mereka yang harus dibereskan.


Awalnya Firance tak peecaya dengan yang ia lihat sekarang ini...


"Arui'na...." Ucap Firance tak habis pikir dengan kelakuan sepupunya yang ia sayangi itu, yang slalu bermain dengan nya waktu kecil, yang slalu mengerti nya, yang slalu menjadi tempat curhat bila orang tua nya slalu menyuruhnya berlatih dan berlatih melulu, pokok nya yang paling mengerti ia akan segala - galanya...


Tetapi kini...


Firance menertawai dirinya sendiri didalam hati, kenapa orang satu - satunya bisa membenci nya tanpa ia sadari?! Kenapa ia harus kehilangan semua kenangan tentang mereka yang slalu bermain berdua?!...


Bila disuruh memilih antara tahkta dan sepupu nya, ia pasti nya akan memlih Harui sepupu yang sangat disayangi dirinya.


Ditatap nya sepupu nya dengan pandangan tak berdaya nan sedih, sedangkan sepupunya sendiri memandangnya akan kebencian yang mendalam.


"Arui'na...kenapa?...kenapa...." Ucap Firance lirih.


"Kenapa? Ahahahaha...kau masih tak menyadarinya Ge'Rance atau memang kau yang terlu bodoh untuk ini?!... Tentu saja kau slalu memiliki apa yang aku tak punya, apa yang selalu kuimpikan. Kau slalu sombong dan angkuh dengan apa yang kau miliki, ha...setidaknya aku harus mengorban kan persahabatan dan perasaan ku kali ini ya..." Ucap nya bergetar sambil memgang matanya yang hampir mengeluarkan air mata.


"Ti...-tidak, aku bisa memberi mu tahkta itu jika itu yang kau ingin kan. Kumohon...aku tak sanggup bila harus bertarung dengan sepupu ya...- yang mengerti diriku yang sombong ini. Maafkan....ma-...maaf kan aku, aku tak tahu bila kau akan tersinggung akan sikap ku yang tak pantas ini." Mohon Firance yang mencurahkan isi hatinya dengan tulus, sampai sampai matanya mengeluarkan setitik air dan menatap Harui dengan mata berkaca - kaca.


Disisi Harui, juga merasakan perasaan sakit bagai ribuan jarum bila harus mebghadapi ini, rasanya sesak bukan bila orang yang kita sayangi harus berakhir seperti ini....?

__ADS_1


'Tidak...tidak...Arui, kau harus menuruti keinginan kakek mu dan membalas nya untuk kakek yang ada di sana...hahahaha...sungguh semenyakit kan ini kah, bila begitu biar aku tanggung semuanya. Maaf Kak Fir....ini adalah pilihan ku." Batin Harui tak berdaya.


"Rui...jangan percaya akan perkataan nya...mari kita akhiri ini." Ucap seorang lelaki bersurai merah muda dengan menjilat pisau nya, sperti psiopat gila!!.


"Baiklah...mari mulai kakaku tersayang." Ucap Harui dengan senyuman tulus, yang sekian kali ia tunjuk kan ke depan mata Firance.


Firance yang mendengar itu pun menatap tak percaya kepada sepupnya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.


"Baiklah jika itu yang kau ingin kan, aku akan berusaha untuk kalah dan membiarkan mu untuk mengejar impian mu, semoga tercapai adik ku..." Ucap Firance yang masih menyayanginya.


"Cih...aku tak butuh kasihanan mu itu untuk ku. Serang!!!." Bentak nya tak terima walaupun didalam hati juga merasa sedih.


Akhirnya pertarungan sengit antara kedua belah pihak pun terjadi.


Firance yang sengaja menghindar dan sesekali diam bila diserang oleh sepupunya yang menyerang nya brutal.


"Ckck...cepat serang aku bodoh. Atau nyawa mu yang akan melayang ditanganku hari ini..." Ucapnya sinis.


"Tentu saja, kenapa tidak? Aku ini adalah titisan dewa...jelas nyawaku ada seribu bila mati dan akan hidup lagi." Balas Firance yang masih menjengkel kan seperti biasanya.


"Cih..."


Pihak di ras rubah pun seperti nya sudah berjaya, karena beberapa pasukan ular yang dikirim oleh Firance pun sudah mati di tanah medan pertempuran itu, karena yang terkuat disini adalah Firance.


Jika ia menyerah juga pasukan nya tak akan menang melawan ras lain nya.


Pemimpin ras rubah yang tak lain adalah Pangeran Albert Ed'son itu pun yang sudah berhasil mengalahkan pasukan Firance dengan ras nya pun tersenyum smirk, menikmati pertunjukan yang ada didepan nya.


'Inilah saatnya...' Telepati pemuda berambut merah kepada para pasukan nya.


———


Bersambung...


Yang penasaran sama kelanjutan nya...

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Comment, dan like nya ya, untuk motivasi authot buat kalanjutan cerita ini.


See You...♡♡


__ADS_2