Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 4 : ( Time Travel Ke Masa Lampau )


__ADS_3

Lucia yang sudah banyak memakan air laut dan kerena tembakan nya ia tak bisa berenang kedaratan hanya bisa pasrah dengan takdir nya.


Pada akhirnya Lucia sudah tak bisa menahan rasa sakitnya yang tertembak pistol dibagian dada, kaki dan tangan sekaligus ia sudah kehabisan oksigen karena sudah berada didasar laut pun akhirnya menutup matanya.


Gelap...itulah yang Lucia rasakan.


Dan pada saat membuka matanya Lucia berada di sebuah gubuk kuno yang reot seperti tak terpakai.


Setelah selesai meneliti setiap ruangan pandangan nya jatuh pada gadis yang sedang menangis tersedu².


"Nona..."Ucap seorang gadis yang berpakaian seperti pelayan.


"Ukhh...siapa kau." Tanya Lucia yang baru terbangun entah dimana.


"Nona...nona, apakah tak mengingat Nubi." Ucap pelayan itu.


"Tidak." Ucap Lucia tanpa ekspresi dan suara dinginnya.


"Nona Nubi adalah pelayan anda...apakah nona tak mengingatnya?" Tanya nya.


"Tidak dan dimana ini?... akh..." Tanya Lucia yang masih memegang kepalanya karena ada beberapa keping memori yang memasuki kepalanya.


"Nona...nona tidak apa²? Apa yang sakit nona...nona? Huhuhu nona kumohon jangan menutup matamu lagi..." Ucap gadis itu dan mulai menangis tersedu² lagi.


Lucia pun sudah berhenti kesakitan dan ia menyadari kalau ia sedang Time Travel seperti pada novel² yang baca.


"Berhentilah menangis, bisakah kau ceritakan siapa aku, kau dan dimana sekarang ini?" Ucap Lucia.


"Hum...nama Nubi adalah Weiwei, nona adalah Li Cia seorang puteri dari kaisar Luo Gun dan permaisuri Lien wei kerajaan petir.


Kaisar dulu sangat mencintai permaisuri dan berjanji tak akan mengangkat seorang selir tetapi kaisar mengingkari janjinya dan mengangkat seorang Selir, yaitu selir Chu.


Permaisuri yang melihat kaisar mengingkari janjinya pun pergi meninggalkan secara diam² dan menitipkan nona kepada ibu saya yang seorang pelayan pribadi permaisuri." Ucap Weiwei dengan sedih.


"Selepas permaisuri pergi diam² tanpa memberitahu kaisar Luo Gun, kaisar yang mendengar itu pun murka dan slalu melimpahkan semua kesalahannya kepada anda.


"Lalu, bagaimana aku berada di sini sementara aku adalah seorang puteri?" Tanya Li Cia.


"Nona bisa berada disini karena difitnah menjatuhkan putri Li Xilan oleh selir Chu dan selir Rong.


Kaisar yang mendengar itu langsung percaya kepada selir² itu nona, kaisar langsung menjatuhkan hukuman bahwa puteri Li Cia akan diasingkan dihutan kematian dan sekarang ini adalah gubuk ditengah hutan kematian nona." Ucap Weiwei yang takut untuk keluar dari gubuk.


Lucia / Li Cia yang mendengar perkataan Weiwei pun mencerna perkataannya dan dia hanya membalasnya dengan deheman.


"Huft...baiklah Weiwei, kau bisa pergi aku sedang ingin beristirahat." Ucap Li Cia.


"Baik nona..." Weiwei yang mendengar perintah Li Cia pun langsung menurutinya.


Selepas kepergian Weiwei, Li Cia pun memutar² otaknya untuk mengingat apa yang terjadi sebelum ia sampai disini.


Setahu ia, ia sudah mati tenggelam didalam laut karena racun tembak dan kehabisan oksigen. Tapi bagaimana ia bisa ada disini? Huft...membingungkan.


'Sebaiknya aku tidur terlebih dulu untuk memulihkan otakku' Batin Li Cia.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan pikirannya, ia pun memutuskan untuk tidur.


Mimpi Li Cia...


Li Cia yang memasuki alam mimpi pun bertemu dengan seorang perempuan yang wajahnya mirip sekali dengannya cuman dengan tampilan kuno seperti Weiwei.


"Siapa kau?, kenapa wajahmu sama seprti wajahku?." Tany Lucia.


"Hm...aku adalah puteri Li Cia dan kau adlah reinkarnasiku dimasa depan." Ucap Li Cia yang dahulu.


"Maksudnya?" Tanya Lucia.


"Aku adlah kau dan kau adalah aku bisa dibilang kita adalah jiwa yang sama cuman beda masanya saja." Jelasnya.


"Hm...baiklah aku mengerti, namun kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Lucia.


"Aku memanggilmu kesini untuk membalaskan dendam kita dan mengungkap kebenaran." Katanya.


"Maksudmu?." Tanyanya dingin.


"Biar aku ceritakan secara rinci, sekarang kita berada di kekaisaran petir kekaisaran terkuat no.2 . Ayah kita adalah kaisar adi kekaisaran petir dan ibu aku tak tahu dengan jelas asal usulnya.


Didunia ini yang kuat akan menindas yang lemah, seperti kita yang disebut sebagai sampah kultuvasi yang tidak berguna." Ujar Li Cia.


"Aku menarik jiwamu dari masa depan untuk membantuku membalaskan apa yang mereka lakukan kepadaku." Lanjutnya.


"Hm...baiklah sekarang aku mengerti. Tapi aku akan menghabisi semua yang menghalangi perjalanan ku dan aku tak akan segan termasuk ayahmu dan para gege mu yang bodoh itu." Ucap Lucia dengan nada bersyarat.


"Baiklah...aku juga tak memperdulikan mereka yang hanya terus menyalahkanku yang berbuat kesalahan. Tapi aku mohon lindungilah Weiwei dan bibi Zu yang telah merawatku." Ucapnya.


"Terima kasih, sekarang kuserahkan kepadamu reinkarnasiku. Selamat tinggal..."Ucapnya berubah menjadi butiran² cahaya dan pada saat itu juga Lucia membuka matanya.


Setelah bangun dan duduk diatas kasurnya Li Cia pun mengumpullkan nyawanya dan tersadar gelang dimensi nya juga ikut terbawa olehnya.


Li Cia yang melihat itu pun mebelalakan matanya dan kemudian tersenyum penuh arti, syukurlah karena gelang dimensinya sudah diisi dengan barang² pentingnya dan sekarang dia tak perlu repot² mencari air untuk mandi karena si Alex pernah menyebutkan disana terdapat danau suci.


Lucia yang sudah tak sabar pun langsung masuk kedalam ruang dimensi dan menemukan Alex yang tengah berada dibawah pohon sambil menyeruput teh hijau dengan santainya.


"Selamat datang tuan." Ucap Alex.


"Hm...bisakah kau tak memanggil ku tuan, panggil saja aku Cia." Ucap Lucia dengan penuh penekanan.


"Baik tu -... Cia." Ucapnya dengan gugup karena baru pertama kali menggil tuan nya1 dengan namanya.


"Hm...bagus, kalau begitu bisakah aku berendam di danau yang kau sebutkan waktu itu." Ucap Lucia yang setengah ingat perkataan Alex.


"Owh...apakah maksudmu adlah air danau surgawi." Ucap Alex dengan antusias.


"Hm." Dehm Lucia yang berarti iya.


"Apakah kau yakin ingin berendam di air itu Cia?." Ucap Alex memastikan.


"Hm." Lagi dan lagi Lucia hanya membalasnya dengan deheman saja dan itu sukses membuat Alex geram kepadanya.

__ADS_1


"Akh...sudahlah ayo." Ucap Alex yang meredam amarah nya dengan susah payah dan tak ingin berdebat dengan tuannya tersebut.


Apapun mengantar Lucia untuk berendam di air danau surgawi.


Saat sudah sampai Lucia menyuruh Alex untuk tunggu diluar.


Lucia pun berendam disana saat 5 detik kemudian rasanya tubuh Lucia ditusuk ribuan jarum dan patah tulang berkali².


Luciapun menggigit bibir bawahnya utuk menahan sakitnya agar tak mengeluarkan suara sedikitpun.


Setelah rasa sakit itu berlangsung lama tergantikan oleh kehangatan yang menjalar dalam tubuh Lucia dan ia dapat merasakan Iq yang sangat padat disekitarnya.


Dan air yang tadinya hitam pun kembali menjadi warna putih bersih tanpa noda.


Setelah selesai berendam ia pun memakai hanfu biru simple yang telah Alex siapkan untuknya dan berencana pergi berkultivasi.


Alex yang melihat Cia keluar pun langsung membukukan badannya.


"Cia sudah selesai?" Tanya nya dengan wajah yang menggemaskan.


"Hm..."Ucap Li Cia dengan dingin. Bukan Lucia namanya jika akan luluh dengan keimutan itu.


"Baiklah apakah Cia berencana berkultivasi." Tanya Alex.


"Ya...aku ingin bertanya denganmu, apakah ada perbedaam waktu disini dan didunia nyata seperti kata didalam novel²." Tanya Lucia.


Alex yang mendengar itupun segera menjelaskan bahwa


1 jam didunia nyata : 1 bulan digelang dimensi


"Owh... jadi seperti itu." Ucap Lucia.


Alex yang mendengar jawaban Lucia pun menganggukan kepalanya dan tak sengaja ia melihat kalung permata yabg berada dileher Lucia.


"Um...Cia, darimana kau mendapatkan kalung itu.?" Tanya Alex.


"Hum...ini, ini adalah pemberian ibuku." Ucap Lucia.


"CIA...sebaiknya kau jangan memperlihatkan ke orang² bahwa kau mempunyai kalung itu." Ucapnya.


Lucia tampak bingung dengan itu pun bertanya.


"Memangnya kenapa?." Ucapnya.


"Karena kalung itu menandakan bahwa kau adlaah keturunan dewi kematian dan dewi bulan yang dilahirkan 100.000 tahun sekali." Syok Alex karena tuannya ini benar² hebat.


"Hm...begitukah, baiklah. Bagaimana caranya aku berkultivasi." Ucap Li Cie.


"Oeh itu gampang, kau tinggal pejamkan matamu dan merasakan qi alam didekat bebatuan air danau surgawi, disana biasanya qi nya paling pada ditempat lain. Jelas Alex.


"Hm, baiklah." Ucap Li Cia.


Bersambung...

__ADS_1


Aurhor : Aku mau kasih tau kalo si Alex bisa berevolusi jadi cogan, ya guys...


Jangan lupa Like, Comment, dan Vote...


__ADS_2